Gejala Kanker Kolorektal (Usus Besar dan Rektum) yang Tak Boleh Anda Abaikan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kanker yang menyerang usus besar (kolon), rektum, atau keduanya, dikenal dengan kanker kolorektal. Menurut data WHO, kanker kolorektal menyebabkan kematian terbanyak kedua di dunia tahun 2018. Tingginya angka kematian kemungkinan besar terjadi karena penyakit terlambat terdeteksi sehingga sudah parah. Lantas, seperti apa tanda dan gejala atau ciri-ciri dari penyakit kanker yang menyerang usus besar (kolon) dan rektum ini ya?

Apa saja gejala kanker kolorektal (usus besar dan rektum)?

Mengenal ciri-ciri kanker yang menyerang usus besar atau rektum merupakan salah satu bentuk pencegahan kanker kolorektal. Ketika memahami gejalanya, Anda tentu akan lebih waspada terhadap penyakit kanker usus dan segera memeriksakan diri ke dokter.

Jika kanker ini terdeteksi lebih dini dan diagnosis kanker kolorektal dimantapkan, tentu penyebaran sel kanker bisa dicegah. Alhasil, pengobatan kanker yang dilakukan jadi lebih ringan dan persentase kesembuhan tentu jadi lebih tinggi.

Pada stadium awal (stadium 1), kanker usus besar (kolon) dan rektum ini umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun, sebagian kecil penderitanya melaporkan munculnya gejala yang kadang samar dan hampir serupa dengan masalah pencernaan.

Berbagai tanda-tanda penyakit kanker usus besar dan rektum yang umumnya terjadi, meliputi:

1. Kebiasaan buang air besar (BAB) berubah

microlax adalah obat sembelit

Sembelit atau diare adalah masalah pencernaan yang sangat umum terjadi. Anda bisa mengatasinya dengan mudah. Seperti diare, akan segera membaik dengan minum antidiare, oralit, atau antibiotik yang diresepkan dokter jika memang disebabkan oleh infeksi bakteri. Sementara sembelit, akan mereda dengan mengonsumsi makanan berserat atau minum obat pencahar.

Namun, jangan salah, keduanya ternyata bisa juga menjadi ciri-ciri kanker kolorektal (kanker usus besar/kolon dan rektum) stadium awal.

Terutama jika gejalanya tidak membaik, walaupun Anda sudah mengobatinya. Anda bisa mengalami diare terus-menerus atau sembelit berkepanjangan. Bisa juga kedua gejala kanker usus besar atau rektum, terjadi secara bergantian tanpa penyebab yang jelas.

2. BAB berdarah

penyebab wasir

BAB berdarah sering kali menjadi gejala yang muncul bersamaan dengan diare atau sembelit. Jika sampai terjadi, kemungkinan besar ada luka pada rektum Anda karena terlalu sering bergesekan feses yang susah dikeluarkan atau terluka karena harus terus buang air.

Lagi-lagi, Anda tidak boleh menyepelekan kondisi ini. BAB berdarah akibat sembelit atau diare, mungkin mengharuskan Anda untuk segera mencari pertolongan dokter. Di samping itu, bisa jadi munculnya darah pada feses merupakan gejala dari penyakit kanker usus besar dan rektum yang tidak Anda duga.

Munculnya ciri-ciri kanker usus yang dapat dilihat dari BAB ini sebenarnya bisa dibedakan dengan sembelit maupun diare. Pada keduanya, darah akan terlihat di permukaan feses sedang pada kanker, darah akan membuat feses jadi berwarna gelap.

3. Nyeri perut, kembung, dan muntah

bahaya akibat ambeien penyakit wasir

Selain ciri-ciri di atas, ada tanda lain dari kanker yang menyerang usus besar dan rektum yang biasanya muncul menyertai, yaitu nyeri perut.

Kadang beberapa orang yang sakit kanker usus ini juga merasakan gejala mual, muntah, dan perut terasa kembung. Kondisi tersebut bisa jadi peringatan untuk Anda segera ke dokter, bila terjadi secara terus-menerus.

5. Berat badan menurun

berat badan turun drastis

Hampir semua penderita kanker mengalami ciri-ciri penurunan berat badan yang drastis, termasuk pada pasien kanker usus dan rektum. Hal ini dikarenakan gejala mual, muntah, dan masalah pencernaan lain yang muncul secara terus-menerus.

Turunnya berat badan dalam jumlah besar tanpa penyebab yang jelas ini menguatkan gejala lain yang Anda rasakan kemungkinan besar adalah penyakit kanker.

6. Terdeteksi adanya tumor atau polip abnormal

polip benjolan di usus adalah

Meski penyebab kanker kolorektal tidak diketahui secara pasti, kemungkinan terjadi akibat mutasi DNA dalam sel. Mutasi membuat sistem instruksi sel dalam DNA menjadi rusak, sehingga sel berfungsi secara abnormal.

Sel seharusnya tumbuh, membelah, dan mati secara teratur dan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Sayangnya, sel abnormal bertindak di luar kendali. Sel terus membelah dan tidak mati sehingga menyebabkan adanya penumpukan. Penumpukan sel inilah yang nantinya akan membentuk tumor di usus besar maupun rektum.

Seiring waktu, tumor akan semakin membesar dan menimbulkan pembengkakan dan rasa nyeri hebat karena menekan saraf di sekitarnya. Tidak hanya tumor, kanker kolorektal juga bisa terbentuk dari polip (benjolan akibat pertumbuhan sel yang berlebihan) yang abnormal.

Namun, gejala kanker yang menyerang usus besar dan rektum ini hanya bisa dilihat dengan prosedur medis tertentu.  Salah satunya adalah kolonoskopi, yakni memasukkan tabung fleksibel yang panjang dan dilengkapi kamera video yang terpasang di monitor.

Lewat alat tersebut, dokter dapat melihat seluruh usus dan rektum serta menemukan polip abnormal atau tumor. Kemudian, dokter akan mengambil jaringan kecil untuk sampel dengan biopsi. Sampel tersebut kemudian akan dibawa ke laboratorium, dilihat dengan mikroskop, dan dipastikan merupakan kanker atau bukan.

7. Mengalami anemia

cara mengatasi kelelahan

Adanya kanker pada usus maupun rektum dapat menyebabkan perdarahan. Itulah sebabnya, orang terkena kanker usus akan mengalami ciri-ciri berupa BAB berdarah. Di samping itu, perdarahan ini juga bisa menyebabkan anemia.

Anemia merupakan kondisi kekurangan sel darah merah yang tugasnya membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sel darah merah yang tidak mencukupi kebutuhan ini, akan menyebabkan munculnya ciri-ciri seperti tubuh lemas, bahkan sesak napas pada pasien kanker kolorektum.

Jadi, jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas dan tidak juga membaik dalam beberapa hari. Bahkan terus memburuk seiring waktu, jangan ragu untuk ke dokter. Bisa jadi penyebabnya kanker usus besar.

Apalagi jika Anda memiliki anggota keluarga yang punya penyakit kanker. Semakin cepat diketahui penyebabnya, akan mempermudah dokter menentukan pengobatan kanker kolorektal yang tepat.

Gejala kanker usus besar dan rektum pada anak

penyebab usus buntu pada anak

Meskipun umumnya menyerang orang dewasa di atas 50 tahun, anak-anak juga bisa terkena penyakit ini karena adanya risiko mutasi gen yang diwariskan orangtua dengan penyakit kanker kolorektal. Lantas, seperti apa ciri-ciri atau gejala kanker yang menyerang usus besar atau rektum pada anak?

Dilansir dari St. Jude Children’s Research Hospital, ciri-ciri anak yang sakit kanker usus besar dan rektum mengalami gejala-gejala yang tidak berbeda jauh dengan orang dewasa. Ini meliputi nyeri perut parah dan pembengkakan, diare, sembelit, dan BAB berdarah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit