Mengulik Lebih Dalam Tentang Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Nyeri Dada

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Nyeri dada menjadi keluhan yang umum dirasakan banyak orang. Kondisinya mungkin sesekali muncul dan tidak kembali. Namun, ada pula yang merasakannya terus-menerus dan semakin memburuk. Sebenarnya, apa penyebab dari dada terasa nyeri? Lantas, bagaimana gejalanya dan cara untuk mengatasinya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Apa saja gejala nyeri dada?

obat ivabradine

Secara sederhana, nyeri dada adalah rasa sakit yang muncul di sekitar dada. Rasa nyerinya bisa saja terasa di sekitar dada tengah, sebelah kiri, maupun kanan. Nyeri dada menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada setiap orang dan ini juga bergantung dengan penyebab yang mendasarinya.

Rasa sakit digambarkan seperti tusukan jarum kecil di sekitar dada. Ada juga yang merasakan tertekan, sesak dan penuh, atau sensasi terbakar di dada. Rasa sakit ini dapat menyebar ke leher, rahang, ke punggung bawah, hingga lengan.

Kondisi ini berlangsung lebih dari beberapa menit, bahkan berjam-jam. Kadang memburuk jika Anda terus melakukan aktivitas. Bisa juga membaik dan menghilang dengan sendirinya atau ketika Anda menghantikan aktivitas.

Saat dada terasa nyeri, gejala lain yang mungkin menyertai, antara lain:

  • Sesak napas.
  • Tubuh mengeluarkan banyak keringat dingin.
  • Kepala terasa pusing dan tubuh menjadi lemas.
  • Perut terasa mual dan Anda mungkin mengalami muntah-muntah.
  • Rasa asam di mulut atau makanan yang sudah tertelan kembali ke mulut.
  • Kesulitan untuk menelan makanan.
  • Rasa sakit di dada jadi semakin memburuk ketika Anda mengubah posisi tubuh, menarik napas, atau saat batuk-batuk.

Jika Anda mengalami gejala di atas, pergi ke dokter adalah tindakan terbaik untuk mengatasinya. Apalagi, jika kondisi tersebut terjadi akibat masalah kesehatan yang cukup serius.

Apa saja penyebab dada terasa nyeri?

penyakit jantung wanita perempuan

Dilansir dari laman Mayo Clinic, penyebab munculnya rasa sakit di dada sangat beragam, di antaranya:

Penyakit jantung

Nyeri dada di sebelah kiri merupakan gejala khas dari berbagai penyakit jantung. Biasanya, gejala lain yang menandakan terjadinya penyakit jantung adalah sesak napas atau pingsan. Masalah, kelainan, atau penyakit yang menyerang jantung dan menyebabkan rasa sakit di dada adalah:

  • Serangan jantung. Kondisi ini sering kali terjadi akibat aliran darah yang tersumbat atau adanya penggumpalan darah. Biasanya kondisi ini terjadi karena penyakit aterosklerosis atau penyakit jantung koroner.
  • Angina. Angina merupakan istilah untuk nyeri dada yang disebabkan oleh buruknya aliran darah ke jantung. Biasanya, kondisi ini terjadi karena penumpukan plak di dinding bagian dalam arteri dan mempersempit arteri.
  • Perikarditis. Perikarditis adalah peradangan pada kantung yang mengelilingi jantung (perikardium). Rasa sakit di dada akan semakin parah ketika menarik napas atau saat berbaring.
  • Diseksi aorta. Kondisi ini mengancam jiwa karena melibatkan arteri utama pada jantung (aorta), dan bahkan bisa menyebabkan aorta pecah.

Masalah pencernaan

Dada terasa nyeri juga bisa disebabkan oleh masalah pencernaan, seperti:

  • GERD. Penyakit ini menyebabkan asam lambung di perut naik mencapai kerongkongan sehingga menyebabkan heartburn (sensasi panas di dada).
  • Disfagia (kesulitan menelan). Gangguan pada kerongkongan ini bisa menyebabkan Anda sulit menelan dan dada terasa sakit.
  • Masalah pada kantung empedu atau pankreas. Penyakit batu empedu atau peradangan pada pankreas dapat menyebabkan sakit perut yang menjalar hingga ke dada.

Perlu diketahui bahwa gejala sakit dada pertanda heartburn sekilas hampir sama dengan serangan jantung. Namun, perlu Anda ketahui bahwa heartburn biasanya muncul di area tengah dada dan terjadi setelah Anda makan lalu berbaring.

Masalah pada otot dan tulang

Selain berkaitan dengan pencernaan dan jantung, terasa nyeri pada dada juga bisa timbul akibat masalah pada otot dan tulang, seperti:

  • Fibromyalgia. Kondisi menyebabkan nyeri kronis pada otot di sekitar dada yang persisten.
  • Kostokondritis. Pada kondisi ini tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada mengalami peradangan sehingga menimbulkan rasa sakit di area dada.

Masalah pada paru-paru

Tak hanya jantung, paru-paru juga berada di sekitar dada. Jika organ vital ini mengalami masalah, wajar jika dada Anda menimbulkan rasa sakit. Berikut ini berbagai masalah paru-paru yang umumnya menimbulkan nyeri dada adalah:

  • Emboli paru. Kondisi ini terjadi ketika gumpalan darah bersarang di arteri paru-paru sehingga menghalangi aliran darah ke jaringan paru-paru dan menimbulkan dada terasa sakit.
  • Paru-paru kolaps (mengempis). Kondisi ini terjadi akibat udara bocor ke ruang antara paru-paru dan tulang rusuk. Rasa sakit dada yang menjadi gejala khas akan bertahan hingga berjam-jam, diikuti sesak napas.
  • Pleurisi. Kondisi ini menandakan adanya peradangan pada selaput yang melapisi paru-paru sehingga bisa menyebabkan dada sakit saat batuk atau menarik napas.
  • Hipertensi paru. Kondisi ini terjadi pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi di arteri yang bertugas membawa darah ke paru-paru.

Masalah kesehatan lainnya

Munculnya rasa nyeri pada dada juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi di bawah ini:

  • Serangan panik. Saat orang dengan kondisi ini mengalami ketakutan, biasanya dada akan terasa sakit diikuti dengan napas cepat, mual, dan pusing.
  • Herpes zoster. Penyakit yang disebabkan oleh aktifnya kembali virus cacar air dalam tubuh ini menimbulkan rasa sakit di dada jika ada lepuhan kulit di area tersebut.

Berbagai cara ampuh mengatasi nyeri dada

denyut nadi detak jantung normal

Penyebabnya yang sangat beragam, membuat Anda harus menjalani serangkaian tes kesehatan. Setelah penyebabnya diketahui, barulah dokter memutuskan pengobatan mana yang tepat untuk mengatasi nyeri dada.

Beberapa tes kesehatan yang umumnya dilakukan meliputi pemeriksaan fisik, elektrokardiogram (EKG), tes darah, rontgen dada, dan CT scan. Tujuannya untuk mengamati impuls kelistrikan jantung, kondisi paru-paru dan saluran pencernaan, serta memastikan adanya peradangan.

Selanjutnya, cara untuk mengatasi nyeri dada yang biasanya direkomendasikan dokter adalah:

Minum obat pereda nyeri dada

Berikut ini jenis obat-obatan yang biasanya diresepkan dokter untuk meredakan nyeri dada, meliputi:

  • Obat untuk merelaksasikan arteri, seperti nitrogliserin. Obat ini diminum dengan cara ditempatkan di bawah lidah untuk melemaskan arteri jantung sehingga darah dapat mengalir lebih mudah melalui ruang sempit. Beberapa obat untuk menurunkan tekanan darah juga bisa mengendurkan dan memperlebar pembuluh darah.
  • Obat untuk meredakan sakit dada terkait dengan penyakit jantung, seperti aspirin.
  • Obat trombolitik yang diberikan untuk melarutkan gumpalan yang menghalangi darah mencapai otot jantung. Biasanya obat ini diberikan pada orang yang mengalami sakit dada akibat serangan jantung.
  • Obat penekan produksi asam pada orang yang mengalami heartburn agar asam lambung di perut tidak naik ke kerongkongan.
  • Obat pengencer darah diberikan untuk mengatasi gumpalan darah di arteri sehingga menghambat aliran darah ke jantung maupun paru-paru. Obat ini diberikan untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah baru, contoh obatnya adalah warfarin.
  • Obat penekan asam lambung agar asam lambung tidak berlebihan dan naik ke kerongkongan. Obat ini biasanya diresepkan bagi penderita GERD.
  • Antidepresan diberikan untuk orang yang mengalami serangan panik untuk mengendalikan nyeri dada sebagai salah satu gejalanya.

Prosedur operasi

Bila pengobatan di atas tidak cukup efektif untuk mengatasi nyeri dada, dokter akan merekomendasikan prosedur medis berupa pembedahan. Biasanya ini dilakukan jika kondisinya sudah cukup parah dan membahayakan jiwa jika tidak segera ditangani.

Prosedur medis lanjutan untuk mengobati rasa sakit di dada antara lain:

  • Angioplasti dan pemasangan ring jantung. Bila rasa sakit di dada disebabkan oleh penyumbatan di arteri jantung, dokter akan memasukkan kateter dengan balon di ujungnya ke pembuluh darah tersebut. Ujung balon akan dikembangkan untuk memperlebar arteri agar tidak sempit. Pada beberapa kasus, stent (ring jantung) akan ditempatkan sebagai penahan agar arteri yang menyempit tetap melebar.
  • Operasi bypass jantung. Selama prosedur bypass jantung ini, ahli bedah mengambil pembuluh darah dari bagian tubuh lain dan menggunakannya untuk membuat jalur alternatif agar darah mengalir di sekitar arteri yang tersumbat.
  • Perbaikan diseksi. Anda mungkin memerlukan pembedahan darurat untuk memperbaiki diseksi aorta – kondisi yang mengancam nyawa di mana arteri yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh Anda pecah.
  • Lung reinflation. Jika Anda memiliki paru-paru yang kolaps, dokter mungkin memasukkan selang ke dada Anda untuk mengisi kembali paru-paru.

Sebelum menentukan pengobatan, dokter akan mengamati efek samping dan manfaat jenis pengobatan yang dilakukan. Ini dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya efek samping mengganggu yang nantinya akan terjadi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

Pasien penyakit jantung, perlu berhati-hati dalam memilih makanan. Berikut ini ada berbagai makanan yang dilarang (pantangan) untuk penyakit jantung.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Tak hanya efektif memangkas gelambir lemak perut, manfaat virgin coconut oil alias minyak kelapa dara sangat menakjubkan untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 4 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Kelainan atau penyakit katup jantung bisa terjadi karena bawaan dari lahir dan bisa terdeteksi pada bayi. Apa penjelasannya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 1 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan memang bukan tugas mudah. Jangan khawatir, simak panduannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 1 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

syok hipovolemik

Syok Hipovolemik

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

8 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
pengaruh alkohol untuk jantung

Apa Sebenarnya Pengaruh Alkohol untuk Kesehatan Jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kuning telur untuk jantung

Manfaat Kuning Telur untuk Kesehatan Jantung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit