home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Risiko Komplikasi Utama dari Program Bayi Tabung yang Harus Diwaspadai (Bisakah Dihindari?)

3 Risiko Komplikasi Utama dari Program Bayi Tabung yang Harus Diwaspadai (Bisakah Dihindari?)

Berdasarkan data dari PERFITRI REGISTRY 2017, peluang sukses hamil dari program IVF alias bayi tabung di Indonesia tercatat sekitar 29 persen. Peluangnya bahkan bisa mencapai 40% atau mungkin lebih tinggi lagi jika dimulai sedini mungkin, sebaiknya di usia kurang dari 35 tahun. Namun, sebelum Anda dan pasangan memutuskan untuk mendaftar di klinik IVF terdekat, sebaiknya pahami dulu kemungkinan risiko bayi tabung yang dapat terjadi.

Apa saja risiko bayi tabung yang mungkin terjadi?

perbedaan bayi tabung dan inseminasi buatan

Meski peluang suksesnya cukup tinggi, program bayi tabung juga memiliki beberapa risiko komplikasi yang harus dipertimbangkan baik-baik oleh setiap pasutri. Risiko bayi tabung yang paling umum di antaranya adalah:

1. Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS)

Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) adalah kondisi ovarium yang menghasilkan sel telur lebih banyak dari normalnya. Sekitar 2% wanita yang menjalani bayi tabung mengalami sindrom ini.

Kondisi ini biasanya terjadi sebagai efek samping obat penyubur yang diberikan saat menjalani proses bayi tabung. Selain itu, wanita yang sangat kurus, obesitas, atau sedari awalnya memiliki jumlah sel telur yang sangat banyak juga bisa mengalami sindrom OHSS.

Tanda dan gejala OHSS meliputi:

  • Sakit perut ringan
  • Perut kembung
  • Mual dan muntah
  • Diare

Pada beberapa kasus, sindrom OHSS juga dapat menyebabkan sesak napas dan peningkatan berat badan. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalaminya.

2. Kelahiran kembar

Selama ini, bayi tabung dipandang sebagai program hamil andalan untuk mendapatkan bayi kembar. Namun begitu, cara pandang aji mumpung seperti ini sebenarnya salah dan perlu dikoreksi, ungkap dr. Ivan Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, SpOG, selaku Sekretaris Jenderal Perkumpulan Fertilisasi In Vitro Indonesia (PERFITRI) saat ditemui tim Hello Sehat di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (30/8) pada acara temu media yang digawangi oleh Merck Indonesia.

Bayi tabung memang cukup banyak menghasilkan anak kembar. Sekitar 17% kasus kehamilan kembar berasal dari program IVF. Namun, kehamilan kembar bukanlah “gol” utama yang diinginkan dari program IVF.

Pasalnya, kehamilan kembar sangat berisiko tinggi untuk persalinan prematur serta berbagai komplikasi lainnya. “Yang kita (dokter – red) inginkan (dari program IVF) adalah ibu itu bisa hamil sembilan bulan dan anaknya lahir normal,” tutur dr. Ivan.

Selain prematur, risiko kehamilan kembar dari program bayi tabung juga bisa memicu masalah kesehatan pada ibu, seperti:

  • Keguguran.
  • Preeklampsia.
  • Diabetes gestasional.
  • Anemia dan perdarahan hebat.
  • Risiko operasi caesar lebih tinggi.

Jadi, bayi kembar seharusnya bukan menjadi tujuan utama bagi pasutri yang ingin memiliki anak. Yang terpenting adalah memastikan bayi Anda lahir cukup bulan alias sembilan bulan, normal, dan sehat. Ini bisa terjadi kalau kita mengurangi jumlah embrio yang ditanamkan saat proses bayi tabung, ujar dr. Ivan.

3. Hamil di luar kandungan (kehamilan ektopik)

Kehamilan ektopik adalah satu risiko bayi tabung yang sangat perlu diwaspadai oleh perempuan. Komplikasi kehamilan ini terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi menempel di tempat lain selain rahim, umumnya di tuba falopi. Bisa juga terjadi pada rongga perut atau justru pada leher rahim.

Ciri-ciri utama dari kehamilan ektopik adalah sakit perut hebat di salah satu sisi, keputihan yang warnanya cenderung keruh atau gelap, dan bercak darah ringan.

Bagaimana cara menurunkan risiko program bayi tabung?

syarat bayi tabung

Untuk mengantisipasi risiko bayi tabung, dokter harus tahu dulu seperti apa riwayat kesehatan pasien.

Bagi wanita yang berisiko OHS, misalnya dokter dapat meresepkan dosis obat kesuburan yang tepat buat Anda selama menjalani program bayi tabung. Hal ini disampaikan oleh Prof. dr. Budi Wiweko, SpOG (K), MPH, selaku Presiden PERFITRI saat ditemui tim Hello Sehat di Cikini, Kamis (30/8).

“Tidak semua pasien memerlukan dosis obat yang sama. Ada pasien yang butuh dosis 300, ada yang perlu dosis 225, dan ada yang perlu dosis 150. Nah, dengan inilah risiko program bayi tabung berupa OHSS dapat segera diatasi,” ungkap dr. Wiweko.

Selain itu, pasutri juga dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat, baik sebelum, saat, dan setelah menjalani proses bayi tabung. Pasalnya, menurut Prof. Wiweko, kebanyakan pasutri yang infertil alias tidak subur mengalami defisiensi vitamin D, antioksidan, protein, dan nutrisi lainnya.

Oleh karena itu, makanlah makanan yang bergizi seimbang baik, khususnya yang mengandung vitamin D, antioksidan, protein, rendah glikemik, dan nutrisi lainnya. Bukan hanya untuk wanitanya saja, pria pun juga harus ikut makan makanan yang bergizi, apalagi kalau mengalami gangguan sperma.

Semakin sehat dan bugar tubuh pasutri dalam menyambut kehamilan, maka semakin besar pula peluang bayi tabung sukses tanpa risiko komplikasi.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Silencing of Sexual Health in Indonesian Infertility Care. http://indonesiaatmelbourne.unimelb.edu.au/the-silencing-of-sexual-health-in-indonesian-infertility-care/. Accessed 30/8/2018.

Risks IVF. https://www.nhs.uk/conditions/ivf/risks/. Accessed 30/8/2018.

In Vitro Fertilization (IVF). https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/in-vitro-fertilization/about/pac-20384716. Accessed 30/8/2018.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 2 hari lalu
Fakta medis diperiksa oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x