Esofagitis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit esofagitis?

Penyakit esofagitis adalah peradangan pada lapisan esofagus, yaitu saluran yang dilalui makanan dari faring menuju lambung (kerongkongan). Jika tidak diatasi, kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, menyebabkan gangguan  menelan, ulkus atau luka pada esofagus. Selain menyebabkan susah menelan dan terasa sakit, kondisi ini juga kadang menyebabkan nyeri dada. Pada beberapa kasus, kondisi yang disebut Barrett’s Esophagus dapat terjadi, yang merupakan faktor risiko untuk kanker esofagus.

Seberapa umum esofagitis?

Penyakit esofagitis umum ditemui pada orang dewasa. Kondisi ini jarang terjadi pada anak-anak. Jenis esofagitis yang paling umum adalah jenis yang terkait dengan GERD (refluks esofagus). Gejala GERD terjadi setiap bulan pada 33-44% dari populasi umum, hingga 7-10% orang dengan gejala harian.

Namun, kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala esofagitis?

Ada berbagai macam gejala esofagitis. Namun, berikut adalah beberapa gejala esofagitis yang umum muncul, meliputi:

  • Kesulitan menelan
  • Nyeri saat menelan
  • Radang tenggorokan
  • Suara serak
  • Heartburn
  • Asam lambung
  • Nyeri dada (memburuk ketika makan)
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Berkurangnya nafsu makan
  • Batuk
  • Anak-anak kecil dapat mengalami kesulitan menyusui

Anda membutuhkan bantuan medis dengan segera apabila:

  • Anda memiliki nyeri dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit, terutama jika Anda memiliki riwayat gangguan jantung, peningkatan tekanan darah atau diabetes
  • Anda menduga ada makanan yang tersangkut di esofagus
  • Anda bahkan tidak dapat mengonsumsi sedikit air

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Anda mengalami sesak napas atau nyeri dada, terutama jika tidak sedang makan
  • Gejala berlanjut lebih dari beberapa hari
  • Gejala cukup parah dan mengganggu kemampuan makan yang seharusnya
  • Anda juga mengalami sakit kepala, nyeri otot, atau demam.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab esofagitis?

Berdasarkan penyebab, terdapat 4 jenis utama dari kondisi ini, yang meliputi: Reflux esophagitis, Eosinophiic esophagitis, drug-induced esophagitis, dan infectious esophagitis. Pada beberapa kasus, lebih dari satu faktor dapat menyebabkan esofagitis.

Refluks asam lambung

Refluks asam lambung adalah kondisi yang menyebabkan asam lambung mengalir ke sepanjang kerongkongan (saluran yang menghubungkan antara mulut dan lambung). Kondisi ini dapat menyebabkan rasa terbakar di dada atau gejala lainnya. Kenaikan asam lambung ini merupakan masalah yang sering atau berlanjut. Komplikasi GERD adalah peradangan kronis dan kerusakan jaringan pada esofagus.

Eosinophilic esophagitis

Eosinofil adalah sel darah putih yang berperan penting dalam reaksi alergi. Eosinophilic esophagitis terjadi akibat konsentrasi tinggi dari sel darah putih pada esofagus. Hal ini terjadi kemungkinan sebagai respons terhadap agen penyebab alergi (alergen) atau asam lambung, atau keduanya.

Pada banyak kasus, orang dengan jenis esofagitis ini alergi terhadap salah satu atau beberapa makanan. Beberapa makanan yang dapat menyebabkan eosinophilic esophagitis meliputi susu, telur, gandum, kedelai, kacang-kacangan, gandum hitam, dan daging sapi. Namun, tes alergi konvensional tidak dapat mengidentifikasi dengan pasti makanan-makanan ini.

Orang dengan eosinophilic esophagitis dapat memiliki alergi non-makanan lain. Contohnya, alergen yang terhirup, seperti serbuk bunga, dapat menjadi penyebab dalam beberapa kasus.

Drug-induced esophagitis

Beberapa obat oral dapat menyebabkan kerusakan jaringan apabila terjadi kontak dengan lapisan esofagus terlalu lama. Sebagai contoh, jika Anda menelan pil dengan sedikit atau tanpa air, pil atau residu dari pil dapat tertinggal di esofagus. Obat-obatan yang dikaitkan dengan esofagus meliputi:

  • Obat penghilang nyeri, seperti aspirin, ibuprofen dan naproxen sodium.
  • Antibiotik, seperti tetracycline dan doxycycline
  • Potassium chloride, yang digunakan untuk mengatasi defisiensi kalium
  • Bisphosphonates, termasuk alendronate (Fosamax), perawatan untuk tulang yang rapuh (osteoporosis)
  • Quinidine, yang digunakan untuk mengatasi masalah jantung.

Infectious esophagitis

Infeksi bakteri, virus, atau jamur pada jaringan esofagus dapat menyebabkan esofagitis. Infectious esophagitis relatif jarang dan terjadi paling sering pada orang dengan fungsi sistem imun yang buruk, seperti orang dengan HIV/AIDS atau kanker.

Jamur yang umumnya terdapat pada mulut yang disebut Candida albicans adalah penyebab umum dari infectious esophagitis. Infeksi tersebut sering dikaitkan dengan fungsi sistem imun yang buruk, diabetes, kanker, dan penggunaan antibiotik.

Faktor Pemicu

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk esofagitis?

Ada banyak faktor risiko untuk esofagitis, yaitu:

  • Melemahnya sistem imun akibat HIV atau AIDS, diabetes, leukemia, limfoma, atau penyakit autoimun lainnya
  • Hiatal hernia (saat lambung mendorong ke pembukaan diafragma di antara esofagus dan lambung)
  • Kemoterapi
  • Terapi radiasi pada dada
  • Operasi pada area dada
  • Obat-obatan untuk mencegah penolakan transplan organ
  • Aspirin dan obat anti-inflamasi
  • Muntah kronis
  • Obesitas
  • Konsumsi alkohol dan rokok

Jika Anda memiliki sistem imun yang kuat, kecil kemungkinan Anda akan terkena infeksi esofagus.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana esofagitis didiagnosis?

Dokter akan memeriksa Anda terlebih dulu dan kemudian meninjau riwayat medis, ada beberapa tes yang dapat digunakan untuk mendiagnosis esofagitis, seperti:

  • Endoskopi atas. Tes menggunakan saluran panjang, fleksibel, dilengkapi dengan cahaya yang disebut dengan endoskopi untuk melihat esofagus.
  • Biopsi. Selama tes ini, sampel kecil dari jaringan esofagus diambil dan kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop.
  • Upper GI series (or barium swallow)Selama prosedur ini, rontgen esofagus diambil setelah meminum zat yang disebut cairan barium. Barium melapisi lapisan esofagus dan terlihat putih pada rontgen.

Bagaimana cara mengobati esofagitis?

Perawatan yang diberikan bergantung pada penyebab spesifik dari gejala Anda dan akan ada beberapa perawatan tertentu. Pengobatan dapat meliputi:

  • Obat antiviral (antivirus)
  • Obat antijamur
  • Antasida
  • Pereda nyeri
  • Steroid oral
  • Proton pump inhibitors (obat-obatan ini menghambat produksi asam lambung)

Jika penyebab utama adalah alergi makanan

Anda harus mengidentifikasi makanan pemicu dan mengeliminasinya dari pola makan Anda. Makanan pemicu umumnya meliputi tomat, buah sitrus, makanan pedas, alkohol, kafein, bawang bombai, bawang putih, mint, dan cokelat.

Anda juga dapat meredakan gejala dengan menghindari makanan pedas, makanan dan minuman asam, serta makanan mentah (steik yang dimasak mentah) dan keras. Makan dengan potongan yang lebih kecil dan kunyah makanan dengan baik. Anda harus menghindari tembakau dan alkohol, yang dapat meningkatkan inflamasi dan menekan sistem imun. Tanyakan dokter untuk petunjuk pola makanan.

Operasi untuk melebarkan esofagus dapat diperlukan jika esofagus terlalu sempit dan menyebabkan makanan tersangkut.

Jika gejala disebabkan oleh obat-obatan

Anda mungkin perlu minum lebih banyak air, menggunakan obat-obatan cair, atau mencoba pengobatan lain. Anda mungkin perlu menghindari berbaring 30 menit setelah menggunakan obat dalam bentuk pil.

Pencegahan

Apa saja yang dapat saya lakukan di rumah untuk mencegah dan mengobati esofagitis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi esofagitis:

  • Hindari makanan pedas yang menggunakan merica, bubuk cabai, kari, dan pala.
  • Hindari makanan keras seperti kacang-kacangan, crackers, dan sayuran mentah.
  • Hindari makanan dan minuman asam, seperti tomat, jeruk, jeruk bali, dan jus buah-buahan tersebut. Cobalah minuman buah yang mengandung vitamin C.
  • Tambahkan makanan lunak pada pola makan.
  • Makan dengan potongan yang lebih kecil dan kunyah makanan hingga halus.
  • Minum cairan dengan sedotan untuk mempermudah menelan.
  • Hindari alkohol dan tembakau.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Direkomendasikan untuk Anda

sakit menelan

5 Kondisi yang Menyebabkan Sakit Saat Menelan Selain Radang Tenggorokan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2019 . Waktu baca 3 menit
barret esofagus adalah

Barret Esofagus, Kondisi Kerongkongan Luka yang Bisa Berubah Jadi Kanker

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2018 . Waktu baca 5 menit

Penyebab dan Cara Mengobati Esofagitis (Radang Kerongkongan)

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2016 . Waktu baca 5 menit
pratifar

Pratifar

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 20 April 2016 . Waktu baca 10 menit