Mengenal Sel Punca, Penyembuh Berbagai Penyakit Berbahaya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Di dalam tubuh, ada banyak sekali jenis sel-sel yang bekerja agar semua organ Anda berfungsi dengan baik. Namun, pernahkah Anda mendengar tentang sel punca? Dalam dunia medis, sel punca saat ini menjadi topik yang cukup hangat dibicarakan, sebab sel ini mempunyai kemampuan yang ‘spesial’ dan dapat menjadi suatu terobosan terbaru dalam mengobati berbagai penyakit kronis.

Apa itu sel punca?

Pada dasarnya, semua individu berasal dari satu sel yang disebut zigot – sel gabungan antara sel telur wanita dengan sperma pria. Kemudian, sel ini membelah menjadi dua, lalu empat sel, dan seterusnya. Setelah membelah, sel-sel tersebut akan secara alami mengambil peran dan tanggung jawabnya masing-masing di dalam tubuh. Proses ini disebut dengan diferensiasi.

Sel punca atau sel stem merupakan sel yang masih ‘polos’ dan belum memiliki fungsi apapun. Jika Anda ingat pelajaran ketika di sekolah, setiap jaringan terdiri dari sel yang memiliki fungsinya masing-masing. Misal, sel otot yang berfungsi untuk mempertahankan fungsi otot.

Sementara, sel stem tidak seperti sel-sel lainnya. Sel ini ibaratnya murni dan belum diberikan tanggung jawab apapun, belum juga melewati proses diferensasi. Selain itu, sel jenis ini memiliki kemampuan untuk  dan dapat membelah sebanyak-banyaknya sesuai dengan kebutuhan. Kedua kemampuan ini membuat sel stem dianggap ‘spesial’ dan bisa digunakan untuk mengobati suatu penyakit.

Apa saja tipe sel punca?

Terdapat beberapa jenis sel stem yang bisa digunakan dalam penelitian medis, yaitu:

Sel punca embrionik

Sel yang diambil dari embrio – sel zigot yang sudah berkembang dan membelah – yang memiliki usia sekitar 3-5 hari. Biasanya sel ini didapatkan dari proses bayi tabung, jadi bukan diambil dari rahim perempuan yang telah mengandung embrio. Sel stem embrio ini mempunyai umur yang sangat panjang, dapat memperbanyak dirinya beratus-ratus kali lipat, dan bersifat pluripoten atau dapat berkembang menjadi sel apapun yang ada di tubuh. namun sampai saat ini penggunaan sel stem embrionik masih cukup kontroversi.  

Sel punca non-embrionik atau sel punca dewasa

Tak seperti namanya, sel jenis ini tetap diambil dari tubuh bayi atau pun anak-anak. Sel punca ini berasal dari berbagai jaringan yang masih dalam tahap perkembangan. Sel jenis ini hanya dapat memperbanyak diri sesuai dengan peran yang telah ia terima sebelumya. Contohnya seperti sel stem hematopoietic adalah sel stem dewasa yang berasal dari sumsum tulang dan berfungsi untuk membuat sel darah baru.

Sel punca dari tali pusar

Sel ini diambil dari tali pusar dan plasenta bayi yang baru lahir yang kemudian langsung disimpan di dalam bank sel stem untuk digunakan di kemudian hari. jenis sel tersebut dapat membantu pengobatan kanker darah dan kelainan darah pada anak.

bayi yang baru lahir

Apa kegunaan dari sel punca?

Sel tubuh yang sudah ‘bekerja’ pada suatu jaringan, memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri hanya beberapa kali saja sebelum mereka rusak. Sedangkan sel punca memiliki kemampuan untuk membuat dirinya banyak, hingga tak terbatas – sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jadi sel ini dianggap dapat membentuk kembali suatu jaringan yang rusak.

Kemampuan inilah yang dianggap dapat digunakan untuk membantu mengobati berbagai penyakit, khususnya penyakit kronis. Telah banyak penelitian yang mencoba untuk memahami serta melakukan uji coba kegunaan sel punca. Dari banyak penelitian tersebut, diketahui jika sel stem ini berpotensi untuk mengobati berbagai penyakit seperti:

Kontroversi pengobatan penyakit kronis dengan sel punca

Meskipun sel stem dipercaya memiliki potensi yang besar dalam bidang medis, namun pengobatan dengan menggunakan sel ini masih menimbulkan pro dan kontra. Kontroversi ini muncul karena sel punca yang dapat digunakan untuk mengobati segala penyakit ini didapatkan langsung dari embrio.

Embrio yang diambil sel puncanya dapat mengalami gangguan hingga kematian. Bagi sebagian orang yang kontra dengan terapi sel punca ini menganggap bahwa embrio adalah bentuk dari manusia yang paling awal, sehingga terapi ini tak ada bedanya dengan membunuh manusia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Asam Lambung Naik Bisa Sebabkan Kanker Kerongkongan?

Asam lambung naik atau refluks yang terjadi secara kambuhan, kemungkinan bisa sebabkan kanker kerongkongan. Cari tahu alasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kanker Lainnya 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Meluruskan 6 Mitos Seputar Varises yang Banyak Dipercaya Masyarakat

Banyak orang menganggap varises terjadi jika Anda duduk atau berdiri terlalu lama. Padahal tidak demikian. Apa saja mitos varises lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Jantung Lainnya 8 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

8 Tips Menjaga Bakteri Baik dalam Usus

Tahukah Anda bahwa di dalam tubuh terdapat 100 triliun bakteri usus? Bakteri ini baik untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan 8 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ketika demam, Anda akan memakai termometer untuk mengukur suhu tubuh. Bagaimana cara pakai termometer yang benar sesuai jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lidah gatal

7 Kondisi Penyebab Lidah Anda Terasa Gatal, dari Masalah Ringan Hingga Serius

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
setelah cabut gigi

7 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Setelah Cabut Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
posisi tidur

Posisi Tidur Mana yang Lebih Baik: Miring ke Kiri Atau Kanan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
pedoman makanan anak 1-3 tahun

Pedoman Praktis Makanan untuk Anak Usia 1-3 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit