Apa Efek Samping Pil KB yang Mungkin Terjadi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: Hello Sehat Medical Review Team

Menurut data dari Kementerian Kesehatan, setidaknya terdapat 75,88% cakupan KB aktif di Indonesia. Dari angka tersebut, sebanyak 59,3% wanita yang berstatus kawin menggunakan metode KB (keluarga berencana) modern, yaitu menggunakan pil KB, implan, suntik KB, dan IUD.

Cara kerja pil KB

Pil kontrasepsi mengandung hormon estrogen dan progesteron untuk mencegah terjadinya pembuahan dalam tubuh. Jika obat kontrasepsi ini dikonsumsi rutin maka dapat mencegah kejadian kehamilan hingga 95%. Pil KB bekerja melalui tiga cara yaitu:

  • Mencegah ovulasi, sehingga sel telur tidak dapat dilepaskan dari indung telur.
  • Mengubah kondisi leher rahim, mengentalkan lendir yang terdapat di leher rahim sehingga sperma susah untuk bergerak menuju uterus.
  • Mencegah pematangan dinding rahim, yang digunakan sebagai tempat menempel dan tubuhnya janin. Jika terjadi pembuahan, maka sel telur yang sudah dibuahi tersebut tidak dapat menempel pada dinding rahim.

Efek samping yang mungkin timbul dari pil KB

Obat kontrasepsi oral memang dirasa cukup efektif untuk mencegah atau menunda kehamilan, namun tahukah Anda ada berbagai efek samping yang ditimbulkan ketika mengonsumsi pil KB. Apa saja itu?

1. Bercak darah lebih banyak atau menstruasi lebih lama

Hampir 50% orang yang menggunakan pil KB, mengeluarkan darah atau bercak darah dari vaginanya di luar jadwal menstruasi yang biasa terjadi. Setidaknya hal ini akan terjadi kurang lebih 3 bulan pertama penggunaan pil PK. Selama mengeluarkan bercak darah, pil KB akan tetap efektif mencegah kehamilan. Pil KB membuat rahim selalu meluruh agar tidak siap dan matang jika terjadi pembuahan. Meluruhnya dinding rahim inilah yang membuat perdarahan semakin sering. Ketika mengonsumsi pil KB, rahim akan menyesuaikan untuk terus meluruh agar tidak terjadi kehamilan. Namun, jika Anda mengalami perdarahan berat selama 3 hari atau lebih, sebaiknya konsultasikan hal tersebut kepada dokter Anda.

2. Muncul perasaan mual

Sebagian orang mengalami gejala mual ringan, namun mungkin sebagian orang lainnya mengalami gejala mual dengan tingkat sedang, ketika mengonsumsi pil KB. Efek samping ini biasanya terjadi dalam jangka waktu yang sebentar. Meminum pil KB dengan cara ditelan bersamaan dengan makanan atau meminumnya ketika sebelum tidur, dapat membantu mencegah rasa mual tersebut muncul. Namun jika rasa mual yang muncul sangat parah, maka Anda dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter.

3. Nyeri pada payudara

Konsumsi pil KB dapat menyebabkan payudara membesar atau bahkan nyeri pada payudara. Efek ini terjadi pada minggu-minggu pertama setelah mengonsumsi pil dan akan menghilang setelah itu. Mengurangi makanan atau minuman yang mengandung kafein dan gula, serta menggunakan bra dengan ukuran yang tepat, dapat meringankan gejala nyeri payudara yang Anda rasakan.

4. Sakit kepala atau migrain

Tidak seimbangya kadar hormon yang berhubungan dengan sistem reproduksi, seperti estrogen dan progesteron, dapat menimbulkan gejala sakit kepala dan migrain. Oleh karena itu, mengonsumsi pil KB dengan jenis dan dosis yang berbeda, akan menimbulkan tingkat sakit kepala yang berbeda pula. Beberapa studi menyatakan bahwa pil KB dengan kadar hormon yang rendah, akan menurunkan risiko gejala sakit kepala.

5. Berat badan naik

Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang kuat yang menunjukkan konsumsi pil KB dapat membuat berat badan menjadi naik. Walaupun begitu, sebagian wanita yang mengonsumsi pil KB menyatakan bahwa mereka mengalami edema (pembengkakan akibat tertahannya cairan dalam tubuh) pada bagian payudara dan pinggul. Estrogen yang terkandung pada pil KB juga dapat mempengaruhi sel lemak. Pengaruh yang terjadi yaitu membuat sel lemak menjadi lebih besar dari ukuran sebelumnya, namun tidak membuat sel bertambah banyak.

6. Suasana hati sering berubah

Penelitian yang dilakukan pada 90 wanita yang dilakukan pada tahun 2015, menemukan bahwa penggunaan pil KB berhubungan dengan penipisan otak bagian orbitofrontal cortex dan cingulate cortex yang merupakan bagian otak yang berhubungan dengan fungsi kognitif, sebagai penerima stimulus, dan pemberi respon. Peneliti dari penelitian tersebut menyebutkan, suasana hati dapat berubah-ubah karena penipisan pada bagian otak tersebut.

7. Menurunkan atau meningkatkan gairah

Karena mengandung estrogen dan progesteron, pil  KB dapat mempengaruhi gairah seksual wanita. Untuk sebagian orang pil KB dapat menurunkan gairah, sedangkan untuk sebagian orang lainnya konsumsi obat ini malah bisa meningkatkan gairah seksual.

8. Keputihan

Untuk sebagian orang yang mengalami keputihan akibat mengonsumsi pil KB, hal ini dapat meningkatkan atau menurunkan lubrikasi pada vagina dan mempengaruhi gairah seksual. Gejala keputihan biasanya tidak berbahaya dan berlangsung dalam waktu singkat.

BACA JUGA

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca