Milia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Februari 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu milia?

Milia adalah sekelompok benjolan kecil, biasanya berwarna putih, dan menggerombol banyak pada kulit wajah. Kondisi benjolan putih ini adalah kista kecil yang sering muncul di pipi, hidung, mata, dan kelopak mata.

Milia juga bisa disebut sebagai kista kecil. Kondisi ini  dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan usia, di mana tempat munculnya dan apa penyebab benjolan ini muncul.

Selain jenis, milia dibagi ke dalam kategori primer atau sekunder. Milia primer terbentuk langsung dari keratin yang terperangkap di bawah kulit. Kista primer  ini biasanya ditemukan pada wajah bayi atau orang dewasa.

Sedangkan jenis sekunder punya bentuk yang mirip dengan yang primer. Akan tetapi jenis sekunder berkembang setelah sesuatu menyumbat saluran yang mengarah ke permukaan kulit, seperti setelah cedera, terbakar, atau melepuh.

Apa saja jenis-jenis milia?

Dikutip dari Healthline, milia dibagi dalam beberapa jenis, yaitu:

1. Neonatal

Jenis ini muncul pada bayi setelah lahir. Milia ini berupa kelenjar keringat yang belum berkembang. Ditambah lagi, kondisi ini terjadi pada sekitar 50% bayi di dunia sehingga dianggap wajar dan akan hilang sendiri.

2. Primer

Jenis ini dapat muncul pada anak-anak maupun orang dewasa. Milia primer sering muncul di kelopak mata, dahi, pipi atau alat kelamin, dapat terjadi pada anak-anak atau orang dewasa. Kondisi ini tidak disebabkan oleh kerusakan kulit

3. Sekunder atau traumatis

Jenis ini sering muncul di dekat luka, misalnya luka bakar atau ruam. Juga muncul setelah Anda mengoleskan krim jenis tertentu macam krim kulit kortikosteroid. Lalu, tonojolan putih kecil ini juga bisa disebabkan karena paparan sinar matahari yang berlebihan.

4. En plaque

Kista kecil ini sangat langka, berkembang tumbuh berdempetan sehingga terlihat seperti terdapat permukaan kulit yang meninggi. Jenis kista kecil ini umumnya menggumpal dengan kulit mati.

Umumnya muncul di belakang telinga, pada kelopak mata, atau di pipi atau rahang. Jenis en plaque cenderung mempengaruhi terutama wanita paruh baya.

5. Multiple eruptive

Jenis ini umumnya bisa hilang setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan ini, dan juga tergolong sangat langka.

6. Juvenille

Ini adalah jenis yang disebabkan oleh kelainan genetik. Berikut adalah  kondisi kelainan yang menjadi penyebabnya:

  • Sindrom karsinoma sel basal Nevoid. Sindrom ini dapat menyebabkan karsinoma sel basal (BCC).
  • Pachyonychia congenita. Kondisi ini dapat menyebabkan kuku tebal atau tidak normal.
  • Sindrom Gardner. Kelainan genetik langka ini dapat menyebabkan kanker usus besar seiring waktu.
  • Sindrom Bazex-Dupré-Christol. Sindrom ini mempengaruhi pertumbuhan rambut dan kemampuan untuk berkeringat.

Seberapa umum kondisi ini terjadi?

Milia sangat umum. Umumnya lebih banyak mempengaruhi wanita daripada pria serta pasien dalam segala usia. Benjolan kecil ini umumnya dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala milia?

Gejala umum milia tidak serius karena akan hilang sendiri setelah beberapa waktu.

  • Adanya benjolan putih kecil di wajah
  • Benjolan yang muncul di sepanjang pipi, hidung, dan dagu
  • Benjolan putih seperti mutiara pada gusi atau langit-langit mulut.

Milia primer pada bayi biasanya muncul 1-2 buah tonjolan di sekitar hidung, mata, pipi, dagu, dan dahi. Benjolan ini juga dapat muncul di batang, kaki, lengan, penis, dan selaput lendir.

Dilansir dari Mayo Clinic, kondisi ini kadang-kadang dapat dilihat di langit-langit mulut bayi dan disebut mutiara Epstein. Kadang-kadang, benjolan ini dapat hadir dengan kondisi kulit lain seperti jerawat pada bayi.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala di atas atau ingin bertanya, konsultasikanlah dengan dokter. Ini seringkali bukan merupakan kondisi serius.

Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik untuk situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab milia?

Penyebab pasti milia belum ditemukan secara jelas. Kondisi ini bisa disebabkan karena kelenjar keringat pada anak-anak dan bayi yang belum berkembang sempurna. Penyebab milia pada bayi baru lahir tidak diketahui. Sering keliru untuk jerawat bayi, yang dipicu oleh hormon dari ibu.

Tidak seperti jerawat bayi, milia tidak menyebabkan peradangan atau pembengkakan. Bayi yang memiliki milia biasanya dilahirkan dengan itu, sedangkan jerawat bayi tidak muncul sampai dua hingga empat minggu setelah kelahiran.

Sedangkan pada  orang dewasa, benjolan putih kecil ini muncul ketika sel kulit mati terperangkap di bawah kulit.  Milia juga dapat berkembang jika kulit kehilangan kemampuan alami untuk terkelupas. Ini bisa terjadi akibat penuaan.

Selain itu, beberapa kerusakan kulit ini dapat disebabkan karena hal berikut:

  • Kondisi kulit yang mengalami luka lecet
  • Ada luka bakar di kulit Anda
  • Ada lepuhan pada kulit
  • Sedang menjalani perawatan kulit misalnya dermabrasi atau perawatan laser
  • Penggunaan krim steroid jangka panjang
  • Kerusakan karena sinar matahari jangka panjang.

Penggunaan krim steroid dapat menyebabkan milia pada kulit. Namun, efek samping ini jarang terjadi. Beberapa bahan dalam produk perawatan kulit dan makeup dapat menyebabkan milia pada beberapa orang.

Jika Anda memiliki kulit rentan mengalami kista kecil berisi keratin ini, hindari pemakaian bahan-bahan berikut di wajah:

  • parafin cair
  • minyak bumi cair
  • minyak parafin
  • paraffinum liquidum
  • cairan petrolatum
  • minyak bumi

Ini semua adalah jenis minyak mineral yang dapat menyebabkan benjolan kecil putih ada di wajah. Lanolin juga dapat menjadi pemicu munculnya kondisi ini di wajah.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko milia?

Ada banyak faktor risiko milia, yaitu:

  • Tidak menjaga kebersihan kulit
  • Mengenakan pakaian yang tekstur bahannya kasar
  • Sering terpapar sinar matahari
  • Apabila Anda memiliki kondisi cedera kulit, ruam kulit, lepuhan pada kulit, ini juga dapat menjadi penyebab milia.

Jika Anda memiliki jerawat dan komedo, kemungkinan ada risiko juga Anda memiliki milia. Selain itu, benjolan kecil putih ini dapat berkembang bahkan jika Anda tidak memiliki jerawat, alias tanpa adanya masalah kulit.  Ini adalah kondisi yang sangat normal.

Meskipun benjolan ini sering termasuk ke dalam kategori jerawat komedonal, tetapi ini berbeda dengan jerawat. Jerawat komedo dapat berkembang ketika pori-pori kulit tersumbat.

Sementara itu, kondisi ini adalah kista kecil yang terjadi tepat di bawah lapisan atas kulit, dan tidak di dalam pori-pori. Milia hilangnya juga cenderung jauh lebih lama dari jerawat biasa.

Apabila jerawat bisa hilang dalam hitungan hari atau minggu, milia bisa berbulan-bulan bahkan tahunan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis milia?

Dokter dapat mendiagnosis hanya dengan melihatnya langsung di kulit Anda. Namun, dalam beberapa kasus, bila diagnosis tidak pasti atau dicurigai adanya jenis en plaque, dokter mungkin menyarankan biopsi kulit.

Biopsi kulit adalah prosedur pemeriksaan yang mudah dan minim rasa sakit. Prosedur ini dilakukan dokter dengan cara memeriksa saraf sensorik kecil di kulit. Saraf ini fungsinya meneruskan informasi tentang rasa sakit dan suhu yang dirasakan kulit

Jenis-jenis saraf ini sering terlibat dalam beberapa kondisi kesehatan kerusakan saraf tepi (neuropathies). Tes ini juga memungkinkan dokter menemukan saraf dan melihat berapa banyak dari mereka ada dan apakah mereka sehat. Secara tidak langsung ketika saraf di bawah kulit rusak, ini akan terlihat di bawah mikroskop.

Bagaimana cara pengobatan milia?

Milia pada anak tidak perlu diobati karena akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan dalam kehidupan bayi. Orang dewasa juga tidak memerlukan cara khusus untuk menghilangkan milia.  

Namun dalam kasus milia jenis langka, misalnya jenis en plaque, dokter mungkin akan melakukan cara menghilangkan kondisi ini dengan meresepkan krim dari bahan isotretinoin atau tretinoin. Selain itu, cara lain menghilangkan milia jenis ini adalah dengan krim berbahan minocycline sebagai agen anti-infeksi.

Apabila kista kecil ini lama-lama membesar dan mengganggu penampilan Anda, silakan minta perawatan lanjut ke dokter. Berhubung benjolan kecil ini sulit dikeluarkan apabila ditusuk atau dipencet, maka butuh tindakan dokter.

Dokter akan melakukan beberapa cara menghilangkan milia yang umumnya dianggap aman karena tidak perlu pembiusan. Prosedur pengobatan cara menghilangkan milia ini harus dilakukan di rumah sakit oleh dokter kulit.

Dilarang mencoba prosedur cara menghilangkan milia sendiri di rumah, karena mungkin mengakibatkan infeksi dan jaringan parut. Beberapa cara untuk menghilangkan milia antara lain:

  • Cryotherapy

Ini adalah teknik menghilangkan milia yang dilakukan dengan cara membekukan kulit yang terdapat kista berisi keratin.

Dokter sering melakukan cara ini untuk menghilangkan milia jenis en plaque. Setelah itu, dokter biasanya akan menghilangkan milia dengan cara memberikan krim obat atau antibiotik yang disebut minocycline.

  • Facial dengan dokter kulit

Facial bisa dilakukan sebagai cara untuk menghilangkan milia. Cara ini dilakukan dengan  mengeluarkan milia dari dalam kulit.  

Untuk amannya, baiknya lakukan facial di klinik kecantikan dengan dokter atau terapis bersertifikat. Pada prosedur facial, nantinya bagian kista akan dibuat lubang kecil dengan pisau bedah kecil.

Nantinya, adanya sumbatan keras yang membentuk milia akan didorong keluar dengan lembut lewat jari atau memakai alat. Ini disebut sebagai proses  ekstraktor komedo. Prosedur cara menghilangkan milia ini kadang-kadang juga disebut sebagai de-roofing.

Meskipun kedengarannya mengerikan karena menggunakan pisau, beberapa orang mengatakan bahwa salah satu cara menghilangkan milia ini tidak terasa sakit. Bahkan, dokter kulit yang melakukan ekstraksi komedo tidak memerlukan bius untuk menahan rasa sakit tusukkan.

  • Pakai krim retinoid

Apabila Anda rentan mengalami masalah kulit ini, dokter umumnya akan menyarankan Anda pakai krim retinoid yang dioles di area wajah yang bermasalah.

Krim retinoid bisa menjadi cara menghilangkan milia dengan membantu kulit terkelupas secara efektif. Ketika sel-sel kulit mati terkelupas dan tidak menumpuk, ini bisa membantu membantu mencegah sumbatan keratin terjebak di bawah permukaan kulit.

Selain itu, krim retinoid juga membantu melonggarkan sumbat keratin pada milia yang ada di wajah Anda. Krim retinoid ini juga dan membantu sumbatan keratin muncul naik ke permukaan wajah sehingga bisa dengan mudah keluar atau menghilang sendiri.

  • Pakai obat yang dijual di apotek

Untuk kondisi awal, Anda bisa mengobati kista kecil putih di wajah ini dengan cara memakai obat yang dijual di apotek. Periksa nomor BPOM obat dan beli di apotek, jangan di sembarang tempat. Tanyakan kepada apoteker cara pemakaian dan dosis yang aman untuk menghilangkan milia.

Umumnya, obat milia yang dijual di apotek mengandung beberapa zat asam salisilat dan asam glikolat yang dijual bebas. Selain itu, obat untuk jerawat jenis Differin (adapalene) juga dapat membantu masalah kondisi ini. Produk-produk ini dapat menjadi cara menghilangkan milia dengan pengelupasan kulit.

Jika di wajah Anda hanya ada sedikit tonjolan kecil putih ini, baiknya gunakan dulu obat yang dijual di apotek. Meskipun tidak langsung hilang dalam semalam, obat ini apabila digunakan secara rutin dapat menjadi salah satu cara menghilangkan milia.

Pada dasarnya, milia adalah masalah kulit yang sulit untuk dihilangkan dan dibutuhkan ketelatenan dalam pengobatannya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi milia?

Tidak ada cara untuk mencegah milia. Akan tetapi ada beberapa pengobatan di rumah yang dapat mencegah dan membantu. Sejumlah pengobatan rumahan dapat menjadi cara menghilangkan milia.

Meskipun tidak ada obat khusus sebagai yang terbukti menghilangkan milia dengan cepat, cara ini bisa Anda lakukan:

  • Selalu cuci muka untuk membersihkan area yang terkena debu dan kotoran setiap hari.
  • Gunakan sabun yang berbahan aman dan tidak keras untuk mencegah iritasi kulit.
  • Lakukan steam wajah dengan cara menghadapkan wajah ke dalam wadah berisi air hangat. Anda juga bisa mandi air hangat untuk membuka pori-pori wajah dan membuat jalan keluar minyak kulit secara alami.
  • Lakukan eksfoliasi secara teratur, misalnya 1 minggu sekali. Namun, hindari eksfoliasi berlebihan, karena eksfoliasi setiap hari dapat mengiritasi kulit.
  • Gunakan tabir surya setiap hari, 10 menit sebelum keluar rumah.  Tabir surya dengan SPF tinggi mungkin bisa membantu mencegah paparan sinar UV berlebih
  • Gunakan krim retinoid topikal untuk jerawat. Krim retinoid adalah krim atau gel yang berasal dari vitamin A. Sementara mereka dirancang untuk mengobati jerawat dan masalah kulit lainnya, ada sedikit bukti bahwa mereka efektif dalam mengobati milia.
  • Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mawar, kayu manis, dan madu memiliki sifat antibakteri yang dapat mengatasi beberapa masalah kulit. Namun, belum ada penelitian tentang efektivitas mereka terhadap kondisi tonjolan kecil putih di wajah.
  • Hindari menusuk atau memencet benjolan putih ini. Ini dapat meningkatkan risiko infeksi dan dapat menyebabkan jaringan parut di wajah
  • Jika kondisi Anda tidak membaik dalam beberapa minggu, hubungi dokter Anda. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa tonjolan kecil bukan sebagai akibat kondisi kulit yang lain.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenal Fototerapi, Terapi Cahaya untuk Penyakit Kulit dengan Sinar UV

    Pengobatan penyakit kulit dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan fototerapi atau terapi cahaya. Apa itu?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesehatan Kulit 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Ragam Penyebab Eksim Beserta Faktor Pemicu Kekambuhannya

    Eksim membuat kulit memerah, kasar, pecah-pecah, terasa amat gatal, dan sangat kering. Apa sebenarnya penyebab eksim alias dermatitis atopik?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

    Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

    Ciri kulit sensitif termasuk ruam kemerahan dan gatal-gatal setelah memakai produk perawatan kulit atau produk wewangian. Bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Hidup Sehat, Kecantikan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    manfaat ampas teh bagi kecantikan

    7 Cara Memanfaatkan Ampas Teh untuk Kecantikan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    komplikasi dermatitis

    Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    dermatitis numularis

    Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
    dermatitis atopik eksim

    Dermatitis Atopik (Eksim)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit