Bank Tali Pusat, Benarkah Berguna di Masa Depan?

    Bank Tali Pusat, Benarkah Berguna di Masa Depan?

    Di Indonesia, banyak yang menyimpan tali pusat bayi karena dianggap bermanfaat untuk kesehatan di masa depan. Namun, tahukah Anda bahwa ada yang disebut dengan bank tali pusat? Ketahui kegunaan menyimpan tali pusat dan pro-kontranya di sini.

    Apa itu bank tali pusat?

    Bank tali pusat adalah tempat penyimpanan darah tali pusat bayi setelah lahir yang dipersiapkan sedemikian rupa agar tahan lama.

    Tali pusat menghubungkan janin dengan plasenta untuk mendapatkan suplai makanan dari apa yang ibu hamil konsumsi.

    Darah pada tali pusat diyakini mengandung sel punca yang berpotensi menyembuhkan berbagai penyakit.

    Sel punca sendiri merupakan jenis sel yang dapat berkembang menjadi berbagai jenis sel pada tubuh.

    Sel ini memiliki kemampuan luar biasa untuk memperbanyak diri, sehingga diyakini membantu dalam pengobatan penyakit kronis, seperti kanker hingga kelainan darah.

    Menurut studi dalam jurnal Pediatrics (2017), darah tali pusat ini dapat bermanfaat untuk transplantasi sel punca hematopoietik pada anak-anak dengan penyakit fatal.

    Namun, berbagai penelitian masih terus dilakukan untuk memastikan manfaat lain dan efek darah tali pusat ini dalam pengobatan.

    Meski demikian, tidak semua darah tali pusat layak disimpan untuk perawatan bayi di masa depan.

    Studi yang sama menyebutkan bahwa hanya sekitar 25 – 40% darah tali pusat yang layak disimpan dan bisa digunakan di kemudian hari.

    Cara menyimpan di bank tali pusat

    simpan tali pusat bayi

    Secara tradisi, masyarakat merawat tali pusat dan menyimpannya untuk alasan kesehatan.

    Namun, biasanya penyimpanan yang dilakukan tidak dilakukan secara medis dan steril.

    Jika ingin menyimpan tali pusat bayi dengan benar, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal berikut ini.

    1. Putuskan sedari awal

    Keputusan untuk menyimpan tali pusat sebaiknya sudah Anda ambil bersama pasangan ketika memasuki usia kehamilan trimester ketiga.

    Saat itu, Anda sudah harus memutuskan dan menghubungi bagian bank tali pusat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi kelahiran prematur.

    2. Jenis bank tali pusat

    Ada dua jenis bank tali pusat yang bisa Anda pilih untuk tempat penyimpanan.

    Bank publik

    Tempat ini menerima darah tali pusat untuk didonasikan atau digunakan sebagai sampel uji penelitian. Oleh karena itu, Anda tidak akan dikenakan biaya untuk penyimpanan.

    Bank privat

    Bank ini merupakan tempat penyimpanan darah tali pusat dengan tujuan penggunaan pribadi di kemudian hari, sehingga Anda perlu mengeluarkan biaya sendiri.

    3. Prosedur pengambilan tali pusat

    Ketika persalinan, dokter akan memutus tali pusat yang menempel pada bayi dan mengambil darah pada tali dengan jarum suntik.

    Jumlah darah yang diambil akan tergantung dengan kondisi ibu, bayi, dan persalinan yang baru saja dilakukan.

    Prosedur ini tidak akan memengaruhi kesehatan ibu atau bayi dan hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit.

    Setelah itu, darah akan diproses dalam laboratorium, untuk memisahkan sel punca, lalu dibekukan. Sel punca beku dapat bertahan hingga 10 tahun tanpa mengalami kerusakan.

    Pro dan kontra bank tali pusat

    bank tali pusat

    Meski disebut-sebut dapat mengobati penyakit kronis yang dialami di masa depan, penyimpanan tali pusat tak lepas dari pro dan kontra.

    Berikut ini beberapa hal yang masih diperdebatkan terkait penyimpanan darah tali pusat dan manfaatnya.

    1. Berpotensi membantu pengobatan penyakit tertentu

    Telah banyak penelitian yang menyatakan sel punca dalam tali pusat dapat mengobati penyakit kronis, seperti leukemia, kanker, hingga gangguan metabolik lainnya.

    Sel punca setiap orang memiliki ciri khas tersendiri, sehingga tidak mudah menemukan sel punca yang cocok dengan tubuh Anda.

    Jika menyimpan tali pusat, Anda tak perlu khawatir mencari sel punca yang sesuai untuk mengobati penyakit yang mungkin dialami nantinya.

    2. Proses pengambilan cukup mudah

    Menyimpan tali pusat di bank tali pusar juga tidak memberikan risiko masalah kesehatan pada bayi baru lahir.

    Pasalnya, darah diambil dari tali pusat yang sudah dipotong, sehingga prosesnya terbilang aman. Tak hanya itu, prosesnya pun terbilang mudah dan cepat.

    Meski demikian, pengambilannya harus dilakukan dengan tepat oleh tenaga medis terlatih. Tali pusat juga harus disimpan agar kualitas darah tetap terjaga.

    3. Perlu biaya yang mahal

    Sayangnya, Anda perlu mengeluarkan biaya lebih untuk menyimpannya darah tali pusat.

    Saat ini, jumlah bank tali pusat di Indonesia masih terbatas dan biayanya mengharuskan Anda merogoh kantong cukup dalam.

    Biasanya, biaya yang dibayarkan sesuai dengan durasi penyimpanan sel punca yang Anda pilih. Semakin lama disimpan, tentu akan semakin mahal.

    4. Tidak semua tali pusat digunakan di masa depan

    Faktanya, tidak semua anak yang tali pusatnya disimpan akan memerlukannya di kemudian hari.

    Riset dalam jurnal Pediatrics (2017) mengemukakan bahwa hingga tahun 2013 hanya ada sekitar 30.000 transplantasi sel punca menggunakan darah tali pusat.

    Jumlah yang terpakai ini terbilang masih sedikit dibandingkan dengan jumlah tali pusar yang disimpan di bank.

    Perlu Anda ketahui

    Jika dalam keluarga tidak ada riwayat leukemia atau kelainan darah lainnya, sangat kecil kemungkinan Anda akan memerlukan sel punca dari tali pusat.

    5. Pengobatan sel punca tali pusat tidak dijamin berhasil

    Perlu Anda ketahui bahwa tak semua penyakit dapat disembuhkan dengan sel punca.

    Ada beberapa kondisi yang disebabkan oleh mutasi genetik, seperti spina bifida, yang tak bisa diatasi melalui metode ini.

    Pasalnya, kemungkinan besar sel punca yang disimpan juga membawa gen yang sudah bermutasi sehingga terapi bisa saja sia-sia.

    Terlepas dari pro dan kontra bank tali pusat, keputusan akhir tetap ada di tangan Anda.

    Sebaiknya diskusikan dengan pasangan dan konsultasikan manfaatnya dengan dokter kepercayaan Anda.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Andreas Wilson Setiawan

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan