Biduran

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu biduran (kaligata, urtikaria)?

Urtikaria, atau lebih dikenal dengan biduran adalah kondisi kulit yang ruam dan menonjol serta gatal (bentol). Biduran, yang memiliki nama lain kaligata, bisa muncul di salah satu bagian tubuh atau menyebar ke area yang lebih besar.

Kondisi ini bukanlah penyakit yang membahayakan, tapi bisa membuat pasiennya merasa tidak nyaman saat tidur atau sepanjang hari karena sensasi gatal yang muncul.

Seberapa umum biduran (kaligata, urtikaria)?

Biduran atau urtikaria umum terjadi dan memengaruhi lebih banyak wanita daripada pria. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun. Biduran dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Urtikaria terbagi atas dua jenis, yaitu akut dan kronis. Biduran akut dikenal juga sebagai urtikaria jangka pendek. Ini adalah kondisi yang umum.

Kondisi ini terjadi pada sekitar 1 dari 5 orang pada waktu tertentu dan bisa dialami sekali dalam seumur hidup.

Sementara itu, biduran kronis disebut juga urtikaria jangka panjang. Kondisi ini umumnya lebih jarang terjadi. Urtikaria biasanya terjadi pada anak-anak, wanita di antara usia 30-60 tahun dan orang dengan sejarah reaksi alergi yang memiliki gejala gatal-gatal.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala biduran (kaligata, urtikaria)?

Gejala umum dari biduran adalah:

  • Bekas luka berwarna merah atau putih pada wajah, badan, lengan atau kaki
  • Bekas luka dengan berbagai ukuran dan bentuk
  • Gatal-gatal.

Gejala tersebut sering kambuh dan tiba-tiba, kadang-kadang berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila kondisi ini:

  • Tidak menghilang dalam 48 jam
  • Parah
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Disertai gejala lain
  • Tidak mempan terhadap pengobatan

Anda perlu segera mencari pertolongan darurat apabila Anda:

Penyebab

Apa penyebab biduran (kaligata, urtikaria)?

Histamin dan zat kimia lain yang masuk ke dalam aliran darah dapat menyebabkan kaligata.

Kaligata atau biduran biasanya muncul saat ada reaksi alergi terhadap beberapa pemicu, seperti alergi hewan peliharaan, serbuk sari, atau lateks.

Saat terkena zat alergen, tubuh melepaskan histamin dan bahan kimia ke dalam darah sehingga menyebabkan gatal, bengkak, dan gejala alergi lainnya.

Berikut adalah beberapa penyebab biduran yang membuat kulit Anda menjadi gatal-gatal.

1. Alergi makanan

Menurut Debra Jaliman, MD, seorang dermatolog dari New York, biduran dapat disebabkan oleh alergi makanan maupun minuman tertentu, misalnya telur, kerang, kacang tanah, atau buah beri.

Bentol merah akibat biduran bisa langsung muncul sesaat setelah seseorang makan makanan pemicu alergi, tapi ada juga yang memerlukan waktu beberapa jam sebelum muncul gejala.

Selain itu, biduran juga dapat dipicu oleh beberapa bahan makanan tambahan, termasuk pewarna buatan dan pengawet. Solusi untuk mencegah biduran karena alergi makanan adalah dengan menghindari makanan atau minuman yang menjadi pemicunya.

Bila sudah terlanjur terkena biduran, segera konsultasi pada dokter untuk mendapatkan resep obat.

2. Udara luar

Munculnya bentol-bentol atau biduran akibat gigitan serangga atau paparan serbuk sari juga merupakan salah satu hal yang umum. Namun, yang sering tidak disadari, biduran juga bisa disebabkan oleh paparan sinar matahari, suhu dingin, atau angin kencang.

Meski begitu, bukan berarti serta-merta Anda memiliki alergi suhu yang dingin atau udara luar karena bentol-bentol dan gatal yang Anda alami.

Menurut Marilyn Li, MD, seorang ahli alergi dan imunologi dari Los Angeles, bentol-bentol dan gatal yang muncul karena udara bisa jadi karena kondisi kulit yang sensitif dengan berbagai cuaca di luar ruangan.

Selain dengan menghindari pemicu gatal, dokter mungkin akan meresepkan antihistamin untuk mengobati gatal-gatal biduran akibat perubahan cuaca atau suhu. Dengan begitu, Anda bisa menikmati musim panas maupun musim dingin tanpa khawatir akan terkena biduran yang berulang.

3. Penyakit tertentu

Biduran ternyata bukan sekadar rasa gatal dan bentol-bentol di kulit. Pasalnya, biduran juga dapat memberikan sinyal adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Pasien dengan penyakit lupus, limfoma, penyakit tiroid, hepatitis, maupun HIV sama-sama memiliki gejala gatal-gatal mirip biduran. Namun, jenis biduran atau urtikarianya tergolong kronis sehingga dapat diatasi dengan bantuan obat-obatan.

Menurut American Osteopathic College of Dermatology, 50% kasus urtikaria kronis disebabkan oleh penyakit autoimun, yaitu saat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuhnya sendiri.

Penyakit tiroid merupakan salah satu penyakit autoimun yang paling sering dilaporkan oleh penderita urtikaria kronis, selanjutnya diikuti oleh keluhan rematik dan diabetes tipe 1.

4. Berkeringat

Keringat pada dasarnya tidak menyebabkan gatal-gatal. Akan tetapi, tubuh yang berkeringat menandakan tubuh sedang mengalami kenaikan suhu. Bagi beberapa orang, kenaikan suhu tubuh—baik karena olahraga maupun mandi air panas—yang membuat Anda berkeringat dapat memicu timbulnya gatal-gatal.

Saat berkeringat, tubuh memproduksi asetilkolin, yaitu bahan kimia yang menghambat pemecahan sel. Asetilkolin ini dapat mengganggu perkembangan sel-sel kulit sehingga kulit menjadi iritasi dan memicu ruam.

5. Alergi tungau debu rumah

Alergi terhadap tungau debu rumah juga bisa menjadi penyebab biduran. Tumpukan debu yang terkumpul di sudut-sudut rumah menyediakan tempat tinggal yang nyaman bagi kutu mikroskopik ini.

Debu adalah kumpulan partikel sisa dari berbagai macam hal, mulai dari rerontokan daun kering, sel kulit mati, tanah, bangkai serangga, sisa makanan, serat, dan sampah lainnya.

Tungau juga hidup dari sel-sel kulit mati yang Anda lepaskan setiap hari. Itu sebabnya, salah satu area favorit mereka adalah kasur, seprai, sela-sela jahitan pinggir kasur, bantal, bahkan di koleksi boneka anak Anda.

6. Stres

Penelitian menunjukkan bahwa stres merupakan biang keladi dari berbagai penyakit fisik dan mental, termasuk urtikaria. Stres berlebihan membuat Anda lebih rentan kena masalah kulit, seperti biduran, karena sistem kekebalan tubuh yang menurun.

Stres dan amarah dapat membuat tubuh melepaskan histamin. Akibatnya, tubuh memberikan respons peradangan dengan memunculkan bentol merah seperti biduran.

Stres biasanya diikuti dengan gejala lain seperti produksi keringat berlebih. Jika Anda berada di lingkungan yang panas, lembap, atau sirkulasi udaranya tidak lancar, keringat justru akan terperangkap di dalam lapisan kulit dan tidak bisa menguap.

Akibatnya, kondisi tersebut akan menimbulkan biang keringat di kulit yang terasa gatal. Biang keringat tidak membahayakan, tetapi sampai benar-benar hilang dari permukaan kulit biasanya Anda membutuhkan waktu setidaknya dua minggu.

Bila Anda mengalami urtikaria kronis akibat suhu panas atau penyakit, segera konsultasikan pada dokter untuk penanganan lebih lanjut. Dokter mungkin akan menyarankan resep antihistamin untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan.

Sementara bila kemungkinan disebabkan oleh kondisi stres, kendalikan stres Anda dengan beberapa cara seperti berolahraga, latihan pernapasan, atau meditasi.

Faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko kena biduran (kaligata, urtikaria)?

Beberapa hal yang menjadi faktor risiko untuk biduran, antara lain:

  • Jenis kelamin. Dilaporkan bahwa jumlah wanita yang mengalami kondisi ini 2 kali lebih besar daripada pria.
  • Usia. Orang dewasa muda lebih berisiko terkena kondisi ini.

Komplikasi

Kondisi ini juga bisa menjadi salah satu komplikasi dari penyakit lain. Salah satu penyakit autoimun yang paling banyak dikaitkan dengan kasus biduran kronis adalah penyakit tiroid. Penyakit tiroid sendiri adalah gangguan pada kelenjar tiroid yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

Dalam penelitian, ditemukan bahwa sekitar 45-55 persen orang dengan urtikaria kronis memang punya masalah autoimun. Orang yang punya penyakit autoimun juga cenderung mengalami urtikaria yang jauh lebih parah dari orang pada umumnya.

Selain penyakit tiroid, ada beberapa jenis penyakit autoimun lainnya yang ditunjukkan dengan gejala urtikaria, seperti rematik, diabetes tipe 1, lupus, penyakit Celiac, dan vitiligo.  

Biduran atau urtikaria sendiri adalah reaksi yang terjadi ketika tubuh menyerang antibodi khusus yang memang dihasilkan oleh sistem imun. Jadi, sistem kekebalan tubuh Anda malah berbalik menyerang dirinya sendiri. Itu sebabnya urtikaria sangat erat kaitannya dengan berbagai macam penyakit autoimun.

Akan tetapi, para ahli belum memahami sepenuhnya mengapa sistem kekebalan tubuh seseorang bisa menyerang diri sendiri sehingga menyebabkan biduran.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis biduran (kaligata, urtikaria)?

Biduran dapat didiagnosis lebih dulu (prediagnosis) dengan menggunakan pemeriksaan fisik serta beberapa pertanyaan terkait. Anda mungkin diminta untuk menuliskan kegiatan sehari-hari Anda, obat-obatan, herbal dan suplemen yang Anda konsumsi.

Anda juga mungkin akan ditanya mengenai makanan dan minuman apa saja yang Anda konsumsi, lokasi munculnya kaligata, dan berapa lama luka menghilang. Untuk mengonfirmasi, tes darah dan tes alergi dapat dilakukan.

Bagaimana cara mengobati biduran/urtikaria?

Umumnya, kaligata tidak perlu diobati hingga beberapa hari. Pada beberapa kasus, antihistamin dapat digunakan untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan tablet steroid dapat digunakan untuk menangani kasus urtikaria yang parah secara jangka pendek.

Berikut berbagai obat biduran yang biasa diresepkan dokter:

1. Antihistamin

Mengonsumsi pil antihistamin sebagai obat biduran menjadi cara efektif untuk mencegah gatal-gatal. Selain itu, antihistamin juga memblokir pelepasan histamin oleh tubuh yang menjadi pemicu kemunculan gejala biduran. Biasanya dokter akan meresepkan berbagai antihistamin seperti:

Jika keempat jenis antihistamin tersebut tidak cukup membantu, biasanya dokter akan meningkatkan dosisnya. Selain itu, dokter juga akan mencoba jenis antihistamin lain yang memiliki efek mengantuk agar rasa gatal sedikit terobati dengan tidur.

Beberapa obat untuk meredakan biduran yang menyebabkan kantuk, antara lain Chlorpheniramine (CTM), hydroxyzine pamoate (Vistaril), dan doxepin (Zonalon).

Jangan lupa untuk membicarakan dengan dokter jika Anda sedang dalam kondisi hamil dan menyusui, memiliki kondisi medis lain, atau sedang mengonsumsi obat tertentu.

2. Losion calamine

Losion calamine dapat membantu meredakan gatal dengan cara memberikan efek dingin pada kulit. Anda dapat menggunakan losion calamine langsung ke kulit dengan cara:

  • Kocok losion agar racikannya tercampur rata.
  • Tuangkan losion ke kapas.
  • Oleskan kapas ke kulit yang biduran dan diamkan sampai kering.

3. Obat antiradang

Kortikosteroid oral seperti seperti prednison dapat membantu mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal. Biasanya obat ini diresepkan untuk mengendalikan biduran kronis dan hanya digunakan dalam jangka waktu sebentar.

Pasalnya, obat ini memiliki berbagai efek samping serius jika dikonsumsi dalam waktu yang lama.

4. Antidepresan

Antidepresan trisiklik doxepin (Zonalon), biasanya digunakan dalam bentuk krim yang dapat membantu meredakan gatal. Obat ini dapat menyebabkan pusing dan kantuk sehingga rasa gatal Anda sedikit teralihkan dengan tidur.

5. Omalizumab (Xolair)

Omalizumab biasanya diberikan dengan cara disuntikkan ke kulit. Obat ini akan diresepkan jika Anda mengalami biduran parah yang terjadi selama berbulan-bulan atau dalam hitungan tahun. Efek samping yang paling umum adalah sakit kepala, pusing, hingga sakit telinga bagian dalam.

Meski begitu, hal paling penting dalam mengobati urtikaria adalah dengan memahami faktor yang menyebabkannya sehingga Anda bisa mengendalikannya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi biduran (kaligata, urtikaria)?

Selain menggunakan obat biduran dari dokter, Anda juga bisa melakukan berbagai perawatan rumahan. Dilansir dari Healthline, berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi urtikaria:

1. Kompres dingin

Mengompres bagian yang biduran dengan es atau air dingin dapat membantu meredakan iritasi dan rasa gatal. Anda bisa mengompresnya dengan cara membungkus es batu dengan handuk dan kompres di bagian yang terasa gatal. Biarkan selama kurang lebih 10 menit dan ulangi jika masih gatal.

2. Hindari produk yang bisa mengiritasi kulit

Beberapa jenis sabun dapat membuat kulit Anda kering sehingga biduran yang Anda alami jadi semakin gatal. Jika Anda mengalami biduran, usahakan untuk menggunakan sabun khusus kulit sensitif.

Biasanya sabun jenis ini tidak berbau dan menggunakan banyak bahan kimia lainnya yang dapat memicu iritasi. Selain sabun, Anda juga perlu menghindari berbagai losion dan pelembap kulit yang bisa memicu iritasi. Lagi-lagi, usahakan untuk memilih produk khusus untuk kulit sensitif.

3. Pakai baju yang longgar

Menggunakan pakaian yang longgar membuat kulit yang mengalami biduran dapat bernapas dan suhu tubuh tetap sejuk. Sebaliknya, memakai pakaian ketat justru bisa membuat kulit terasa makin gatal bahkan iritasi karena kulit tertekan dengan baju yang Anda kenakan.

Selain itu, pilih baju dari katun yang menyerap keringat untuk menghindari kelembapan berlebih. Lingkungan yang lembap  membuat bakteri di kulit semakin berkembang dan kulit pun jadi semakin gatal.

Penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab biduran. Dari situ, Anda pun bisa menghindari pemicu yang menyebabkan kondisi gatal-gatal Anda ini muncul.

Hal lain yang harus diperhatikan saat mengalami kondisi gatal ini:

  • Hindari menggaruk atau menggunakan sabun yang keras
  • Catat kapan dan di mana kondisi terjadi, apa yang sedang Anda lakukan, dan sebagainya. Hal ini dapat membantu Anda dan dokter untuk mengidentifikasi faktor risiko
  • Hindari pemicu

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

    Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

    Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

    Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

    Ciri-ciri cacar api memiliki pola penyebaran lenting yang berbeda dengan cacar air. Gejala cacar api juga disertai nyeri pada kulit.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Direkomendasikan untuk Anda

    gatal karena kulit kering

    Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
    Cacar api pada anak dan bayi

    Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
    ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

    Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
    Obat kudis tradisional alami

    6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020