Hernia

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/04/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hernia?

Hernia atau turun berok terjadi ketika bagian dari organ atau jaringan (seperti bagian dari usus) menonjol ke daerah-daerah yang tidak biasa. Bagian organ tersebut muncul melalui bukaan atau area lemah dalam dinding otot, sehingga muncul tonjolan atau benjolan.

Kondisi ini biasanya muncul pada perut di antara dada dan pinggul Anda. Namun, turun berok juga dapat muncul pada daerah paha dan pangkal paha atas. 

Kebanyakan jenis turun berok biasanya tidak mengancam nyawa, tapi kondisi ini tidak bisa hilang dengan sendirinya. Terkadang, hernia membutuhkan operasi untuk mencegah komplikasi yang berbahaya. 

Jika kondisi ini hanya muncul karena tekanan atau regangan, kondisi tersebut dikenal dengan hernia yang dapat direduksi (reducible hernia) dan tidak berbahaya. 

Jaringan yang terjebak dalam bukaan atau ruang dan tidak dapat kembali lagi dinamakan hernia yang tertahan (incarcerated hernia). Kondisi ini merupakan masalah serius.

Hernia yang paling berbahaya adalah strangulasi. Pada kondisi ini, jaringan yang terjebak kehilangan suplai darah dan mati.

Jenis-jenis

Apa saja jenis-jenis hernia (turun berok)?

Dikutip dari Kids Health, berikut adalah jenis-jenis turun berok: 

1. Hernia inguinalis

Hernia inguinalis lebih sering muncul pada pria daripada wanita. Lebih dari 70% kasus turun berok yang muncul adalah jenis ini. Hernia inguinalis berarti ada bagian usus menonjol melalui lubang di bagian bawah perut, dekat pangkal paha, yang disebut saluran inguinalis. 

Pada pria, saluran inguinalis adalah adalah jalan masuk antara perut dan skrotum (kantung pembungkus buah zakar) melalui tali sperma. Pada wanita, kanal inguinalis adalah jalan menuju ligamen yang menahan uterus. 

Hampir semua kasus hernia inguinalis pada remaja disebabkan oleh cacat bawaan dari kanal inguinalis. Bukannya menutup rapat, saluran justru menyisakan ruang untuk usus dapat masuk. 

Jenis turun berok ini akan membuat Anda memiliki tonjolan di antara paha dan pangkal paha yang dapat terlihat. Pada pria, bagian usus yang menonjol dapat memasuki skrotum. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit.

2. Femoral

Meskipun tidak umum terjadi, hernia femoral sering disalahartikan sebagai jenis inguinal karena keduanya muncul di daerah yang mirip dan penyebabnya hampir sama. Namun, tonjolan pada hernia femoral muncul di perut bagian bawah, selangkangan, pinggul, atau paha atas. 

3. Umbilikalis

Hernia umbilikalis umum terjadi pada bayi baru lahir dan bayi di bawah usia 6 bulan. Kondisi ini terjadi ketika bagian usus membesar melalui dinding perut di sebelah pusar. Pada bayi dengan turun berok jenis ini, tonjolan terlihat di sekitar pusat ketika bayi menangis. 

Anda mungkin lebih mengenal hernia umbilikalis dengan sebutan pusar bodong. Tidak seperti jenis lain, kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya. Biasanya pada saat bayi berusia 1 tahun. Jika tidak, operasi dapat memperbaiki penyakit ini. 

4. Epigastrium

Pada jenis ini, bagian usus menonjol melalui otot perut yang terletak di antara pusar dan dada. 

Sekitar 75% kondisi ini terjadi pada pria. Penderita turun berok jenis ini mungkin melihat adanya benjolan. Penyakit ini biasanya diobati dengan pembedahan. 

5. Insisi

Turun berok jenis ini mungkin terjadi setelah Anda menjalani operasi di perut Anda. Pada hernia insisional, bagian usus membengkak di sekitar sayatan bedah. 

Dalam hal ini, pembedahan sebenarnya melemahkan jaringan otot di perut. Jenis ini membutuhkan operasi untuk memperbaikinya. 

6. Hiatal

Turun berok jenis ini terjadi pada bukaan diafragma, di mana esofagus (pipa pembawa makanan) bergabung dengan lambung. Jika otot di sekitar bukaan diafragma menjadi lemah, bagian paling atas dari perut dapat membengkak. 

Berbeda dengan jenis turun berok lainnya, Anda tidak akan melihat tonjolan di bagian luar tubuh Anda. Namun, Anda mungkin merasa mulas, gangguan pencernaan, dan nyeri dada. 

Hernia hiatal dapat diobati dengan obat-obatan dan perubahan pola makan. Namun, kadang tetap dibutuhkan pembedahan. 

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-­tanda dan gejala hernia?

Dilansir dari Healthline, tanda-tanda dan gejala hernia menurut jenisnya adalah:

1. Hernia inguinal

Gejala paling umum pada kondisi ini adalah tonjolan di pangkal paha, yang dapat muncul tiba-tiba sebagai akibat dari ketegangan berlebih, seperti:

  • Angkat beban
  • Bersin keras, termasuk karena alergi
  • Batuk kronis, seperti dari merokok
  • Mengejan saat buang air kecil atau buang air besar
  • Peningkatan tekanan dari dalam perut. 

Tonjolan ini cenderung lebih terlihat dalam posisi tegak dan dapat menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman pada pangkal paha ketika:

Gejala hernia lainnya, termasuk:

  • Terasa sakit atau terbakar di area tonjolan
  • Sensasi menyeret beban di pangkal paha
  • Pangkal paha menjadi lemah dan sensitif
  • Merasa tidak nyaman di sekitar testis jika tonjolan turun ke skrotum.

2. Femoral

Turun berok jenis ini, terutama yang berukuran kecil atau sedang mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, apabila ukurannya lebih besar atau muncul pada paha/pinggul atas dapat menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman ketika berdiri, mengangkat benda berat. 

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

3. Umbilikalis

Pada bayi dengan hernia umbilikalis, tonjolan hanya muncul saat menangis atau batuk. Ini biasanya tidak menyakitkan untuk anak-anak, tapi kondisi yang muncul saat dewasa dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di perut. 

4. Hiatal

Hernia hiatal cenderung sangat kecil, sehingga ada kemungkinan Anda tidak merasakannya sama sekali. Namun, ukuran yang lebih besar dapat menyebabkan pembukaan diafragma yang lebih besar. 

Ini membuat Anda lebih rentan terhadap organ lain yang memanjang ke dada. Kondisi tersebut terasa seperti mulas. 

Gejala lain hernia hiatal, termasuk:

  • Tekanan perut, termasuk sensasi meremas
  • Sakit dada
  • Refluks asam
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Gangguan pencernaan

 Asam lambung juga dapat menyebabkan tukak lambung, yang dapat berdarah dan menyebabkan jumlah darah rendah. 

5. Hernia insisi

Turun berok jenis ini bergantung pada ukuran sayatan. Ini sering berkembang dalam tiga minggu hingga enam bulan setelah Anda melewati sebuah operasi. Namun, kondisi tersebut tetap bisa terjadi kapan saja. 

Tonjolan di lokasi sayatan adalah gejala yang paling umum terjadi. Namun, jika terlalu banyak jaringan atau usus terjebak di titik lemah, Anda dapat merasakan sakit yang hebat. Ini adalah keadaan darurat medis dan membutuhkan perawatan segera. 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang disebutkan di atas atau memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter Anda. Tubuh masing-­masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Komplikasi

Apa saja komplikasi hernia (turun berok) yang mungkin terjadi?

Turun berok mungkin rentan terhadap beberapa komplikasi jika tidak ditangani, seperti:

  • Tekanan pada jaringan otot atau di sekitarnya
  • Hernia yang tertahan (incarcerated hernia)
  • Sumbatan usus
  • Kematian jaringan 

Hernia yang tertahan (incarcerated hernia) terjadi jika hernia terjebak di dinding perut. Kondisi ini dapat menyebabkan usus tersumbat atau tercekik. 

Ketika kondisi ini terjadi, aliran darah ke usus terputus. Ini adalah kondisi yang mengancam jiwa dan membutuhkan pertolongan segera. 

Gejala dari komplikasi ini termasuk:

  • Demam
  • Sakit yang timbul tiba-tiba dan semakin memburuk
  • Mual atau muntah
  • Tonjolan yang berubah warna menjadi lebih gelap, seperti merah atau ungu
  • Tidak bisa buang gas atau buang air besar

Penyebab

Apa penyebab kondisi ini?

Hernia inguinalis disebabkan oleh kesalahan selama perkembangan janin. Hernia inguinalis langsung terbentuk setelah lahir. 

Sementara itu, hernia umbilikalis terjadi ketika cincin pusar tidak menutup dengan benar. Dalam jenis turun berok lainnya, membran, otot dinding, atau struktur lainnya tidak terbentuk dengan benar atau terluka, sehingga mereka perlahan-lahan melemah.

Beberapa penyebab umum dari pelemahan otot yang mengakibatkan kondisi ini meliputi:

  • Kondisi bawaan yang terjadi selama perkembangan dalam rahim dan hadir sejak lahir
  • Penuaan
  • Kerusakan akibat cedera atau operasi
  • Batuk kronis
  • Olahraga berat atau mengangkat beban berat
  • Kehamilan, khususnya kehamilan berulang
  • Sembelit, yang membuat Anda mengejan keras ketika buang air besar
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Ada cairan di perut atau asites

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kondisi ini?

Sejumlah faktor diyakini meningkatkan risiko penyakit ini, yaitu:

  • Bayi: bayi prematur dan bayi dengan berat lahir rendah. Bayi dari ras Afrika tampaknya memiliki sedikit peningkatan risiko hernia umbilikalis.
  • Obesitas dan berat badan meningkat secara tiba-tiba 
  • Mengangkat benda-benda berat
  • Diare atau sembelit
  • Batuk menerus atau bersin
  • Kehamilan

Pengobatan & Diagnosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk hernia (turun berok)?

Jika hernia tumbuh besar dan menyebabkan rasa sakit, dokter biasanya akan melakukan operasi untuk mengatasinya. Dokter mungkin akan menjahit lubang di dinding perut dengan menambalnya.

Hernia dapat diperbaiki dengan operasi terbuka atau laparoskopi. Dalam prosedur tersebut, dokter menggunakan kamera kecil dan peralatan bedah mini untuk membuat sayatan kecil.

Selama laparoskopi, dokter akan membuat sayatan di dekat lokasi hernia, kemudian mendorong jaringan yang menggembung kembali ke dalam perut. Dokter kemudian menjahit area itu hingga tertutup.

Namun, tidak semua jenis turun berok cocok untuk diatasi dengan laparoskopi. Dokter akan menentukan operasi yang tepat untuk mengatasi hernia Anda, sesuai dengan jenisnya.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Dokter menggunakan riwayat medis dan pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan posisi anak berbaring dan berdiri. Tes darah atau laparoskopi mungkin diperlukan. Rontgen dan ultrasonografi diperlukan untuk kasus tertentu.

Pengobatan rumahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi hernia:

  • Perhatikan hernia anak Anda untuk memastikan bahwa kondisi ini akan mengecil pada usia 2 atau 3 tahun.
  • Berikan obat nyeri kepada anak Anda yang telah diresepkan oleh dokter setelah operasi.
  • Lindungilah anak Anda setelah operasi dari infeksi saluran pernapasan yang dapat menyebabkan batuk dan bersin. Ini bisa mengganggu jahitan. Sering mencuci tangan adalah cara terbaik untuk mencegah infeksi ini.
  • Pelajari gejala hernia inguinal tertahan. Pengobatan yang tidak tepat waktu dapat menyebabkan masalah serius.
  • Jagalah luka bekas operasi agar tetap bersih dan kering sampai sembuh. Anda mungkin perlu membatasi aktivitas anak Anda untuk sementara waktu.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Aman Mengatasi Sembelit Pada Ibu Hamil

Mengatasi sembelit pada ibu hamil tidak boleh sembarangan. Apalagi dalam menggunakan obat susah BAB untuk ibu hamil. Lihat cara amannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Cara Mudah untuk Mencegah Sembelit Alias Susah BAB

Daripada mengobati, baiknya cari cara mudah untuk mencegah sembelit alias konstipasi. Simak caranya pada ulasan berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

4 Penyebab Susah Buang Air Besar yang Khas Dialami Wanita

Wanita diketahui lebih rentan mengalami sembelit. Memangnya, apa penyebab susah buang air besar pada wanita? Cari tahu jawabannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Maag (Dispepsia)

Sakit maag adalah penyakit yang tak boleh disepelekan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

bayi sering mengejan

Hati-hati, Bu, Ketahui Dampak Buruk Bayi Sering Mengejan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020

Anak Suka Mengejan Saat BAB, Waspada Gejala Sembelit

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
susu formula yang tidak bikin sembelit untuk bayi anak

Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020