Campak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Oktober 2020 . Waktu baca 14 menit
Bagikan sekarang

 

Definisi

Apa itu penyakit campak?

Mengutip dari Mayo Clinic, campak adalah infeksi pada bayi dan anak-anak yang disebabkan oleh virus paramyxovirus. Biasanya ditularkan lewat kontak langsung dan melalui udara.

Campak atau tampek menginfeksi saluran pernapasan lalu menyebar ke seluruh tubuh. 

Masih berdasarkan Mayo Clinic, campak bisa membunuh 100 ribu orang per tahun, sebagian besar anak dan bayi di bawah usia 5 tahun. 

Data dari WHO menunjukkan bahwa sebelum vaksin campak pada bayi digalakkan, penyakit ini terjadi setiap dua sampai tiga kali dalam setahun dan campak menyebabkan 2,6 juta kematian setiap tahun.

Masih dari data WHO, vaksin campak bisa menurunkan kematian pada bayi sekitar 73 persen atau sekitar 23,3 juta jiwa, antara tahun 2000 sampai 2018.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Campak paling sering terjadi pada anak-anak. Namun, penyakit ini juga bisa terjadi pada orang dewasa jika belum pernah mengalaminya semasa anak-anak.

Orang dewasa dapat mengurangi kemungkinan terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko yang ada. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja ciri dan gejala campak?

Gejala campak seringnya muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah seseorang terinfeksi virus.

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala campak yang paling awal muncul adalah:

  • Demam tinggi hingga 40 celcius
  • Mata merah dan berair
  • Pilek
  • Bersin-bersin
  • Batuk kering
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Mudah lelah
  • nafsu makan yang menurun.

Dua atau tiga hari setelah gejala awal campak muncul, menyusul gejala selanjutnya, yaitu muncul bintik-bintik putih keabuan di mulut dan tenggorokan.

Setelah itu, muncul ruam berwarna merah kecokelatan yang diawali dari sekitar telinga, kepala, leher, dan menyebar ke seluruh tubuh.

Ruam kulit ini muncul 7-14 hari setelah paparan dan dapat bertahan selama 4-10 hari. Sementara demam tinggi akibat penyakit ini biasanya akan mulai turun pada hari ketiga setelah ruam muncul.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera hubungi dokter jika anak menunjukkan gejala-gejala seperti di  bawah ini:

  • Demam tinggi yang semakin parah
  • Sulit dibangunkan
  • Linglung atau terus-menerus mengigau
  • Kesulitan bernapas dan keluhannya tidak membaik setelah Anda membersihkan hidungnya
  • Mengeluhkan sakit kepala parah
  • Mengeluarkan cairan kuning dari mata
  • Masih mengeluhkan demam setelah hari keempat ruam timbul
  • Terlihat sangat pucat, lemah, dan lunglai
  • Mengeluhkan sakit telinga

Jika si kecil memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala campak seperti yang sudah disebutkan di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikan dengan dokter.

Komplikasi

Apa komplikasi dari penyakit ini?

Kematian karena campak atau tampek pada bayi sering disebabkan oleh komplikasi yang serius. Ini sering terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun atau orang dewasa di atas usia 30 tahun.

Secara umum, Anak akan berisiko mengalami komplikasi jika:

  • Masih berusia di bawah satu tahun.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti terkena penyakit kronis.

Komplikasi serius pada penyakit campak di antaranya:

Infeksi telinga

Salah satu komplikasi yang paling umum dari campak pada bayi adalah infeksi telinga. Infeksi ini sering terjadi karena suhu dingin, sakit tenggorokan, atau alergi yang menyebabkan cairan terjebak di area telinga.

Bronkitis

Campak bisa menyebabkan radang pada dinding bagian dalam yang melapisi saluran udara utama paru-paru (saluran bronkial) si kecil. Kondisi yang cukup parah bisa menimbulkan komplikasi seperti bronkitis pada anak.

Pneumonia

Bayi yang sedang mengalami campak dan memiliki sistem imun yang kurang sempurna, memiliki kemungkinan terkena komplikasi pneumonia dan ini cukup fatal.

Pneumonia merupakan infeksi yang menyerang paru-paru, sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak.

Pneumonia pada anak dan bayi bisa sangat berbahaya dan menyebabkan kematian. WHO menyebutkan bahwa pneumonia adalah penyebab kematian balita 16 persen di dunia pada tahun 2015.

Bila bayi mengalami campak dan komplikasi dengan pneumonia, ini sangat berbahaya bahkan bisa sebabkan kematian.

Encephalitis

Ini adalah kondisi peradangan jaringan otak yang sebenarnya sangat jarang terjadi tapi bila sudah menyerang, bisa sangat serius.

Ketika komplikasi tampek pada bayi bersamaan dengan encephalitis, sangat berbahaya. Bisa menyebabkan kejang dan kelemahan otak.

Anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sangat rentan mengalami ini. Encephatilis disebabkan salah satu dari beberapa infeksi virus, sehingga kadang disebut ensafalitis virus.

Selain empat penyakit di atas, komplikasi juga bisa menyebabkan:

  • Kebutaan
  • Infeksi pembengkakan otak (ensefalitis)
  • Diare parah 
  • Dehidrasi

Campak akan mudah terkena pada bayi dan anak-anak kurang gizi, terutama bayi kekurangan vitamin A. Selain itu, campak juga mudah terkena bagi anak yang sistem kekebalan tubuhnya lemah karena HIV/AIDS.

Penyebab

Apa penyebab penyakit campak?

Penyakit ini disebabkan oleh virus paramyxovirus yang sangat menular. Penularan dapat terjadi jika menghirup percikan air di udara dari bersin, batuk, atau ludah yang mengandung virus dari penderita.

Selain itu, menyentuh barang yang terkontaminasi virus juga bisa menyebabkan Anda mengalami penyakit ini.

Virus penyebab penyakit ini dapat bertahan di udara dan di permukaan hingga lebih dari 2 jam lamanya.

Itu sebabnya, jika anak Anda menyentuh barang yang terkena percikan virus penyakit ini, lalu tidak sengaja mengucek mata, menempelkan tangan ke hidung atau mulut, si kecil bisa ikut terinfeksi.

Penyakit ini juga dapat ditularkan oleh orang yang terinfeksi dari 4 hari sebelum timbulnya gejala sampai 4 hari setelah gejala sudah mulai mereda.

Dalam banyak kasus, jika penyakit ini tidak ditangani dengan baik dapat menjadi penyakit endemik yang menyebabkan banyak kematian, terutama di kalangan anak-anak yang kekurangan gizi.

Meski penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak, orang dewasa juga dapat terinfeksi virus ini apabila sebelumnya belum pernah terkena penyakit ini atau belum imunisasi.

Faktor-faktor risiko

Siapa yang berisiko terkena penyakit campak?

Campak sangat mematikan bila tidak diberikan vaksin pada bayi. Dari situs resmi WHO dijelaskan bahwa bayi yang tidak divaksin berisiko tinggi terkena campak dan komplikasi lainnya, bahkan sampai kematian. 

Berikut kondisi bayi yang berisiko terkena campak, mengutip dari Healthy Children:

  • Bayi di bawah usia 12 bulan yang tidak imunisasi
  • Bayi belum mendapatkan vaksin campak
  • Bayi yang tinggal di area pada penduduk
  • Bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif
  • Perjalanan ke negara dengan tingkat campak tinggi
  • Defisiensi vitamin A

Setiap orang yang tidak kebal, tidak divaksin atau sudah divaksin tapi tidak mengembangkan kekebalan tubuh, bisa terinfeksi campak. 

Meski vaksin sudah marak di beberapa negara, campak masih umum terjadi di banyak negara berkembang. Terutama di bagian Afrika dan sebagian Asia. 

Sebagian besar, lebih dari 95 persen kematian akibat campak terjadi di negara-negara dengan pendapatan per kapita rendah dan fasilitas kesehatan yang lemah.

Wabah campak bisa sangat mematikan di negara yang mengalami bencana alam atau konflik.

Kerusakan dan kepadatan di tenda perumahan sangat meningkatkan risiko infeksi dan penularannya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagimana cara mengobati penyakit campak?

Sebenarnya, tidak ada pengobatan khusus untuk campak, baik pada bayi juga orang dewasa. Alasannya, tidak seperti infeksi bakteri, campak disebabkan infeksi virus yang tidak sensitif terhadap antibiotik.

Virus dan gejalanya bisa hilang dalam waktu sekitar dua sampai tiga minggu. Hal yang bisa dilakukan oleh orangtua adalah mengurangi tingkat keparahannya, yaitu:

1. Banyak istirahat

Kunci mengatasi campak pada bayi anak adalah dengan memperbanyak istirahat. Oleh karena itu, pastikan anak mengurangi aktivitas fisik dan bermainnya untuk sementara waktu.

Dengan mendapatkan istirahat yang cukup, sistem kekebalan tubuh anak Anda pun akan semakin kuat untuk melawan infeksi virus yang berkembang biak di dalam tubuhnya.

2. Batasi kontak dengan lingkungan sekitar

Orang yang terkena penyakit ini harus “diasingkan” sementara waktu karena penyakit ini bersifat sangat menular. Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk membatasi si kecil dari kontak dengan lingkungan sekitarnya, supaya tak menular ke teman-temannya.

Jika anak sudah memasuki usia sekolah, mintalah izin untuk tidak masuk sekolah hingga demam dan ruamnya hilang.

Pisahkan pula anak yang terkena penyakit ini dari saudaranya, terutama bila memiliki anak bayi yang belum menerima imunisasi campak.

Untuk anggota keluarga atau kontak yang rentan, dapat diberikan vaksinasi atau human immunoglobulin untuk pencegahan. Ada baiknya juga anak diberi masker untuk membatasi penularan melalui batuk atau bersin.

Yang tidak kalah penting, pisahkan semua peralatan mandi maupun makan yang digunakan si kecil apabila ia terkena penyakit ini. Hal ini dilakukan supaya menghindari penularan campak pada bayi dan anak lewat kontak tidak langsung.

3. Perhatikan asupan makanan

Memperhatikan asupan makanan bergizi memegang peranan penting untuk mengatasi campak pada bayi dan anak. Konsumsilah makanan bergizi seimbang dari buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Sayangnya, campak pada bayi dan anak sering kali membuat mereka sulit makan karena gejala penyakit ini terkadang dapat mengiritasi kerongkongan.

Meski begitu jangan khawatir, orangtua dapat menyiasatinya dengan memberikan makanan dalam bentuk bubur. Pastikan juga menghindari gorengan dan makanan serta minuman dingin untuk sementara waktu.

4. Jangan takut mandi

Banyak orang yang meyakini bahwa bayi dan anak yang kena campak tidak boleh terkena air karena hal itu akan memperparah bercak merah di kulitnya.

Akibatnya, tidak sedikit orangtua yang tidak memperbolehkan anaknya untuk mandi.

Faktanya, setelah anak sudah tidak demam, orangtua dapat memandikannya seperti biasa. Hal ini dilakukan untuk mengurangi gatal karena ruam sekaligus memberikan kenyamanan untuk si kecil.

Ketika mandi, pakailah sabun yang tidak mengiritasi kulitnya yang sedang bermasalah. Setelah mandi, keringkan tubuh si kecil dengan kain lembut dan berikan bedak khusus gatal pada badannya.

5. Minum banyak air putih

Campak biasanya memunculkan gejala awal demam tinggi. Demam tinggi yang terjadi ini umumnya akan menguras cairan dan elektrolit tubuh.

Oleh karena itu, berikan minum yang cukup untuk menjaga cairan tubuh  dan mengganti cairan yang hilang. Apalagi jika anak juga mengalami muntah dan diare.

6. Minum obat pereda nyeri

Untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit, Anda atau anak Anda bisa minum obat pnurun demam dan pereda nyeri, seperti aspirin (paracetamol) dan ibuprofen.

Namun, yang harus diingat, jangan memberikan aspirin pada anak di bawah 16 tahun.

Hal ini dapat menyebabkan anak terkena sindrom Reye’s. Penggunaan antibiotik jarang dilakukan kecuali jika dokter menemukan infeksi lain yang dialami oleh si kecil.

Selain itu minum vitamin A juga mampu membantu mempercepat pemulihan kondisi jika Anda atau si kecil mengalami penyakit ini. Dosis vitamin A yang diberikan adalah:

  • Bayi usia kurang dari 6 bulan 50.000 IU/hari, diberi 2 dosis.
  • Usia 6-11 bulan 100.000 IU/hari, 2 dosis.
  • Usia di atas 1 tahun 200.000 IU/hari, 2 dosis.
  • Anak dengan tanda defisiensi vitamin A, 2 dosis pertama sesuai usia, dilanjutkan dosis ketiga sesuai usia yang diberikan 2-4 minggu kemudian.

Selalu konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsi suplemen tambahan. Pasalnya dosis dan aturan pakai setiap suplemen mungkin berbeda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk penyakit campak?

Dokter Anda akan mendiagnosis penyakit yang diderita si kecil berdasarkan karakteristik ruam yang berbentuk bintik kecil putih kebiruan dengan dasar merah terang (Koplik’s spot) di lapisan dalam pipinya.

Jika diperlukan, pemeriksaan darah dapat mengkonfirmasi apakah ruam tersebut memang benar-benar gejala penyakit ini atau tidak.

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit campak?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi penyakit campak pada bayi dan anak di antaranya:

  • Kontrol tepat waktu untuk melihat perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan anak.
  • Ikuti semua saran yang diberikan dokter dengan baik,
  • Tutup mulut saat sedang batuk, bila perlu selalu gunakan masker.
  • Bersihkan tangan anak secara teratur.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah penyakit campak?

Campak adalah salah satu penyakit yang sangat menular, karena bisa menyebar lewat kontak fisik dan udara. Kondisi ini bisa menyebabkan epidemi yang menyebabkan banyak kematian.

Berikut cara mengatasi tampek pada bayi agar si kecil tidak terinfeksi:

Imunisasi

Mengutip dari WHO, imunisasi adalah salah satu strategi efektif untuk mengurangi angka kematian akibat campak.

Vaksin campak pada bayi sudah dipakai selama hampir 60 tahun dan sudah terbukti aman juga efektif.

Pada tahun 2018, sekitar 86 persen anak di dunia menerima satu dosis vaksin campak pada ulang tahun pertama. Angka ini naik dari tahun 2000 yang sekitar 72 persen. 

Namun, diperkirakan sekitar 19,2 juta bayi di dunia tidak menerima vaksin rutin campak, 6,1 juta jiwa berada di tiga negara, yaitu India, Nigeria, dan Pakistan.

Ini yang membuat virus tetap aktif dan menular di udara serta permukaan yang terinfeksi sampai dua jam.

Hindari perjalanan

Bila sudah merencanakan perjalanan ke luar negeri bersama keluarga, termasuk si kecil, sebaiknya hindari.

Pasalnya, bayi di bawah usia enam bulan masih terlalu muda untuk diberikan vaksin campak, sehingga ketika perjalanan, ia akan lebih mudah terkena virus yang ada di luar. 

Ditambah bila melakukan perjalanan ke negara atau daerah dengan angka risiko campak yang tinggi. Lebih baik ditunda sampai waktu si kecil mendapatkan imunisasi campak.

Cegah infeksi baru

Bila bayi Anda sudah terkena campak, tubuh sudah membangun sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Ini membuat anak Anda tidak akan mengalami campak untuk kedua kalinya.

Untuk mencegah terkenanya infeksi baru, berikut beberapa langkahnya, mengutip dari Mayo Clinic:

Menjaga kekebalan tubuh

Vaksin salah satu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit campak, termasuk pada bayi. Sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat setelah vaksin dengan mengonsumsi makanan sehat.

Namun baru-baru ini, tingkat bayi yang mendapatkan vaksin berkurang cukup banyak karena keluarga memilih untuk tidak memberi vaksin anaknya dengan alasan tertentu.

Mencegah penyakit lain

Vaksin campak sering bergabung dengan rubella, ini adalah inisiatif antara WHO dan UNICEF untuk menurunkan dan memastikan bahwa tidak ada anak yang meninggal karena campak dan dilahirkan dengan sindrom rubella bawaan.

Ini merupakan salah satu cara untuk mencegah dan menghentikan campak dan rubella pada anak-anak. Inilah yang membuat bayi perlu diberikan vaksin measles and rubella (MR) pada usia 9-15 bulan.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

    Banyak hal yang menyebabkan kulit bayi sensitif. Ketahui bagaimana cara penanganan agar kulit bayi Anda terjaga. Seperti apa tips perawatan yang tepat?

    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Uretritis Non-Gonore

    Uretritis non-gonore adalah penyakit urologi yang menyerang kelamin. Cari tahu gejala, penyebab, dan cara mencegah dari salah satu jenis uretritis ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Urologi, Urologi Lainnya 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Uretritis Gonore

    Uretritis Gonore adalah penyakit di salurah kemih uretra yang disebabkan bakteri gonorea. Cari tahu gejala dan pengobatannya berikut.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Urologi, Urologi Lainnya 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Berbagai Gejala Psoriasis, Baik Secara Umum Maupun Sesuai Jenisnya

    Penyakit psoriasis membuat Anda berisiko mengalami serangan jantung dan hipertensi. Kenali ciri-ciri dan gejala psoriasis berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Kulit, Psoriasis 24 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    proses inflamasi

    Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    vaksin MMR

    Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
    intertrigo dermatitis intertriginosa

    Dermatitis Intertriginosa (Intertrigo)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit