home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pilihan Cara Mengatasi Kebotakan yang Bisa Dilakukan

Pilihan Cara Mengatasi Kebotakan yang Bisa Dilakukan

Kebotakan (alopecia) adalah kondisi ketika jumlah rambut yang rontok melebihi batas wajar. Alhasil, terlalu banyak rambut yang hilang ketimbang rambut yang tumbuh. Tidak perlu khawatir, ada berbagai cara mengatasi kebotakan dengan menumbuhkan rambut yang botak.

Bagaimana cara mengatasi kebotakan?

tanda-kebotakan

Menumbuhkan rambut yang botak memang tidak semudah kedengarannya. Memanjangkan rambut yang normal saja sudah sulit, apalagi mengobati masalah yang menyebabkan kerontokan rambut.

Sebenarnya, ada berbagai cara mengatasi kebotakan yang bisa Anda lakukan. Hanya saja, perawatan kebotakan ini akan bergantung pada jenis alopecia yang dialami, usia, dan tingkat kerontokan rambut.

Tujuan utama pengobatan ini adalah untuk menghalangi serangan sistem imun dan merangsang pertumbuhan rambut. Beberapa orang mendapatkan manfaat dari pilihan obat kebotakan ini, terutama untuk mereka dengan kondisi yang tidak terlalu parah.

1. Minoxidil topikal

Pemberian minoxidil, terutama secara topikal adalah salah satu obat kebotakan yang cukup efektif untuk menumbuhkan rambut. Obat yang dapat diperoleh secara bebas ini dioleskan di kulit kepala sekali atau dua kali sehari dengan dosis 5 persen.

Minoxidil yang digunakan secara topikal ini membantu merangsang pertumbuhan rambut di kulit kepala, alis, dan jenggot. Bila digunakan sendiri, hasilnya tidak begitu efektif.

Itu sebabnya, dokter biasanya juga akan meresepkan obat kortikosteroid topikal untuk mempercepat proses penyembuhan. Kelebihan dari obat ini adalah tergolong mudah dipakai dan tidak memiliki efek samping yang serius.

Percaya atau tidak, Minoxidil tadinya digunakan untuk mengatasi masalah tekanan darah tinggi. Namun, kini FDA telah menyetujui penggunaannya untuk mengatasi kebotakan, terutama pada pria.

Meski begitu, minoxidil topikal biasanya hanya digunakan untuk alopecia areata dengan kategori sedang. Bila sudah parah, akan sulit menumbuhkan rambut yang botak dengan minoxidil.

2. Krim antralin

krim pemutih merusak saraf

Selain minoxidil, obat topikal lainnya yang digunakan untuk mengatasi kebotakan adalah krim anthralin. Antralin adalah zat sintesis yang menyerupai tar dan biasa digunakan untuk mengobati psoriasis kulit kepala.

Krim ini memang cukup sering dipakai sebagai obat untuk mengatasi alopecia areata. Hal ini dibuktikan lewat penelitian yang dipublikasikan di JAAD Case Reports.

Para peneliti melaporkan bahwa antralin berfungsi menekan peradangan dari folikel rambut ke epidermis. Hal ini ternyata membantu merangsang pertumbuhan rambut yang lebih cepat, terutama ketika digunakan bersama dengan kalsipotrien.

Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengenali kelebihan krim antralin dalam mengatasi kebotakan, terutama alopecia areata. Pasalnya, obat kebotakan ini dapat mengiritasi kulit dan mengubah warna kulit menjadi kecoklatan sementara waktu.

3. Kortikosteroid

Bila kebotakan yang dialami disebabkan oleh peradangan di folikel rambut, kortikosteroid mungkin adalah solusi dari masalah Anda. Begini, kortikosteroid dianggap dapat mengurangi peradangan di sekitar folikel rambut.

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa obat steroid topikal cukup berguna dalam mengatasi rambut rontok. Bahkan, ada peningkatan jumlah helai rambut yang tumbuh sekitar 25%.

Sementara itu, kortikosteroid oral terkadang diresepkan oleh dokter untuk mengurangi kerontokan rambut yang parah. Hal ini bertujuan untuk menekan aktivitas penyakit yang menyebabkan kondisi ini dan mencoba merangsang pertumbuhan rambut.

Meski terbilang cukup efektif, pil kortikosteroid tidak akan sering diberikan oleh dokter untuk mengatasi kebotakan. Pasalnya, penggunaan kortikosteroid oral dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping tertentu.

Oleh sebab itu, selalu konsultasikan dengan dokter untuk memastikan manfaat dan risiko penggunaan pil kortikosteroid sesuai dengan kondisi Anda.

4. Finasteride dan dutasteride

Cara mengatasi kebotakan selanjutnya adalah meminum pil finasteride yang dapat diperoleh lewat resep dokter. Obat yang digunakan untuk menumbuhkan rambut yang botak ini biasanya diberikan untuk pria ini mencegah tumbuhnya dihydrotestosterone (DHT).

DHT adalah hormon yang berfungsi mengecilkan folikel rambut di kepala. Sementara itu, finasteride menahan pembentukan hormon dan memperlambat kebotakan yang berhubungan dengan DHT.

Meski baik untuk kepala yang botak, Anda harus siap dengan konsekuensi dari menggunakan obat anti botak ini, khususnya Finasteride karena efek sampingnya mempengaruhi kehidupan seksual.

Finasteride bisa mengurangi libido Anda dan menimbulkan masalah seksual lain. Tapi tenang saja, karena persentasenya cukup kecil. Selain itu, efek samping ini jarang terjadi dan umumnya terjadi secara sementara saja.

Kebotakan yang dialami pria juga dapat diobati dengan minum pil dutasteride. Perannya pun tidak jauh berbeda dengan finasteride dan juga termasuk dalam golongan obat 5-Alpha Reductase Inhibitor.

https://wp.hellosehat.com/hidup-sehat/kecantikan/5-langkah-wajib-dalam-merawat-kepala-botak/

5. Imunoterapi topikal

Salah satu jenis terapi yang cukup efektif dan sering direkomendasikan dokter untuk mengatasi kebotakan adalah imunoterapi yang diberikan secara topikal. Perawatan kebotakan yang satu ini dapat mengatasi ketiga jenis kebotakan, yakni alopecia areata, alopecia totalis, dan alopecia universalis.

Imunoterapi terdiri dari berbagai bahan kimia, seperti:

  • Diphencyprone (DCP),
  • Dinitrochlorobenzene (DNCB), dan
  • Squaric acid dibutyl ester (SADBE).

Ketiga senyawa kimia tersebut dioleskan ke kulit kepala. Obat kebotakan yang satu ini perlu digunakan dalam jangka waktu yang panjang untuk mempertahankan pertumbuhan rambut.

Walaupun demikian, efek samping seperti kulit kemerahan, gatal, dan ruam di tempat yang sering diolesi cukup sering terjadi. Anda hanya bisa mendapatkan perawatan ini lewat resep dokter kulit.

Bisakah transplantasi rambut jadi salah satu cara mengatasi kebotakan?

efek samping transplantasi rambut

Selain obat-obatan dari dokter atau yang dijual bebas, kebotakan juga bisa diatasi dengan cangkok atau transplantasi rambut. Bagaimana cara kerjanya?

Transplantasi rambut adalah prosedur operasi untuk memperbaiki kondisi kebotakan. Prosedur ini melibatkan pemindahan rambut dari kulit kepala dan folikel rambut dari area yang banyak rambut ke rambut yang menipis atau botak.

Teknik ini dapat memberikan tampilan alami pada kening dan bagian atas kepala. Kebanyakan pasien membutuhkan beberapa operasi untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Perlu diingat bahwa pasien yang melakukan cangkok rambut harus memiliki rambut yang tebal pada bagian belakang atau samping kulit kepala. Hal ini bertujuan agar cukup dipindahkan ke daerah kulit yang botak.

Cara mengatasi kebotakan yang satu ini juga memiliki tingkat keberhasilan berdasarkan jumlah folikel untuk rambut yang sehat setelah dioperasi. Meski dapat merawat rambut yang botak secara permanen, transplantasi rambut terbilang cukup mahal dan dapat memiliki berbagai risiko, seperti:

  • folikel rambut mati setelah operasi, sehingga rambut baru tidak dapat tumbuh,
  • tampilan yang tidak alami dengan pola rambut yang tidak sempurna,
  • perdarahan berlebih, dan
  • menimbulkan bekas luka.

Itu sebabnya, Anda disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kulit perihal perawatan untuk mengatasi kebotakan. Selain itu, merawat rambut yang tersisa juga penting agar tidak rusak dan cepat rontok.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Treatments for Alopecia Areata. (2017). National Alopecia Areata Foundation. Retrieved 25 January 2018, from https://www.naaf.org/alopecia-areata/alopecia-areata-treatments 

Alopecia Areata. (2016). National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. Retrieved 25 January 2018, from https://www.naaf.org/alopecia-areata/alopecia-areata-treatments 

Hair Loss: Should I Take Medicine to Regrow Hair?. (2019). Michigan Medicine. Retrieved 27 October 2020, from https://www.uofmhealth.org/health-library/tr2559 

Krueger, L., Peterson, E., Shapiro, J., & Lo Sicco, K. (2019). Case report of novel combination of anthralin and calcipotriene leading to trichologic response in alopecia areata. JAAD case reports, 5(3), 258–260. https://doi.org/10.1016/j.jdcr.2019.01.006. Retrieved 27 October 2020. 

Zerbinati, N., Esposito, C., D’Este, E., Calligaro, A., & Valsecchi, R. (2018). Topical Immunotherapy of Alopecia Areata: A Large Retrospective Study. Dermatology and therapy, 8(1), 101–110. https://doi.org/10.1007/s13555-018-0226-5. Retrieved 27 October 2020. 

Hair Transplant. (2019). Medline Plus. Retrieved 27 October 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/007205.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 25/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x