Hati-hati, Kebotakan di Usia Muda Bisa Jadi Tanda Pria Tak Subur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Umumnya, kebotakan mulai terjadi di usia pertengahan dan terus berlanjut secara bertahap hingga usia senja. Namun beberapa pria bisa mulai mengalami kebotakan lebih dini daripada seharusnya karena faktor hormon yang dipengaruhi keturunan. Rambut botak di usia muda karena dipengaruhi faktor keturunan disebut dengan alopecia androgenetik.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa rambut botak akibat alopecia androgenik berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung. Namun ternyata, kebotakan di usia muda juga ditemukan berkaitan dengan dengan penurunan kualitas sperma, yang bisa memengaruhi kesuburan pria. Bagaimana bisa?

Sekilas tentang alopecia androgenetik

Alopecia adalah kondisi rontoknya rambut dalam jumlah besar, yang dapat menyebabkan kebotakan penuh pada kulit kepala. Rata-rata rambut rontok 25-100 helai per hari. Anda disebut mengalami alopecia jika rambut rontok lebih dari 100 helai per hari.

Alopecia itu sendiri ada banyak jenisnya, dan lebih cenderung dialami oleh orang-orang usia paruh baya hingga lanjut usia. Apabila kebotakan mulai terjadi di usia muda — bahkan bisa terjadi semenjak masa awal pubertas — kondisi ini disebut sebagai alopecia androgenetik.

Ada tiga tahapan yang perlu dilewati sampai rambut benar-benar rontok hingga akhirnya botak. Tahapan pertama adalah tahapan anagen, yang merupakan tahap pertumbuhan serat rambut aktif. Tahapan ini dapat bertahan selama 2-7 tahun. Sebanyak 80-85 persen rambut yang Anda miliki saat ini berada dalam fase anagen.

Tahap selanjutnya adalah katagen alias fase transisi. Fase katagen ditandai dengan rambut yang berhenti tumbuh, biasanya berlangsung selama 10-20 hari. Tahapan yang ketiga adalah fase telogen, yang terjadi ketika rambut benar-benar berhenti tumbuh dan kemudian mulai rontok. Sebanyak 10-15 persen rambut berada dalam fase telogen, yang umumnya berlangsung hingga 100 hari.

Setiap helai rambut pada kepala Anda memiliki siklusnya masing-masing. Rambut yang rontok seharusnya kemudian digantikan dengan rambut baru. Namun pada alopecia, proses pergantian rambut tidak terjadi. Alopecia androgenetik dipengaruhi oleh hormon androgen dan faktor keturunan. Salah satu fungsi dari hormon androgen adalah untuk mengatur pertumbuhan rambut.

Bagaimana rambut botak di usia muda berpengaruh pada kesuburan pria?

Kebotakan pada pria diawali dengan garis rambut di dahi yang makin mundur, disertai titik atau daerah lingkaran kebotakan kecil pada kulit kepala yang mungkin makin menyebar seiring waktu. Tingkat keparahan kebotakan pun bisa bermacam-macam, mulai dari ringan hingga berat.

Semakin parah kebotakan yang Anda alami di usia muda berkaitan dengan peningkatan risiko kualitas sperma yang rendah. Ada beberapa faktor yang memengaruhi hal ini. Pria muda dengan derajat kebotakan sedang hingga berat mengalami penurunan kadar SBHG (sex hormone-binding globulin) dalam darahnya. SHBG merupakan sebuah protein kompleks yang berikatan dengan hormon seks manusia, antara lain androgen dan estrogen. SBHG dan hormon seks memiliki peran dalam rangkaian proses kesuburan manusia. Kadar SBHG yang rendah berakibat pada penurunan proses produksi dan pematangan sel sperma.

pria pendek risiko botak

Pada beberapa kasus, pria yang mengalami kebotakan di usia muda juga dapat mengalami hipogonadisme. Hipogonadisme adalah kondisi kekurangan hormon reproduksi, yang salah satunya ditandai dengan kekurangan kadar testosteron dalam tubuh. Padahal, hormon testosteron memegang peranan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan seksual pria. Pria yang mengalami kekurangan testosteron dapat dilihat dari rambut botak atau rambut yang menipis seiring waktu, serta bulu ketiak dan kemaluan yang tidak tumbuh. Kadar testosteron yang rendah juga menghambat proses produksi sel-sel sperma sehat.

Selain itu, kebotakan pada pria muda juga berkaitan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik, misalnya diabetes (kencing manis), kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, hingga obesitas. Berbagai kondisi ini nantinya akan memengaruhi proses pematangan sperma sehingga sperma yang dihasilkan mempunyai kualitas kurang baik. Salah satu penyebabnya adalah stres oksidatif yang ditimbulkan oleh berbagai penyakit metabolik tersebut.

Kualitas sperma yang baik dipengaruhi oleh tiga faktor berikut: jumlah, bentuk, dan gerakan (motilitas) sperma. Jika ada satu saja, atau lebih, kelainan sperma dari ketiga faktor tersebut, maka Anda berisiko tinggi terhadap masalah kesuburan atau bahkan kemandulan.

Punya kepala botak bukan berarti Anda pasti tidak subur

Pria dengan rambut botak di usia muda bukan berarti serta-merta tidak akan bisa memiliki keturunan. Namun, fenomena ini mungkin dapat menjadi salah satu petunjuk adanya gangguan dalam tubuh seorang pria. Deteksi dini terhadap risiko penyakit serius serta konsultasi dengan dokter diperlukan agar dapat dilakukan apabila memang Anda berisiko tinggi mengalami masalah kesuburan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada penderita diabetes adalah kaki diabetik. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung amputasi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Komplikasi Hiperglikemi Hiperosmolar Nonketotik (HHS) pada Diabetesi

Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kadar gula darah yang sangat tinggi dan dapat berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Cara Perawatannya

Diabetes kering dan basah sebenarnya merujuk pada kondisi luka yang dialami. Lantas, bagaimana cara mengobati luka diabetes yang sulit sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

merawat kulit orang diabetes

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
hipoglikemia adalah gula darah rendah

Hipoglikemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit
gangguan penglihatan akibat diabetes

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit