Ingin Bleaching Rambut? Simak Dulu Bahayanya Berikut Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Proses bleaching rambut sering dan biasa dilakukan ketika seseorang hendak melakukan pewarnaan rambut. Bleaching ini juga bisa dibilang sebagai pemutihan helai rambut, dan fungsinya agar warna rambut yang keluar selanjutnya jadi maksimal. Masih banyak orang yang enggan melakukan tahap bleaching karena takut merusak rambut. Apakah benar?

Apa itu bleaching rambut?

Bleaching rambut merupakan sebuah metode untuk menghilangkan warna rambut asli. Biasanya dilakukan dengan melalui proses oksidasi yang membuka lapisan kutikula rambut, sehingga zat hidrogen peroksida pada krim bleaching meresap dan memutihkan batang helai rambut.

Kandungan hidrogen peroksida dalam krim bleaching juga mengoksidasi pigmen rambut dan menghilangkan melanin pada tiap batangnya. Proses bleaching ini juga menghadirkan tingkatan tersendiri, semakin tinggi tingkat bleachingnya, semakin terang juga warna yang dihasilkan rambut. Hasil warna dari bleaching rambut pada dasarnya tidak semua sama, ada yang berwarna kuning, abu-abu, hingga putih. Proses bleaching biasanya memakan waktu 30 sampai 45 menit.

Apa efek samping bleaching?

Cara menghilangkan warna rambut ini sering membuat rambut lebih kering, lebih rapuh, dan kurang elastis dibanding sebelumnya. Tidak jarang dan sudah umum pula kalau bleaching rambut dapat menyebabkan rambut rusak dan sulit untuk diperbaiki.

Selain itu karena proses bleaching membuka lapisan kutikula, rambut Anda mungkin cenderung gampang kusut. Parahnya lagi, kalau Anda membiarkan Jika Anda membiarkan rambut di-bleaching terlalu lama, lama kelamaan warna rambut akan memutih akibat terbukanya keratin protein rambut terlalu lama. Berikut ini beberapa dampak berbahaya yang timbul akibat bleaching rambut terlalu lama:

1. Rambut bisa rontok

Bleaching tidak hanya dapat menyebabkan rambut rapuh dan mudah patah. Ini terutama terjadi bila proses bleaching dilakukan terlalu sering. Akibatnya rambut patah atau pun rontok dari akarnya. Risiko ini akan semakin besar bila proses bleaching dilakukan dengan cara yang tidak benar, misalnya dengan menggunakan konsentrasi krim yang terlalu tinggi.

2. Dapat menimbulkan iritasi hingga kanker

Mengecat rambut dengan bahan pewarna kimia saja, sebetulnya sudah cukup berisiko mengalami iritasi, terlebih jika Anda sebelumnya melakukan bleaching untuk memaksimalkan warna rambut. Pada beberapa penelitian, paparan terhadap bahan kimiawi yang digunakan selama proses bleaching juga dikaitkan dengan beberapa penyakit kanker seperti leukemia, limfoma, dan kanker kandung kemih.

Setelah bleaching rambut, jangan langsung keramas pakai shampo

Hindari melakukan keramas setelah Anda melakukan bleaching rambut. Mengapa demikian?  

Begini, rambut yang habis dioleskan krim bleaching memiliki kadar asam sulfonat yang tinggi dan lebih rapuh dari sebelumnya sehingga membutuhkan pelembab. Baiknya, Anda segera menggunakan conditioner rambut terlebih dahulu segera sesudah bleaching untuk mempertahankan kelembaban dan kilau rambut. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Sebagai organ vital manusia, hati (liver) berperan penting dalam menjaga kesehatan. Cari tahu fakta tentang hati manusia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit



Direkomendasikan untuk Anda

obat kuat alami

11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menelan sperma

Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit