Hati-hati, Kebotakan di Usia Muda Bisa Jadi Tanda Pria Tak Subur

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19/01/2018
Bagikan sekarang

Umumnya, kebotakan mulai terjadi di usia pertengahan dan terus berlanjut secara bertahap hingga usia senja. Namun beberapa pria bisa mulai mengalami kebotakan lebih dini daripada seharusnya karena faktor hormon yang dipengaruhi keturunan. Rambut botak di usia muda karena dipengaruhi faktor keturunan disebut dengan alopecia androgenetik.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa rambut botak akibat alopecia androgenik berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung. Namun ternyata, kebotakan di usia muda juga ditemukan berkaitan dengan dengan penurunan kualitas sperma, yang bisa memengaruhi kesuburan pria. Bagaimana bisa?

Sekilas tentang alopecia androgenetik

Alopecia adalah kondisi rontoknya rambut dalam jumlah besar, yang dapat menyebabkan kebotakan penuh pada kulit kepala. Rata-rata rambut rontok 25-100 helai per hari. Anda disebut mengalami alopecia jika rambut rontok lebih dari 100 helai per hari.

Alopecia itu sendiri ada banyak jenisnya, dan lebih cenderung dialami oleh orang-orang usia paruh baya hingga lanjut usia. Apabila kebotakan mulai terjadi di usia muda — bahkan bisa terjadi semenjak masa awal pubertas — kondisi ini disebut sebagai alopecia androgenetik.

Ada tiga tahapan yang perlu dilewati sampai rambut benar-benar rontok hingga akhirnya botak. Tahapan pertama adalah tahapan anagen, yang merupakan tahap pertumbuhan serat rambut aktif. Tahapan ini dapat bertahan selama 2-7 tahun. Sebanyak 80-85 persen rambut yang Anda miliki saat ini berada dalam fase anagen.

Tahap selanjutnya adalah katagen alias fase transisi. Fase katagen ditandai dengan rambut yang berhenti tumbuh, biasanya berlangsung selama 10-20 hari. Tahapan yang ketiga adalah fase telogen, yang terjadi ketika rambut benar-benar berhenti tumbuh dan kemudian mulai rontok. Sebanyak 10-15 persen rambut berada dalam fase telogen, yang umumnya berlangsung hingga 100 hari.

Setiap helai rambut pada kepala Anda memiliki siklusnya masing-masing. Rambut yang rontok seharusnya kemudian digantikan dengan rambut baru. Namun pada alopecia, proses pergantian rambut tidak terjadi. Alopecia androgenetik dipengaruhi oleh hormon androgen dan faktor keturunan. Salah satu fungsi dari hormon androgen adalah untuk mengatur pertumbuhan rambut.

Bagaimana rambut botak di usia muda berpengaruh pada kesuburan pria?

Kebotakan pada pria diawali dengan garis rambut di dahi yang makin mundur, disertai titik atau daerah lingkaran kebotakan kecil pada kulit kepala yang mungkin makin menyebar seiring waktu. Tingkat keparahan kebotakan pun bisa bermacam-macam, mulai dari ringan hingga berat.

Semakin parah kebotakan yang Anda alami di usia muda berkaitan dengan peningkatan risiko kualitas sperma yang rendah. Ada beberapa faktor yang memengaruhi hal ini. Pria muda dengan derajat kebotakan sedang hingga berat mengalami penurunan kadar SBHG (sex hormone-binding globulin) dalam darahnya. SHBG merupakan sebuah protein kompleks yang berikatan dengan hormon seks manusia, antara lain androgen dan estrogen. SBHG dan hormon seks memiliki peran dalam rangkaian proses kesuburan manusia. Kadar SBHG yang rendah berakibat pada penurunan proses produksi dan pematangan sel sperma.

pria pendek risiko botak

Pada beberapa kasus, pria yang mengalami kebotakan di usia muda juga dapat mengalami hipogonadisme. Hipogonadisme adalah kondisi kekurangan hormon reproduksi, yang salah satunya ditandai dengan kekurangan kadar testosteron dalam tubuh. Padahal, hormon testosteron memegang peranan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan seksual pria. Pria yang mengalami kekurangan testosteron dapat dilihat dari rambut botak atau rambut yang menipis seiring waktu, serta bulu ketiak dan kemaluan yang tidak tumbuh. Kadar testosteron yang rendah juga menghambat proses produksi sel-sel sperma sehat.

Selain itu, kebotakan pada pria muda juga berkaitan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik, misalnya diabetes (kencing manis), kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, hingga obesitas. Berbagai kondisi ini nantinya akan memengaruhi proses pematangan sperma sehingga sperma yang dihasilkan mempunyai kualitas kurang baik. Salah satu penyebabnya adalah stres oksidatif yang ditimbulkan oleh berbagai penyakit metabolik tersebut.

Kualitas sperma yang baik dipengaruhi oleh tiga faktor berikut: jumlah, bentuk, dan gerakan (motilitas) sperma. Jika ada satu saja, atau lebih, kelainan sperma dari ketiga faktor tersebut, maka Anda berisiko tinggi terhadap masalah kesuburan atau bahkan kemandulan.

Punya kepala botak bukan berarti Anda pasti tidak subur

Pria dengan rambut botak di usia muda bukan berarti serta-merta tidak akan bisa memiliki keturunan. Namun, fenomena ini mungkin dapat menjadi salah satu petunjuk adanya gangguan dalam tubuh seorang pria. Deteksi dini terhadap risiko penyakit serius serta konsultasi dengan dokter diperlukan agar dapat dilakukan apabila memang Anda berisiko tinggi mengalami masalah kesuburan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Memilih camilan untuk penderita diabetes tidak boleh sembarangan. Selain perlu memperhatikan kandungan nutrisinya, jumlahnya pun tidak kalah penting.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Risiko diabetes pada orang dengan riwayat keluarga akan meningkat sehingga perlu upaya untuk mencegah diabetes dengan menjaga dan memilih makanan sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Benarkah Pria Tidak Subur atau Infertil Setelah Operasi Kanker Prostat?

Benarkah pria tidak subur atau infertil setelah operasi kanker prostat? Apakah jenis pengobatan lain dapat menghindari hal tersebut? Berikut jawabannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

suplemen hormon testosteron

3 Suplemen Penambah Hormon Testosteron untuk Para Pria

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020
minyak kelapa memengaruhi testosteron

Benarkah Minyak Kelapa Memengaruhi Hormon Testosteron Pria?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020
diabetesi

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020