Penyebab Munculnya Uban, Bukan Hanya karena Usia

Penyebab Munculnya Uban, Bukan Hanya karena Usia

Sama seperti warna kulit, warna rambut bisa berbeda karena dipengaruhi oleh jumlah melanin alias pigmen pewarna dalam rambut. Hal ini jugalah yang memengaruhi pertumbuhan uban. Jadi, penyebab uban bukan karena proses penuaan saja. Kondisi medis tertentu bahkan bisa menyebabkan uban muncul meski belum memasuki usia senja.

Apa penyebab uban terjadi secara alami?

Banyak orang beranggapan bahwa rambut beruban adalah rambut yang berubah warna menjadi abu-abu atau putih.

Padahal uban merupakan rambut baru yang tumbuh dengan warna abu-abu atau putih karena berkurangnya kandungan melanin (zat warna rambut).

Harvard Health Publishing menjelaskan bahwa kadar melanin rambut akan semakin menurun seiring pertambahan usia.

Semakin sedikit sel-sel melanin dalam folikel (tempat tumbuhnya rambut), maka rambut baru yang selanjutnya tumbuh akan jadi berwarna keabu-abuan atau perak.

Pada akhirnya, rambut Anda akan menjadi putih seluruhnya.

Kebanyakan dari kita akan mulai beruban pada usia sekitar 30 tahun dan mungkin pada akhirnya akan benar-benar memutih total begitu menginjak usia 50 tahun.

Penyakit yang menjadi penyebab uban

Kemunculan uban tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia. Terkadang, rambut beruban bisa menunjukkan gejala suatu penyakit, terutama jika terjadi pada usia yang sangat muda.

Berikut ini adalah masalah kesehatan yang mungkin menjadi penyebab uban.

  • Neurofibromatosis. Penyakit turunan keluarga ini menyebabkan tumor tumbuh di sepanjang saraf dan pertumbuhan tulang serta kulit yang tidak normal.
  • Tuberous sclerosis. Kondisi ini disebabkan tumor jinak yang tumbuh di banyak organ, termasuk kulit kepala.
  • Gangguan hormon tiroid. Penurunan hormon tiroid karena penyakit tiroid bisa jadi penyebab uban.
  • Vitiligo. Penyakit autoimun yang menyebabkan melanosit (sel-sel di dasar folikel rambut yang menghasilkan warna) hilang atau hancur.
  • Alopecia areata. Penyakit autoimun yang membuat sebagian rambut bisa tiba-tiba hilang bisa menyebabkan uban muncul dalam semalam.

Pria yang mengalami gangguan kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) juga sebagian besar mengalami rambut beruban.

Selain itu, penelitian terbaru yang diterbitkan di The Journal of laryngology and otology (2015) mencatat masalah pendengaran dikaitkan menjadi penyebab uban.

Beberapa orang yang masih muda tetapi memiliki uban juga mengalami gangguan pendengaran pada frekuensi tinggi.

Penelitian itu menduga munculnya uban adalah faktor risiko dari gangguan pendengaran. Namun, penelitian tersebut masih memerlukan pengujian lebih lanjut.

Faktor lain penyebab uban

Meski umur bisa menjadi penyebab utama terjadinya uban pada rambut seseorang. Ada beberapa faktor lain yang mungkin bisa menjadi penyebab uban terjadi.

1. Genetik

Penelitian di dalam Current problems in dermatology (2015) menyebut lingkungan dan genetika memengaruhi sel induk folikel dan melanosit.

Jadi, tumbuhnya rambut putih di usia muda berkaitan dengan faktor keturunan.

Apabila rambut Anda mulai beruban di usia muda, kemungkinan orang tua atau kakek-nenek Anda mengalaminya dulu saat masih muda.

2. Kekurangan vitamin B12

Salah satu penyebab uban adalah kekurangan vitamin B12. Vitamin ini berperan penting untuk pertumbuhan sel-sel rambut.

Kekurangan vitamin B12 dapat memengaruhi produksi melanin dan melemahkan sel-sel rambut. Jika kondisi ini dibiarkan, warna rambut kian memudar menjadi putih.

3. Stres

penyebab rambut beruban

Stres dapat memicu kondisi umum yang disebut telogen effluvium, yaitu kondisi yang menyebabkan rambut rontok sekitar tiga kali lebih cepat dari biasanya.

Rambut memang akan tumbuh kembali. Namun, jika terjadi di usia paruh baya, rambut yang tumbuh bisa berupa uban, bukan warna aslinya.

Oleh karena itu, ada anggapan bahwa stres memicu rambut berubah lebih cepat menjadi putih.

Sebuah studi pada hewan dari jurnal Nature (2020) juga menunjukkan bagaimana stres dapat menyebabkan bulu tikus berubah menjadi abu-abu.

4. Mengonsumsi obat-obatan

Obat antimalaria dan kemoterapi bisa menjadi penyebab uban di usia muda.

Obat-obatan ini dinilai menghambat reseptor tirosin kinase c-kit yang ada di dalam melanosit (sel penghasil melanin). Akibatnya, rambut pun kekurangan pigmen.

Sebuah penelitian dari dalam jurnal Lupus (2009) juga menemukan kalau obat klorokuin secara signifikan menekan produksi melanin rambut.

5. Merokok

bahaya asap rokok

Merokok bukanlah penyebab langsung dari tumbuhnya rambut uban. Faktor usia dan genetik tetap memegang peranan paling besar terhadap perubahan warna rambut ini.

Namun, sejumlah riset telah menemukan adanya hubungan antara kebiasaan merokok dan kemunculan uban.

Racun dalam rokok juga bisa merusak folikel rambut dan menyebabkan kerontokan rambut.

Bisakah pertumbuhan uban dicegah?

Munculnya uban tidak bisa dicegah karena bagian dari proses penuaan yang juga ditentukan oleh faktor genetik.

Namun, Anda tetap bisa mencegah penyebab munculnya uban yang disebabkan oleh gaya hidup.

Anda bisa menghindari kebiasaan merokok. Lalu, coba untuk menerapkan pola makan gizi seimbang dan kaya akan antioksidan.

Perbanyaklah konsumsi ikan, sayuran hijau, kacang-kacangan, menambah vitamin B12, dan kurangi stres.

Penyebab uban pada rambut Anda memang sebagian besar dipengaruhi oleh genetik yang Anda warisi dari orang tua Anda.

Namun, jika Anda curiga uban menjadi tanda dari keberadaan penyakit tertentu, segera konsultasikan dengan dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Di Giacomo, T. B., Valente, N. Y., & Nico, M. M. (2009). Chloroquine -induced hair depigmentation. Lupus, 18(3), 264–266. https://doi.org/10.1177/0961203308097473.

Goodier, M., & Hordinsky, M. (2015). Normal and aging hair biology and structure ‘aging and hair’. Current problems in dermatology, 47, 1–9. https://doi.org/10.1159/000369594.

Hartmann, J. T., & Kanz, L. (2008). Sunitinib and periodic hair depigmentation due to temporary c-KIT inhibition. Archives of dermatology, 144(11), 1525–1526. https://doi.org/10.1001/archderm.144.11.1525.

Jo, S. J., Paik, S. H., Choi, J. W., Lee, J. H., Cho, S., Kim, K. H., Eun, H. C., & Kwon, O. S. (2012). Hair graying pattern depends on gender, onset age and smoking habits. Acta dermato-venereologica, 92(2), 160–161. https://doi.org/10.2340/00015555-1181.

Ozbay, I., Kahraman, C., Kucur, C., Namdar, N. D., & Oghan, F. (2015). Is there a relationship between premature hair greying and hearing impairment?. The Journal of laryngology and otology, 129(11), 1097–1100. https://doi.org/10.1017/S0022215115002571.

Zayed, A. A., Shahait, A. D., Ayoub, M. N., & Yousef, A. M. (2013). Smokers’ hair: Does smoking cause premature hair graying?. Indian dermatology online journal, 4(2), 90–92. https://doi.org/10.4103/2229-5178.110586.

Zhang, B., Ma, S., Rachmin, I., He, M., Baral, P., Choi, S., Gonçalves, W. A., Shwartz, Y., Fast, E. M., Su, Y., Zon, L. I., Regev, A., Buenrostro, J. D., Cunha, T. M., Chiu, I. M., Fisher, D. E., & Hsu, Y. C. (2020). Hyperactivation of sympathetic nerves drives depletion of melanocyte stem cells. Nature, 577(7792), 676–681. https://doi.org/10.1038/s41586-020-1935-3 

Shmerling, S. H. (2022). Why does hair turn gray?. Harvard Health Publishing. Retrieved April 5, 2022 from, https://www.health.harvard.edu/blog/hair-turn-gray-2017091812226.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui May 05
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan