Aturan Makanan dan Gaya Hidup untuk Pasien Kanker Kolorektal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Pasien yang dinyatakan dokter terkena kanker kolorektal (usus besar atau rektum), tentu saja perlu menjalani pengobatan. Di samping itu, mereka juga perlu menerapkan gaya hidup sehat, salah satunya mengonsumsi makanan yang tepat untuk penderita kanker usus besar dan rektum. Bila tidak, pengobatan kanker usus yang dilakukan tidak efektif bahkan bisa menimbulkan akibat yang merugikan. Yuk, pahami lebih jelas hal ini pada ulasan berikut.

Aturan makanan untuk penderita kanker usus dan rektum (kolorektal)

Kanker kolorektal bisa diobati dengan kemoterapi, radioterapi, dan tentunya operasi pengangkatan sel kanker. Jika tidak dilakukan, sel kanker bisa menyebar dan menyerang jaringan maupun organ sehat di sekitarnya.

Menurut situs kesehatan Medline Plus, akibat kondisi ini, kanker kolorektal juga bisa menimbulkan bahaya komplikasi di antaranya obstruksi (penyumbatan usus besar) atau muncul kanker lain di tubuh.

Oleh karena itulah, baik pengobatan kanker maupun gaya hidup sehat harus diterapkan pasien. Dengan begitu, gejala kanker kolorektal bisa redakan dan kualitas hidup pasien akan jadi lebih baik.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah aturan dan pantangan makanan yang dilarang untuk penderita kanker usus dan rektum. Pasalnya, kanker kolorektal dan pengobatannya dapat memengaruhi cara tubuh dalam mencerna makanan, cairan, dan menyerap nutrisi.

Nah, aturan makan untuk penderita kanker kolorektal yang perlu dijalankan, antara lain:

1. Konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian

persiapan puasa untuk lansia

Tidak semua makanan boleh dikonsumsi oleh penderita kanker usus dan rektum. Dokter akan merekomendasikan diet kanker yang menganjurkan pasien mengonsumsi banyak sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Deretan makanan ini kaya akan vitamin, mineral, protein, serat, karbohidrat, dan lemak sehat.

Menurut studi berbasis tikus pada jurnal Cancer Cell, vitamin A menunjukkan manfaat untuk kanker kolorektal. Ini karena struktur kecil pada vitamin A, yakni retinoid dapat mencegah memblokir gen HOXA5, sehingga  sel induk kanker usus besar tidak dapat tumbuh dan menyebar.

Guna mendapatkan vitamin A, pasien kanker bisa mengonsumsi wortel dan jeruk. Selain itu, pilihan makanan dalam diet kanker ini yang bisa dinikmati antara lain sayuran hijau, mangga, melon, beras merah, quinoa, ikan, dan daging ayam tanpa lemak. Pilihan lemak terbaiknya berasal dari kacang-kacangan, minyak zaitun, dan alpukat.

Untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D, pasien kanker bisa menikmati greek yogurt tanpa rasa. Probiotik dalam makanan ini dapat membantu menyehatkan sistem pencernaan penderita kanker usus besar dan rektum

2. Jauhi makanan olahan dan tinggi gula

makanan penyebab nyeri sendi

Pantangan makanan untuk penderita kanker harus ditaati. Jika tidak, akan menimbulkan akibat seperti memicu munculnya gejala kanker usus besar dan rektum.

Pasien harus menghindari makanan yang tinggi gula dan makanan olahan, seperti snack, daging asap/olahan, dan makanan siap saji. Mereka juga harus menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh, contohnya makanan yang digoreng.

Pantangan makanan juga kadang disesuaikan dengan kondisi kesehatan. Contohnya, saat gejala kanker seperti mual dan diare kambuh, pasien perlu menghindari makanan asam, mengandung banyak gas, dan berbau tajam.

3. Makan sedikit tapi sering

makanan buah dan sayur yang baik dan bagus untuk pasien kanker ovarium

Selain memerhatikan pilihan makanan, penderita kanker usus besar dan rektum harus juga harus bisa mengatur waktu makanan. Mereka tidak bisa makan dalam porsi besar sekaligus, mengingat usus besar mereka sedang bermasalah.

Belum lagi gejala kanker kolorektal, seperti mual dan muntah yang muncul juga bisa membuat makanan yang dikonsumsi terbuang sia-sia.

Oleh karena itulah, pasien kanker harus makan dalam porsi kecil namun sering, hampir mirip dengan diet yang dilakukan pasien diabetes.

4. Cukup minum air

minum air bantu gejala isk
Sumber: Ask the Scientist

Aturan diet kanker terakhir adalah cukup minum air. Bukan hanya untuk mencegah dehidrasi, terpenuhinya asupan cairan bisa meringankan sembelit yang dirasakan pasien kanker usus. Selain itu, air juga menjaga sel-sel, organ, dan jaringan tubuh bekerja dengan normal.

Gaya hidup sehat untuk penderita kanker kolorektal

olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Selain memperhatikan pilihan makanan dan menaati aturannya, pasien kanker usus juga harus menjalani pola hidup sehat untuk mendukung pengobatan, di antaranya:

  • Rajin olahraga

Lakukan olahraga setidaknya 30 menit sehari untuk mengendalikan berat badan ideal dan badan tetap aktif bergerak. Bila Anda baru saja menjalani operasi, kemungkinan aktivitas fisik seperti ini bisa dilakukan setelah 4-6 minggu kemudian. Pilihan olahraga yang paling aman bagi pasien kanker kolorektal adalah jalan kaki.

  • Berhenti merokok dan menjauhi asap rokok

Lakukan secara perlahan dengan mengurangi jumlah rokok, tidak secara mendadak sepenuhnya. Bila kesulitan berhenti dari kebiasaan ini, konsultasi lebih lanjut pada dokter.

  • Sebaiknya berhenti minum alkohol

Kebanyakan minum alkohol dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kanker usus. Di samping itu, juga dapat mengganggu efektivitas pengobatan yang dijalani pasien.

  • Tidur cukup dan kendalikan stres

Kurang tidur dan stres bisa menurunkan sistem imun. Itulah sebabnya, pasien tidak boleh kekurangan tidur. Juga kendalikan stres yang muncul dengan melakukan kegiatan yang disukai.

Bagaimana gaya hidup pasien yang sembuh dari kanker usus?

pencegahan cara mencegah kanker ovarium

Anda yang dinyatakan sembuh, tidak boleh terlepas dari gaya hidup sehat. Alasannya, pada beberapa orang berisiko penyakit kanker kolorektal bisa kembali kambuh.

Gaya hidup sehat yang diterapkan survivor kanker kolorektal sebenarnya tidak jauh berbeda saat mereka masih menjadi pengidap kanker. Mereka harus memilih makanan yang sehat dan aman untuk penderita kanker usus besar dan rektum, berhenti merokok, dan rajin olahraga.

Di samping itu, mantan penderita kanker ini juga perlu melakukan skrining kanker secara rutin. Tujuannya, untuk mendeteksi adanya polip usus yang abnormal atau tumor ganas di usus maupun rektum yang kembali tumbuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Perdebatan para ahli soal bahaya radiasi wi-fi tentu meresahkan, apalagi jika Anda dan anak setiap hari mengakses wi-fi. Jadi, amankah wi-fi bagi keluarga?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Penyakit Degeneratif

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang memengaruhi pembuluh darah hingga tulang lansia. Yuk, kenali penyakit ini lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 18 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
kanker serviks

Mengapa Kasus Kanker Serviks Masih Tinggi di Indonesia?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
limfoma (kanker getah bening)

Limfoma (Kanker Getah Bening)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit