home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Prosedur Transplantasi Rambut dan Apa Efek Sampingnya?

Bagaimana Prosedur Transplantasi Rambut dan Apa Efek Sampingnya?

Berbagai inovasi dihadirkan untuk mengatasi sejumlah masalah rambut. Salah satu cara mengatasi kerusakan rambut yang satu ini adalah transplantasi rambut yang populer. Kenali apa itu transplantasi rambut, mulai dari prosedur hingga efek samping yang ditimbulkan.

Apa itu transplantasi rambut?

transplantasi rambut botak

Transplantasi rambut (juga disebut cangkok rambut dan tanam rambut) adalah prosedur yang dilakukan untuk mengembalikan rambut pada area kulit kepala yang mengalami penipisan hingga kebotakan. Operasi rambut yang satu ini tersedia dalam berbagai jenis, yaitu:

  • operasi perluasan jaringan kulit kepala (flap surgery),
  • operasi mengurangi kulit kepala, dan
  • implan rambut.

Ketiga prosedur operasi rambut tersebut dapat dikombinasikan satu sama lain atau dilakukan sendiri-sendiri. Setiap orang yang menjalani transplantasi rambut mungkin akan menjalani prosedur yang berbeda-beda tergantung kondisi kulit kepala mereka.

Siapa yang membutuhkan cangkok rambut?

Pada dasarnya siapa saja dapat menjalani cangkok rambut, terlepas dari jenis kelaminnya. Meski begitu, berikut ini ada berbagai pertimbangan sebelum melakukan operasi rambut.

  • Jumlah rambut yang sehat di kulit kepala yang akan dicangkok ke area yang membutuhkan rambut.
  • Kemampuan menumbuhkan rambut di bagian kulit kepala yang menipis.

Dengan berkonsultasi dengan dokter, Anda akan mengetahui apakah kondisi yang sekarang dimiliki memenuhi syarat tersebut. Selain itu, Anda juga bisa menjalani tes darah dan biopsi kulit kepala untuk memeriksa penyebab rambut rontok.

Bila hasil tes menunjukkan Anda sebagai orang yang tepat menjalani cangkok rambut, dokter spesialis kulit akan memberitahu hasil apa yang akan terjadi dari operasi ini.

Prosedur transplantasi rambut

operasi bypass jantung
doctors, performing, operation

Dilansir dari American Academy of Dermatology, transplantasi rambut umumnya berlangsung selama 4 – 8 jam. Semakin banyak jumlah rambut yang ditanam, semakin lama operasi ini akan berlangsung.

Anda akan diberikan obat bius lokal yang membuat kulit kepala mati rasa selama prosedur tanam rambut terjadi. Beberapa pasien juga akan diberikan obat penenang dengan dosis rendah agar mereka rileks.

Awalnya, dokter kulit akan mencabut rambut sehat dengan memotong selembar kulit dari kulit kepala Anda. Dokter juga dapat melakukan prosedur tanam rambut dengan mengambil helai rambut satu per satu agar hasilnya terlihat alami.

Bila Anda menyukai potongan rambut yang dicukur pendek, pilihan kedua mungkin pilihan yang tepat. Namun, mencabuti helai rambut satu per satu berisiko meninggalkan bekas luka dan membutuhkan lebih banyak waktu.

Selanjutnya, asisten bedah akan mempersiapkan kulit kepala dan rambut yang telah diambil sebelum cangkok rambut dilakukan. Setelah itu, dokter dan asistennya akan menempelkan rambut yang sehat ke area yang membutuhkan rambut.

Jika semua rambut sudah selesai ditanam, kulit kepala Anda akan dibalut dengan perban dan diberikan instruksi untuk melakukan perawatan rambut di rumah.

Berapa lama proses pemulihan operasi tanam rambut?

Kebanyakan pasien melaporkan bahwa mereka akan melihat hasilnya 6 – 9 bulan setelah tanam rambut dilakukan. Beberapa yang lain butuh 12 bulan. Lama waktu tersebut mencakup saat rambut yang ditanam mengalami kerontokan 1 – 2 bulan setelah operasi.

Kondisi ini ternyata cukup normal. Pasalnya, rambut yang rontok nantinya akan ditumbuhi rambut yang normal. Selain itu, rambut Anda mungkin akan terlihat tipis setelah operasi.

Normalnya, dokter kulit akan merekomendasikan obat sebagai cara mengatasi rambut rontok agar hasil dari cangkok rambut lebih maksimal. Perawatan rambut rontok perlu dilakukan untuk mengurangi penipisan rambut baru.

Hal ini juga bertujuan untuk mempertahankan hasil yang tampak lebih alami pada tahun-tahun yang akan datang.

Efek samping transplantasi rambut

Walaupun transplantasi rambut terbilang cukup aman, ada risiko munculnya efek samping setelah prosedur ini dilakukan. Di bawah ini adalah beberapa efek samping yang umum terjadi.

1. Reaksi terhadap obat bius

Pada saat operasi rambut berlangsung, dokter akan memberikan anestesi atau obat bius lokal agar kulit kepala tidak merasakan sakit. Namun, beberapa kasus menunjukkan adanya pasien yang mengalami reaksi alergi terhadap obat bius.

Kasus ini sebenarnya sangat jarang terjadi, yaitu sebanyak 1 dari 10.000 pasien yang dibius dapat memicu reaksi alergi berupa syok anafilaksis. Reaksi lainnya mungkin dapat menyebabkan rasa gatal, sulit menelan, batuk, dan pembengkakan di bagian tubuh tertentu.

2. Komplikasi selama dan setelah operasi

Selain reaksi alergi, cangkok rambut juga meningkatkan risiko terhadap takikardia atau percepatan detak jantung. Kondisi yang dapat terjadi selama operasi ini sifatnya sementara, tetapi dapat menyebabkan masalah pada pasien dengan penyakit jantung.

Walaupun jarang terjadi, Anda juga berisiko mengalami infeksi setelah menjalani transplantasi rambut. Infeksi dapat terjadi akibat luka jahitan pasca-operasi berpotensi mengganggu peredaran darah dan membentuk kerak. Hal tersebut menyebabkan infeksi dan kondisi folikulitis pada kulit kepala.

Komplikasi setelah operasi ini biasanya terjadi akibat kurang menjaga kebersihan kulit kepala dan bekas jahitan. Agar hal ini tidak terjadi, dokter akan meresepkan antibiotik dan sampo antibakteri untuk mencegah infeksi bakteri.

3. Rambut tidak beraturan

Efek samping lainnya setelah menjalani transplantasi rambut adalah tampilan rambut terlihat aneh akibat penempatan folikel rambut yang tidak tepat. Kondisi ini dapat terjadi bila dokter bedah tidak memperhatikan arah tumbuhnya rambut asli Anda.

Pertumbuhan rambut yang sehat normalnya tidak berarah tegak lurus dari kulit kepala, melainkan tumbuh dengan sudut yang lebih miring. Apalagi hal ini dapat terjadi ketika folikel rambut semakin dekat dengan pelipis.

Itu sebabnya, kemampuan dokter kulit saat melakukan operasi rambut sangat penting dalam kesuksesan tanam rambut yang tampak alami.

4. Efek samping lainnya

Ketiga efek samping di atas memang dapat mengganggu pertumbuhan rambut atau kondisi kesehatan secara menyeluruh. Selain itu, ada berbagai risiko masalah kesehatan lainnya yang timbul setelah transplantasi rambut, yakni:

  • gatal di kulit kepala,
  • bekas jahitan operasi kembali terbuka,
  • bekas luka tidak dapat hilang,
  • keloid pada luka operasi, dan
  • rambut rontok.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hair Replacement Surgery. (n.d). University of Rochester Medical Center. Retrieved 13 November 2020, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=85&contentid=P01119 

A Hair Transplant Can Give You Natural-Looking Results. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 13 November 2020, from https://www.aad.org/public/diseases/hair-loss/treatment/transplant 

Kerure, A. S., & Patwardhan, N. (2018). Complications in Hair Transplantation. Journal of cutaneous and aesthetic surgery, 11(4), 182–189. https://doi.org/10.4103/JCAS.JCAS_125_18. Retrieved 13 November 2020. 

Harper, N., Cook, T., Garcez, T., Farmer, L., Floss, K., Marinho, S., Torevell, H., Warner, A., Ferguson, K., Hitchman, J., Egner, W., Kemp, H., Thomas, M., Lucas, D., Nasser, S., Karanam, S., Kong, K., Farooque, S., Bellamy, M. and McGuire, N., 2018. Anaesthesia, surgery, and life-threatening allergic reactions: epidemiology and clinical features of perioperative anaphylaxis in the 6th National Audit Project (NAP6). British Journal of Anaesthesia, 121(1), pp.159-171. Retrieved 13 November 2020. 

Hair transplant risks & complications. (n.d). Surgeon Gate. Retrieved 13 November 2020, from https://www.surgeongate.org/michigan-plastic-surgery/michigan-hair-transplant-surgery/risks/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Tanggal diperbarui 23/11/2020
x