7 Cara Alami untuk Meringankan Rasa Sakit Saat Bersalin

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Kelahiran buah hati pasti jadi momen yang sangat ditunggu-tunggu setiap calon orangtua. Akan tetapi, di saat yang sama ibu juga gugup akan proses persalinannya. Bagaimana kalau tidak kuat menahan rasa sakit melahirkan? Tenang, ada beberapa hal sederhana yang rupanya bisa meredakan rasa sakit melahirkan. Apa saja?

Berbagai cara meredakan rasa sakit melahirkan, selain pakai obat bius

1. Pemandangan dan suasana

Apa yang Anda lihat dan lingkungan di sekitar Anda akan memengaruhi emosi dan perilaku Anda. Jadi, saat bersalin sebaiknya ciptakan lingkungan atau suasana yang paling membuat Anda merasa tenang dan nyaman.

Jika Anda melahirkan di rumah sakit, memang hampir mustahil untuk memilih kamar dengan jendela atau pemandangan yang menyenangkan. Namun, hal ini bisa disiasati dengan membawa serta foto liburan terakhir atau pemandangan yang indah saat bersalin.

Para suami juga bisa membantu menghias ruangan dengan membawa bunga kesukaan istri.

2. Suara dan musik

Terapi musik bisa menjadi bantuan yang efektif untuk membantu Anda rileks dan mengatasi kontraksi yang menyakitkan. Anda mungkin menyukai suara seperti deburan ombak, burung berkicau, atau gemercik air yang dapat membuat Anda fokus pada suaranya, bukan pada rasa sakit melahirkan.

Terapi musik bahkan bisa dimulai sejak Anda hamil. Sebuah penelitian di Brazil menemukan bahwa mendengarkan musik favorit sejak usia kehamilan lima bulan mampu meredakan stres menjelang persalinan.

Namun, bila Anda ingin mendengarkan suara-suara atau musik tertentu sambil bersalin, sebaiknya bicarakan dulu dengan dokter kandungan atau bidan Anda sebelumnya. Pasalnya, setiap dokter dan klinik bersalin memiliki kebijakan yang berbeda-beda soal aturan memutar musik sambil melahirkan.

3. Aroma yang menenangkan

Beberapa aroma atau bau juga bisa menenangkan ibu ketika melahirkan. Jika Anda berencana untuk melahirkan di rumah sakit atau klinik bersalin, Anda bisa membawa beberapa perabotan dari rumah yang wanginya Anda sukai. Misalnya selimut kesayangan Anda, baju milik suami, dan lain-lain.  

4. Pijatan

Ada orang yang suka dipijat, dan ada juga yang merasa tidak nyaman jika dipijat. Jika Anda atau istri Anda tidak suka dipijat, tak perlu dipaksakan.

Ada beberapa titik pada wajah yang terlihat menegang ketika rahim berkontraksi. Misalnya di bagian alis, rahang , dan tangan. Tekan-tekan lembut titik tersebut, jika Anda merasa nyaman bisa ditambahkan gerakan memutar sambil ditekan.

Untuk area perut jangan dipijat. Cukup dengan mengelus-elus dengan gerakan memutar. Anda juga bisa meminta pasangan memijat dengan handuk hangat untuk melemaskan otot-otot. Pijatan dapat memicu produksi hormon endorfin yang merupakan pereda rasa sakit yang alami.

5. Sentuhan

Bagi beberapa orang, sentuhan lembut dari orang terkasih saja sudah cukup menenangkan dan mengurangi rasa sakit. Sentuhan yang penuh kasih sayang akan turut membantu produksi hormon oksitosin. Hormon ini diketahui paling ampuh untuk membantu redakan nyeri pada wanita bersalin.

Jadi, genggam tangan suami, orangtua, mertua, atau kakak Anda sambil bersalin. Mereka juga bisa mengelus pelan punggung tangan atau lengan Anda.

6. Atur pernapasan Anda

Ini adalah salah satu teknik yang paling umum dilakukan untuk mengurangi rasa sakit. Selain meredakan rasa sakit melahirkan, teknik pernapasan juga bisa mengatasi mual atau pusing.

Jadi ketika bersalin, usahakan untuk mengatur napas Anda, jangan sampai Anda kehabisan napas atau tersengal-sengal.

Tarik napas sedalam-dalamnya lewat hidung (atau mulut). Tahan sebentar, kemudian embuskan napas sepelan mungkin melalui mulut Anda. Ulangi terus selama Anda bersalin, terutama ketika rasa sakit memuncak.

7. Buat sugesti-sugesti positif

Rasa sakit melahirkan itu tidak semenakutkan yang Anda bayangkan. Semakin dipikirkan, rasa sakitnya justru akan semakin terasa. Karena itu, daripada mengkhawatirkan seperti apa sakitnya melahirkan, tanamkan pikiran-pikiran (sugesti) yang positif namun sederhana.

Dalam benak Anda, ulangi kata-kata seperti, “Anak pintar, cepat keluar,” atau, “Aku sehat dan kuat, persalinan ini pasti lancar.”

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca