Aturan Makanan dan Gaya Hidup untuk Pasien Kanker Kolorektal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Pasien yang dinyatakan dokter terkena kanker kolorektal (usus besar atau rektum), tentu saja perlu menjalani pengobatan. Di samping itu, mereka juga perlu menerapkan gaya hidup sehat, salah satunya mengonsumsi makanan yang tepat untuk penderita kanker usus besar dan rektum. Bila tidak, pengobatan kanker usus yang dilakukan tidak efektif bahkan bisa menimbulkan akibat yang merugikan. Yuk, pahami lebih jelas hal ini pada ulasan berikut.

Aturan makanan untuk penderita kanker usus dan rektum (kolorektal)

Kanker kolorektal bisa diobati dengan kemoterapi, radioterapi, dan tentunya operasi pengangkatan sel kanker. Jika tidak dilakukan, sel kanker bisa menyebar dan menyerang jaringan maupun organ sehat di sekitarnya.

Menurut situs kesehatan Medline Plus, akibat kondisi ini, kanker kolorektal juga bisa menimbulkan bahaya komplikasi di antaranya obstruksi (penyumbatan usus besar) atau muncul kanker lain di tubuh.

Oleh karena itulah, baik pengobatan kanker maupun gaya hidup sehat harus diterapkan pasien. Dengan begitu, gejala kanker kolorektal bisa redakan dan kualitas hidup pasien akan jadi lebih baik.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah aturan dan pantangan makanan yang dilarang untuk penderita kanker usus dan rektum. Pasalnya, kanker kolorektal dan pengobatannya dapat memengaruhi cara tubuh dalam mencerna makanan, cairan, dan menyerap nutrisi.

Nah, aturan makan untuk penderita kanker kolorektal yang perlu dijalankan, antara lain:

1. Konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian

persiapan puasa untuk lansia

Tidak semua makanan boleh dikonsumsi oleh penderita kanker usus dan rektum. Dokter akan merekomendasikan diet kanker yang menganjurkan pasien mengonsumsi banyak sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Deretan makanan ini kaya akan vitamin, mineral, protein, serat, karbohidrat, dan lemak sehat.

Menurut studi berbasis tikus pada jurnal Cancer Cell, vitamin A menunjukkan manfaat untuk kanker kolorektal. Ini karena struktur kecil pada vitamin A, yakni retinoid dapat mencegah memblokir gen HOXA5, sehingga  sel induk kanker usus besar tidak dapat tumbuh dan menyebar.

Guna mendapatkan vitamin A, pasien kanker bisa mengonsumsi wortel dan jeruk. Selain itu, pilihan makanan dalam diet kanker ini yang bisa dinikmati antara lain sayuran hijau, mangga, melon, beras merah, quinoa, ikan, dan daging ayam tanpa lemak. Pilihan lemak terbaiknya berasal dari kacang-kacangan, minyak zaitun, dan alpukat.

Untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D, pasien kanker bisa menikmati greek yogurt tanpa rasa. Probiotik dalam makanan ini dapat membantu menyehatkan sistem pencernaan penderita kanker usus besar dan rektum

2. Jauhi makanan olahan dan tinggi gula

makanan penyebab nyeri sendi

Pantangan makanan untuk penderita kanker harus ditaati. Jika tidak, akan menimbulkan akibat seperti memicu munculnya gejala kanker usus besar dan rektum.

Pasien harus menghindari makanan yang tinggi gula dan makanan olahan, seperti snack, daging asap/olahan, dan makanan siap saji. Mereka juga harus menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh, contohnya makanan yang digoreng.

Pantangan makanan juga kadang disesuaikan dengan kondisi kesehatan. Contohnya, saat gejala kanker seperti mual dan diare kambuh, pasien perlu menghindari makanan asam, mengandung banyak gas, dan berbau tajam.

3. Makan sedikit tapi sering

makanan buah dan sayur yang baik dan bagus untuk pasien kanker ovarium

Selain memerhatikan pilihan makanan, penderita kanker usus besar dan rektum harus juga harus bisa mengatur waktu makanan. Mereka tidak bisa makan dalam porsi besar sekaligus, mengingat usus besar mereka sedang bermasalah.

Belum lagi gejala kanker kolorektal, seperti mual dan muntah yang muncul juga bisa membuat makanan yang dikonsumsi terbuang sia-sia.

Oleh karena itulah, pasien kanker harus makan dalam porsi kecil namun sering, hampir mirip dengan diet yang dilakukan pasien diabetes.

4. Cukup minum air

minum air bantu gejala isk
Sumber: Ask the Scientist

Aturan diet kanker terakhir adalah cukup minum air. Bukan hanya untuk mencegah dehidrasi, terpenuhinya asupan cairan bisa meringankan sembelit yang dirasakan pasien kanker usus. Selain itu, air juga menjaga sel-sel, organ, dan jaringan tubuh bekerja dengan normal.

Gaya hidup sehat untuk penderita kanker kolorektal

olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Selain memperhatikan pilihan makanan dan menaati aturannya, pasien kanker usus juga harus menjalani pola hidup sehat untuk mendukung pengobatan, di antaranya:

  • Rajin olahraga

Lakukan olahraga setidaknya 30 menit sehari untuk mengendalikan berat badan ideal dan badan tetap aktif bergerak. Bila Anda baru saja menjalani operasi, kemungkinan aktivitas fisik seperti ini bisa dilakukan setelah 4-6 minggu kemudian. Pilihan olahraga yang paling aman bagi pasien kanker kolorektal adalah jalan kaki.

  • Berhenti merokok dan menjauhi asap rokok

Lakukan secara perlahan dengan mengurangi jumlah rokok, tidak secara mendadak sepenuhnya. Bila kesulitan berhenti dari kebiasaan ini, konsultasi lebih lanjut pada dokter.

  • Sebaiknya berhenti minum alkohol

Kebanyakan minum alkohol dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kanker usus. Di samping itu, juga dapat mengganggu efektivitas pengobatan yang dijalani pasien.

  • Tidur cukup dan kendalikan stres

Kurang tidur dan stres bisa menurunkan sistem imun. Itulah sebabnya, pasien tidak boleh kekurangan tidur. Juga kendalikan stres yang muncul dengan melakukan kegiatan yang disukai.

Bagaimana gaya hidup pasien yang sembuh dari kanker usus?

pencegahan cara mencegah kanker ovarium

Anda yang dinyatakan sembuh, tidak boleh terlepas dari gaya hidup sehat. Alasannya, pada beberapa orang berisiko penyakit kanker kolorektal bisa kembali kambuh.

Gaya hidup sehat yang diterapkan survivor kanker kolorektal sebenarnya tidak jauh berbeda saat mereka masih menjadi pengidap kanker. Mereka harus memilih makanan yang sehat dan aman untuk penderita kanker usus besar dan rektum, berhenti merokok, dan rajin olahraga.

Di samping itu, mantan penderita kanker ini juga perlu melakukan skrining kanker secara rutin. Tujuannya, untuk mendeteksi adanya polip usus yang abnormal atau tumor ganas di usus maupun rektum yang kembali tumbuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Lidah

Kanker lidah dapat terjadi pada siapa pun, tanpa atau dengan gejala. Berikut informasi mengenai defisini, gejala, penyebab dan pengobatan kanker lidah.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Kanker Mulut (Gusi, Lidah dan Bibir)

Kanker mulut menandakan sel abnormal yang menyerang gusi, lidah, bibir, atau area lain di mulut. Yuk, pelajari mengenai gejala, penyebab, dan obatnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Perawatan paliatif adalah perawatan suportif yang umumnya dijalani pasien kanker. Namun, seperti apa sih perawatan ini? Pelajari selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Mengobati Kanker, Mulai dari Minum Obat Hingga Prosedur Medis

Cara mengobati penyakit kanker tidak hanya dengan minum obat. Tersedia juga prosedur medis lain yang dapat mengatasi kanker. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala kanker tiroid

Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
gejala kanker mata

Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
kanker esofagus kanker kerongkongan

Kanker Esofagus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 10 menit
kanker penis

Kanker Penis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit