Kudis (Scabies)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi kudis (scabies)

Kudis, juga dikenal dengan skabies (scabies), adalah penyakit kulit menular akibat tungau Sarcoptes scabiei. Tungau tersebut dapat masuk ke dalam kulit untuk bertahan hidup, bertelur, dan bahkan bisa terus berada dalam kulit hingga dua bulan lamanya.

Infeksi akibat tungau Sarcoptes scabiei dapat menyebabkan kulit terasa sangat gatal sebagai reaksi alergi. Rasa gatal biasanya akan lebih terasa parah pada malam hari.

Ada dua jenis skabies, yaitu kudis biasa dan Norwegian scabies atau skabies berkrusta (kudis api). Orang yang terkena kudis umumnya hanya memiliki 15 – 20 tungau di kulitnya. Namun, orang dengan skabies berkrusta bisa memiliki hingga seribu tungau di kulit.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Kudis adalah penyakit yang sangat umum terjadi dalam masyarakat. Kudis dapat menyerang semua orang dari berbagai usia, ras, tingkat sosial, dan situasi hidupnya. Bahkan, orang yang sangat menjaga kebersihannya pun bisa terkena kudis.

Pasalnya, tungau skabies dapat menyebar dengan cepat melalui kontak fisik yang erat, misalnya dalam keluarga, play group atau penitipan anak, sekolah, panti jompo, hingga penjara.

American Academy of Dermatology melaporkan ada jutaan orang yang terkena penyakit ini di seluruh dunia setiap tahunnya.

Kudis bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter spesialis kulit untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala kudis

Gejala kudis umumnya muncul dalam 4 – 6 minggu setelah paparan awal dengan tungau. Jika sudah pernah terkena penyakit ini sebelumnya, gejala dapat muncul lebih cepat, yaitu sekitar 1 – 4 hari setelah paparan.

Pada orang dewasa dan anak yang lebih tua, skabies paling sering ditemukan di:

  • antara jari tangan,
  • sekitar kuku,
  • ketiak,
  • sekitar pinggang,
  • pergelangan tangan,
  • atas siku bagian dalam,
  • telapak kaki,
  • sekitar payudara,
  • sekitar area kelamin pria,
  • pantat,
  • lutut,
  • atas tulang belikat, serta
  • area kulit yang ditutupi perhiasan.

Kudis pada bayi dan anak kecil mungkin muncul di:

  • kulit kepala,
  • wajah,
  • leher,
  • telapak tangan, dan
  • telapak kaki.

Tanda dan gejala scabies secara umum adalah sebagai berikut.

Gatal

Rasa gatal pada kulit biasanya sangat kuat, dan cenderung semakin parah saat malam sehingga membuat susah tidur. Gatal di kulit akibat skabies berkusta rasanya pun jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan kudis biasa.

Ruam

Ruam kulit akibat kudis biasanya berupa benjolan keras yang sering kali membentuk garis seperti terowongan. Benjolan ini bisa terlihat seperti bekas gigitan serangga yang kecil berwarna merah atau bahkan seperti jerawat.

Sebagian orang bahkan mengalami ruam di tangan dengan bercak bersisik seperti gejala eksim.

Luka

Luka kerap muncul di pagi hari karena tanpa sadar penderita menggaruk kulitnya dengan keras saat sedang tidur. Jika dibiarkan, luka dapat berkembang menjadi infeksi berupa sepsis. Sepsis adalah infeksi yang masuk ke aliran darah dan merupakan kondisi nedis yang mengancam nyawa.

Kerak tebal pada kulit

Kerak biasanya muncul ketika Anda memiliki kudis berkrusta atau Norwegian scabies karena jumlah tungau yang hidup di kulit bisa mencapai ribuan. Kerak ini tersebar luas di kulit, berwarna keabu-abuan, dan mudah hancur saat disentuh.

Kadang, kerak muncul di satu atau beberapa area tubuh yang terkena, seperti kulit kepala, punggung, atau kaki.

Anda perlu berhati-hati terhadap scabies berkrusta karena kerak pada kulit pengidapnya bisa dengan mudah jatuh. Kerak ini sangat menular sebab juga mengandung tungau di dalamnya.

Oleh sebab itu, jangan menyentuh atau mengorek rontokan kerak pada orang yang memiliki Norwegian scabies jika tidak ingin tertular.

Kapan harus pergi ke dokter?

Gejala seperti gatal dan benjolan kecil di atas kulit yang terkena kudis hampir mirip dengan kondisi kulit lainnya, seperti dermatitis atau eksim. Hubungi dokter jika Anda memiliki tanda dan gejala kudis seperti yang telah disebutkan.

Selain itu, mungkin ada beberapa gejala atau tanda lainnya yang tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Penyebab kudis (scabies)

Kudis pada kulit manusia disebabkan oleh tungau betina bernama Sarcoptes scabiei yang berukuran sangat kecil dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Tungau betina masuk kemudian menggali bawah kulit dan membuat saluran untuk bertelur. Setelah telur menetas, larva tungau bergerak ke permukaan kulit untuk tumbuh.

Tungau, telur, dan kotoran mereka membuat Anda merasa gatal sebagai reaksi alergi tubuh terhadap keberadaan tungau.

Tungau dapat menyebar ke area kulit lainnya atau bahkan ke orang lain. Penularan bisa terjadi melalui beberapa cara, baik dengan kontak fisik langsung maupun penggunaan barang bersama.

Penularan lewat kontak fisik bisa terjadi bila Anda melakukan sentuhan dengan pasien skabies secara erat, berulang kali, dan berlangsung dalam waktu yang lama.

Karena alasan tersebut, penularan jenis penyakit kulit ini juga rentan terjadi saat orang yang sehat melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Hal ini bisa terjadi karena kulit Anda dan pasangan akan bersentuhan dalam waktu yang lama.

Perlunya memperhatikan lingkungan sekitar

Selain itu, faktor lingkungan memainkan peranan yang penting. Kontak fisik tentu lebih sering terjadi dalam satu lingkup lingkungan yang tertutup seperti rumah atau asrama.

Berbagi penggunaan barang pribadi yang sama dengan orang yang terinfeksi, seperti handuk, sprei, dan pakaian juga bisa membuat tungau menyebar.

Beberapa hewan juga diketahui memiliki tungau ini pada tubuhnya. Namun, perlu diingat bahwa penyakit kudis tidak menular dari hewan yang terinfeksi. Anda hanya akan tertular jika melakukan kontak dengan manusia lainnya yang terinfeksi.

Sekalipun menular, Anda tak perlu terlalu khawatir. Biasanya, Anda tidak akan tertular penyakit kulit ini hanya dengan berjabat tangan atau berpelukan. Sebab, tungau butuh waktu lebih lama untuk merangkak dari satu orang ke orang lainnya.

Faktor risiko kudis (scabies)

Risiko kudis atau skabies akan meningkat pada:

  • anak-anak,
  • dewasa muda yang akif secara seksual,
  • tinggal bersama di panti jompo, penjara, asrama, dan bermain tempat penitipan anak yang memiliki scabies, serta
  • pasien yang sedang rawat inap.

Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah juga meningkatkan risiko terkena scabies. Kondisi ini khususnya berlaku untuk Norwegian scabies.

Sistem kekebalan tubuh yang lemah membuat tungau berkembang biak dengan subur. Hal ini disebabkan oleh orang dengan imun rendah tidak mampu melawan tungau. Tanpa perlawanan dari tubuh, tungau akan berkembang biak dengan sangat cepat.

Lansia, orang dengan HIV/AIDS, penerima transplantasi organ, pengidap kanker, dan orang yang sedang menjalani kemoterapi juga sangat berisiko terkena skabies.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana cara mendiagnosis kudis (scabies)?

Dokter biasanya akan mendiagnosis kudis atau skabies dengan cara memeriksa kulit dari kepala hingga kaki. Dokter akan mencari tanda-tanda keberadaan tungau dari tampilan kulit Anda.

Untuk memastikannya, biasanya dokter akan mengambil sedikit sampel kulit atau biopsi kulit yang dicurigai menjadi tempat bersarangnya tungau.

Dokter kemudian akan melihatnya di bawah mikroskop untuk menemukan tungau dan telurnya. Dari sinilah dokter akan bisa melihat apakah Anda memang terkena kudis atau tidak.

Bagaimana pengobatan penyakit kudis (scabies)?

Kudis atau skabies bisa dihilangkan dengan obat-obatan. Berikut berbagai obat kudis yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi kondisinya.

  • 5% krim permethrin, untuk menghilangkan kudis dan telurnya (untuk anak 2 bulan ke atas dan wanita hamil).
  • 25% persen losion benzyl benzoate.
  • 5 sampai 10% salep sulfur.
  • 10% krim crotamiton (tidak boleh digunakan untuk anak dan wanita hamil).
  • 1% losion lindane (tidak untuk anak di bawah dua tahun, wanita hamil atau menyusui, lansia, dan orang yang memiliki berat kurang dari 50 kg).

Selain krim, losion, dan ivermectin, dokter juga akan memberikan kombinasi perawatan lain seperti sebagai berikut.

  • Antihistamin, untuk mengendalikan rasa gatal dan membantu tidur.
  • Losion Pramoxine, untuk mengendalikan rasa gatal.
  • Antibiotik, untuk menghilangkan infeksi.
  • Krim steroid, untuk mengurangi kemerahan, bengkak, dan gatal.

Mengatasi bekas kudis

Setelah luka sembuh, terkadang penyakit ini dapat meninggalkan bekas. Setelah tungau mati, bintik-bintik merah yang mengering ini akan berubah warna jadi lebih gelap dibanding kulit di sekitarnya seperti bekas jerawat.

Memang, kebanyakan bekas kudis dapat memudar seiring waktu. Namun, kemunculannya dirasa mengganggu penampilan oleh sebagian orang.

Untuk itu, Anda bisa mencoba beberapa produk seperti gel penghilang bekas luka yang mengandung silikon, krim retinol, atau eksfoliasi. Produk-produk tersebut digunakan sebagai cara menghilangkan bekas kudis.

Siapa saja yang memerlukan pengobatan kudis (scabies)?

Tak hanya orang yang terinfeksi, pengobatan kudis juga mungkin diperlukan semua orang yang pernah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi atau tinggal bersama dengan penderita. Hal ini termasuk melakukan hubungan seks dengan orang terinfeksi kudis.

Bahkan, orang yang tidak menandakan adanya tanda dan gejala kudis juga perlu diobati. Apalagi jika scabies menginfeksi banyak orang di panti jompo, penjara, dan fasilitas umum bersama lainnya. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk mencegah wabah kudis beberapa waktu kemudian.

Biasanya kudis bisa sembuh dan hilang jika Anda rutin menggunakan semua obat yang diresepkan dokter. Obat-obatan ini perlu dioleskan dari mulai leher hingga ke jari-jari kaki.

Untuk bayi dan anak-anak, dokter mungkin akan meminta orangtua untuk mengoleskan salep ke kepala dan wajahnya. Biasanya obat-obatan ini perlu dioleskan sebelum Anda tidur.

Dengan begitu, obat memiliki waktu hingga sekitar 8 jam untuk menyerap ke dalam kulit dan mengatasi kudis serta tungau yang bersarang.

Dokter juga akan meminta Anda untuk mengulangi proses ini setiap hari selama satu minggu untuk hasil yang lebih optimal. Pastikan untuk melakukan pengobatan sesuai petunjuk dokter.

Pengobatan rumahan

Selain obat-obatan dari dokter, ada perawatan lain yang bisa Anda lakukan di rumah untuk menunjang penyembuhan kondisi kudis yang Anda derita. Beberapa di antaranya adalah mengompres kulit dan mengoles losion penenang.

Gejala umum yang biasanya menyerang orang-orang yang terkena kudis adalah gatal-gatal. Terkadang, rasa gatal ini dapat menyiksa dan bahkan mengganggu kegiatan Anda. Saat hal ini terjadi, Anda tentu tak tahan untuk segera menggaruknya.

Padahal seperti yang telah disebutkan, menggaruk area yang terkena kudis dapat menimbulkan infeksi yang lebih parah. Untuk mengurangi gatal, sebaiknya kompres kulit menggunakan handuk yang sudah dicelupkan dalam air dingin atau air hangat.

Anda juga bisa mengoleskan losion calamine pada area yang bermasalah. Losion calamine akan membantu meredakan gatal serta perih dan iritasi kulit ringan. Losion ini dijual bebas di apotek dan bisa dibeli tanpa resep dokter.

Namun, bila Anda ragu untuk menggunakannya, lebih baik konsultasikan dahulu kepada dokter apakah boleh menggunakan losion ini atau tidak.

Pencegahan kudis

Berikut berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan kudis.

Menghindari kontak dengan orang atau benda yang terinfeksi

Karena kudis sangat mudah menular dari kulit ke kulit, usahakan untuk menghindari kontak langsung dengan orang atau benda yang terinfeksi.

Gunakan baju dan celana panjang jika di rumah ada anggota keluarga yang terinfeksi penyakit kulit ini. Selain itu, jangan bertukar pakaian atau tidur dalam satu kasur yang sama agar Anda tidak mudah tertular.

Mencuci barang yang mungkin terinfeksi dengan air panas dan deterjen

Seprai, pakaian, dan handuk yang ditaruh berdekatan atau dicampur dengan milik orang yang terinfeksi scabies selama tiga hari sebelum pengobatan sebaiknya dicuci bersih.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, cucilah barang-barang ini dengan air panas atau bawa ke laundry untuk meminta di dry cleaning.

Namun, jika barang tidak memungkinkan untuk dicuci dengan dry cleaning usahakan untuk menyimpannya dalam plastik tertutup selama seminggu. Tungau kudis yang menempel ini biasanya tidak bisa bertahan hidup lebih dari 2 – 3 hari di luar kulit manusia.

Rutin membersihkan rumah

Kudis, terutama yang berkrusta, dapat dengan mudah menular lewat kerak tebal yang mungkin rontok dari kulit pengidapnya.

Oleh karena itu, jika ada anggota keluarga yang terkena scabies usahakan untuk rutin membersihkan atau memvakum lantai rumah Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Penyakit cacar api bisa muncul pada anak dan bayi jika pernah terinfeksi cacar air. Ketahui gejala dan cara mengatasinya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Anak, Parenting 24/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Jenis Sabun Scabies dan Perilaku Hidup Bersih untuk Bantu Sembuhkan Penyakit Kudis

Rutin mandi pakai sabun dengan formula seperti sulfur bisa sangat bermanfaat untuk orang yang mengalami penyakit scabies. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 23/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Waspadai Scabies pada Bayi, Begini Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Scabies pada bayi bisa menunjukkan ciri yang berbeda dari gejala scabies pada umumnya. Ketahui seperti apa ciri dan langkah penanganan yang perlu dilakukan!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 22/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Kapan Harus Menggunakan Obat Antijamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Gatal-gatal dapat mengganggu aktivitas harian. Temukan kapan obat oles atau salep berguna untuk mengatasi gatal-gatal karena jamur kulit.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit
Penyakit Kulit, Health Centers 22/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengusir biang keringat

3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
bahan alami untuk mengusir kulit kepala gatal

Bahan-bahan Alami untuk Mengusir Kulit Kepala Gatal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . Waktu baca 5 menit
gatal karena kulit kering

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020 . Waktu baca 5 menit