Campak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

 

Definisi

Apa itu penyakit campak?

Rubeola, atau yang lebih dikenal dengan penyakit campak adalah infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Gejala yang paling umum muncul adalah ruam kulit berwarna kemerahan yang muncul 7-14 hari setelah paparan dan dapat bertahan selama 4-10 hari.

Sebelum imunisasi digalakkan, campak adalah salah satu penyakit endemik yang menyebabkan kematian terbanyak setiap tahunnya.

Campak disebabkan oleh virus dalam keluarga paramyxovirus yang biasanya ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita atau lewat udara. Virus menginfeksi saluran pernapasan dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Pada anak-anak, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius yang mematikan jika tidak ditangani dengan baik.

Oleh sebab itu, segera konsultasi ke dokter atau penyedia layanan kesehatan terdekat jika Anda atau anak Anda mengalami penyakit ini.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Campak paling sering terjadi pada anak-anak. Namun, penyakit ini juga bisa terjadi pada orang dewasa jika belum pernah mengalaminya semasa anak-anak.

Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko yang ada. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja ciri dan gejala campak?

Gejala campak seringnya muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah seseorang terinfeksi virus. Dikutip dari Mayo Clinic, gejala campak yang paling awal muncul adalah demam tinggi hingga 40 celcius, diikuti dengan mata merah dan berair, pilek, bersin-bersin, batuk kering, sensitif terhadap cahaya, lelah, serta nafsu makan yang menurun.

Dua atau tiga hari setelah gejala awal campak muncul, menyusullah gejala selanjutnya, yaitu muncul bintik-bintik putih keabuan di mulut dan tenggorokan.

Setelah itu, muncul ruam berwarna merah kecokelatan yang diawali dari sekitar telinga, kepala, leher, dan menyebar ke seluruh tubuh.

Ruam ini muncul sekitar empat hari setelah gejala awal campak muncul dan dapat bertahan selama 5-6 hari. Sementara demam tinggi akibat penyakit ini biasanya akan mulai turun pada hari ketiga setelah ruam muncul.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala campak yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala campak, segera konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter jika Anda atau anak Anda mungkin melakukan kontak dengan virus penyebab penyakit ini atau jika Anda atau anak Anda memiliki ruam menyerupai penyakit ini.

Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil dan merasakan gejala campak karena penyakit ini dapat berdampak pada janin Anda.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala campak seperti yang sudah disebutkan di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Selain itu, segera hubungi dokter jika anak Anda menunjukkan gejala-gejala seperti di  bawah ini:

  • Demam tinggi yang semakin parah
  • Sulit dibangunkan
  • Linglung atau terus-menerus mengigau
  • Kesulitan bernapas dan keluhannya tidak membaik setelah Anda membersihkan hidungnya
  • Mengeluhkan sakit kepala parah
  • Mengeluarkan cairan kuning dari mata
  • Masih mengeluhkan demam setelah hari keempat ruam timbul
  • Terlihat sangat pucat, lemah, dan lunglai
  • Mengeluhkan sakit telinga

Komplikasi

Apa komplikasi dari penyakit ini?

Jika ditangani dengan baik, komplikasi campak pada bayi dan anak yang berujung kematian biasanya jarang terjadi. Bila menyerang pencernaan, anak akan muntah dan diare hebat.

Hal yang paling mengkhawatirkan adalah komplikasi ke paru berupa radang paru (pneumonia). Anak akan kesulitan bernapas dan sesak napas. Komplikasi fatal lainnya, yaitu ensefalitis yaitu radang otak yang menyebabkan anak kejang-kejang dan mengalami penurunan kesadaran.

Anak-anak juga dapat mengalami perdarahan dan trombositopenia, meskipun begitu hal ini jarang terjadi.

Secara umum, Anak Anda akan berisiko mengalami komplikasi jika:

  • Masih berusia di bawah satu tahun.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti terkena penyakit kronis.

Penyebab

Apa penyebab penyakit campak?

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang sangat menular. Penularan dapat terjadi jika menghirup percikan air di udara dari bersin, batuk, atau ludah yang mengandung virus dari penderita. Selain itu, menyentuh barang yang terkontaminasi virus juga bisa menyebabkan Anda mengalami peyakit ini.

Virus penyebab penyakit ini dapat bertahan di udara dan di permukaan hingga lebih dari 2 jam lamanya. Itu sebabnya, jika Anda menyentuh barang yang terkena percikan virus penyakit ini, lalu tidak sengaja mengucek mata, menempelkan tangan ke hidung atau mulut, Anda bisa saja ikut terinfeksi.

Penyakit ini juga dapat ditularkan oleh orang yang terinfeksi dari 4 hari sebelum timbulnya gejala sampai 4 hari setelah gejala sudah mulai mereda.

Dalam banyak kasus, jika penyakit ini tidak ditangani dengan baik dapat menjadi penyakit endemik yang menyebabkan banyak kematian, terutama di kalangan anak-anak yang kekurangan gizi.

Meski penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak, Anda juga dapat terinfeksi virus ini apabila sebelumnya belum pernah terkena penyakit ini atau belum imunisasi.

Faktor-faktor risiko

Siapa yang berisiko terkena penyakit campak?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini, di antaranya:

  • Anak-anak. Penyakit ini paling sering menyerang bayi dan balita karena mereka umumnya belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.
  • Belum imunisasi campak. Jika Anda belum pernah imunisasi campak, Anda berisiko untuk mengalami penyakit ini di kemudian hari.
  • Bepergian ke luar negeri. Jika Anda bepergian ke luar negeri di mana penyakit ini sering terjadi, Anda lebih berisiko terkena penyakit tersebut juga.
  • Kurang vitamin A.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terkena penyakit ini, Faktor ini hanyalah referensi saja. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagimana cara mengobati penyakit campak?

Pada dasarnya prinsip penanganan penyakit ini adalah dengan terapi suportif alias pendukung agar gejalanya mereda. Pasalnya virus penyebab penyakit ini bersifat self limiting disease. Artinya, idealnya penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya.

Akan tetapi, Anda tetap harus mengendalikan perkembangan virus di dalam tubuh anak, agar tidak menyebar ke organ vital lain, seperti otak dan paru. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi campak pada bayi dan anak.

1. Banyak istirahat

Kunci mengatasi campak pada bayi anak adalah dengan memperbanyak istirahat. Oleh karena itu, pastikan anak Anda mengurangi aktivitas fisik dan bermainnya untuk sementara waktu.

Dengan mendapatkan istirahat yang cukup, sistem kekebalan tubuh anak Anda pun akan semakin kuat untuk melawan infeksi virus yang berkembang biak di dalam tubuhnya.

2. Batasi kontak dengan lingkungan sekitar

Orang yang terkena penyakit ini harus “diasingkan” sementara waktu karena penyakit ini bersifat sangat menular. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk membatasi si kecil dari kontak dengan lingkungan sekitarnya, supaya tak menular ke teman-temannya.

Jika anak Anda sudah memasuki usia sekolah, mintalah izin untuk tidak masuk sekolah hingga demam dan ruamnya hilang.

Pisahkan pula anak yang terkena penyakit ini dari saudaranya, terutama bila Anda memiliki anak bayi yang belum menerima imunisasi campak.

Untuk anggota keluarga atau kontak yang rentan, dapat diberikan vaksinasi atau human immunoglobulin untuk pencegahan. Ada baiknya juga anak diberi masker untuk membatasi penularan melalui batuk atau bersin.

Yang tidak kalah penting, pisahkan semua peralatan mandi maupun makan yang digunakan si kecil apabila ia terkena penyakit ini. Hal ini dilakukan supaya menghindari penularan campak pada bayi dan anak lewat kontak tidak langsung.

3. Perhatikan asupan makanan

Memperhatikan asupan makanan bergizi memegang peranan penting untuk mengatasi campak pada bayi dan anak. Konsumsilah makanan bergizi seimbang dari buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin.

Sayangnya, campak pada bayi dan anak sering kali membuat mereka sulit makan karena gejala penyakit ini terkadang dapat mengiritasi kerongkongan.

Meski begitu jangan khawatir, Anda dapat menyiasatinya dengan memberikan makanan dalam bentuk bubur. Pastikan Anda juga menghindari gorengan dan makanan serta minuman dingin untuk sementara waktu.

4. Jangan takut mandi

Banyak orang yang meyakini bahwa bayi dan anak yang kena campak tidak boleh terkena air karena hal itu akan memperparah bercak merah di kulitnya. Akibatnya, tidak sedikit orangtua yang tidak memperbolehkan anaknya untuk mandi.

Faktanya, setelah anak sudah tidak demam, Anda dapat memandikannya seperti biasa. Hal ini dilakukan untuk mengurangi gatal karena ruam sekaligus memberikan kenyamanan untuk si kecil.

Ketika mandi, pakailah sabun yang tidak mengiritasi kulitnya yang sedang bermasalah. Setelah mandi, keringkan tubuh si kecil dengan kain lembut dan berikan bedak khusus gatal pada badannya.

5. Minum banyak air putih

Campak biasanya memunculkan gejala awal demam tinggi. Nah, demam tinggi yang terjadi ini umumnya akan menguras cairan dan elektrolit tubuh.

Oleh karena itu, berikan minum yang cukup untuk menjaga cairan tubuh  dan mengganti cairan yang hilang. Apalagi jika anak juga mengalami muntah dan diare.

6. Minum obat pereda nyeri

Untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit, Anda atau anak Anda bisa minum obat pnurun demam dan pereda nyeri, seperti aspirin (paracetamol) dan ibuprofen.

Namun, yang harus diingat, jangan memberikan aspirin pada anak di bawah 16 tahun. Hal ini dapat menyebabkan anak terkena sindrom Reye’s. Penggunaan antibiotik jarang dilakukan kecuali jika dokter menemukan infeksi lain yang dialami oleh si kecil.

Selain itu minum vitamin A juga mampu membantu mempercepat pemulihan kondisi jika Anda atau si kecil mengalami penyakit ini. Dosis vitamin A yang diberikan adalah:

  • Bayi usia kurang dari 6 bulan 50.000 IU/hari, diberi 2 dosis.
  • Usia 6-11 bulan 100.000 IU/hari, 2 dosis.
  • Usia di atas 1 tahun 200.000 IU/hari, 2 dosis.
  • Anak dengan tanda defisiensi vitamin A, 2 dosis pertama sesuai usia, dilanjutkan dosis ketiga sesuai usia yang diberikan 2-4 minggu kemudian.

Selalu konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsi suplemen tambahan. Pasalnya dosis dan aturan pakai setiap suplemen mungkin berbeda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk penyakit campak?

Dokter Anda akan mendiagnosis penyakit yang diderita si kecil berdasarkan karakteristik ruam yang berbentuk bintik kecil putih kebiruan dengan dasar merah terang (Koplik’s spot) di lapisan dalam pipinya.

Jika diperlukan, pemeriksaan darah dapat mengkonfirmasi apakah ruam tersebut memang benar-benar gejala penyakit ini atau tidak.

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit campak?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi penyakit campak pada bayi dan anak di antaranya:

  • Kontrol tepat waktu untuk melihat perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan Anda.
  • Ikuti semua saran yang diberikan dokter Anda dengan baik,
  • Tutupi mulut Anda saat sedang batuk, bila perlu selalu gunakan masker.
  • Bersihkan tangan Anda secara teratur.
  • Gunakan tetes mata saline untuk iritasi dan kacamata untuk melindungi mata Anda dari paparan sinar cahaya yang menyilaukan.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah penyakit campak?

Cara paling ampuh yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini adalah dengan pemberian imunisasi alias vaksin mumpsmeasles-rubella (MMR). Imunisasi ini berguna untuk tiga oenyakit sekaligus, yaitu campak, gondongan, dan rubella (campak Jerman).

Jika Anda adalah orang dewasa yang belum pernah menerima imunisasi campak atau belum pernah terjangkit penyakit ini sebelumnya, penting bagi Anda untuk segera mendapatkan imunisasi ini.

Sementara itu, wanita yang sedang merencanakan kehamilan tapi belum pernah mendapatkan vaksin campak harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Vaksin umumnya tidak bisa diberikan selama masa kehamilan. Penting diketahui, campak pada ibu hamil bisa membahayakan janin.

Imunisasi MMR dapat diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan usia kurang dari 15 tahun lewat penyuntikan dengan dosis 0,5 mililiter.

Pemerintah menyediakan pelayanan imunisasi campak rubella secara gratis tiap bulan Agustus-September. Anda bisa mendapatkan imunisasi campak rubella tersebut di sekolah-sekolah, Puskesmas, Posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya.

Secara umum, imunisasi ini aman untuk semua orang. Namun, wanita hamil, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit leukimia, TBC, dan mereka yang alergi terhadap komponen tertentu dalam vaksin, tidak dianjurkan untuk melakukan imunisasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

    Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Kesehatan Anak, Parenting 18/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Apa Saja Perbedaan Cacar Air dan Campak?

    Cacar air dan campak sama-sama menimbulkan ruam merah di kulit. Meski tampak mirip, keduanya berbeda. Apa saja perbedaan cacar air dan campak?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Penyakit Kulit, Health Centers 15/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Gastritis

    Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 12 menit

    Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

    Coronavirus terbukti menular dari manusia ke manusia. Tapi belakangan ada kasus kucing positif COVID-19 karena tertular pemiliknya. Benarkah?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 09/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    infeksi ginjal atau pielonefritis

    Pielonefritis (Infeksi Ginjal)

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 8 menit
    infeksi kandung kemih cystitis adalah

    Infeksi Kandung Kemih

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 10 menit
    mencegah ruam popok

    Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    leher bayi merah

    5 Penyebab Leher Bayi Kemerahan dan Apa yang Bisa Ortu Lakukan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit