Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Di era teknologi seperti sekarang ini, kejahatan marak terjadi, bahkan di dunia maya. Ya, kasus kejahatan yang banyak terjadi melalui media sosial atau lebih akrab disebut dengan cyber bullying, memang sering kali memberi dampak buruk pada korbannya. Mirisnya, banyak orang yang menganggap remeh dampak kekerasan di dunia maya. Padahal, bahaya cyber bullying disebut-sebut bisa membuat sang korban ingin bunuh diri. Bagaimana bisa? Berikut penjelasannya.

Benarkah bahaya cyber bullying bisa berakibat bunuh diri?

Siapa yang tidak memiliki media sosial di zaman teknologi seperti sekarang ini? Nampaknya, hampir sebagian besar orang memiliki akun media sosial. Bahkan cenderung tidak dapat lepas, dari berbagai hal menarik yang ditawarkan oleh dunia maya. Meski begitu, siapapun harus tetap waspada akan kejahatan yang bisa muncul kapan saja, termasuk penindasan di dunia maya (cyber bullying)

Pasalnya, ada berbagai bahaya cyber bullying yang bisa dengan mudah menjerat korbannya hanya karena kurang hati-hati dalam menggunakan media sosial. Mirisnya, hal ini tidak hanya menimpa korbannya saja, tapi juga berlaku pada sang pelaku kekerasan di dunia maya.

Dilansir dari laman Science Daily, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Profesor Ann John dari Swansea University Medical School, yang bekerja sama dengan para peneliti dari Oxford University dan Birmingham University, melakukan penelitian pada 150.000 anak muda di 30 negara.

Penelitian tersebut menyoroti bahaya cyber bullying, baik pada pelaku dan korban, yang biasanya terjadi pada anak-anak muda di bawah 25 tahun.

Hasil penelitian yang dimuat dalam Journal of Medical Internet Research, menyatakan bahwa anak-anak muda yang menjadi korban kekerasan di media sosial lebih rentan untuk menyakiti diri sendiri hingga melakukan aksi bunuh diri. Sementara mereka yang berperan sebagai pelaku, 20 persen berisiko lebih tinggi memiliki pikiran untuk bunuh diri bahkan mencoba melakukan bunuh diri.

Sebagian besar anak-anak muda yang menjadi pelaku dan korban penindasan di media sosia, tidak benar-benar mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Hal ini dijelaskan oleh Paul Montgomery, seorang profesor dari Birmingham University, bahwa orang-orang yang terlibat dalam kasus kekerasan di media sosial pada dasarnya memiliki masalah traumatis yang hampir sama. Itu yang biasanya memotivasi para pelaku tindak kekerasan di dunia maya.

mencegah cyberbully bully di internet

Bahaya cyber bullying juga bisa menyerang kondisi emosional dan fisik

Pada awalnya, seorang remaja yang menjadi korban cyber bullying akan mengalami gangguan emosional dan fisik yang cukup parah. Meliputi masalah emosional, perilaku, kesulitan dalam berkonsentrasi, serta sulit untuk bergaul dengan teman sebaya.

Tidak hanya itu, anak-anak korban kekerasan media sosial juga kerap merasakan sakit kepala yang terjadi berulang-ulang dan kesulitan tidur. Bahkan satu dari empat remaja mengatakan bahwa mereka merasa tidak aman berada di sekolah.

Jika gangguan emosional ini tak ditangani dengan cepat, maka bukan tidak mungkin menyebabkan keinginan bunuh diri.

Sebenarnya, sah-sah saja aktif di dunia maya asalkan……

Sekecil apapun efek yang diakibatkan dari bullying, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, tentu tidak bisa dianggap remeh. Lambat laun, kondisi ini bisa membahayakan diri korban maupun pelaku hingga berujung pada terjadinya hal-hal yang mungkin tidak diharapkan.

Menurut Andre Sourander, MD, PhD, seorang psikiater anak di Turku University Finlandia, bahwa sebaiknya orang tua, guru di sekolah, bahkan remaja itu sendiri harus sadar dan paham akan bahaya yang ditimbulkan dari cyber bullying.

Jika Anda sebagai orangtua dan memiliki anak yang “aktif” di dunia maya, tidak ada salahnya Anda memantau setiap detail kegiatannya saat menggunakan media sosial. Bangun situasi obrolan yang santai, lalu ajak remaja aja bicara dan katakan padanya untuk senantiasa berhati-hati dalam bergaul di dunia maya.

Sementara bila Anda sendiri adalah pengguna sosial, sebisa mungkin hindari melakukan hal-hal yang bisa memicu tindak kejahatan. Sebagai gantinya, pergunakan semua akun media sosial Anda sesuai porsinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Langkah yang Perlu Dilakukan Saat Timbul Keinginan Bunuh Diri

Beragam masalah dapat membuat Anda merasa terhimpit, sehingga timbul pikiran buruk. Apa yang perlu dilakukan jika timbul rasa ingin bunuh diri?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Mental, Cegah Bunuh Diri 1 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenali 5 Ciri Utama “Toxic People”, Racun Dalam Persahabatan Anda

Toxic people merupakan salah satu jenis orang negatif yang harus Anda jauhi. Bagaimanakah ciri-cirinya? Simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hubungan Harmonis 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Patah Hati Dapat Sebabkan Kematian?

Ketika patah hati atau ditinggalkan pasangan, rasanya dunia tidak lagi berwarna bahkan tidak bermakna. Namun, benarkah patah hati bisa sebabkan kematian?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Agar Hidup Lebih Bermakna, Asah Kecerdasan Spiritual Dalam Diri Anda

Selain kecerdasan otak (IQ) atau emosional (EQ), ada juga kecerdasan spiritual yang disebut penting dalam hidup Anda. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengenal Misophonia

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
sensory processing disorder

Mengenal Sensory Processing Disorder: Saat Otak Salah Menginterpretasikan Informasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
avoidant personality tidak mau bergaul

Takut Berinteraksi dengan Orang Lain? Mungkin Itu Tanda Avoidant Personality Disorder

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
keuntungan jadi jomblo

7 Keuntungan Jadi Jomblo dari Sisi Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit