Operasi Caesar

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu operasi caesar?

Operasi caesar adalah proses melahirkan bayi yang dilakukan dengan cara menyayat bagian perut hingga rahim ibu. 

Sayatan pada perut tersebut merupakan jalan keluarnya bayi dari dalam rahim. Dokter biasanya membuat sayatan memanjang dengan arah horizontal tepat di atas tulang kemaluan.

Metode persalinan dengan operasi caesar biasanya dilakukan sekitar minggu ke-39, atau ketika dokter menyarankan Anda untuk menjalani operasi ini. Biasanya dokter akan menganjurkan persalinan caesar bila kehamilan Anda berisiko.

Dibandingkan melahirkan normal melalui vagina, persalinan dengan metode caesar memang membutuhkan waktu penyembuhan yang lebih lama. Itulah mengapa penting untuk mengonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan menjalani prosedur melahirkan ini.

Kapan saya perlu menjalani operasi caesar?

Operasi caesar umumnya mau tidak mau harus dilakukan jika Anda mengalami komplikasi tertentu pada kehamilan. Komplikasi tersebut biasanya dapat menyulitkan proses melahirkan normal atau melalui vagina.

Bahkan jika dipaksakan melakukan proses persalinan normal, berisiko membahayakan kesehatan dan keselamatan Anda serta bayi. Di sinilah dokter akan menyarankan pilihan untuk menjalani persalinan dengan metode caesar.

Operasi caesar bisa mulai direncakan sejak awal atau pertengahan masa kehamilan, maupun ketika muncul komplikasi menjelang waktu melahirkan.

Alasan operasi caesar karena kondisi tertentu

Berikut berbagai penyebab mengapa operasi caesar harus dilakukan:

  • Tidak kunjung ada perkembangan untuk melahirkan normal melalui vagina.
  • Proses persalinan terhambat.
  • Posisi keluarnya bayi diawali dengan bahu (persalinan transversal).
  • Ukuran kepala atau tubuh bayi terlalu besar untuk lahir melalui vagina.
  • Posisi bayi di dalam kandungan sungsang atau melintang.
  • Timbul komplikasi di awal kehamilan.
  • Ibu mengalami masalah kesehatan yang berisiko membahayakan dirinya, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung.
  • Ibu mengalami masalah kesehatan yang berisiko menular pada bayi, seperti herpes genital maupun HIV.
  • Pernah melahirkan dengan metode caesar sebelumnya.
  • Ada masalah dengan plasenta, seperti solusio plasenta maupun plasenta previa.
  • Ada masalah dengan tali pusar bayi.
  • Sedang hamil anak kembar dua, tiga, atau lebih.
  • Bayi di dalam kandungan mengalami masalah kesehatan, seperti hidrosefalus maupun fibroid.
  • Ibu memiliki masalah pada rahim maupun fibroid yang menghalangi leher rahim (serviks).

Alasan operasi caesar karena keinginan ibu

Selain dari adanya kondisi medis tertentu, keinginan untuk menjalani operasi caesar juga menjadi pilihan ibu hamil karena berbagai alasan:

  • Memiliki ketakutan atau kekhawatiran jika menjalani prosedur melahirkan normal melalui vagina.
  • Memiliki pengalaman melahirkan sebelumnya.
  • Pengaruh dari keluarga, orang terdekat, maupun informasi yang didapat terkait melahirkan.

Jika sebenarnya kondisi Anda dan bayi memungkinkan untuk menjalani prosedur melahirkan normal tapi Anda menginginkan operasi ceesar, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani operasi caesar?

Operasi caesar sebenarnya terbilang aman. Namun, tidak menutup kemungkinan terkadang akan timbul satu atau beberapa risiko yang lebih banyak dibandingkan dengan persalinan normal.

Proses pemulihan pada persalinan caesar juga cenderung memakan waktu yang lebih lama ketimbang persalinan normal melalui vagina. Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan tes darah sebelum persalinan caesar.

Tes darah tersebut nantinya akan menunjukkan informasi mengenai golongan darah, kadar hemoglobin, dan sebagainya. Informasi tersebut berguna bagi tim medis, jika nantinya Anda membutuhkan transfusi darah selama atau setelah operasi berlangsung.

Jika Anda berencana untuk melahirkan secara normal tapi khawatir dengan operasi caesar, konsultasikan dengan dokter atau bidan terlebih dahulu. Gali informasi selengkapnya mengenai prosedur persalinan caesar yang biasanya dilakukan.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum operasi caesar?

Sebelum menjalani operasi caesar, ada beberapa anjuran yang biasanya disampaikan oleh dokter. Terkadang, dokter akan meminta Anda untuk mandi menggunakan sabun antiseptik, khususnya di area sayatan pada persalinan caesar nantinya.

Hindari mencukur atau memotong rambut kemaluan dalam kurun waktu 24 jam sebelum operasi caesar berlangsung. Pasalnya, mencukur justru dapat meningkatkan risiko terjadi infeksi setelah operasi.

Jika nantinya perlu dihilangkan, biasanya tim medis akan mencukurnya sebelum operasi. Selanjutnya, persiapan dilanjutkan di rumah sakit dengan cara membersihkan perut atau area di mana akan dibuat sayatan untuk persalinan caesar.

Selanjutnya, sebuah kateter akan dimasukkan ke dalam kandung kemih guna mengambil urin. Jarum infus atau intravena (IV) juga dimasukkan ke dalam pembuluh darah di tangan untuk memasukkan cairan dan obat-obatan tertentu.

Persiapan terakhir sebelum masuk ke operasi caesar sesungguhnya yakni pemberian obat bius atau anestesi. Sebagian besar prosedur persalinan caesar dilakukan dengan anestesi epidural atau spinal, sehingga hanya menimbulkan mati rasa dari bagian perut sampai kaki saja.

Sementara perut ke atas sampai dengan kepala, tetap dalam kondisi seperti biasanya. Itu sebabnya, Anda tetap akan sadarkan diri selama persalinan caesar berlangsung, tapi tanpa mengalami rasa sakit.

Namun dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan memberikan anestesi umum. Bius ini dapat membuat Anda tidur atau tidak sadarkan diri sama sekali selama menjalani persalinan caesar.

Bagaimana proses operasi caesar berlangsung?

Prosedur operasi ini dimulai ketika dokter membuat sayatan horizontal tepat di atas bagian rambut kemaluan Anda. Cara lainnya, dokter juga bisa membuat sayatan vertikal mulai dari pusar sampai tulang kemaluan.

Kemudian dokter akan membuka rongga perut Anda dengan cara membuat sayatan satu per satu pada setiap lapisan perut. Setelah rongga perut terbuka, langkah selanjutnya yakni dengan membuat sayatan horizontal di bagian bahwa rahim.

Arah sayatan tersebut tidak mutlak, tergantung dari kondisi medis yang Anda dan bayi alami. Ketika rahim sudah mulai terbuka, di sinilah saatnya bayi akan dikeluarkan.

Bayi yang lahir biasanya masih dipenuhi dengan cairan ketuban, lendir, serta darah di bagian mulut dan hidung. Dokter dan tim medis akan membersihkan mulut dan hidung bayi terlebih dahulu, baru kemudian memotong tali pusarnya.

Setelah bayi keluar, dokter lalu mengambil plasenta di dalam rahim Anda. Jika semua prosedur telah berhasil dilakukan dengan baik, sayatan di rahim dan perut Anda akan ditutup kembali oleh dokter dengan jahitan.

Apa yang harus saya lakukan setelah operasi caesar?

Dokter biasanya meminta Anda dan bayi untuk beristirahat dulu selama beberapa hari di rumah sakit. Entah itu sekitar 3-5 hari, atau lebih cepat maupun lebih lama lagi. Usahakan untuk minum banyak cairan selama menjalani proses pemulihan pasca persalinan caesar.

Minum banyak air akan mebantu mencegah munculnya sembelit dan kondisi medis lainnya. Dokter beserta tim medis lainnya juga akan memantau kondisi jahitan pada sayatan caesar secara berkala.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin jika ada tanda-tanda infeksi pasca operasi. Biasanya Anda masih akan tetap menggunakan infus untuk menambah cairan atau memasukkan obat, tapi selang kateter akan dilepas setelah operasi selesai.

Tak perlu khawatir, Anda juga bisa langsung menyusui bayi segera setelah tubuh Anda sehat dan merasa sanggup melakukannya.

Selain itu, beristirahatlah dengan cukup jika memungkinkan. Dalam beberapa minggu pertama, hindari mengangkat beban yang berat melebihi berat bayi Anda dan hindari mengangkat beban dari posisi jongkok.

Biasanya dokter juga akan meresepkan obat penghilang rasa sakit bekas operasi caesar. Sebagian besar obat penghilang rasa sakit aman untuk ibu menyusui.

Hindari seks selama enam minggu setelah operasi untuk mencegah infeksi.

Pastikan Anda tidak lupa menanyakan dengan dokter mengenai perawatan yang perlu dilakukan selama masa pemulihan ini.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi pada operasi caesar?

Sebenarnya operasi caesar adalah prosedur bedah yang aman untuk dilakukan. Akan tetapi, prosedur ini tetap berisiko membawa risiko dan komplikasi setelahnya. Berikut berbagai risiko operasi caesar yang mungkin terjadi:

Risiko pada ibu

Risiko utama operasi caesar pada ibu meliputi:

  • Perdarahan.
  • Penggumpalan darah.
  • Infeksi luka operasi.
  • Efek samping obat bius atau anestesi.
  • Cedera operasi pada kandung kemih atau usus, sehingga memerlukan operasi lanjutan.
  • Meningkatkan risiko terjadinya komplikasi di kehamilan berikutnya.
  • Infeksi pada lapisan rahim, atau dikenal sebagai endometritis.
  • Pembekuan darah (trombosis) di kaki.

Risiko pada bayi

Masalah yang paling umum terjadi pada bayi yang lahir melalui operasi caesar adalah masalah pernapasan. Kondisi ini biasanya berlangsung selama beberapa hari pertama setelah kelahiran.

Risiko ini dapat semakin meningkat ketika bayi lahir sebelum usia kehamilan 39 minggu. Sementara bagi bayi yang lahir pada minggu ke-39 atau lebih melalui operasi caesar, risiko masalah pernapasan ini biasanya berkurang.

Di samping itu, bayi juga berisiko mengalami cedera yang disebabkan oleh goresan tidak sengaja di kulit saat operasi.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca