Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebagian besar Mama yang sedang mengandung dapat memiliki banyak pertanyaan seputar kehamilannya. Misalnya, porsi makan yang tepat, anjuran jumlah asupan asam folat, rentang berat badan yang disarankan oleh dokter hingga olahraga yang sebaiknya dilakukan. Ketika usia persalinan sudah dekat, pertanyaan pun berubah menjadi calon nama anak, isi hospital bag sampai diskusi berbagai metode persalinan dengan dokter. Jika Mama dan pasangan belum menentukan metode persalinan yang akan dilakukan, seperti normal atau caesar, Mama dapat menyimak informasi berikut sebagai bekal pengambilan keputusan atau memilih metode persalinan.

Memilih persalinan normal atau caesar

Persalinan normal umumnya merupakan pilihan bagi para ibu hamil. Alasannya karena ini merupakan hal yang alami dan dapat menjadi sebuah pencapaian yang dinantikan oleh sebagian Ibu. Selain itu, persalinan normal juga memiliki keuntungan, seperti:

  • Mendapatkan izin pulang ke rumah lebih cepat
  • Pemulihan yang lebih singkat

Ibu pun langsung dapat memeluk dan menyusui si Kecil sesaat setelah persalinan. Waktu ini dianggap sebagai waktu emas karena insting alami bayi yang ingin menempel membuat Ibu dapat memanfaatkannya untuk belajar menyusui.

Akan tetapi, apa yang terjadi di ruang persalinan tidak selalu sama dengan pilihan atau rencana setiap ibu hamil. Terlepas dari keinginan melahirkan secara normal atau tidak, dokter Anda umumnya akan menjelaskan juga tentang persalinan caesar sebelum waktu persalinan tiba. Mempelajari persalinan ini juga baik untuk pengetahuan atau mengurangi rasa takut.

Alasan di balik operasi caesar

Persalinan caesar dapat dilakukan untuk alasan medis dan nonmedis. Alasan medis dibagi menjadi dua faktor, yakni yang direncanakan dan darurat. Untuk yang direncanakan, alasannya meliputi:

  • Posisi bayi terbalik, kaki yang pertama kali muncul di saluran kelahiran
  • Pernah mengalami operasi di area rahim
  • Kondisi kesehatan (HIV, herpes genital)
  • Bayi terdeteksi mengalami kelainan kelahiran
  • Posisi plasenta yang tidak wajar

Mama juga bisa mencari tahu dan mengecek kemungkinannya melalui tes potensi persalinan caesar untuk selanjutnya didiskusikan dan dievaluasi bersama dokter kandungan Mama. Tes ini akan memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar kondisi Mama sehingga hasil akhirnya benar-benar sudah dipersonalisasi dan tentunya terverifikasi.

Untuk persalinan caesar darurat, alasan medis dapat berupa:

  • Proses persalinan tidak kunjung berkembang
  • Kepala atau tubuh bayi terlalu besar dan sulit melewati saluran kelahiran
  • Tali pusat terjepit dapat memicu masalah oksigen
  • Detak jantung bayi berubah tidak wajar
  • Plasenta terpisah dari dinding rahim di waktu yang tidak tepat

Sementara itu, sejumlah Ibu juga terkadang memiliki alasan nonmedis terkait prosedur persalinan ini. Menurut kajian Caesarean Section for Non‐medical Reasons at Term, beberapa alasan nonmedis adalah:

  • Pengalaman persalinan sebelumnya
  • Ketakutan terhadap persalinan normal
  • Menginginkan pilihan dan kendali atas persalinan diri sendiri
  • Tanggapan positif terkait persalinan ini di lingkungannya

Apabila hasil evaluasi menyarankan Ibu untuk melalui operasi ini, Ibu tidak perlu takut. Manfaat dari prosedur ini terhadap persalinan adalah:

  • Mengurangi risiko yang tidak diinginkan
  • Kenyamanan
  • Dapat direncanakan sebelumnya sehingga waktu persalinan dapat dikontrol dan diprediksi dengan baik

Persiapan persalinan caesar

Jika dokter menyarankan atau Ibu memilih untuk melakukan metode persalinan ini, ada sejumlah persiapan yang mungkin perlu dilakukan. Berdasarkan Mayo Clinic, beberapa hal yang perlu dilakukan adalah:

  • Diskusi dengan ahli anestesi untuk mengevaluasi kondisi Ibu dari risiko pengaruh obat bius
  • Melakukan tes darah untuk mencari tahu golongan darah, kadar hemoglobin, informasi terkait sel darah merah
  • Untuk menyiapkan diri, tanya seberapa besar kemungkinan operasi caesar akan dilakukan meskipun berencana melahirkan dengan normal
  • Meminta pasangan atau kerabat lain untuk membantu Anda setelah persalinan beberapa minggu sebelum persalinan yang sudah direncanakan

Singkat kata, kedatangan si Kecil melalui apa pun jenis persalinannya memang hal yang harus dipikirkan dengan matang. Namun, Ibu tidak perlu khawatir atau cemas dalam melaluinya. Selalu bertanya terkait hal-hal yang dikhawatirkan di tengah kehamilan terhadap dokter.

Apa pun metode yang dipilih, hal terpenting yang harus diingat adalah kesehatan dan keamanan Ibu dan bayi sebelum maupun setelah persalinan sehingga Ibu dapat mengambil keputusan yang terbaik untuk keluarga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Stres saat hamil memang normal. Tetapi jika ibu hamil mengalami stres hingga mengganggu aktivitasnya, dampak stres tersebut bisa memengaruhi janin.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Perkembangan Janin, Kehamilan 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pijat bayi

Ketahui Manfaat dan Cara Melakukan Pijat Bayi di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
manfaat metode kangguru untuk bayi prematur dan berat lahir rendah

Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit