Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mencegah lebih baik daripada mengobati, begitu kata pepatah. Untuk itu, mencegah risiko penyakit sedini mungkin perlu dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan rutin alias medical check up. Jika Anda belum pernah melakukan medical check up sebelumnya, berikut rangkaian tes umum yang biasa dilakukan selama medical check up.

Apa saja tes pemeriksaan yang dilakukan selama medical check up?

Anda tidak perlu sakit terlebih dulu jika ingin menjalani pemeriksaan fisik ini. Pemeriksaan kesehatan, alias medical check up, adalah serangkaian uji kesehatan rutin yang dilakukan di rumah sakit untuk memeriksa kesehatan tubuh secara keseluruhan dan mengantisipasi risiko penyakit.

Tidak ada runutan baku dalam prosedur medical check up. Pada umumnya, rangkaian pemeriksaan  akan dimulai dengan mengukur berat dan tinggi badan sesuai indeks masa tubuh (body mass index/BMI). Penting untuk memeriksakan BMI tiap 2 tahun sekali bagi orang berusia di bawah 50 tahun dan setahun sekali untuk usia di atas 50 tahun.

Setelah itu sejumlah tes yang berbeda dapat dilakukan selama medical check up, mulai dari cek fungsi jantung dan paru dengan EKG; kesehatan kulit untuk mendeteksi risiko kanker kulit atau penyakit kulit lainnya; THT untuk memeriksa kesehatan Telinga, Hidung dan Tenggorokan; kesehatan mata (risiko glaukoma atau gangguan penglihatan lainnya); kesehatan gigi; kesehatan tulang, hingga respons refleks tubuh dan kekuatan otot.

Pemeriksaan fisik tahunan juga mungkin termasuk cek kolesterol, tekanan darah, dan gula darah. Ini karena Anda mungkin saja memiliki kadar yang tinggi dari salah satu (atau, semua) kondisi di atas tanpa pernah menunjukkan satupun tanda atau gejalanya, atau berisiko mengalami penyakit yang terkait seperti diabetes atau hipertensi. Selain itu, tergantung usia atau riwayat kesehatan Anda dan keluarga, dokter dapat merekomendasikan tes medis tambahan.

Orang-orang yang berisiko tinggi atau mengidap penyakit tertentu ini seringnya dianjurkan lebih rutin menjalani tes kesehatan daripada orang-orang yang sehat. Tujuan tes kesehatan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kondisi kesehatan seseorang dan apa saja yang perlu dilakukan untuk mengendalikan risiko kesehatan yang dimiliki. Skrining kesehatan rutin juga memungkinkan dokter dan Anda bekerja sama untuk merencanakan pengobatan untuk menanggulangi kondisi yang Anda miliki sebelum menjadi parah.

Apakah semua orang perlu menjalani medical check up tahunan?

Mayoritas tenaga profesional dan ahli kebijakan kesehatan kesehatan berpendapat bahwa kunjungan rutin untuk pemeriksaan kesehatan tahunan adalah kebiasaan yang tidak perlu. Beberapa dari mereka bahkan berpendapat bahwa kebiasaan ini hanyalah buang-buang waktu dan uang untuk kebanyakan orang.

Menurut sebuah studi terbitan BMJ Open 2012, pemeriksaan kesehatan tahunan rutin tidak menjamin Anda bisa menghindari kematian, rawat inap, atau janji konsultasi di kemudian hari. Dengan kata lain, rutin check-up ke dokter setahun sekali belum tentu membuat Anda terbebas dari penyakit, atau memperpanjang usia.

Jika Anda belum pernah medical check up sama sekali sebelumnya, tentu tidak apa untuk mendaftar guna memiliki gambaran dasar dari kesehatan Anda secara keseluruhan. Jika pada kunjungan medical check up pertama Anda dinyatakan sehat tanpa kecurigaan tertentu seputar kondisi kesehatan apapun, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk kembali check up dalam 3-5 tahun ke depan kecuali timbul masalah di antara waktu ini.

Sebaliknya, medical check up tahunan dianjurkan rutin dilakukan setiap tahun atau per dua tahun sekali, jika Anda berusia 50 tahun ke atas dan/atau memiliki kelebihan berat badan, memiliki keturunan diabetes, atau sedang menjalani pengobatan untuk hipertensi atau diabetes.

Pemeriksaan kesehatan yang tak boleh dilewatkan sama sekali

Namun jangan juga terlalu mengabaikan medical check up karena beberapa skrining kesehatan bisa menyelamatkan nyawa. Setidaknya ada tiga pemeriksaan fisik utama yang tidak boleh Anda lewatkan terlepas dari apapun kondisi kesehatan Anda:

  • Mammogram untuk kanker payudara. The American Cancer Society merekomendasikan kebanyakan wanita untuk memulai tes mammogram tahunan dimulai pada usia 45. Sementara perempuan berusia 55 tahun ke atas disarankan untuk skrining per dua tahun sekali.
  • Kolonoskopi atau tes okultisme (feses atau darah) skrining untuk kanker usus besar. Tes ini direkomendasikan dimulai pada usia 50 tahun dan terus secara teratur hingga usia 75 tahun
  • Pap Smear untuk skrining HPV dan kanker serviks direkomendasikan setiap 3 tahun sekali untuk kebanyakan wanita usia 21-29 tahun. Untuk wanita usia 30-65 tahun, pap smear dianjurkan rutin dilakukan tiap 5 tahun sekali.
  • Pemeriksaan testis, penis, dan prostat untuk mendeteksi risiko kanker dan gangguan kesehatan lainnya yang terkait dengan organ-organ ini, misal varikokel, gondongan di testis, pembengkakan prostat, hingga hernia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Fakta Unik tentang Jantung Manusia

Tahukah Anda bahwa banyak serangan jantung terjadi di hari Senin pagi? Simak berbagai fakta jantung lainnya yang mungkin belum Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kolesterol Ldl

Kolesterol LDL tinggi adalah kondisi ketika kolesterol "jahat" menumpuk pada dinding arteri, membuat keras dan sempit. Bagaimana menanganinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Jantung, Kolesterol 2 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

7 Minuman Penurun Kolesterol yang Baik untuk Kesehatan dan Nikmat Dikonsumsi

Ternyata tidak hanya makanan yang dapat menjadi penurun kolesterol, tapi minuman juga. Yuk, simak berbagai minuman sehat yang dapat menurunkan kolesterol.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Kolesterol 31 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Manfaat Berkebun Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Meski berpeluh keringat, berkebun ternyata punya segudang manfaat bagi kesehatan tubuh dan juga jiwa. Apa saja manfaat berkebun untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 31 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cek atau tes gula darah

5 Jenis Tes untuk Cek Kadar Gula Darah Serta Cara Membaca Hasilnya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
ablasi jantung

Ablasi Jantung, Prosedur Medis untuk Mengatasi Detak Jantung yang Tidak Normal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
olahraga kardio dan angkat berat untuk menurunkan berat badan

Olahraga Kardio vs Angkat Beban: Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cek jantung

Berbagai Metode Pemeriksaan untuk Cek Kesehatan Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit