Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Buat Apa Simpan Tali Pusat Bayi di Bank dan Apakah Benar-benar Perlu?

Buat Apa Simpan Tali Pusat Bayi di Bank dan Apakah Benar-benar Perlu?

Banyak hal yang harus dipikirkan dan dipersiapkan ketika Anda akan melahirkan. Salah satu yang harus dipikirkan sebelum proses kelahiran si kecil adalah apakah Anda akan menyimpan tali pusat bayi (juga disebut tali pusar) atau tidak. Ya, saat ini menyimpan tali pusat bayi di bank khusus sedang hangat dibicarakan. Sebenarnya, apa manfaat dari simpan tali pusat bayi? Apakah setiap orangtua harus melakukannya?

Simpan tali pusat bayi saat lahir agar bisa dijadikan obat di masa depan

Tali pusat bayi adalah saluran yang menjadi penghubung makanan serta oksigen antara ibu dan janin ketika di dalam kandungan. Jadi, sebenarnya yang diambil dari tali pusat adalah darah yang ada di dalam saluran yang mengandung sel punca (stem cell). Para ahli percaya kalau sel punca ini dapat membantu mengobati berbagai penyakit kronis.

Beberapa penelitian klinis yang telah dilakukan sebelumnya menyatakan bahwa darah tali pusat dapat membantu pengobatan penyakit seperti autisme, kanker darah, kelainan darah, hingga beberapa gangguan sistem imun. Namun, hal ini belum bisa dipastikan dan dijamin. Para ahli masih memerlukan serangkaian penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan teori tersebut.

Bagaimana prosedur penyimpanan tali pusat di bank?

Keputusan ini sebaiknya sudah Anda ambil bersama pasangan ketika memasuki usia kehamilan trimester ketiga. Saat itu, Anda sudah harus memutuskan dan menghubungi bagian bank tali pusat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi kelahiran prematur.

Ketika persalinan, dokter akan memutus tali pusat yang menempel pada bayi dan mengambil darah pada tali pusat yang sudah terputus itu dengan jarum suntik. Setidaknya, darah yang akan diambil sekitar 40 ml. Hal ini tergantung dengan kondisi ibu, bayi, dan persalinan yang baru saja dilakukan. Bila ibu melahirkan bayi yang lebih dari satu, maka darah yang ada di tali pusat mungkin saja lebih sedikit.

Prosedur ini tidak akan memengaruhi kesehatan ibu maupun bayi dan hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Selanjutnya, darah akan diproses dalam laboratorium, untuk dipisahkan bagian-bagian darahnya. Dari proses tersebut, akhirnya didapatkan sel punca yang akan disimpan dalam lemari pembeku dengan suhu sekitar -196 derajat Celsius untuk menjaga agar sel tidak rusak. Sel punca beku ini dapat bertahan hingga setidaknya 10 tahun tanpa mengalami kerusakan.

Merawat Bayi Baru Lahir

Lantas, perlukah saya simpan tali pusat bayi di bank?

Sebenarnya, hal ini kembali lagi pada masing-masing orangtua. Menyimpan darah tali pusat sama saja seperti Anda membuat asuransi biologis yang dapat digunakan di kemudian hari, misalnya ketika buah hati mengalami suatu penyakit. Bila memang Anda tertarik untuk melakukan ini, pikirkan secara matang. Berikut adalah pro dan kontra dari menyimpan tali pusat yang bisa Anda jadikan pertimbangan ketika akan menyimpan tali pusat di bank khusus, yaitu:

Pro

1. Bisa jadi penyelamat ketika anak atau anggota keluarga terserang penyakit tertentu

Ya, telah banyak penelitian yang menyatakan bahwa dengan sel punca yang ada di dalam darah tali pusat bayi, dapat mengobati beberapa penyakit kronis seperti leukemia, kanker, kelainan darah, penyakit autoimun, hingga beberapa gangguan metabolik lainnya.

Masing-masing orang memiliki keunikan dan ciri sel puncanya sendiri, sehingga ketika dibutuhkan nanti, memang sangat susah untuk mencari sel punca yang tepat dan cocok dengan tubuh. Namun, jika sudah menyimpannya, tak perlu khawatir untuk mencari sel punca yang sesuai.

2. Tidak menimbulkan masalah kesehatan ketika proses dilakukan

Prosedur pengambilan darah tali pusat sangat singkat dan tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi ibu maupun bayi, sehingga metode ini dirasa aman.

Kontra

1. Memerlukan biaya yang sangat mahal

Sayangnya, tidak murah jika Anda berencana untuk simpan tali pusat bayi di bank khusus. Saat ini masih sedikit bank tali pusat yang ada di Indonesia dan semuanya menawarkan biaya yang mengharuskan Anda merogoh kantong cukup dalam. Biasanya, biaya yang harus Anda bayar sesuai dengan durasi penyimpanan sel punca yang Anda pilih. Semakin lama disimpan tentu akan semakin banyak biaya yang dikeluarkan.

2. Tidak semua anak pasti memerlukan sel punca di kemudian hari

Faktanya, tidak semua anak yang tali pusatnya disimpan di bank, akan memerlukannya di kemudian hari. Disebutkan dalam sebuah penelitian, kemungkinan untuk anak menggunakan sel punca yang telah disimpan adalah antara satu di antara 400 hingga 200.000 kejadian. Apalagi jika dalam keluarga Anda tidak ada riwayat penyakit kronis tertentu seperti leukemia atau kelainan darah lainnya. Maka mungkin Anda dan keluarga tidak begitu perlu melakukan hal ini.

3. Tak ada jaminan juga kalau pengobatan dengan sel punca bisa berhasil

Hal yang harus Anda ketahui adalah tak semua penyakit dapat disembuhkan dengan sel punca. Ada beberapa kondisi yang disebabkan oleh mutasi genetik, seperti spina bifida, yang tak bisa diatasi melalui metode ini. Pasalnya, ketika suatu penyakit terjadi akibat mutasi genetik, maka kemungkinan besar sel punca yang disimpan juga memiliki genetik yang sudah bermutasi tersebut. Jadi, hal ini bisa saja sia-sia.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

WebMD. (2017). Banking Baby Cord Blood. [online] WebMD. Available at: https://www.webmd.com/parenting/baby/should-you-bank-your-babys-cord-blood#1  [Accessed 13 Dec. 2017].

Acog.org. (2017). Cord Blood Banking – ACOG . [online] Available at: https://www.acog.org/Patients/FAQs/Cord-Blood-Banking  [Accessed 13 Dec. 2017].

BabyCenter. (2017). Cord blood banking: What it is, why consider it | BabyCenter. [online] Available at: https://www.babycenter.com/0_cord-blood-banking-what-it-is-why-consider-it_1362261.bc  [Accessed 13 Dec. 2017].

Parents. (2014). Is Cord Blood Banking Worth It?. [online] Available at: https://www.parents.com/pregnancy/my-baby/cord-blood-banking/is-cord-blood-banking-worth-it/  [Accessed 13 Dec. 2017].

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 16/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team