Penyakit Alzheimer

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit Alzheimer?

Penyakit Alzheimer adalah penyakit progresif atau perlahan-lahan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, serta perubahan perilaku dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penyakit ini membuat jaringan otak rusak seiring berjalannya waktu. 

Biasanya penyakit ini dimulai dengan gejala pikun ringan seperti mudah lupa tentang kejadian-kejadian yang belum lama dilalui. Kemudian lambat laun, gejala lain bisa muncul termasuk kerap terlihat bingung, kesulitan berkomunikasi, mengalami gangguan kecemasan dan perubahan suasana hati yang dramatis, bahkan tidak mampu lagi melakukan aktivitas tanpa dibantu orang lain. 

Rata-rata pasien Alzheimer hanya dapat hidup selama 8-10 tahun setelah terdiagnosis. Namun, ada keadaan tertentu di mana pasien bisa hidup lebih lama jika cepat terdeteksi dan terobati.  Walaupun penyakit ini biasanya bukan karena faktor genetik, tapi jika ada anggota keluarga yang sakit, Anda lebih berisiko terkena penyakit Alzheimer.

Seberapa umum penyakit ini?

Alzheimer adalah penyakit yang umumnya terjadi pada usia di atas 65 tahun. Wanita lebih cenderung mengalami Alzheimer dibandingkan pria. 

Meskipun begitu, Alzheimer adalah penyakit yang bisa saja muncul pada usia 40 hingga 50 tahun. Kondisi yang disebut dengan Alzheimer onset awal ini memengaruhi sekitar 5 persen dari semua orang dengan Alzheimer.

Gejala Alzheimer jenis itu adalah kehilangan ingatan ringan dan sulit berkonsentrasi atau menyelesaikan tugas sehari-hari. Anda mungkin merasa sulit menemukan kata yang tepat dan lupa waktu. Selain itu, Anda juga bisa mengalami masalah penglihatan ringan.

Selalu konsultasi kepada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala penyakit Alzheimer?

Umumnya, gejala penyakit Alzheimer terbagi dalam tiga tahap, yaitu tahap awal, tahap pertengahan, dan tahap akhir. Berikut ulasan lengkapnya.

Tahap awal

Pada tahap awal, tanda dan ciri-ciri penyakit Alzheimer adalah:

  • Sering lupa nama tempat dan benda.
  • Sering lupa dengan percakapan yang belum lama dibicarakan.
  • Sering menanyakan pertanyaan yang sama atau menceritakan cerita yang sama berulang kali.
  • Sering merasa lebih sulit untuk membuat keputusan.
  • Sering merasa bingung atau linglung.
  • Sering tersesat di tempat yang sering dilewati.
  • Sering salah menaruh barang di tempat yang tidak seharusnya, misalnya menaruh piring di mesin cuci.
  • Kesulitan dalam merangkai kata-kata dalam berkomunikasi. 
  • Tidak tertarik untuk melakukan aktivitas yang dulunya sangat disukai
  • Lebih senang berdiam diri dan enggan mencoba hal baru
  • Sering mengalami perubahan suasana hati yang berubah-ubah

Tahap pertengahan

Seiring berkembangnya penyakit Alzheimer, masalah ingatan akan semakin memburuk. Pada tahap pertengahan, tanda dan ciri-ciri penyakit alzheimer adalah:

  • Sulit mengingat nama keluarga atau teman-teman terdekatnya.
  • Meningkatkan rasa kebingungan dan disorientasi, misalnya jadi sering tersesat dan tidak tahu jam berapa sekarang. 
  • Perubahan suasana hati yang terjadi secara cepat. 
  • Perilaku impulsif, repetitif, atau obsesif.
  • Mulai mengalami delusi dan halusinasi.
  • Masalah dengan berkomunikasi.
  • Kesulitan melakukan tugas tata ruang, seperti menilai jarak.

Pada tahap ini, seseorang yang mengalami penyakit Alzheimer biasanya membutuhkan dukungan orang lain untuk membantu mereka dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Misalnya mereka mungkin butuh bantuan untuk makan, berpakaian, atau bahkan menggunakan toilet. 

Tahap akhir

Di tahap terakhir, tanda dan ciri-ciri penyakit Alzheimer adalah:

  • Kesulitan makan dan menelan (disfagia).
  • Kesulitan untuk mengubah posisi atau bergerak tanpa bantuan.
  • Penurunan atau kenaikan berat badan yang drastis.
  • Sering ngompol atau buang air besar tidak disengaja.
  • Kesulitan berkomunikasi. 
  • Perubahan emosi dan sifat.
  • Tidak mampu lagi beraktivitas normal akibat hilangnya ingatan mengenai tahapan melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi, makan, dan  buang air besar.

Tingkat berkembangnya gejala penyakit Alzheimer berbeda-beda pada tiap orang, tapi umumnya gejala akan berkembang secara perlahan-lahan selama beberapa tahun. Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum. Jika ada pertanyaan tentang tanda-tanda penyakit, konsultasi dengan dokter.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda mengalami tanda atau gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, segeralah konsultasikan kepada dokter. Setiap tubuh bertindak berbeda satu sama lain. Selalu diskusi dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik mengenai situasi yang Anda alami.

Penyebab

Apa penyebab penyakit Alzheimer?

Hingga saat ini, penyebab penyakit Alzheimer belum diketahui. Meski begitu, dikutip dari Mayo Clinic, para ahli percaya bahwa bagi kebanyakan orang penyakit ini disebabkan oleh kombinasi dari faktor genetik, gaya hidup, serta lingkungan yang memengaruhi orang seiring berjalannya waktu. 

Meski penyebab penyakit Alzheimer belum sepenuhnya dipahami, pengaruhnya terhadap otak sudah jelas. Penyakit ini dapat merusak dan menghancurkan sel otak secara perlahan. Pada penyakit Alzheimer, sel otak yang menyimpan dan memproses informasi mulai melemah dan mati. 

Kerusakan paling sering dimulai di wilayah otak yang mengontrol memori, tetapi prosesnya dimulai bertahun-tahun sebelum gejala pertama muncul. Pada tahap akhir, otak telah menyusut secara signifikan. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko penyakit Alzheimer?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer adalah:

  • Umur adalah faktor risiko terkuat, terutama setelah berusia 65 tahun.
  • Riwayat penyakit yang sama pada anggota keluarga.
  • Orang yang mengalami gangguan kognitif ringan.
  • Cedera kepala.
  • Gaya hidup yang tidak sehat seperti kurangnya aktivitas fisik, merokok, hanya sedikit makan buah-buahan dan sayur-sayuran.
  • Mengidap penyakit kardiovaskular, hipertensi, hiperkolesterolemia, peningkatan kadar homocysteine.
  • Proses pembelajaran dan ikatan sosial. Level pendidikan formal yang rendah, pekerjaan yang membosankan, kurangnya aktivitas yang melatih otak seperti membaca, bermain game, bermain alat musik, dan kurangnya komunikasi sosial.

Diagnosis

Bagaimana dokter melakukan diagnosis terhadap penyakit ini?

Satu-satunya cara pasti untuk mendiagnosis seseorang dengan penyakit Alzheimer adalah dengan memeriksa jaringan otak setelah kematian. Namun, dokter dapat menggunakan pemeriksaan dan tes lain untuk menilai kemampuan mental Anda. 

Dokter mungkin akan memulai pemeriksaan dengan menanyakan riwayat pengobatan. Selain itu, dokter juga akan bertanya soal:

  • Gejala-gejala
  • Riwayat kesehatan keluarga Anda
  • Kondisi kesehatan yang sedang atau pernah Anda hadapi
  • Pengobatan yang sedang atau pernah Anda konsumsi
  • Gaya hidup, pola makan, dan kebiasaan minum alkohol.

Dari pemeriksaan itu, dokter mungkin akan melakukan beberapa tes untuk menentukan apakah Anda adalah pasien Alzheimer. 

Pemeriksaan penyakit Alzheimer

Tidak ada tes pasti untuk memeriksa penyakit Alzheimer. Namun, dokter mungkin akan melakukan beberapa tes untuk menentukan diagnosis. Pemeriksaan itu bisa berupa tes mental, fisik, neurologis, dan pencitraan. 

Dokter mungkin akan memulai dengan tes status mental. Ini dapat membantu mereka menilai memori jangka pendek, jangka panjang, hingga orientasi Anda ke tempat dan waktu. Misalnya, dokter mungkin menanyakan beberapa hal sepele kepada Anda untuk memancing kemampuan ingatan Anda.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan. Misalnya, dokter akan memeriksa tekanan darah, menilai detak jantung, dan mengukur suhu tubuh Anda. Dokter juga mungkin akan meminta sampel urin dan darah Anda untuk pengujian di laboratorium.

Selain itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan neurologis untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosis lain, seperti masalah medis akut, seperti infeksi atau stroke. Selama ujian ini, mereka akan memeriksa refleks, otot, dan ucapan Anda. 

Dokter mungkin akan melakukan studi pencitraan otak. Karena itu, pencitraan otak Anda akan diperiksa melalui:

  • Magnetic resonance imaging (MRI). MRI dapat membantu memperlihatkan gejala kunci, seperti peradangan, perdarahan, dan masalah struktural. 
  • Computed tomography (CT) scan. CT scan mengambil gambar sinar-X yang akan membantu dokter melihat karakteristik abnormal di otak Anda.
  • Positron emission tomography (PET) scan. Tes ini dapat membantu dokter mendeteksi penumpukan plak. Plak adalah protein yang terkait dengan gejala Alzheimer. 

Tes-tes lain yang mungkin dilakukan dokter mungkin termasuk tes-tes darah untuk memeriksa gen-gen yang mungkin mengindikasikan Anda memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit Alzheimer. 

Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Apa pilihan pengobatan untuk penyakit Alzheimer?

Penyakit Alzheimer tidak dapat disembuhkan. Obat hanya bisa memperlambat perkembangan penyakit termasuk penghambat cholinesterase dan memantine. Selain itu, dokter mungkin meresepkan penenang tambahan yang membantu mengurangi kecemasan, depresi, mudah marah, dan masalah kelakuan lainnya. 

Penyakit Alzheimer akan membuat orang mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru sehingga Anda tidak boleh mencoba mengubah lingkungan di sekitar pasien (rumah, pengasuh, dan sebagainya) jika tidak benar-benar penting. 

Anda perlu menuliskan berbagai informasi dan memasangnya di beberapa tempat di rumah untuk membantu pasien mengingat hal-hal penting.

Obat-obatan

Dikutip dari Healthline, donepezil (Aricept) atau rivastigmine (Exelon) adalah obat-obatan yang mungkin diresepkan dokter untuk menangani Alzheimer ringan hingga sedang. Obat-obatan tersebut dapat mempertahankan kadar acetylcholine (neurotransmitter untuk mempertahankan memori) tetap tinggi di otak.

Untuk merawat penyakit Alzheimer sedang hingga parah, obat-obatan yang mungkin diresepkan dokter adalah donepezil (Aricept) atau memantine (Namenda). Memantine dapat memblokir efek kelebihan glutamat, yaitu zat kimia otak yang dilepaskan dalam jumlah yang lebih tinggi pada orang dengan Alzheimer merusak sel-sel otak. 

Antidepresan, anti kecemasan, atau antipsikotik adalah obat-obatan yang mungkin juga diresepkan dokter untuk membantu mengobati gejala yang berkaitan dengan Alzheimer. Gejala-gejala ini termasuk:

  • Depresi
  • Kegelisahan
  • Agresi
  • Agitasi
  • Halusinasi.

Pengobatan di Rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi penyakit ini?

Berbagai perubahan gaya hidup atau pengobatan yang dapat mengatasi penyakit Alzheimer adalah:

  • Mengonsumsi makan sehat dengan gizi seimbang.
  • Berhenti merokok dan batasi mengonsumsi minuman beralkohol. 
  • Berusaha mendapatkan berat badan yang ideal. 
  • Jika memungkinkan, olahraga atau lakukan aktivitas fisik secara rutin.
  • Mencari orang yang dapat mendukung dan merawat Anda. Anda atau anggota keluarga mungkin memerlukan perawatan rumahan untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.
  • Cobalah menyederhanakan rutinitas harian dan ruang tempat tinggal.
  • Nikmati kehidupan dan tidak boleh berpikir negatif tentang penyakit.

Beberapa orang percaya bahwa vitamin E dapat membantu mencegah penurunan kemampuan mental, tapi penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk membuktikan tersebut. Pastikan untuk bertanya kepada dokter sebelum mengonsumsi vitamin E atau suplemen lainnya. 

Hal tersebut dapat mengganggu beberapa obat yang digunakan untuk mengobati penyakit Alzheimer. 

Jika ingin bertanya, konsultasi kepada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat pengobatan, diagnosis atau pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

    Memiliki anemia membuat Anda mudah mengalami lemas, letih, lesu tiba-tiba. Lantas, langkah pencegahan apa yang tepat agar anemia tidak mudah kambuh?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

    Saat berpergian Anda lebih rentan terkena penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus. Inilah kelima serangan penyakit saat liburan yang perlu dihindari.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    4 Tips Mudah Mengurangi Makan Garam Agar Tak Kena Hipertensi

    Katanya, makanan tanpa garam tak sedap. Namun, jika makan garam terlalu banyak bikin tekanan darah naik. Lalu, bagaimana cara mengurangi makan garam?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

    10 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Anda bisa mencegah penyakit diabetes. Namun, apa saja tindakan pencegahan diabetes yang bisa Anda lakukan? Baca lebih jelasnya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Direkomendasikan untuk Anda

    minyak esensial untuk meredakan stres

    Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
    gerimis bikin sakit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    mengukur tekanan darah anak

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020