home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Terapi Sel Punca (Stem Cell Therapy), Pengobatan Baru Bagi Pria Tidak Subur

Terapi Sel Punca (Stem Cell Therapy), Pengobatan Baru Bagi Pria Tidak Subur

Masalah sulit punya momongan bukan hanya diakibatkan oleh pihak wanita. Faktanya, sekitar 30 persen masalah kesuburan pada pasangan suami istri bersumber dari pihak pria yang tidak subur. Program bayi tabung ICSI adalah solusi paling umum untuk memiliki anak apabila pihak suaminya yang tidak subur. Akan tetapi, kini para pakar kesehatan sedang berlomba-lomba untuk mengembangkan terapi sel punca untuk membalikkan masalah kesuburan pria. Berikut informasi lengkapnya seputar terapi sel punca alias stem cell therapy.

Apa itu sel terapi punca (stem cell therapy)?

Tubuh manusia memiliki banyak sel-sel berbeda yang bekerja membantu semua organ tubuh Anda berfungsi dengan baik. Nah, sel punca alias sel induk atau sel stem adalah sel yang masih “polos”, murni, dan belum memiliki fungsi apapun.

Sel punca tidak memiliki tanggung jawab apapun dalam tubuh karena tidak melewati proses diferensiasi. Proses diferensiasi terjadi sejak perkembangan zigot dalam kandungan. Zigot adalah sel gabungan antara sel telur dengan sperma yang kemudian membelah menjadi dua, lalu empat sel, dan seterusnya. Setelah membelah, sel-sel tersebut akan secara alami ditugaskan peran dan tanggung jawabnya masing-masing lewat proses diferensiasi. Misalnya, sel otot berfungsi untuk mempertahankan fungsi otot.

Karena masih kosong dan tidak memiliki fungsi apapun, sel punca juga berkemampuan untuk dan dapat membelah sebanyak-banyaknya sesuai dengan kebutuhan. Kedua kemampuan ini membuat sel stem dianggap ‘spesial’ dan bisa digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Dengan kata lain, stem cell merupakan sel induk yang berpotensi untuk dijadikan sel tertentu. Pada akhirnya, sel yang baru dan sehat tersebut dapat berkembang menjadi sebuah jaringan sehat.

Sel punca dapat diambil dari darah dalam tali pusat atau sumsum tulang belakang.

Bagaimana terapi sel punca dapat mengatasi masalah ketidaksuburan pria?

Selain dari darah dalam tali pusat atau sumsum tulang belakang, sel punca juga dapat diambil dari salah satu bagian sistem reproduksi pria bernama tubulus seminiferus. Setelah diambil, sel tersebut kemudian akan dikembangkan di lab hingga menjadi kumpulan sel dengan fungsi khusus, yaitu sel sperma.

Sel induk yang kini telah mendapatkan tugas sebagai sel sperma matang akan dimasukkan kembali ke dalam testis pria. Pada binatang percobaan, sperma hasil pembiakkan dari stem cell terbukti mampu membuahi sel telur perempuan dan menghasilkan keturunan.

Apakah efektif?

Percobaan-percobaan terkait terapi sel punca untuk mengatasi masalah kesuburan pria sejauh ini baru terbatas pada hewan. Hal ini dipengaruhi oleh sulitnya melakukan pembiakkan induk sel tersebut.

Akan tetapi, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun mendatang teknik stem cell sperma akan menjadi salah satu harapan untuk mengatasi masalah kesuburan pria. Beberapa peneliti juga terus mengombinasikan pembiakkan di luar dan di dalam tubuh manusia agar hasilnya lebih maksimal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  • Dibal NI, Chiroma MS, Attah MO. Stem Cell Therapy for Male Infertility: A Review. Nova Journal of Medical and Biological Sciences. 2016;5(2):1-4.
  • Volarevic V, Bojic S, Nurkovic J, Volarevic A, Ljujic B, Arsenijevic N, al. Stem Cells as New Agents for the Treatment of Infertility: Current and Future Perspectives and Challenges. BioMed Research International. 2014, doi: 10.1155/2014/507234.
  • Mei X, Wang J, Wu J. Extrinsic and intrinsic factors controlling spermatogonial stem cell self-renewal and differentiation. Asian J Androl. 2015;17(3):347-354.
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. William
Tanggal diperbarui 17/02/2018
x