home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Prosedur VBAC, Ketika Ibu Melahirkan Normal Setelah Pernah Caesar

Apa itu VBAC?|Hal yang perlu diketahui sebelum melakukan VBAC|Manfaat VBAC|Risiko kesehatan dari VBAC|Persiapan penting menjelang VBAC
Mengenal Prosedur VBAC, Ketika Ibu Melahirkan Normal Setelah Pernah Caesar

Cukup banyak ibu yang ingin coba melahirkan normal setelah caesar waktu kehamilan sebelumnya karena berbagai alasan. Biasanya hal ini didasari karena ingin ingin merasakan “nikmat”nya sakit melahirkan normal paling tidak sekali seumur hidup. Dalam dunia medis, prosedur melahirkan normal setelah caesar adalah VBAC (vaginal birth after caesarean).

Beberapa wanita mungkin saja berkesempatan untuk melahirkan normal dengan lancar setelah pernah caesar.

Namun, mungkin berbeda ceritanya untuk yang lain karena VBAC adalah proses melahirkan yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.

 

Apa itu VBAC?

induksi melahirkan

VBAC adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses persalinan normal setelah pernah menjalani operasi caesar atau c-section.

Selama ini, seorang ibu yang pernah melahirkan caesar akan lebih dianjurkan untuk melakukan operasi caesar lagi di kehamilan berikutnya.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak masalah dan mungkin saja bagi seorang ibu bila ingin menjalani VBAC.

VBAC adalah prosedur melahirkan yang aman untuk dilakukan selama ibu hamil memenuhi persyaratan dan mendapat persetujuan dokter.

Jika Anda tertarik, sebelum mendekati hari persalinan, ada baiknya pertimbangkan dulu manfaat dan risiko dari prosedur VBAC ini.

Akan tetapi, jangan lupa sediakan berbagai persiapan persalinan dan perlengkapan melahirkan sejak trimester ketiga kehamilan.

Prosedur VBAC ini bisa dilakukan bila ibu hamil melahirkan di rumah sakit.

Sementara bila ibu ingin melahirkan di rumah dengan prosedur ini, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Hal yang perlu diketahui sebelum melakukan VBAC

kesehatan vagina, vagina saat hamil

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, VBAC adalah prosedur yang butuh pertimbangan matang.

Prosedur melahirkan normal memang tidak bisa dilakukan oleh setiap ibu hamil yang pernah caesar karena butuh berbagai pertimbangan.

Berbagai kondisi yang memperbolehkan ibu melakukukan dan tidak melakukan VBAC atau melahirkan normal setelah caesar adalah sebagai berikut:

Siapa saja yang boleh melakukan VBAC?

Kondisi ibu hamil yang diperbolehkan melahirkan normal setelah caesar atau VBAC adalah sebagai berikut:

  • Ibu yang memiliki bekas sayatan operasi caesar berbentuk garis horizontal yang terletak rendah di bawah perut.
  • Saat ini mengandung 1 bayi, dan hanya pernah 1 kali operasi caesar sebelumnya tapi bukan dengan sayatan vertikal.
  • Sedang mengandung bayi kembar dan pernah operasi caesar sebelumnya tapi bukan dengan sayatan vertikal.
  • Persalinan terjadi secara spontan setelah induksi, sehingga kontraksi berlangsung cepat.
  • Tulang panggul Anda berukuran cukup besar, sehingga memungkinkan bayi untuk keluar dengan mudah. Biasanya dokter yang dapat menentukan hal ini.
  • Belum pernah melakukan operasi berat pada rahim, seperti miomektomi untuk mengangkat tumor rahim jinak (fibroid).
  • Belum pernah mengalami rahim robek di kehamilan sebelumnya.
  • Tidak memiliki kondisi medis yang membuat persalinan melalui vagina menjadi berisiko, misalnya plasenta previa atau fibroid.

Siapa saja yang tidak dianjurkan melakukan VBAC?

Kondisi ibu hamil yang tidak diperbolehkan melahirkan normal setelah caesar atau VBAC adalah sebagai berikut:

  • Pernah melakukan persalinan caesar dengan sayatan rahim vertikal.
  • Sayatan vertikal di bagian atas rahim atau sayatan klasik dengan bentuk huruf T akan menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami ruptur uterus (rahim robek) saat mengejan nanti.
  • Pernah melakukan persalinan caesar dengan jenis sayatan rahim yang tidak diketahui pasti, tapi diduga merupakan sayatan vertikal (klasik).
  • Pernah mengalami rahim robek di kehamilan sebelumnya.
  • Pernah melakukan operasi berat pada rahim sebelumnya, seperti pengangkatan tumor rahim jinak.
  • Hamil di usia yang sudah terlalu tua.
  • Hamil dengan berat badan berlebih.
  • Berat bayi yang lahir lebih dari 4.000 gram (gr) alias bayi makrosomia.
  • Usia kehamilan sudah lebih dari 40 minggu.
  • Usia kehamilan terlalu singkat, sekitar kurang dari 18 minggu.
  • Sedang hamil bayi kembar tiga atau lebih.

Beberapa rumah sakit atau klinik bersalin biasanya tidak menganjurkan ibu untuk menjalani VBAC jika sudah pernah melahirkan caesar lebih dari dua kali.

Konsultasikan juga dengan dokter bila ibu sedang hamil kembar dan ingin melahirkan anak kembar dengan prosedur VBAC.

Manfaat VBAC

posisi tidur setelah melahirkan

VBAC adalah prosedur melahirkan yang aman dengan tingkat keberhasilan tinggi jika dilakukan dengan tepat.

Melahirkan normal setelah caesar juga berpotensi membawa sejumlah manfaat baik bagi ibu dan bayinya, seperti:

1. Proses pemulihan lebih cepat

Dibandingkan melahirkan caesar, melahirkan normal lewat vagina membutuhkan waktu pemulihan yang lebih singkat.

Artinya, waktu yang ibu habiskan untuk rawat inap di rumah sakit pun tidak akan terlalu lama.

Ibu bisa segera kembali melakukan aktivitas harian lainnya seperti sedia kala.

2. Melibatkan rasa ‘perjuangan’ yang lebih besar

Operasi caesar melibatkan pemberian obat bius atau anestesi guna mengurangi rasa sakit.

Itu sebabnya usaha yang Anda lakukan untuk mengeluarkan bayi dari dalam perut biasanya tidak sebesar proses melahirkan normal.

Sebaliknya, proses melahirkan melalui vagina mengharuskan Anda untuk menerapkan cara mengejan saat melahirkan sekuat tenaga demi mendorong bayi keluar.

Alhasil, ada perasaan haru tersendiri usai melalui proses melahirkan yang panjang.

Meski begitu, prosedur melahirkan normal maupun operasi caesar ini tetap saja akan memberikan kebahagiaan yang tak ternilai harganya.

Biasakan juga untuk berlatih teknik pernapasan saat melahirkan sejak masa kehamilan, misalnya melalui latihan prenatal yoga.

Ibu juga bisa mempelajar beragam posisi persalinan agar memudahkan proses melahirkan normal setelah caesar (VBAC) nantinya.

3. Menurunkan risiko komplikasi operasi

Pada dasarnya, semua jenis operasi berisiko menimbulkan komplikasi selama atau setelah prosesnya berlangsung, begitu pula dengan operasi melahirkan caesar.

Operasi melahirkan caesar yang tidak berjalan mulus dapat meningkatkan risiko komplikasi persalinan serius.

Keputusan melahirkan normal setelah caesar atau VBAC dapat membantu menekan risiko terjadinya perdarahan, infeksi, pembekuan darah, atau cedera organ selama persalinan.

Ketika tanda-tanda melahirkan sudah terlihat tetapi belum kunjung terjadi pembukaan lahiran, dokter mungkin memberikan induksi persalinan untuk ibu.

Tanda akan melahirkan lainnya juga meliputi kontraksi persalinan asli dan air ketuban pecah.

Sementara bila proses persalinan normal mengalami hambatan, prosedur medis seperti penggunaan forceps, ekstraksi vakum, hingga episiotomi (gunting vagina) akan dipertimbangkan.

4. Menurunkan risiko dampak buruk di kehamilan berikutnya

Pernah melakukan operasi caesar sekali atau lebih akan semakin meningkatkan risiko potensi masalah kesehatan di kehamilan selanjutnya.

Bagi Anda yang memang sedari awal sudah berencana untuk punya banyak anak, VBAC adalah prosedur yang tepat karena membantu mencegah risiko negatif dari prosedur melahirkan caesar.

Risiko negatif tersebut misalnya rahim robek karena luka dan plasenta bermasalah akibat operasi caesar.

Terlebih lagi, risiko komplikasi tersebut biasanya akan semakin meningkat semakin sering Anda menjalani operasi caesar.

Risiko kesehatan dari VBAC

Melahirkan Secara Sesar, Bisa Menyebabkan Anak Mengalami Obesitas

Terlepas dari berbagai manfaat baik yang bisa diperoleh melalui prosedur melahirkan VBAC, tentu tetap ada kekurangan melahirkan normal setelah caesar yang harus dipertimbangkan.

Kemungkinan terburuk dar VBAC adalah kegagalan karena tidak berhasil menjalankan persalinan normal dengan sempurna.

Kondisi ini bisa membuat rahim robek karena bekas sayatan dari operasi caesar sebelumnya terbuka, mengutip dari American Pregnancy Association.

Kalau sudah begini, operasi caesar darurat mau tidak mau harus segera dilakukan guna mencegah komplikasi persalinan yang meliputi perdarahan hebat, infeksi, hingga cacat pada bayi.

Dalam beberapa kasus perdarahan yang cukup parah, operasi angkat rahim (histerektomi) harus dilakukan.

Artinya, ada kemungkinan Anda tidak bisa hamil lagi bila menjalani operasi histerektomi.

Persiapan penting menjelang VBAC

induksi melahirkan induksi persalinan

Langkah paling utama yang harus Anda lakukan sebelum memutuskan melahirkan VBAC adalah membicarakan dengan dokter Anda.

Selama konsultasi dokter akan melihat kembali semua riwayat medis Anda terkait kehamilan dan persalinan yang pernah dilakukan sebelumnya.

Jika memang memungkinkan, dokter dapat memberikan Anda lampu hijau untuk prosedur VBAC.

Selain itu, persiapan beberapa hal terkait prosedur melahirkan normal setelah caesar atau VBAC adalah:

  • Mempelajari semua hal mengenai VBAC.
  • Pastikan Anda memilih pelayanan kesehatan atau rumah sakit dengan fasilitas melahirkan yang lengkap, termasuk untuk menangani operasi caesar darurat.
  • Persiapkan kemungkinan terburuknya, misalnya ketika tiba-tiba terjadi komplikasi saat sedang melakukan persalinan normal.

Ibu juga bisa mengikuti kelas persalinan yang turut membahas mengenai prosedur melahirkan normal setelah caesar atau VBAC.

Sebaiknya kenali lebih dalam mengenai prosedur melahirkan ini sebelum memutuskan untuk menjalaninya dan tanyakan pendapat dokter kandungan Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Vaginal Birth After Cesarean (VBAC). Retrieved 18 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/vbac/about/pac-20395249

VBAC: Know the Pros and Cons. Retrieved 18 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/vbac/in-depth/vbac/art-20044869

VBAC : Vaginal Birth After Cesarean. Retrieved 18 August 2020, from http://americanpregnancy.org/labor-and-birth/vbac/

Vaginal Birth After Caesarean (VBAC). Retrieved 18 August 2020, from https://www.nbt.nhs.uk/maternity-services/pregnancy/birth-after-a-previous-caesarean/vaginal-birth-after-caesarean-vbac

Vaginal Birth After Caesarean Delivery. Retrieved 18 August 2020, from https://www.acog.org/patient-resources/faqs/labor-delivery-and-postpartum-care/vaginal-birth-after-cesarean-delivery

Vaginal Birth After Caesarean (VBAC). Retrieved 18 August 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/vaginal-birth-after-caesarean-vbac

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 18/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x