Punya Masalah Mental, Lebih Baik Konsultasi ke Psikolog atau Psikiater?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2017 menyebutkan bahwa ada lebih dari 300 juta orang di dunia yang mengalami depresi, dan 260 juta lainnya menderita gangguan kecemasan. Dilansir dari Tempo, Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) menyebutkan dari 250 juta total populasi orang Indonesia, 9 juta di antaranya memiliki depresi, 14 juta orang memiliki gejala depresi dan gangguan kecemasan, dan sekitar 400 ribu orang mengidap skizofrenia. Angka di lapangan mungkin bisa lebih banyak lagi karena tidak semua orang menyadari mereka punya gangguan kesehatan mental.

Lantas jika Anda mulai mencurigai gejala depresi atau penyakit jiwa lainnya muncul pada diri sendiri, harus konsultasi ke psikolog atau psikiater?

Psikolog dan psikiater itu berbeda tugasnya

Psikolog dan psikiater sama-sama spesialis kesehatan mental, maka keduanya sama-sama bisa Anda datangi untuk berkonsultasi soal gangguan mental — termasuk mencari tahu penyebab, gejala, dan cara mengobatinya.

Bedanya, psikolog bukanlah dokter medis. Psikolog adalah tenaga ahli bidang kesehatan mental yang lulus dari program sarjana atau pascasarjana Psikologi. Sementara itu, psikiater adalah dokter medis lulusan sarjana Kedokteran yang mengambil spesialisasi tentang diagnosis dan pengobatan penyakit mental dengan setidaknya 10 tahun pengalaman pelatihan, atau seringkali lebih.

Psikolog dan psikiater bisa memberikan diagnosis penyakit atau gangguan. Menurut C. Vaile Wright, PhD, direktur American Psychological Association, psikolog mendiagnosis masalah yang dialami pasien lewat kepribadian, tingkah polah, perilaku dan kebiasaan (seperti pola makan dan kebiasaan tidur), cara berbicara, dan lewat cerita yang Anda curahkan. Sementara psikiater mendiagnosis pasien lewat ilmu kedokteran fisik, termasuk tentang kerja otak dan saraf manusia.

Karena psikolog bukan dokter, psikolog tidak bisa meresepkan obat. Layanan pengobatan yang diberikan oleh psikolog hanya seputar konsultasi dan psikoterapi psikologis yang berfokus pada hubungan antara akar masalah, pola pikir, dan perilaku Anda. Anda dan terapis Anda bisa menentukan satu tujuan yang sangat spesifik untuk dicapai setelah terapi selesai. Psikiater bisa membuka sesi terapi psikologis sekaligus meresepkan obat, termasuk check-up umum seperti pemeriksaan fisik dan tes laboratorium.

konseling psikologi

Jadi, lebih baik konsultasi dengan psikolog atau psikiater?

Jika Anda mencurigai adanya masalah kesehatan mental, entah karena depresi ataupun kecemasan, sebaiknya Anda berkonsultasi dulu ke dokter umum. Dokter umum dapat memberikan diagnosis awal terkait kondisi yang mungkin dicurigai dan kemudian bisa merujuk Anda pada spesialis untuk memastikan masalah kesehatan jiwa apa yang sedang Anda hadapi.

Psikologis lebih mungkin untuk menangani pasien dengan kondisi yang masih dapat dibantu secara efektif dengan pengobatan psikologis semata. Misalnya, psikolog nantinya akan mendengarkan cerita Anda dahulu, mendiagnosis, dan membuat rencana yang harus Anda terapkan sehari-hari pada masalah tersebut. Ini dapat meliputi masalah perilaku seperti kecanduan, gangguan emosi, fobia, kesulitan belajar, depresi, dan gangguan kecemasan.

Sementara psikiater cenderung mengobati orang yang membutuhkan terapi dan pengobatan setelah mempertimbangkan kebutuhan medis, psikologis, dan sosialnya. Mereka biasanya adalah orang-orang dengan kondisi kejiwaan yang lebih rumit, misalnya depresi berat atau depresi mayor, gangguan bipolar, atau schizophrenia. Seseorang yang memiliki pikiran atau usaha bunuh diri juga biasanya akan dirujuk pada seorang psikiater.

tips melakukan konsultasi ke psikolog pertama kali

Psikiater juga bisa bekerja sama dengan dokter spesialis lainnya untuk menangani masalah Anda. Misalnya, jika masalah mental yang Anda alami menyebabkan Anda menjadi kurang gizi, Anda akan segera dirujuk oleh psikiater Anda untuk konsultasi juga ke dokter gizi.

Dr. Wright mengatakan, keputusan berobat ke psikolog dan psikiater harus didasari dengan masalah yang Anda hadapi. Jika Anda tidak yakin apakah Anda harus menemui seorang psikolog atau psikiater, konsultasikan pada dokter umum. Mereka dapat memberikan anjuran apakah psikolog atau psikiater yang sesuai bagi Anda. Hal ini akan banyak tergantung pada situasi spesifik Anda dan jenis pengobatan yang mungkin Anda butuhkan. Beberapa orang mungkin harus menemui psikolog dan psikiater dalam waktu yang bersamaan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit