Positif HIV Ketika Hamil, Haruskah Melahirkan Lewat Caesar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kalau saat hamil ibu didiagnosis positif dengan HIV, ada berbagai hal yang harus dipertimbangkan agar seluruh kehamilan hingga proses persalinan tetap lancar. Nah, salah satu hal yang paling membuat calon ibu dan ayah khawatir mungkin adalah proses persalinannya nanti. Kira-kira apakah ibu hamil yang positif HIV harus melahirkan lewat operasi caesar atau bisa melahirkan normal? Simak ulasan lengkap soal persalinan ibu hamil dengan HIV berikut ini.

Mengenal HIV/ AIDS pada ibu hamil

Human immunodeficiency virus atau HIV adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil.

Nah, bayi yang dikandung oleh ibu yang positif HIV bisa tertular juga. Entah saat kehamilan, persalinan, atau ketika menyusui. Karena itu, biasanya dokter akan memberikan pengobatan antivirus khusus dengan jenis yang berbeda-beda.

Obat-obatan tersebut harus selalu dikonsumsi secara rutin, termasuk beberapa saat menjelang persalinan dan saat persalinan itu sendiri. Ini karena saat persalinan, bayi sangat rentan tertular virus dari ibu.

Ibu hamil yang positif HIV sebaiknya melahirkan normal atau caesar?

Ada yang bilang, ibu hamil yang positif HIV sebaiknya melahirkan lewat operasi caesar saja karena lebih aman. Pada kenyataannya, ibu hamil dengan HIV/ AIDS masih punya kesempatan untuk melahirkan normal, yaitu melalui vagina.

Bila ibu hamil ingin melahirkan normal, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Syaratnya antara lain:

  • Sudah minum obat antivirus sejak usia kehamilan 14 minggu atau kurang.
  • Kondisi viral load kurang dari 10.000 kopi/ml. Viral load sendiri yaitu jumlah partikel virus dalam 1 ml atau 1 cc darah. Semakin banyak jumlah partikel virus dalam darah berarti semakin tinggi risiko Anda untuk menularkan virus dan mengalami komplikasi HIV.

Saat melahirkan normal, ibu bersalin dengan viral load yang tinggi biasanya akan diberikan infus berisi obat zidovudine. Namun, rencana persalinan Anda masih bisa berubah-ubah tergantung pada kondisi tubuh ibu dan bayinya.

Pilihan ini juga harus Anda diskusikan dengan dokter kandungan, bidan, dan keluarga. Pasalnya, kebanyakan dokter akan menyarankan ibu bersalin untuk menjalani persalinan caesar kalau angka viral load-nya berada di atas 4.000 kopi/ml.

Menurut berbagai penelitian, kelahiran dengan operasi caesar memang bisa menurunkan risiko penularan HIV/ AIDS dari ibu ke bayi saat persalinan. Terutama jika viral load ibu menjelang persalinan terhitung tinggi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari American College of Obstetricians and Gynecologist, operasi sesar dianjurkan untuk dilakukan sebelum kehamilan berusia 39 minggu. Sedangkan pada ibu hamil dengan HIV, dianjurkan untuk melakukan operasi caesar saat kehamilan berusia 38 minggu.

Selain itu, pada operasi caesar bisa juga diberikan antibiotik untuk mecegah infeksi pasca melahirkan pada ibu dengan HIV. Ini karena wanita yang positif HIV punya kekebalan tubuh yang melemah sehingga lebih rentan kena infeksi. Antibiotik ini dapat diberikan sebelum operasi dilakukan dan sesudahnya.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Aborsi boleh saja dilakukan apabila ada indikasi medis. Apa saja pilihan cara menggugurkan kandungan yang aman? Simak selengkapnya di halaman ini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

Mungkin Anda sedang harap-harap cemas menunggu jadwal mens selanjutnya. Membedakan tanda hamil atau haid itu susah-susah gampang, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Membesarnya perut ibu saat hamil menandakan janin berkembang dengan baik. Idealnya, berapa berat badan normal janin sejak awal hingga akhir kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

program dan cara cepat hamil

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat flu ibu hamil

Obat Flu untuk Ibu Hamil, Mulai dari Obat Medis Sampai Alami

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
garis hitam di perut linea nigra

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
tanda awal kehamilan ciri-ciri hamil muda tanda kehamilan

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit