Tidak Semua Wanita Ternyata Boleh Melahirkan Normal Setelah Pernah Caesar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 03/03/2019 . 7 menit baca
Bagikan sekarang

Cukup banyak wanita yang ingin coba melahirkan normal setelah caesar waktu kehamilan sebelumnya karena berbagai alasan. Entah karena ingin menyaksikan secara langsung kelahiran buah hatinya atau ingin merasakan “nikmat”nya sakit melahirkan normal paling tidak sekali seumur hidup. Dalam dunia medis, prosedur melahirkan normal setelah caesar disebut dengan VBAC (vaginal birth after caesarean). Beberapa wanita mungkin saja berkesempatan untuk melahirkan normal dengan lancar setelah pernah caesar. Namun, mungkin lain ceritanya untuk yang lain. VBAC adalah proses melahirkan yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.

VBAC adalah prosedur melahirkan normal setelah caesar

induksi melahirkan

VBAC adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses persalinan normal setelah pernah menjalani operasi caesar atau c-section.

Selama ini, seorang ibu yang pernah melahirkan caesar akan lebih dianjurkan untuk caesar lagi di kehamilan berikutnya. Namun melansir dari laman Healthline, American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak masalah dan mungkin saja bagi seorang ibu jika ingin melahirkan normal setelah caesar sewaktu persalinan sebelumnya.

Para ahli kesehatan berpendapat bahwa VBAC adalah prosedur melahirkan yang aman untuk dilakukan. Hal tersebut didukung oleh sebuah studi yang dimuat dalam New England Journal of Medicine.

Dikutip dari Web MD. studi tersebut melaporkan sekitar 75 persen wanita berhasil melahirkan normal setelah caesar sebelumnya. Tertarik ingin mencoba? Sebelum mendekati hari persalinan, ada baiknya Anda pertimbangkan dulu manfaat dan risikonya dari prosedur VBAC.

Sebelum melakukan VBAC, ketahui dulu mengenai…

kesehatan vagina, vagina saat hamil

1. Siapa saja yang boleh melakukan VBAC?

  • Ibu yang memiliki bekas sayatan operasi caesar berbentuk garis horizontal yang terletak rendah di bawah perut.
  • Saat ini mengandung 1 bayi, dan hanya pernah 1 kali operasi caesar sebelumnya tapi bukan dengan sayatan vertikal.
  • Sedang mengandung bayi kembar, dan pernah operasi caesar sebelumnya tapi bukan dengan sayatan vertikal.
  • Persalinan terjadi secara spontan setelah induksi, sehingga kontraksi berlangsung cepat.
  • Tulang panggul Anda berukuran cukup besar, sehingga memungkinkan bayi untuk keluar dengan mudah. Biasanya dokter yang dapat menentukan hal ini.
  • Belum pernah melakukan operasi berat pada rahim, seperti miomektomi untuk mengangkat tumor rahim jinak (fibroid).
  • Belum pernah mengalami rahim robek di kehamilan sebelumnya.
  • Tidak memiliki kondisi medis yang membuat persalinan melalui vagina menjadi berisiko, misalnya plasenta previa atau fibroid.

2. Siapa saja yang tidak dianjurkan melakukan VBAC?

  • Pernah melakukan persalinan caesar dengan sayatan rahim vertikal.
  • Sayatan vertikal di bagian atas rahim atau sayatan klasik dengan bentuk huruf T akan menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami ruptur uterus (rahim robek) saat mengejan nanti.
  • Pernah melakukan persalinan caesar dengan jenis sayatan rahim yang tidak diketahui pasti, tapi diduga merupakan sayatan vertikal (klasik).
  • Pernah mengalami rahim robek di kehamilan sebelumnya.
  • Pernah melakukan operasi berat pada rahim sebelumnya, seperti pengangkatan tumor rahim jinak.
  • Hamil di usia yang sudah terlalu tua.
  • Hamil dengan berat badan berlebih.
  • Berat bayi yang lahir lebih dari 4.000 gram (gr) alias bayi makrosomia.
  • Usia kehamilan sudah lebih dari 40 minggu.
  • Usia kehamilan terlalu singkat, sekitar kurang dari 18 minggu.
  • Sedang hamil bayi kembar 3 atau lebih.

Beberapa rumah sakit atau klinik bersalin biasanya tidak menganjurkan Anda untuk menjalani VBAC  jika Anda sudah pernah caesar lebih dari 2 kali.

Apa manfaat dari melahirkan normal setelah caesar?

posisi tidur setelah melahirkan

VBAC adalah prosedur melahirkan yang aman dengan tingkat keberhasilan tinggi jika dilakukan dengan tepat. Melahirkan normal setelah caesar juga berpotensi membawa sejumlah manfaat baik bagi ibu dan bayinya, seperti:

1. Proses pemulihan lebih cepat

Dibandingkan melahirkan caesar, melahirkan normal lewat vagina membutuhkan waktu pemulihan yang lebih singkat. Artinya, waktu yang Anda habiskan untuk rawat inap di rumah sakit pun tidak akan terlalu lama. Anda bisa segera kembali melakukan aktivitas harian lainnya seperti sedia kala.

2. Melibatkan rasa ‘perjuangan’ yang lebih besar

Operasi caesar melibatkan pemberian obat bius atau anestesi guna mengurangi rasa sakit. Itu sebabnya usaha yang Anda lakukan untuk mengeluarkan bayi dari dalam perut biasanya tidak sebesar proses melahirkan normal.

Sebaliknya, proses melahirkan melalui vagina mengharuskan Anda untuk mengejan sekuat tenaga demi mendorong keluarnya bayi dari dalam kandungan. Alhasil, ada perasaan haru tersendiri usai melalui proses melahirkan yang panjang.

Meski begitu, kedua prosedur melahirkan ini tetap saja akan memberikan kebahagiaan yang tak ternilai harganya.

3. Menurunkan risiko komplikasi operasi

Pada dasarnya, semua jenis operasi berisiko menimbulkan komplikasi selama atau setelah prosesnya berlangsung. Begitu pula dengan operasi melahirkan caesar. Operasi melahirkan caesar yang tidak berjalan mulus dapat meningkatkan risiko komplikasi persalinan serius.

Keputusan melahirkan normal setelah caesar atau VBAC dapat membantu menekan risiko terjadinya perdarahan, infeksi, pembekuan darah, atau cedera organ selama persalinan.

4. Menurunkan risiko dampak buruk di kehamilan berikutnya

Pernah melakukan operasi caesar sekali atau lebih akan semakin meningkatkan risiko potensi masalah kesehatan di kehamilan selanjutnya.

Bagi Anda yang memang sedari awal sudah berencana untuk punya banyak anak, VBAC adalah prosedur yang tepat karena membantu menghindari risiko negatif dari prosedur melahirkan caesar.

Misalnya rahim robek karena luka dan plasenta bermasalah akibat operasi caesar. Terlebih lagi, risiko komplikasi tersebut biasanya akan semakin meningkat semakin sering Anda menjalani operasi caesar.

Risiko kesehatan dari melahirkan normal setelah caesar

Melahirkan Secara Sesar, Bisa Menyebabkan Anak Mengalami Obesitas

Terlepas dari berbagai manfaat baik yang bisa Anda peroleh melalui prosedur melahirkan VBAC, tentu tetap ada kekurangan melahirkan normal setelah caesar yang harus dipertimbangkan. Kemungkinan terburuk dar VBAC adalah kegagalan karena tidak berhasil menjalankan persalinan normal dengan sempurna.

Kondisi ini bisa membuat rahim robek, karena bekas sayatan dari operasi caesar sebelumnya terbuka. Kalau sudah begini, operasi caesar darurat mau tidak mau harus segera dilakukan guna mencegah komplikasi lebih lanjut yang meliputi perdarahan hebat, infeksi, hingga cacat pada bayi.

Dalam beberapa kasus perdarahan yang cukup parah, operasi angkat rahim (histerektomi) harus dilakukan. Artinya, ada kemungkinan Anda tidak bisa hamil lagi.

Apa saja persiapan penting menjelang VBAC?

induksi melahirkan induksi persalinan

Langkah paling utama yang harus Anda lakukan sebelum memutuskan melahirkan VBAC adalah membicarakan dengan dokter Anda.

Selama konsultasi dokter akan melihat kembali semua riwayat medis Anda terkait kehamilan dan persalinan yang pernah dilakukan sebelumnya. Jika memang memungkinkan, dokter dapat memberikan Anda lampu hijau untuk prosedur VBAC.

Selain itu, persiapkan juga beberapa hal seperti:

  • Mempelajari semua hal mengenai VBAC.
  • Pastikan Anda memilih pelayanan kesehatan atau rumah sakit dengan fasilitas melahirkan yang lengkap, termasuk untuk menangani operasi caesar darurat.
  • Persiapkan kemungkinan terburuknya, misalnya ketika tiba-tiba terjadi komplikasi saat sedang melakukan persalinan normal.

Anda bisa mengikuti kelas persalinan yang turut membahas mengenai VBAC. Sebaiknya kenali lebih dalam mengenai prosedur melahirkan ini sebelum memutuskan untuk menjalaninya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hal yang Perlu Diketahui dan Dipersiapkan saat Lahiran Caesar Kedua

Persiapan untuk operasi caesar kedua, sama seperti operasi sebelumnya. Tetapi ada beberapa hal yang perlu ibu ketahui dalam menghadapi kelahiran caesar ini.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Melahirkan, Kehamilan 04/04/2020 . 4 menit baca

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Operasi pengangkatan fibroid rahim (miomektomi) memang tidak mengangkat rahim sepenuhnya. Akan tetapi, masih bisakah melahirkan normal setelah miomektomi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Melahirkan, Kehamilan 26/03/2020 . 4 menit baca

Tips Merawat Bekas Luka Operasi Caesar (Sesar) di Rumah

Metode sesar dilakukan untuk menjamin keselamatan Ibu dan si Kecil. Tak hanya kesehatan si Kecil, Ibu juga perlu merawat bekas operasi sesar di rumah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Melahirkan, Kehamilan 22/01/2020 . 4 menit baca

Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir untuk Kehamilan IVF (Bayi Tabung)

Setiap kehamilan pasti punya tanggal HPL. Apabila hamil lewat bayi tabung atau IVF, bagaimana cara menghitung hari perkiraan lahir yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Melahirkan, Kehamilan 16/12/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mengantar istri melahirkan ke rumah sakit

Ayah, Ini Tips Mengantar Ibu Hamil ke Rumah Sakit untuk Kelahiran

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . 4 menit baca
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . 10 menit baca
bayi terinfeksi COVID-19

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . 5 menit baca