Masih Muda Sudah Ubanan? Coba Atasi dengan 4 Langkah Ini

    Masih Muda Sudah Ubanan? Coba Atasi dengan 4 Langkah Ini

    Memang ada sebagian orang yang masih mudah tapi sudah ubanan. Jika mengalaminya, Anda mungkin tidak nyaman dan kurang percaya diri karena tampak lebih tua. Untungnya, ada cara yang bisa Anda coba untuk mengatasi atau mengurangi risiko uban tumbuh di usia muda.

    Cara menghilangkan uban di usia muda

    Bukan cuma rambut kering atau bercabang saja yang bikin resah, perubahan warna rambut yang jadi putih alias ubanan juga bisa membuat Anda jadi kurang percaya diri.

    Tumbuhnya uban bisa dianggap merusak tampilan rambut asli, terutama saat muncul di usia muda alias ketika Anda ubanan sebelum waktunya.

    Anda pun jadi bertanya-tanya, apakah bisa mengatasi ubanan di usia muda? Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rambut uban di usia muda.

    1. Perbanyak asupan vitamin dan mineral

    Terdapat sejumlah vitamin dan mineral yang berperan penting dalam pigmentasi (zat warna) rambut, di antaranya vitamin B12, vitamin D, tembaga, zat besi, dan asam folat.

    Kekurangan vitamin B12 atau dikenal juga dengan anemia pernisiosa, sering dikaitkan dengan penuaan dini. Pasalnya, vitamin B12 berperan penting untuk membantu menjaga sistem saraf Anda tetap sehat.

    Untuk mengatasi uban di usia muda, perbanyaklah makan makananan yang kaya vitamin B12 seperti telur, hati, ikan, kerang, dan sereal.

    Sementara itu, sumber zat besi yang bisa Anda konsumsi di antaranya daging sapi, bayam, dan kacang lentil.

    2. Pilih produk rambut yang tepat

    rekomendasi kondisioner untuk rambut kering

    Paparan cahaya dari lampu atau sinar matahari yang terlalu lama bisa mengubah warna rambut Anda yang semula hitam menjadi kuning-kecokelatan.

    Kondisi ini biasa disebut dengan rambut pirang. Bila ini terus dibiarkan, warna rambut Anda bisa terus memudar menjadi keabu-abuan dan pada akhirnya menjadi putih.

    Nah, untuk mengatasi uban di usia muda ini, Anda bisa mengandalkan beberapa produk rambut seperti gel, pelembap, hingga pewarna rambut.

    Ada beberapa jenis minyak dan pelembap rambut dapat membantu melawan rambut kusam sehingga menyamarkan ubanan. Akan tetapi, berhati-hatilah saat memilihnya.

    3. Hindari stres

    Penelitian yang dimuat dalam jurnal Nature Medicine (2013) mencoba melihat bagaimana luka dan sinar ultraviolet B (UVB) memengaruhi sel folikel (tempat tumbuhnya rambut).

    Salah satu temuan penelitian ini menunjukkan bahwa stres dapat menipiskan sel induk dari pangkal folikel rambut. Bahkan, stres berkepanjangan bisa mempercepat penuaan dini, termasuk pada rambut, tiga kali lebih cepat.

    Nah, untuk mengatasi uban semakin banyak di usia muda sebaiknya kelola stres Anda sebaik mungkin. Jika perlu, Anda dapat menemui psikiater untuk mendapatkan pertolongan medis.

    Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk meredam stres, mulai dari mendengarkan musik, pergi jalan-jalan, meditasi untuk mengurangi stres, atau melakukan aktivitas favorit Anda lainnya.

    4. Berhenti merokok

    Merokok adalah kebiasaan buruk yang bisa merusak kulit dan rambut dengan cepat. Bukan cuma bikin dada sesak, merokok juga mempercepat timbulnya penuaan kulit, termasuk pada kulit kepala.

    Keriput di kulit kepala memang tidak terlalu terlihat, tetapi efek rokok tetap saja dapat menyempitkan pembuluh darah di kepala.

    Akibatnya, aliran darah mengandung oksigen menuju folikel rambut jadi berkurang. Rambut Anda pun bukan cuma cepat rontok, tapi juga cepat ubanan di usia yang masih muda.

    Meskipun memang tidak bisa mengembalikan warna rambut menjadi hitam kembali, berhenti merokok setidaknya bisa membantu menghambat munculnya uban yang lebih banyak pada rambut.

    Mencegah uban di usia muda

    rambut memutih karena stres

    Apabila penyebab ubanan di usia muda adalah faktor genetik, Anda tidak bisa mencegah perubahan warna rambut secara permanen tersebut.

    Jika tidak berkaitan dengan faktor genetik, ada beberapa cara untuk mencegah munculnya uban di usia muda, di antaranya sebagai berikut.

    • Menjalani terapi hormon untuk mencegah uban akibat kekurangan hormon tiroid.
    • Konsumsi lebih banyak makanan yang mengandung vitamin B-12 dan zat besi untuk meningkatkan kesehatan folikel dan mengembalikan warna alami rambut.
    • Menghentikan kebiasaan merokok untuk menurunkan risiko terjadinya ubanan.
    • Menghindari stres untuk mencegah risiko munculnya uban.
    • Memakai produk-produk perawatan kesehatan rambut yang tepat.

    Jika Anda mencurigai masalah rambut terkait masalah kesehatan tertentu, seperti penyakit jantung dan lainnya, konsultasikan dengan dokter sesegera mungkin.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Chou W. C., et al. (2013). Direct migration of follicular melanocyte stem cells to the epidermis after wounding or UVB irradiation is dependent on Mc1r signaling. Nature Medicine, 19(7), 924-931. https://doi.org/10.1038/nm.3194.

    Di Giacomo, T. B., Valente, N. Y., & Nico, M. M. (2009). Chloroquine -induced hair depigmentation. Lupus, 18(3), 264–266. https://doi.org/10.1177/0961203308097473.

    Goodier, M., & Hordinsky, M. (2015). Normal and aging hair biology and structure ‘aging and hair’. Current problems in dermatology, 47, 1–9. https://doi.org/10.1159/000369594.

    Hartmann, J. T., & Kanz, L. (2008). Sunitinib and periodic hair depigmentation due to temporary c-KIT inhibition. Archives of dermatology, 144(11), 1525–1526. https://doi.org/10.1001/archderm.144.11.1525.

    Jo, S. J., Paik, S. H., Choi, J. W., Lee, J. H., Cho, S., Kim, K. H., Eun, H. C., & Kwon, O. S. (2012). Hair graying pattern depends on gender, onset age and smoking habits. Acta dermato-venereologica, 92(2), 160–161. https://doi.org/10.2340/00015555-1181.

    Kumar, A. B., Shamim, H., & Nagaraju, U. (2018). Premature Graying of Hair: Review with Updates. International journal of trichology, 10(5), 198–203. https://doi.org/10.4103/ijt.ijt_47_18.

    Ozbay, I., Kahraman, C., Kucur, C., Namdar, N. D., & Oghan, F. (2015). Is there a relationship between premature hair greying and hearing impairment?. The Journal of laryngology and otology, 129(11), 1097–1100. https://doi.org/10.1017/S0022215115002571.

    Pandhi, Deepika; Khanna, Deepshikha (2013). Premature graying of hair. Indian Journal of Dermatology, Venereology, and Leprology, 79(5), 641–653. https://doi.org/10.4103/0378-6323.116733.

    Redondo, P., Guzmán, M., Marquina, M., Pretel, M., Aguado, L., Lloret, P., & Gorrochategui, A. (2007). Repigmentación del pelo canoso tras tratamiento con hormona tiroidea [Repigmentation of gray hair after thyroid hormone treatment]. Actas dermo-sifiliograficas, 98(9), 603–610. PMID: 17961449.

    van Beek, N., Bodó, E., Kromminga, A., Gáspár, E., Meyer, K., Zmijewski, M. A., Slominski, A., Wenzel, B. E., & Paus, R. (2008). Thyroid hormones directly alter human hair follicle functions: anagen prolongation and stimulation of both hair matrix keratinocyte proliferation and hair pigmentation. The Journal of clinical endocrinology and metabolism, 93(11), 4381–4388. https://doi.org/10.1210/jc.2008-0283.

    Zayed, A. A., Shahait, A. D., Ayoub, M. N., & Yousef, A. M. (2013). Smokers’ hair: Does smoking cause premature hair graying?. Indian dermatology online journal, 4(2), 90–92. https://doi.org/10.4103/2229-5178.110586.

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui Oct 18
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro