home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Intip 7 Hal yang Bisa Membantu Anda Mencegah Penyakit Alzheimer

Intip 7 Hal yang Bisa Membantu Anda Mencegah Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer merupakan salah satu penyakit yang penderitanya semakin meningkat di seluruh dunia setiap tahun, termasuk Indonesia. Dilansir dari situs Kementerian Kesehatan RI, diperkirakan jumlah penderita Alzheimer di Indonesia akan mencapai 2 juta jiwa pada tahun 2030 mendatang, dan akan terus meningkat. Kabar baiknya, penyakit ini bisa dicegah. Lantas, bagaimana cara mencegah penyakit Alzheimer? Yuk, lihat tips pencegahan penyakit Alzheimer pada ulasan berikut ini.

Tindakan pencegahan penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer yang merupakan jenis demensia paling umum, adalah kelainan progresif yang menyebabkan sel-sel otak menyusut dan mati. Penyakit ini bisa menurunkan kemampuan berpikir, perilaku, dan sosial seseorang. Seiring waktu, gejala penyakit Alzheimer ini akan semakin parah dan bisa membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Namun Anda tidak perlu cemas, ada beberapa cara yang ternyata bisa membantu Anda untuk mencegah perkembangan penyakit Alzheimer di kemudian hari, seperti berikut ini:

1. Rajin konsumsi buah dan sayur

persiapan puasa untuk lansia

Buah-buahan masuk dalam daftar makanan sehat yang harus Anda konsumsi setiap hari untuk menjaga kesehatan otak. Studi yang baru diterbitkan pada American Journal of Clinical Nutrition di bulan April 2020, membuktikan potensinya.

Studi tersebut mengamati kebiasaan makan buah pada 2.800 partisipan yang berusia di atas 50 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang jarang makan buah memiliki risiko 2 hingga 4 kali terkena penyakit Alzheimer dalam rentang waktu 20 tahun sehingga bisa dijadikan tindakan pencegahan terhadap penyakit tersebut.

Potensi makan buah untuk menurunkan risiko Alzheimer juga didukung dengan studi lain, yakni yang diterbitkan pada jurnal Neurology. Hasil studi menunjukkan konsumsi flavonoid (senyawa polifenolik pada buah dan sayur) dapat mencegah terjadinya penyakit Alzheimer.

Ahli kesehatan berpendapat bahwa potensi buah dalam mengurangi risiko penyakit Alzheimer dikarenakan adanya flavonoid. Senyawa yang terkandung pada buah ini memiliki sifat antiradang yang bisa melindungi otak dari peradangan.

Selain buah, sayur juga memiliki banyak nutrisi yang turut menyehatkan otak. Sebut saja stroberi, jeruk, apel, bayam, cokelat, dan teh. Kesemua makanan pencegah penyakit Alzheimer ini mengandung asam ellagic, resveratrol, dan antosianin sehingga dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas.

2. Perhatikan pola makan

kulit sehat agar awet muda

Tindakan pencegahan penyakit Alzheimer tidak sekadar meningkatkan konsumsi buah dan sayur saja, tapi Anda juga harus menerapkan pola makan yang sehat. Penerapan diet yang sehat untuk jantung ternyata juga dapat melindungi kesehatan otak.

Ada dua diet untuk jantung yang telah diteliti manfaatnya pada otak oleh peneliti, yakni diet DASH dan diet mediterania.

Pada diet DASH, Anda diharuskan mengonsumsi sayur, buah, produk susu bebas lemak, biji-bijian, ikan, unggas, kacang-kacangan, dan minyak nabati. Selain itu, Anda juga harus membatasi penggunaan garam pada makanan serta mengurangi konsumsi makanan manis dan daging merah.

Sementara pada diet mediterania, Anda dibolehkan makan sedikit daging merah dan dilengkapi dengan biji-bijian, buah, sayur, ikan, kerang, dan lemak sehat dari kacang-kacangan dan minyak zaitun.

Menerapkan kedua diet di atas sebagai cara untuk mencegah penyakit Alzheimer mungkin tidak mudah. Jadi, Anda jangan sungkan untuk konsultasi pada dokter maupun ahli gizi.

3. Perbaiki pola tidur jadi lebih baik

Tindakan pencegahan penyakit Alzheimer selanjutnya yang bisa Anda terapkan adalah menjaga pola tidur tetap baik. Perlu diingatkan kembali bahwa tidur adalah waktu bagi tubuh Anda untuk beristirahat, termasuk otak. Jika Anda sulit tidur di malam hari, Anda akan kurang tidur.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memberikan pengaruh buruk pada sel-sel di otak dan meningkatkan risiko masalah kejiwaan, seperti depresi. Depresi sendiri merupakan salah satu penyebab tingginya risiko penyakit Alzheimer.

Jadi, pastikan Anda cukup tidur di malam hari. Jika Anda mengalami insomnia (susah tidur), cobalah untuk merelaksasikan diri dengan meditasi, melakukan latihan pernapasan, mandi dengan air hangat, mendekorasi kamar tidur jadi lebih nyaman, dan menghindari berbagai hal yang bisa mengganggu tidur, seperti main ponsel.

Jika cara di atas tidak cukup ampuh membantu Anda untuk tidur lebih baik, sudah saatnya Anda minta pertolongan dokter maupun psikolog.

4. Rutin olahraga

gaya hidup sehat untuk hipertensi

Selain memperhatikan pola makan, cara mencegah penyakit Alzheimer perlu sempurnakan dengan menjalani olahraga secara rutin. Ini karena olahraga bisa membantu kesehatan otak lewat berbagai cara.

Pertama, olahraga bisa membantu Anda mengendalikan berat badan karena obesitas merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit ini.

Kedua, olahraga membantu mengurangi stres dan berbagai masalah kejiwaan yang bisa memperburuk kesehatan otak. Terakhir, olahraga bisa membantu memperbaiki kualitas tidur Anda dan ini tentunya dapat menjaga otak Anda tetap sehat.

5. Berhenti merokok

obat berhenti merokok maag

Merokok memberikan dampak buruk pada kesehatan tubuh, termasuk otak. Oleh karena itu, tindakan pencegahan untuk penyakit Alzheimer bisa awali dengan berhenti dari kebiasaan buruk ini.

Rokok diketahui mengandung berbagai macam bahan kimia yang bisa menyebabkan peradangan dengan menimbulkan stres oksidatif pada sel-sel tubuh. Peradangan inilah yang nantinya bisa menyebabkan penyakit Alzheimer.

6. Aktif secara mental dan sosial

Studi menunjukkan bahwa risiko penyakit Alzheimer lebih rendah pada orang yang aktif secara mental dan sosial. Peneliti memang belum mengetahui secara pasti, bagaimana mekanisme dari temuan ini.

Akan tetapi, sebagian ilmuwan percaya bahwa kemungkinan ada rangsangan yang memperkuat hubungan antar sel-sel saraf di otak pada orang yang aktif secara mental dan sosial.

Nah, berbagai hal yang bisa membuat Anda aktif secara mental dan sosial antara lain:

  • Membaca buku, koran, atau bahan bacaan lainnya.
  • Mempelajari bahasa asing.
  • Belajar dan memainkan alat musik.
  • Menjadi anggota komunitas atau relawan dalam sebuah organisasi.
  • Mencoba aktivitas atau hobi baru.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

McCarthy, M. (n.d.). Alzheimer’s risk reduced by apples and other foods with flavonoids. Healthline. https://www.healthline.com/health-news/flavonoids-may-reduce-alzheimers-risk [Accessed on November 26th, 2020]

Harvard Health Publishing. (2019, September 24). Foods linked to better brainpower. Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/foods-linked-to-better-brainpower [Accessed on November 26th, 2020]

Alzheimer’s disease – Prevention. (2018, May 10). nhs.uk. https://www.nhs.uk/conditions/alzheimers-disease/prevention/ [Accessed on November 26th, 2020]

Can Alzheimer’s disease be prevented?  Alzheimer’s Disease and Dementia. https://www.alz.org/alzheimers-dementia/research_progress/prevention [Accessed on November 26th, 2020]

Harvard Health Publishing. (2019, September 25). What can you do to avoid Alzheimer’s disease? Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/alzheimers-and-dementia/what-can-you-do-to-avoid-alzheimers-disease [Accessed on November 26th, 2020]

Smoking and dementia. Alzheimer’s Society. https://www.alzheimers.org.uk/about-dementia/risk-factors-and-prevention/smoking-and-dementia [Accessed on November 26th, 2020]

[Accessed on November 26th, 2020]Holland, T., Agarwal, P., Wang, Y., Leurgans, S., Bennett, D., Booth, S., & Morris, M. (2020). Dietary flavonols and risk of Alzheimer dementiaNeurology94(16), e1749-e1756. doi: 10.1212/wnl.0000000000008981 [Accessed on November 26th, 2020]

Shishtar, E., Rogers, G., Blumberg, J., Au, R., & Jacques, P. (2020). Long-term dietary flavonoid intake and risk of Alzheimer disease and related dementias in the Framingham Offspring Cohort. The American Journal Of Clinical Nutrition. doi: 10.1093/ajcn/nqaa079 [[Accessed on November 26th, 2020]

Kemenkes. (2016). Menkes: Lansia yang Sehat, Lansia yang Jauh dari Demensia. [online] Available at: https://www.kemkes.go.id/article/view/16031000003/menkes-lansia-yang-sehat-lansia-yang-jauh-dari-demensia.html [Accessed on November 26th, 2020]

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 27/05/2020
x