Polip Usus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu polip usus?

Polip usus (colon polyp) adalah gumpalan kecil yang terbentuk di lapisan usus besar. Pada kebanyakan kasus, kondisi ini tidak begitu berbahaya. Akan tetapi, beberapa gumpalan dapat berkembang menjadi kanker usus, yang sering kali berakibat fatal jika baru ditemukan pada stadium akhir.

Benjolan pada usus besar ini memiliki jumlah dan ukuran yang bervariasi. Ada polip yang berbentuk seperti jamur (bulatan bertangkai), pipih, dan bulatan tanpa tangkai.

Polip di usus besar juga memiliki beberapa tipe, di antaranya:

  • Polip hiperplastik. Jenis polip yang tidak berbahaya dan tidak berkembang menjadi kanker.
  • Polip adenomatosa. Jenis polip yang paling umum terjadi dan berpontensi kecil menjadi kanker.
  • Polip ganas. Jenis polip yang memiliki sel kanker di dalamnya.

Adanya gumpalan ini bisa diketahui dengan tes skrining, seperti kolonoskopi. Benjolan di usus besar yang dideteksi pada tahap awal biasanya dapat diangkat dengan aman dan menyeluruh.

Oleh karena itu, melakukan tes skrining secara teratur menjadi salah satu cara tepat mendeteksi sekaligus memungkinkan perawatan lebih cepat. 

Seberapa umumkah penyakit ini?

Polip di usus ternyata sangat umum terjadi. Risiko seseorang memiliki gumpalan pada usus besar ini akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Diperkirakan, sepertiga atau lebih orang yang berusia 60 tahun atau lebih memiliki setidaknya satu polip di usus besarnya.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala polip usus?

Sebanyak 95% orang yang dicurigai polip di usus besar tidak merasakan gejala atau tanda. Sekalipun hasil skrining menunjukkan adanya gumpalan, gejala mungkin saja tidak terasa. Namun, sebagian kecil kemungkinan merasakan beberapa perubahan.

Menurut Mayo Clinic, tanda dan gejala polip usus yang umum dirasakan adalah:

Perdarahan rektum

Perdarahan di rektum bisa menjadi tanda colon polyp atau kanker atau kondisi lainnya seperti wasir atau sobekan kecil pada anus. Rektum adalah bagian akhir dari usus besar. 

Perubahan warna feses

Darah bisa muncul dalam bentuk garis-garis merah pada feses atau membuat feses tampak hitam. Namun, perubahan pada warna juga bisa disebabkan oleh makanan, obat-obatan dan suplemen.

Perubahan kebiasaan buang air besar

Sembelit atau diare yang berlangsung lebih lama dari satu minggu kemungkinan bisa berpotensi adanya gumpalan di usus besar. Namun, sejumlah kondisi lain juga bisa menyebabkan perubahan kebiasaan buang air besar.

Nyeri, mual, atau muntah

Polip di usus besar yang bisa menyumbat sebagian usus, menyebabkan kram nyeri perut, mual dan muntah.

Anemia akibat kekurangan zat besi

Perdarahan dari polip bisa terjadi secara bertahap, tanpa darah yang tampak di feses. Perdarahan kronis mengurangi kadar logam yang penting bagi tubuh untuk memproduksi zat besi.

Zat ini memungkinkan sel-sel darah merah untuk mengangkut oksigen ke tubuh (hemoglobin). Hasilnya adalah anemia akibat kekurangan zat besi, yang bisa membuat Anda merasa lelah dan sesak napas.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika Anda mengalami yang berikut:

  • Nyeri perut
  • Darah di feses
  • Perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung lebih lama dari satu minggu

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter.

Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab polip usus?

Penyebab polip di usus tidak diketahui secara pasti. Namun, periset menyebutkan bahwa polip di usus adalah hasil dari pertumbuhan jaringan yang abnormal.

Setiap hari, sel-sel di tubuh akan mengalami kerusakan, termasuk di sel-sel di usus. Sel tersebut nantinya akan digantikan sel baru yang sehat (mutasi sel). Pertumbuhan dan pembelahan sel-sel baru biasanya terkendali.

Namun pada beberapa kasus, sel-sel tersebut terbentuk dan terbelah sebelum dibutuhkan. Pertumbuhan yang berlebihan ini menyebabkan polip terbentuk di sepanjang usus besar dengan beragam bentuk dan ukuran.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk polip usus?

Meskipun colon polyp tidak diketahui secara pasti, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya kondisi ini.

Faktor kesehatan tubuh yang bisa menempatkan seseorang untuk memiliki polip usus besar ketimbang orang lain adalah:

  • Berusia di atas 50 tahun
  • Obesitas
  • Genetik atau memiliki anggota keluarga dengan colon polyp atau kanker usus besar
  • Memiliki penyakit yang membuat usus besar meradang, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa
  • Punya penyakit diabetes tipe 2 tidak terkontrol
  • Memiliki kelainan bawaan lahir, seperti sindrom Lynch atau sindrom Gardner

Perilaku hidup yang kurang sehat bagi sistem pencernaan juga berkontribusi meningkatkan risiko terbentuknya benjolan di usus besar, di antaranya:

  • Merokok dan sering minum alkohol
  • Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana penyakit ini didiagnosis?

  • Tes feses. Dalam fecal immunochemical test (FIT) dan fecal occult blood test (FOBT), sampel feses diperiksa untuk tanda-tanda kanker.
  • Kolonoskopi. Dalam tes ini, dokter memasukkan selang pandang kecil jauh ke dalam usus besar dan mencari polip. Dokter juga dapat mengambil benjolan di usus yang ditemukan.
  • Sigmoidoskopi fleksibel. Tes ini seperti kolonoskopi, kecuali bahwa selang pandang ini lebih pendek sehingga dokter hanya dapat melihat bagian terakhir dari usus besar. Dokter dapat mengangkat polip selama tes ini.

Apa saja pengobatan untuk polip usus?

Dokter kemungkinan akan mengangkat semua benjolan yang ditemukan dalam pemeriksaan di usus besar. Pilihan untuk pengangkatan meliputi:

Pengangkatan dalam skrining

Kebanyakan polip dapat diangkat dengan tang (forcep) biopsi atau kawat melingkar yang menjerat polip. Ini dapat dibantu dengan menyuntikkan cairan di bawah polip untuk membuatnya menonjol dari dinding untuk diangkat.

Jika benjolan di usus lebih besar dari 0,75 inci (sekitar 2 sentimeter), cairan dapat disuntikkan ke bawahnya untuk menaikkannya dan mengisolasi polip dari jaringan sekitarnya sehingga dapat diangkat (reseksi mukosa endoskopi).

Operasi invasif minimal

Polip yang terlalu besar atau tidak dapat dicapai dengan aman dalam skrining biasanya diangkat menggunakan operasi invasif minimal.

Pengangkatan kolon dan rektum

Jika Anda memiliki sindrom warisan yang langka, seperti FAP (familial adenomatous polyposis/polip usus keturunan). Anda mungkin membutuhkan operasi untuk mengangkat usus besar dan rektum (proktokolektomi total)

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi benjolan di usus besar?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi colon polyp, di antaranya:

  • Konsumsi makanan sehat untuk usus, seperti buah-buahan, sayuran dan gandum utuh.
  • Kurangi asupan makanan tinggi lemak, daging merah, dan makanan olahan.
  • Batasi atau hindari konsumsi alkohol.
  • Jangan menggunakan tembakau.
  • Mulai aktif secara fisik dan pertahankan berat badan sehat.
  • Riwayat keluarga. Jika Anda memiliki riwayat benjolan di usus besar di keluarga, pertimbangkan menjalani konseling genetik dan lakukan kolonoskopi rutin.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Hati-hati, Gerakan Peristaltik Bermasalah Sebabkan Sindrom Usus Malas

    Masalah gerak peristaltik pada usus bisa menyebabkan sindrom usus malas. Yuk, ketahui lebih jelas mengenai hal ini pada ulasan berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Sembelit (Konstipasi), Health Centers 5 Agustus 2018 . Waktu baca 5 menit

    Iskemia Usus Besar, Kondisi Sumbatan Pembuluh Darah Usus yang Berbahaya

    Iskemia usus dipicu karena adanya hambatan pada pembuluh darah yang mengarah ke usus. Untuk lebih jelasnya, kenali penyebab, gejala, serta perawatannya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 2 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit

    Muncul Benjolan di Payudara Saat Hamil, Wajar Atau Tidak?

    Benjolan di payudara sering dikaitkan dengan gejala penyakit kanker. Padahal belum tentu. Kenali tuberkel Montgomery, benjolan di payudara saat hamil.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Hidup Sehat, Fakta Unik 22 April 2018 . Waktu baca 6 menit

    Mengenal Lopografi, Pemeriksaan Usus Besar Dengan Teknik Rontgen

    Ketika dokter mencurigai kondisi medis tertentu pada sistem pencernaan atau usus besar, Anda mungkin diminta menjalani lopografi. Seperti apa prosedurnya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. William
    Hidup Sehat, Fakta Unik 10 April 2018 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kanker usus besar kolorektal rektum kolon colon

    Kanker Kolorektal (Usus Besar/Kolon dan Rektum)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 13 April 2020 . Waktu baca 10 menit
    Benjolan

    5 Benjolan Tubuh Ini Tidak Berbahaya dan Bukan Ciri Penyakit Serius

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit
    mencerna makanan berlemak

    Bagaimana Cara Tubuh Mencerna Makanan Berlemak?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 25 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit
    benjolan di pada payudara

    Informasi Seputar Benjolan di Payudara yang Penting Diketahui

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 7 November 2018 . Waktu baca 12 menit