Hernia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu hernia?

Hernia atau turun berok terjadi ketika bagian dari organ atau jaringan (seperti bagian dari usus) menonjol ke daerah-daerah yang tidak biasa. Bagian organ tersebut muncul melalui bukaan atau area lemah dalam dinding otot, sehingga muncul tonjolan atau benjolan.

Banyak kondisi yang muncul pada perut di antara dada dan pinggul Anda. Namun, turun berok juga dapat muncul pada daerah paha dan pangkal paha atas. 

Kebanyakan jenis turun berok biasanya tidak mengancam nyawa, tapi kondisi ini tidak bisa hilang dengan sendirinya. Terkadang, hernia membutuhkan operasi untuk mencegah komplikasi yang berbahaya. 

Jika hernia hanya muncul karena tekanan atau regangan, maka kondisi tersebut dikenal dengan hernia yang dapat direduksi (reducible hernia) dan tidak berbahaya. 

Jaringan yang terjebak dalam bukaan atau ruang dan tidak dapat kembali  lagi dinamakan hernia yang tertahan (incarcerated hernia) dan  merupakan masalah serius. Hernia yang paling berbahaya adalah strangulasi. Dalam hal ini, jaringan yang terjebak kehilangan suplai darah dan mati.

Jenis-jenis

Apa saja jenis-jenis hernia?

Dikutip dari Kids Health, berikut adalah jenis-jenis turun berok: 

1. Hernia inguinalis

Hernia inguinalis lebih sering muncul pada pria daripada wanita. Lebih dari 70% turun berok yang muncul adalah jens ini. Ini berarti bagian usus menonjol melalui lubang di bagian bawah perut, dekat pangkal paha, yang disebut saluran inguinalis. 

Pada pria, saluran inguinalis adalah adalah jalan masuk antara perut dan skrotum (kantung pembungkus buah zakar) melalui tali sperma. Pada wanita, kanal inguinalis adalah jalan menuju ligamen yang menahan uterus. 

Hampir semua kasus hernia inguinalis pada remaja disebabkan oleh cacat bawaan dari kanal inguinalis. Alih-alih menutup rapat, saluran justru menyisakan ruang untuk usus masuk. 

Jika Anda mengidap hernia inguinalis, tonjolan di antara paha dan pangkal paha dapat perlihat. Pada pria, bagian usus yang menonjol dapat memasuki bagian usus yang menonjol dapat memasuki skrotum, yang dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit.

2. Femoral

Meskipun tidak umum terjadi, hernia femoral sering disalah artikan sebagai jenis inguinal karena keduanya muncul pada daerah yang mirip dengan penyebab yang hampir sama. Namun, tonjolan pada jenis ini muncul di perut bagian bawah, selangkangan, pinggul, atau paha atas. 

3. Umbilikalis

Hernia umbilikalis umum terjadi pada bayi baru lahir dan bayi di bawah usia 6 bulan. Kondisi ini terjadi ketika bagian usus membesar melalui dinding perut di sebelah pusar. Pada bayi dengan turun berok jenis ini, tonjolan terlihat di sekitar pusat ketika bayi menangis. 

Tidak seperti jenis lain, hernia umbilikalis dapat sembuh dengan sendirinya. Biasanya pada saat bayi berusia 1 tahun. Jika tidak, operasi dapat memperbaiki penyakit ini. 

4. Epigastrium

Pada jenis ini, bagian usus menonjol melalui otot perut yang terletak di antara pusar dan dada. 

Sekitar 75% dari kondisi ini terjadi pada pria. Penderita turun berok jenis ini mungkin melihat adanya benjolan. Penyakit ini biasanya diperbaiki dengan masalah ini. 

5. Insisi

Turun berok jenis ini mungkin terjadi setelah Anda menjalani operasi di perut Anda. Pada hernia insisional, bagian usus membengkak di sekitar sayatan bedah. 

Dalam hal ini, pembedahan sebenarnya melemahkan jaringan otot di perut. Jenis ini membutuhkan operasi untuk memperbaikinya. 

6. Hiatal

Jenis kondisi ini, pembukaan diafragma di mana esofagus (pipa pembawa makanan) bergabung dengan lambung. Jika otot di sekitar bukaan diafragma menjadi lemah, bagian paling atas dari perut dapat membengkak. 

Berbeda dengan jenis turun berok lainnya, Anda tidak akan melihat tonjolan di bagian luar tubuh Anda. Namun, Anda mungkin merasa mulas, gangguan pencernaan, dan nyeri dada. 

Hernia hiatal dapat diobati dengan obat-obatan dan perubahan pola makan. Namun, pembedahan terkadang dibutuhkan. 

Anda dapat meminimalkan kemungkinan mengalami hernia dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-­tanda dan gejala hernia?

Dilansir dari Healthline, tanda-tanda dan gejala hernia menurut jenisnya adalah:

1. Hernia inguinal

Gejala paling umum pada kondisi ini adalah tonjolan di pangkal paha, yang dapat muncul tiba-tiba sebagai akibat dari ketegangan berlebih, seperti:

  • Angkat beban
  • Bersih keras, termasuk karena alergi
  • Batuk kronis, seperti dari merokok
  • Mengejan saat buang air kecil atau buang air besar
  • Peningkatan tekanan dari dalam perut. 

Tonjolan ini cenderung lebih terlihat dalam posisi tegak dan dapat menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman pada pangkal paha ketika:

Gejala lain termasuk:

  • Terasa sakit atau terbakar di area tonjolan
  • Sensasi menyeret beban di pangkal paha
  • Pangkal paha menjadi lemah dan sensitif
  • Merasa tidak nyaman di sekitar testis jika tonjolan turun ke skrotum.

2. Femoral

Turun berok jenis ini, terutama yang berukuran kecil atau sedang mungkin tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, ukuran yang lebih besar dapat menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman ketika berdiri, mengangkat benda berat, atau jika muncul pada paha atau pinggul atas. 

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

3. Umbilikalis

Pada bayi dengan hernia umbilikalis, tonjolan hanya dapat muncul saat menangis atau batuk. Ini biasanya tidak menyakitkan untuk anak-anak, tapi kondisi yang muncul saat dewasa dapat menyebabkan ketidaknyamanan di perut. 

4. Hiatal

Hernia hiatal cenderung sangat kecil, sehingga ada kemungkinan Anda tidak merasakannya sama sekali. Namun, ukuran yang lebih besar dapat menyebabkan pembukaan diafragma yang lebih besar. 

Ini membuat Anda lebih rentan terhadap organ lain yang memanjang ke dada. Kondisi tersebut terasa seperti mulas. 

Gejala lain termasuk:

  • Tekanan perut, termasuk sensasi meremas
  • Sakit dada
  • Refluks asam
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Gangguan pencernaan

 Asam lambung juga dapat menyebabkan tukak lambung, yang dapat berdarah dan menyebabkan jumlah darah rendah. 

5. Herniansisi

Turun berok jenis ini bergantung pada ukuran sayatan. Ini sering berkembang dalam tiga minggu hingga enam bulan setelah Anda melewati sebuah operasi. Namun, kondisi tersebut tetap bisa terjadi kapan saja. 

Tonjolan di lokasi sayatan adalah gejala yang paling umum terjadi. Namun, jika terlalu banyak jaringan atau usus terjebak di titik lemah, Anda dapat merasakan sakit yang hebat. Ini adalah keadaan darurat medis dan membutuhkan perawatan segera. 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang disebutkan di atas atau memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter Anda. Tubuh masing-­masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi pada kondisi ini?

Turun berok mungkin rentan terhadap beberapa komplikasi jika tidak ditangani, seperti:

  • Tekanan pada jaringan otot atau di sekitarnya
  • Hernia yang tertahan (incarcerated hernia)
  • Sumbatan usus
  • Kematian jaringan 

Hernia yang tertahan (incarcerated hernia) terjadi jika hernia terjebak di dinding perut. Kondisi ini dapat menyebabkan usus tersumbat atau tercekik. 

Ketika kondisi ini terjadi, aliran darah ke usus terputus. Ini adalah kondisi yang mengancam jiwa dan membutuhkan pertolongan segera. 

Gejala dari komplikasi ini termasuk:

  • Demam
  • Sakit yang timbul tiba-tiba dan semakin memburuk
  • Mual atau muntah
  • Tonjolan yang berubah warna menjadi lebih gelap, seperti merah atau ungu
  • Tidak bisa buang gas atau buang air besar. 

Penyebab

Apa penyebab kondisi ini?

Hernia inguinalis disebabkan oleh kesalahan selama perkembangan janin. Hernia inguinalis langsung terbentuk setelah lahir. 

Hernia umbilikalis terjadi ketika cincin pusar tidak menutup dengan benar. Dalam hernia lainnya, membran, otot dinding, atau struktur lainnya tidak terbentuk dengan benar atau terluka, sehingga mereka perlahan-lahan melemah.

Beberapa penyebab umum dari pelemahan otot yang mengakibatkan kondisi ini meliputi:

  • Kondisi bawaan yang terjadi selama perkembangan dalam rahim dan hadir sejak lahir
  • Penuaan
  • Kerusakan akibat cedera atau operasi
  • Batuk kronis
  • Olahraga berat atau mengangkat beban berat
  • Kehamilan, khususnya kehamilan berulang
  • Sembelit, yang membuat Anda mengejan keras ketika buang air besar
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Ada cairan di perut atau asites. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kondisi ini?

Sejumlah faktor diyakini meningkatkan risiko penyakit ini, yaitu:

  • Bayi: bayi prematur dan bayi dengan berat lahir rendah. Bayi dari ras Afrika tampaknya memiliki sedikit peningkatan risiko hernia umbilikalis.
  • Obesitas dan berat badan meningkat secara tiba-tiba 
  • Mengangkat benda-benda berat
  • Diare atau sembelit
  • Batuk menerus atau bersin
  • Kehamilan

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kondisi ini?

Pengobatan dilakukan berdasarkan pada jenis hernia. Hernia umbilikalis biasanya tidak menyebabkan ketidaknyamanan, dan juga dapat menutup sendiri pada usia 1 atau 2 tahun. 

Dokter dapat seringkali dengan mudah mendorong bagian organ tersebut kembali. Dokter biasanya menyarankan untuk menunggu dan mengawasi  jenis hernia ini. 

Operasi hanya diperlukan jika hernia tidak sembuh hingga usia 4 atau 5 tahun, atau jika mereka terjebak atau menyumbat usus. Operasi dan rawat jalan dilakukan untuk jenis hernia inguinalis agar dapat mencegah terjadinya penahanan bagian organ.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Dokter menggunakan riwayat medis dan pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan posisi anak berbaring dan berdiri. Tes darah atau laparoskopi mungkin diperlukan. Rontgen dan ultrasonografi diperlukan untuk kasus tertentu.

Perubahan gaya hidup & pengobatan rumahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi hernia:

  • Perhatikan hernia anak Anda untuk memastikan bahwa hernia tersebut akan mengecil pada usia 2 atau 3 tahun.
  • Berikan obat nyeri kepada anak Anda yang telah diresepkan oleh dokter setelah operasi.
  • Lindungilah anak Anda setelah operasi dari infeksi saluran pernapasan yang dapat menyebabkan batuk dan bersin. Ini bisa mengganggu jahitan. Sering mencuci tangan adalah cara terbaik untuk mencegah infeksi ini.
  • Pelajari gejala hernia inguinal tertahan. Pengobatan yang tidak tepat waktu dapat menyebabkan masalah serius.
  • Jagalah luka bekas operasi agar tetap bersih dan kering sampai sembuh. Anda mungkin perlu membatasi aktivitas anak Anda untuk sementara waktu.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Februari 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca