Kudis (Scabies)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kudis (scabies)?

Kudis atau dikenal juga dengan nama skabies (scabies) adalah penyakit kulit menular akibat tungau Sarcoptes scabiei. Tungau tersebut dapat masuk ke dalam kulit untuk bertahan hidup dan bertelur. Tungau bahkan bisa terus berada dalam kulit sampai dua bulan lamanya

Infeksi akibat tungau Sarcoptes scabiei dapat menyebabkan kulit terasa sangat gatal sebagai reaksi alergi. Rasa gatal biasanya akan lebih terasa parah pada malam hari.

Ada dua jenis skabies, yaitu kudis biasa dan Norwegian scabies atau skabies berkrusta (kudis api). Orang yang terkena kudis umumnya hanya memiliki 15-20 tungau di kulitnya. Namun, orang dengan skabies berkrusta bisa memiliki hingga seribu tungau di kulit.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Kudis adalah penyakit yang sangat umum terjadi dalam masyarakat. Pasalnya, tungau skabies dapat menyebar dengan cepat melalui kontak fisik yang erat, misalnya dalam keluarga, play group atau penitipan anak, sekolah, panti jompo, dan penjara.

American Academy of Dermatology melaporkan ada jutaan orang yang terkena penyakit ini di seluruh dunia setiap tahunnya.

Kudis dapat menyerang semua orang dari berbagai usia, ras, tingkat sosial, dan situasi hidupnya. Bahkan, orang yang sangat menjaga kebersihannya pun bisa terkena kudis.

Kudis bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala kudis (scabies)?

Anda umumnya baru akan menunjukkan gejala kudis dalam 4-6 minggu setelah paparan awal dengan tungau. Namun jika Anda sudah pernah terkena penyakit ini sebelumnya, gejala dapat muncul lebih cepat, yaitu sekitar 1-4 hari setelah paparan.

Pada orang dewasa dan anak yang lebih tua, skabies paling sering ditemukan di:

  • Antara jari tangan
  • Sekitar kuku
  • Ketiak
  • Sekitar pinggang
  • Pergelangan tangan
  • Atas siku bagian dalam
  • Telapak kaki
  • Sekitar payudara
  • Sekitar area kelamin pria
  • Pantat
  • Lutut
  • Atas tulang belikat
  • Area kulit yang ditutupi perhiasan

Kudis pada bayi dan anak kecil mungkin muncul di:

  • Kulit kepala
  • Wajah
  • Leher
  • Telapak tangan
  • Telapak kaki

Tanda dan gejala scabies secara umum dapat meliputi:

Gatal

Gatal menjadi salah satu gejala paling umum dari skabies. Rasa gatal pada kulit biasanya sangat kuat, dan cenderung semakin parah saat malam sehingga membuat susah tidur.

Gatal di kulit akibat skabies berkusta rasanya pun jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan kudis biasa.

Ruam

Ruam kulit akibat kudis biasanya berupa benjolan keras yang sering kali membentuk garis seperti terowongan. Benjolan ini bisa terlihat seperti bekas gigitan serangga yang kecil berwarna merah atau bahkan seperti jerawat.

Sebagian orang bahkan mengalami ruam di tangan dengan bercak bersisik seperti gejala eksim.

Luka

Luka biasanya terbentuk akibat terlalu keras menggaruk kulit yang gatal. Luka kerap muncul di pagi hari karena tanpa sadar mereka menggaruk kulitnya dengan keras saat sedang tidur.

Luka yang dibiarkan tanpa diobati bisa berkembang menjadi infeksi berupa sepsis. Sepsis adalah infeksi yang masuk ke aliran darah dan merupakan kondisi nedis yang mengancam nyawa.

Kerak tebal pada kulit

Kerak biasanya muncul ketika Anda memiliki kudis berkrusta atau Norwegian scabies karena jumlah tungau yang hidup di kulit bisa mencapai ribuan.

Maka, salah satu tanda umum dari Norwegian scabies ini adalah kerak tebal yang tersebar luas di kulit. Biasanya kerak terlihat berwarna keabu-abuan dan mudah hancur saat disentuh.

Kadang, kerak muncul di satu atau beberapa area tubuh yang terkena, seperti kulit kepala, punggung, atau kaki.

Anda perlu berhati-hati terhadap scabies berkrusta karena kerak pada kulit pengidapnya bisa dengan mudah jatuh. Kerak ini sangat menular karena juga mengandung tungau di dalamnya.

Oleh sebab itu, jangan menyentuh atau mengorek rontokan kerak pada orang yang memiliki Norwegian scabies jika tidak ingin tertular.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter.

Kapan harus pergi ke dokter?

Hubungi dokter jika Anda memiliki tanda dan gejala kudis seperti yang telah disebutkan. Gejala seperti gatal dan benjolan kecil di atas kulit yang terkena kudis hampir mirip dengan kondisi kulit lainnya, seperti dermatitis atau eksim.

Untuk itu,konsultasi dengan dokter Anda agar mendapatkan diafgnosis dan pengobatan yang tepat.

Penyebab

Apa penyebab kudis (scabies)?

Sarcoptes scabiei yang berukuran sangat kecil dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang adalah penyebab kudis pada manusia.

Tungau betina masuk kemudian menggali bawah kulit dan membuat saluran untuk bertelur. Setelah telur menetas, larva tungau bergerak ke permukaan kulit untuk tumbuh.

Tungau, telur, dan kotoran mereka membuat Anda merasa gatal sebagai reaksi alergi tubuh terhadap keberadaan tungau.

Tungau dapat menyebar ke area kulit lainnya atau bahkan ke orang lain. Bila Anda melakukan kontak fisik dengan orang yang terinfeksi, tungau juga dapat menyebar. Selain itu, berbagi barang yang sama dengan orang yang terinfeksi, seperti handuk, sprei, dan pakaian, bisa membuat tungau menyebar.

Beberapa hewan juga diketahui memiliki tungau ini pada tubuhnya. Namun, perlu diingat bahwa penyakit kudis tidak menular dari hewan yang terinfeksi. Anda hanya akan tertular jika melakukan kontak dengan manusia lainnya yang terinfeksi.

Sekalipun menular, Anda tak perlu terlalu khawatir. Biasanya, Anda tidak akan tertular skabies hanya dengan berjabat tangan atau berpelukan. Sebab, tungau butuh waktu lebih lama untuk merangkak dari satu orang ke orang lainnya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko terkena kudis (scabies)?

Risiko kudis atau skabies akan meningkat pada:

  • Anak-anak
  • Dewasa muda yang akif secara seksual
  • Tinggal bersama di panti jompo, penjara, asrama, dan bermain tempat penitipan anak yang memiliki scabies
  • Pasien yang sedang rawat inap

Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah juga meningkatkan risiko terkena scabies. Kondisi ini khususnya berlaku untuk Norwegian scabies.

Sistem kekebalan tubuh yang lemah membuat tungau berkembang biak dengan subur. Hal ini disebabkan oleh orang dengan imun rendah tidak mampu melawan tungau. Tanpa perlawanan dari tubuh, tungau akan berkembang biak dengan sangat cepat.

Lansia, orang dengan HIV/AIDS, penerima transplantasi organ, pengidap kanker, dan orang yang sedang menjalani kemoterapi juga sangat berisiko terkena skabies.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis kudis (scabies)?

Dokter biasanya akan mendiagnosis kudis atau skabies dengan cara memeriksa kulit dari kepala hingga kaki. Dokter akan mencari tanda-tanda keberadaan tungau dari tampilan kulit Anda.

Untuk memastikannya, biasanya dokter akan mengambil sedikit sampel kulit atau biopsi kulit yang dicurigai menjadi tempat bersarangnya tungau.

Dokter kemudian akan melihatnya di bawah mikroskop untuk menemukan tungau dan telurnya. Dari sinilah dokter akan bisa melihat apakah Anda memang terkena kudis atau tidak.

Bagaimana cara mengobati kudis (scabies)?

Kudis atau skabies bisa dihilangkan dengan obat-obatan. Berikut berbagai obat yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi kudis atau skabies:

  • 5% krim permethrin, untuk menghilangkan kudis dan telurnya (untuk anak 2 bulan ke atas dan wanita hamil)
  • 25% persen losion benzyl benzoate
  • 5 sampai 10%  salep sulfur
  • 10% krim crotamiton (tidak boleh digunakan untuk anak dan wanita hamil).
  • 1% losion lindane (tidak untuk anak di bawah dua tahun, wanita hamil atau menyusui, lansia, dan orang yang memiliki berat kurang dari 50 kg).

Walaupun obat ini membunuh tungau dengan cepat, rasa gatal mungkin tidak sepenuhnya hilang selama beberapa minggu.

Sementara itu, untuk scabies yang menutupi sebagian besar tubuh dan berkrusta, dibutuhkan obat yang lebih kuat. Biasanya dokter akan meresepkan ivermectin. Obat ini biasanya banyak diresepkan untuk anak, pasien yang positif HIV, dan orang yang tubuhnya tidak merespons losion dan krim.

Sebagian orang biasanya hanya perlu mengambil satu dosis saja. Akan tetapi, sebagian lainnya justru perlu mengambil 2 sampai 3 dosis untuk menyembuhkan kudis. Pil biasanya diminum dua minggu sekali atau sesuai anjuran dokter.

Selain krim, losion, dan ivermectin, dokter juga akan memberikan kombinasi perawatan lain seperti:

  • Antihistamin, untuk mengendalikan rasa gatal dan membantu tidur.
  • Losion Pramoxine, untuk mengendalikan rasa gatal.
  • Antibiotik, untuk menghilangkan infeksi.
  • Krim steroid, untuk mengurangi kemerahan, bengkak, dan gatal.

Siapa saja yang memerlukan pengobatan kudis (scabies)?

Tak hanya orang yang terinfeksi, pengobatan kudis juga mungkin diperlukan semua orang yang pernah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi atau tinggal bersama dengan penderita. Hal ini tentu saja melakukan hubungan seks dengan orang terinfeksi kudis.

Bahkan, orang yang tidak menandakan adanya tanda dan gejala kudis juga perlu diobati.  Apalagi jika scabies menginfeksi banyak orang di panti jompo, penjara, dan fasilitas umum bersama lainnya. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk mencegah wabah kudis beberapa waktu kemudian.

Biasanya kudis bisa sembuh dan hilang jika Anda rutin menggunakan semua obat yang diresepkan dokter. Obat-obatan ini perlu dioleskan dari mulai leher hingga ke jari-jari kaki.

Untuk bayi dan anak-anak, dokter mungkin akan meminta orangtua untuk mengoleskan salep ke kepala dan wajahnya. Biasanya obat-obatan ini perlu dioleskan sebelum Anda tidur.

Dengan begitu, obat memiliki waktu hingga sekitar 8 jam untuk menyerap ke dalam kulit dan mengatasi kudis serta tungau yang bersarang.

Dokter juga akan meminta Anda untuk mengulangi proses ini setiap hari selama satu minggu untuk hasil yang lebih optimal. Pastikan untuk melakukan pengobatan sesuai petunjuk dokter.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini?

Berikut adalah yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mengobati scabies/kudis.

Mengompres kulit

Untuk mengurangi gatal, Anda bisa mengompres kulit dengan handuk yang telah dicelupkan ke dalam air dingin atau panas. Lakukan kapan pun Anda memerlukannya.

Mengompres kulit yang gatal jauh lebih baik dibandingkan dengan menggaruknya. Ini karena menggaruk kulit yang gatal bisa menyebabkan luka dan infeksi pada kulit.

Mengoleskan losion penenang

Losion calamine bisa membantu meredakan sakit, gatal, dan iritasi kulit ringan. Losion ini biasanya dijual bebas di apotek tanpa perlu resep dokter. Namun, jika Anda ragu konsultasikan terlebih dahulu ke dokter apakah boleh menggunakan losion ini atau tidak.

Gel lidah buaya

Tak hanya meringankan gejala terbakar matahari, gel lidah buaya juga bisa mengurangi gatal akibat kudis. Sebuah penelitian di tahun 2009 yang diterbitkan dalam Phythotheraphy research menemukan bukti keefektifan bahan ini untuk kudis.

Dari hasil penelitian, ditemukan fakta bahwa gel lidah buaya sama efektifnya dengan benzyl benzoate yang biasa diresepkan untuk mengobati kudis. Bahkan, penelitian menemukan fakta bahwa tidak ada efek samping yang muncul saat seseorang diobati dengan bahan yang satu ini.

Jika Anda berniat mencobanya, pastikan untuk membeli gel lidah buaya murni tanpa zat tambahan.

Minyak cengkeh

Penelitian yang diterbitkan dalam PLOS One menunjukkan fata bahwa minyak cengkeh efektif untuk membunuh kudis. Minyak ini memiliki sifat antimikroba, anestesi, dan antioksidan yang bisa membantu proses penyembuhan kudis secara alami.

Namun, tes yang dilakukan masih terbatas dengan menggunakan sampel scabies dari hewan, yaitu babi dan kelinci. Oleh sebab itu, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian pada manusia untuk membuktikan keefektifan minyak cengkeh.

Selain minyak cengkeh, ada beberapa minyak esensial lain yang bisa membantu mengobati kudis di rumah, yaitu:

  • Minyak lavender
  • Minyak biji adas manis
  • Minyak serai
  • Minyak ylang-ylang
  • Minyak thyme
  • Minyak peppermint
  • Minyak jeruk

Minyak nimba

Minyak, sabun, dan krim nimba bisa menjadi salah satu pengobatan rumahan yang cukup efektif untuk kudis. Pasalnya, nimba mengandung antiradang, antibakteri, dan analgesik.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam parasitology research, menemukan fakta bahwa sampo ekstrak biji nimba bisa menyembuhkan kudis pada anjing.

Dari 10 anjing yang terinfeksi, lebih dari setengahnya mengalami peningkatan kondisi setelah tujuh hari.

Setelah 14 hari menggunakan sampo, 8 anjing sembuh dan 2 lainnya tinggal memiliki sedikit tungau saja pada tubuhnya. Namun, tetap diperlukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar untuk membuktikan keefektifannya.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah kudis (scabies)?

Berikut berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan kudis:

Menghindari kontak dengan orang atau benda yang terinfeksi

Karena kudis sangat mudah menular dari kulit ke kulit, usahakan untuk menghindari kontak langsung dengan orang atau benda yang terinfeksi.

Gunakan baju dan celana panjang jika di rumah ada anggota keluarga yang terinfeksi penyakit kulit ini. Selain itu, jangan bertukar pakaian atau tidur dalam satu kasur yang sama agar Anda tidak mudah tertular.

Mencuci barang yang mungkin terinfeksi dengan air panas

Seprai, pakaian, dan handuk yang ditaruh berdekatan atau dicampur dengan milik orang yang terinfeksi scabies selama tiga hari sebelum pengobatan sebaiknya dicuci bersih.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, cucilah barang-barang ini dengan air panas atau bawa ke laundry untuk meminta di dry cleaning.

Namun, jika barang tidak memungkinkan untuk dicuci dengan dry cleaning usahakan untuk menyimpannya dalam plastik tertutup selama seminggu. Tungau kudis yang menempel ini biasanya tidak bisa bertahan hidup lebih dari 2-3 hari di luar kulit manusia.

Rutin membersihkan rumah

Kudis, terutama yang berkrusta, dapat dengan mudah menular lewat kerak tebal yang mungkin rontok dari kulit pengidapnya. Oleh karena itu, jika ada anggota keluarga yang terkena scabies usahakan untuk rutin membersihkan atau memvakum lantai rumah Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Gatal-gatal dapat mengganggu aktivitas harian. Temukan kapan obat oles atau salep berguna untuk mengatasi gatal-gatal karena jamur kulit.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Obat kudis tradisional dengan bahan-bahan alami dapat melengkapi pengobatan medis yang dilakukan sehingga penyakit kulit ini teratasi lebih cepat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Cara Jitu Menghilangkan Bekas Kudis Agar Kulit Mulus Kembali

Kudis bisa meninggalkan bekas yang lama hilang. Yuk, coba cara menghilangkan bekas kudis yang menghitam seperti di artikel ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

gatal karena kulit kering

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
Sabun sulfur untuk scabies kudis

Jenis Sabun Scabies dan Perilaku Hidup Bersih untuk Bantu Sembuhkan Penyakit Kudis

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020
Scabies pada bayi

Waspadai Scabies pada Bayi, Begini Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020