home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

Di era teknologi seperti sekarang ini, kejahatan marak terjadi, bahkan di dunia maya. Ya, kasus kejahatan yang banyak terjadi melalui media sosial atau lebih akrab disebut dengan cyber bullying, memang sering kali memberi dampak buruk pada korbannya. Mirisnya, banyak orang yang menganggap remeh dampak kekerasan di dunia maya. Padahal, bahaya cyber bullying disebut-sebut bisa membuat sang korban ingin bunuh diri. Bagaimana bisa? Berikut penjelasannya.

Benarkah bahaya cyber bullying bisa berakibat bunuh diri?

Siapa yang tidak memiliki media sosial di zaman teknologi seperti sekarang ini? Nampaknya, hampir sebagian besar orang memiliki akun media sosial. Bahkan cenderung tidak dapat lepas, dari berbagai hal menarik yang ditawarkan oleh dunia maya. Meski begitu, siapapun harus tetap waspada akan kejahatan yang bisa muncul kapan saja, termasuk penindasan di dunia maya (cyber bullying)

Pasalnya, ada berbagai bahaya cyber bullying yang bisa dengan mudah menjerat korbannya hanya karena kurang hati-hati dalam menggunakan media sosial. Mirisnya, hal ini tidak hanya menimpa korbannya saja, tapi juga berlaku pada sang pelaku kekerasan di dunia maya.

Dilansir dari laman Science Daily, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Profesor Ann John dari Swansea University Medical School, yang bekerja sama dengan para peneliti dari Oxford University dan Birmingham University, melakukan penelitian pada 150.000 anak muda di 30 negara.

Penelitian tersebut menyoroti bahaya cyber bullying, baik pada pelaku dan korban, yang biasanya terjadi pada anak-anak muda di bawah 25 tahun.

Hasil penelitian yang dimuat dalam Journal of Medical Internet Research, menyatakan bahwa anak-anak muda yang menjadi korban kekerasan di media sosial lebih rentan untuk menyakiti diri sendiri hingga melakukan aksi bunuh diri. Sementara mereka yang berperan sebagai pelaku, 20 persen berisiko lebih tinggi memiliki pikiran untuk bunuh diri bahkan mencoba melakukan bunuh diri.

Sebagian besar anak-anak muda yang menjadi pelaku dan korban penindasan di media sosia, tidak benar-benar mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Hal ini dijelaskan oleh Paul Montgomery, seorang profesor dari Birmingham University, bahwa orang-orang yang terlibat dalam kasus kekerasan di media sosial pada dasarnya memiliki masalah traumatis yang hampir sama. Itu yang biasanya memotivasi para pelaku tindak kekerasan di dunia maya.

mencegah cyberbully bully di internet

Bahaya cyber bullying juga bisa menyerang kondisi emosional dan fisik

Pada awalnya, seorang remaja yang menjadi korban cyber bullying akan mengalami gangguan emosional dan fisik yang cukup parah. Meliputi masalah emosional, perilaku, kesulitan dalam berkonsentrasi, serta sulit untuk bergaul dengan teman sebaya.

Tidak hanya itu, anak-anak korban kekerasan media sosial juga kerap merasakan sakit kepala yang terjadi berulang-ulang dan kesulitan tidur. Bahkan satu dari empat remaja mengatakan bahwa mereka merasa tidak aman berada di sekolah.

Jika gangguan emosional ini tak ditangani dengan cepat, maka bukan tidak mungkin menyebabkan keinginan bunuh diri.

Sebenarnya, sah-sah saja aktif di dunia maya asalkan……

Sekecil apapun efek yang diakibatkan dari bullying, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, tentu tidak bisa dianggap remeh. Lambat laun, kondisi ini bisa membahayakan diri korban maupun pelaku hingga berujung pada terjadinya hal-hal yang mungkin tidak diharapkan.

Menurut Andre Sourander, MD, PhD, seorang psikiater anak di Turku University Finlandia, bahwa sebaiknya orang tua, guru di sekolah, bahkan remaja itu sendiri harus sadar dan paham akan bahaya yang ditimbulkan dari cyber bullying.

Jika Anda sebagai orangtua dan memiliki anak yang “aktif” di dunia maya, tidak ada salahnya Anda memantau setiap detail kegiatannya saat menggunakan media sosial. Bangun situasi obrolan yang santai, lalu ajak remaja aja bicara dan katakan padanya untuk senantiasa berhati-hati dalam bergaul di dunia maya.

Sementara bila Anda sendiri adalah pengguna sosial, sebisa mungkin hindari melakukan hal-hal yang bisa memicu tindak kejahatan. Sebagai gantinya, pergunakan semua akun media sosial Anda sesuai porsinya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Young Victims of Cyberbullying Twice As Likely to Attempt Suicide and Self-Harm, Study Finds. https://www.sciencedaily.com/releases/2018/04/180419130923.htm Diakses pada 21 Mei 2018.

School Cyberbullies More Likely to Attempt Suicide, Study Finds. https://www.independent.co.uk/news/education/education-news/school-cyberbullies-attempt-suicide-thoughts-kill-themselves-study-social-media-messages-a7895731.html Diakses pada 21 Mei 2018.

Emotional Troubles for ‘Cyberbullies’ and Victims. https://www.webmd.com/parenting/news/20100706/emotional-troubles-for-cyberbullies-and-victims#1 Diakses pada 21 Mei 2018.


Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 14/10/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x