Tahap Perkembangan Janin Dalam Kandungan di Setiap Minggu Sampai Hari Kelahiran

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/02/2020
Bagikan sekarang

Tahukah Anda bahwa perkembangan bayi di dalam kandungan berjalan dengan sangat cepat? Janin banyak belajar bahkan melakukan berbagai hal di dalam kandungan yang termasuk dalam tahap perkembangan di dalam kandungan. Berikut adalah informasi perkembangan serta pertumbuhan janin ketika di dalam kandungan:

Perkembangan janin dalam kandungan usia satu minggu

Perhitungan usia kehamilan dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir (HPHT)–sebelum akhirnya menstruasi bisa dikatakan terlambat. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa pada minggu pertama dan kedua, sebenarnya Anda belum mengalami kehamilan. Lalu apa yang terjadi pada minggu ini?

Melansir dari WebMD, setelah mengalami proses pembuahan, yaitu bertemunya telur dengan sperma, maka akan terbentuk jaringan yang terdiri dari 100 sel yang nantinya akan menjadi cikal bakal janin. Setelah membelah dan memperbanyak sel, calon janin atau embrio tersebut akan menempel pada rahim, yaitu tempat tumbuh kembangnya selama kehamilan terjadi. Di sini perkembangan janin di dalam kandungan dimulai.

Perkembangan janin dalam kandungan usia dua minggu

Memasuki minggu kedua, perkembangan sel di dalam yang dimiliki embrio sebanyak kurang lebih 150 sel yang membentuk tiga lapisan, yaitu endoderm, mesoderm, dan ektoderm yang nantinya akan menjadi janin. Lapisan-lapisan yang dibentuk oleh sel inilah yang akan menjadi berbagai organ serta bagian tubuh dari bayi, seperti otot, tulang, jantung, sistem pencernaan, sistem reproduksi, dan sistem saraf.

Perkembangan janin dalam kandungan usia tiga minggu

Di masa perkembangan janin dalam kandungan, embrio berhasil menempel dengan sempurna pada rahim. Pada masa ini, embrio masih melakukan pembelahan serta perbanyakan sel, oleh karena itu belum berbentuk seperti embrio atau bayi. Lapisan terluar dari embrio akan membentuk plasenta atau ari-ari.

Di tahap ini juga, berbagai organ tubuh mulai dibentuk, seperti otak, tulang belakang, kelenjar tiroid, organ jantung, dan pembuluh-pembuluh darah. Ukuran embrio pada minggu ketiga masih sangat kecil, hanya sebesar 1,5 mm.

Perkembangan bayi dalam kandungan usia empat minggu

Jantung sudah terbentuk dan mulai berfungsi dan pembuluh-pembuluh darah sudah memiliki aliran darahnya sendiri. Selain itu, sudah mulai membentuk tangan dan kaki. Pada minggu ke-4 ukuran embrionya sebesar 5 mm, sesuai dengan perkembangan janin di dalam kandungan.

Perkembangan bayi dalam kandungan usia lima minggu

Perkembangan bayi di dalam kandungan sudah semakin baik. Tangan bayi sudah mulai tumbuh, namun masih tidak berbentuk seperti tangan, masih rata tanpa jari-jari. Struktur dasar otak dan sistem saraf pun juga sudah terbentuk, sementara mata, telinga, dan mulut baru akan dibentuk. Ukuran pada minggu ke-5 sebesar 7 mm.

Perkembangan bayi dalam kandungan usia enam minggu

Masuk ke minggu ke-6, ukuran embrio sudah sebesar kacang polong atau sekitar 12 mm. Perkembangan kaki calon janin sudah mulai tumbuh di dalam kandungan, walaupun jari-jari kaki belum terbentuk. Sistem pencernaan baru mulai untuk tumbuh. Sementara bibir atas dan langit-langit mulut sudah terbentuk. Kepala dari embrio sudah mulai terlihat namun ukurannya sangat kecil, dan terlihat bahwa telinga dan mata sedang dikembangkan.

Perkembangan bayi dalam kandungan usia tujuh minggu

Ukuran embrio ketika memasuki minggu ke-7 adalah sekitar 19 mm, ini sesuai dengan perkembangan calon bayi di dalam kandungan. Pada tahap ini, paru-paru baru akan dibentuk, jari-jari sudah mulai terlihat, dan otot serta sistem saraf sudah berfungsi dengan baik. Oleh karena itu pada masa ini, embrio sudah bisa menunjukkan refleksnya kepada ibunya.

Perkembangan bayi dalam kandungan usia delapan minggu

Di perkembangan kehamilan minggu ke-8, embrio di dalam kandungan sudah bisa disebut janin karena sudah memiliki bentuk serta wajah seperti manusia. Kelopak mata dan hidung mulai terbentuk pada minggu ini.

Pada tahap ini, plasenta berkembang dan janin dikelilingi air ketuban yang terbentuk dari pembuluh-pembuluh darah ibu. Air ketuban berfungsi untuk menjaga suhu janin tetap normal, membantu janin bergerak, dan membantu dalam perkembangan jantung janin. Ukuran janin mencapai 3 cm atau sebesar buah plum pada minggu ke-8.

Perkembangan bayi dalam kandungan usia sembilan minggu

Muka pada janin semakin jelas terbentuk. Mata lebih besar dan berwarna, sesuai dengan pigmen yang dimiliki masing-masing janin. Janin sudah mampu untuk membuka mulutnya serta pita suara dan kelenjar air liur mulai terbentuk. Janin yang berusia 9 minggu berukuran sebesar jeruk limo atau sekitar 5,5 cm.

Perkembangan bayi dalam kandungan usia 10 minggu

Janin yang berusia 10 minggu berukuran 7,5 cm, memiliki kepala yang lebih besar dibandingkan dengan ukuran badannya. Jantung sudah bekerja secara sempurna. Jantung pada janin berdetak 180 kali per menit, dua atau tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan detak jantung normal pada orang dewasa. Sel tulang pertama kali terbentuk, menggantikan tulang rawan yang sebelumnya sudah dibentuk.

Perkembangan janin dalam kandungan usia 11 minggu

Tulang wajah mulai terbentuk, kelopak mata masih tertutup dan tidak akan terbuka hingga beberapa minggu ke depan. Kuku juga sudah mulai dibentuk. Pada minggu ini, ternyata janin sudah bisa menelan dan mengeluarkan urin, yang dikeluarkan di dalam air ketuban.

Perkembangan janin dalam kandungan usia 12 minggu

Setelah 12 minggu dari terakhir menstruasi Anda, organ-organ dan sistem tubuh yang ada pada orang dewasa sudah dimiliki semua pada janin. Organ, otot, kelenjar, dan tulang, sudah sempurna terbentuk dan mulai berfungsi. Mulai dari minggu ini, akan terjadi perkembangan dan pematangan dari berbagai organ yang telah dibentuk sebelumnya. Tulang belakang janin yang tadinya terbentuk dari tulang rawan, pada minggu ke-12 akan berubah menjadi tulang keras.

Perkembangan janin dalam kandungan usia 13-17 minggu

Ketika memasuki usia minggu ke 13-17, berat janin sebesar 57-113 gram dan panjangnya sekitar 10-13 cm. Janin mengalami mimpi pada tahap ini, ia dapat bangun dan kemudian tidur. Selain itu, mulut janin juga sudah bisa digerakkan, seperti dibuka atau ditutup. Pada minggu ke-16, janin sudah bisa dilihat jenis kelaminnya, apakah ia laki-laki atau perempuan bisa dibantu lihat dengan melakukan USG. Muncul rambut-rambut halus pada kepala, yang disebut sebagai lanugo.

Perkembangan janin dalam kandungan usia 18-22 minggu

Ukuran janin sudah mencapai 25 hingga 28 cm dan memiliki berat 227 sampai 454 gram. Pada tahap ini, tulang yang ada dan keras sudah menggantikan tulang-tulan rawan pada janin. Janin mulai bisa mendengar dan memberikan respon gerakan. Oleh karena itu, ibu bisa merasakan tendangan, pukulan dan berbagai gerakan dari janin. Kelenjar minyak pada kulit mulai bekerja.

Perkembangan janin dalam kandungan usia 23-26 minggu

Pankreas janin mulai bekerja secara efektif dan paru-paru semakin matang pada tahap ini. Bayi yang lahir ketika memasuki minggu ke 23-26 memiliki lebih besar peluang untuk bertahan hidup, dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya. Bulu mata dan alis pun mulai terlihat.

Perkembangan janin dalam kandungan usia 27- 31 minggu

Diperkirakan 91% janin yang lahir di minggu ke 27-31 dapat bertahan hidup walaupun berisiko mengalami berbagai komplikasi seperti cacat lahir dan berat badan lahir rendah. Pada dasarnya, semua organ dan sistem tubuh sudah semakin matang pada usia ini dan akan terus berkembang hingga kelahiran terjadi.

Perkembangan janin dalam kandungan usia 32-36 minggu

Gerakan dan tendangan yang dilakukan oleh janin semakin kuat dan semakin terasa. Saat ini, kulit janin berwarna pink dan sangat halus. Janin pada usia ini memiliki berat sebesar 1,814 hingga 2,268 gram dan panjang sekitar 41-43 cm.

Perkembangan janin dalam kandungan usia 37-40 minggu

Minggu ini merupakan minggu-minggu terakhir kehamilan. Saat ini berat badan janin sudah mencapai 2,722 hingga 3,639 gram dan panjang badan yaitu sekitar 46 cm. Pada bayi laki-laki, testikel sudah sempurna terbentuk dan dilapisi dengan skrotum. Ketika memasuki minggu ke-40, maka janin siap dilahirkan dan semua organ sudah terbentuk serta berfungsi dengan baik.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Pengaruh Konsumsi Buah Terhadap Perkembangan Kognitif Janin

Mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa konsumsi buah-buahan dapat berpengaruh pada perkembangan kognitif janin. Apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
gangguan makan ibu hamil

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020