Langkah-Langkah Dilakukannya Proses Inseminasi Buatan (IUI)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/03/2020 . Waktu baca 14 menit
Bagikan sekarang

Inseminasi buatan merupakan salah satu cara bagi pasangan yang mengalami kesulitan untuk memiliki anak. Prosedur ini bisa membantu Anda meningkatkan potensi hamil, meski telah sekian lama mencoba. Apakah yang dimaksud dengan inseminasi buatan dan apa saja langkah-langkah prosedur tersebut? Ketahui informasi lengkap di berikut ini.

Apa itu inseminasi buatan?

Inseminasi buatan atau intrauterine insemination (IUI) adalah salah satu alternatif bagi Anda yang ingin memiliki anak. Metode prosedur ini dilakukan dengan cara melepaskan sperma di dalam rahim seorang wanita untuk membantu proses pembuahan.

Tujuan dari metode inseminasi buatan adalah meningkatkan jumlah sperma yang berhasil sampai di tuba falopi, dengan harapan kondisi ini dapat meningkatkan kesempatan sel telur untuk dibuahi oleh sel sperma tersebut.

Namun, tidak semua orang boleh menjalani prosedur ini. Ada beberapa kondisi yang justru melarang Anda melakukan prosedur inseminasi buatan, seperti:

Hal yang perlu diketahui, proses inseminasi ini akan berlangsung panjang dan memerlukan persiapan yang matang. Simak penjelasan lengkap mengenai langkah-langkah prosedur inseminasi buatan yang harus Anda jalani bersama pasangan jika ingin menggunakan alternatif ini.

Langkah-langkah menjalani prosedur inseminasi buatan

Prosedur inseminasi buatan harus dijalani bersama dengan pasangan agar berjalan lancar. Keduanya memiliki andil masing-masing agar kehamilan dapat terwujud. Namun, tahukah Anda bagaimana langkah-langkah yang harus Anda ambil selama prosedur tersebut berlangsung?

1. Pemeriksaan kesehatan sebelum mulai proses inseminasi buatan

Sebelum Anda mulai menjalani prosedur inseminasi buatan, yang harus Anda lakukan pertama kali adalah menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Dalam tahap ini, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan.

Pemeriksaan harus dilakukan bersama dengan pasangan Anda. Kesuburan Anda dan pasangan harus diperiksa. Hal ini dapat membantu dokter mengetahui apakah fisik Anda berdua tidak memiliki masalah kesehatan yang berarti.

Kemungkinan, dokter akan memeriksa kondisi tuba falopi Anda. Pasalnya, tuba falopi sebagai saluran penghubung antara ovarium dan rahim harus dalam kondisi terbuka dan sehat.

Tidak hanya itu, dokter juga akan menilai kadar hormon Anda dan pasangan untuk mengetahui apakah semua hormon berada pada angka yang normal. Dokter juga kemungkinan akan memeriksa apakah rahim Anda cukup kuat sebagai tempat tinggal janin selama masa kehamilan nanti.

2. Stimulasi ovarium

Setelah melalui masa pemeriksaan kondisi kesehatan, kini saatnya Anda memasuki fase stimulasi ovarium. Saat ini  dokter akan memberikan obat kesuburan pada Anda sambil memeriksa kondisi Anda secara rutin melalui ultrasound dan tes darah.

Obat kesuburan oral yang umumnya disarankan dokter pada saat prosedur inseminasi buatan adalah clomid atau letrozole. Clomid mendorong pelepasan hormon dari kelenjar pituitari yang merangsang tubuh untuk melepaskan hormon luteinizing (LH) dan hormon perangsang folikel. Hormon tersebut membantu mendorong pelepasan telur dan juga mendorong telur untuk matang.

Namun, dokter mungkin juga memberikan Anda obat-obatan lain pada saat menjalani prosedur inseminasi buatan. Misalnya, human chorionic gonadotropin (HCG) dalam sediaan injeksi. Ini merupakan replikasi hormon di dalam tubuh yang bisa memicu folikel ovarium wanita untuk melepaskan sel telur. Terkadang seorang wanita akan membawa Clomid dan hCG sebagai stimulasi ovarium.

Stimulasi ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah telur yang diproduksi oleh ovarium Anda. Sehingga, semakin banyak telur yang bisa diambil dan dibuahi selama prosedur, maka akan semakin besar pula kesempatan Anda untuk hamil.

Selama stimulasi ovarium ini, dokter akan memantau pertumbuhan dan perkembangan folikel dengan cara melakukan tes darah dan USG setiap beberapa hari. Tes darah dilakukan untuk mengetahui kadar estradiol Anda. Sementara itu, USG dilakukan untuk memastikan apakah Anda menghasilkan sel telur yang sehat agar prosedur inseminasi buatan berjalan lancar.

Pemantauan sangat penting dilakukan untuk menentukan seberapa banyak dosis obat Anda, apakah perlu ditingkatkan atau malah diturunkan. Pemantauan juga diperlukan untuk menentukan kapan telur matang.

Proses inseminasi buatan kemudian akan dilakukan sekitar waktu ovulasi, biasanya sekitar 24-36 jam setelah lonjakan hormon LH yang mengindikasikan ovulasi akan segera terjadi. Dengan begitu, dokter bisa menentukan kapan waktu yang paling tepat untuk menyuntikkan sperma ke dalam tubuh Anda, demi terjadi pembuahan.

3. Persiapan sperma untuk inseminasi buatan

Langkah selanjutnya dari inseminasi buatan adalah persiapan sperma. Dalam tahapan ini, pasangan Anda akan memberikan sampel air mani, atau Anda juga bisa menggunakan donor sperma yang telah disiapkan. Sebelum disuntikkan ke dalam vagina, sampel sperma akan dicuci terlebih dahulu.

Proses pencucian sperma ini sebenarnya merupakan proses pemilihan sel sperma yang sehat dan tidak. Dalam proses ini, sperma yang bagus akan dipisahkan dengan sperma yang kualitasnya buruk. Sperma yang baik adalah sperma yang memiliki konsentrasi dan motilitas (pergerakan) yang tinggi untuk mencapai telur.

Selain itu proses pencucian sperma ini juga dilakukan untuk menghilangkan bahan kimia beracun yang mungkin akan bereaksi negatif oleh tubuh Anda. Masalahnya, sperma dengan kualitas yang kurang bagus berpotensi mengganggu proses pembuahan sel telur.

Tidak hanya itu, sperma dengan kualitas yang buruk mungkin juga menimbulkan masalah kesehatan lain, misalnya menyebabkan reaksi alergi, yang nantinya bisa menghambat kehamilan. Proses ini juga bisa meminimalisir kram yang kadang terjadi.

Biasanya, dengan sampel sperma yang tidak terlalu banyak namun sehat, proses pembuahan sel telur akan lebih mudah dan kehamilan pun lebih tinggi kemungkinannya untuk terwujud.

4. Memasukkan sperma

Saat sel sperma telah siap, proses inseminasi buatan akhirnya bisa dimulai. Biasanya, proses ini membutuhkan waktu selama 1-2 jam. Lalu, ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan. Pertama, Anda harus berbaring di meja operasi.

Selanjutnya, dokter akan memasukkan kateter yang sangat kecil, ramping, dan juga fleksibel ke dalam rahim melalui vagina dan leher rahim Anda. Jika alat tersebut telah sampai di dalam rahim, dokter akan melepaskan sel sperma di dalam rahim dengan harapan sel tersebut berhasil membuahi sel telur.

Proses inseminasi buatan ini disebut-sebut tidak menyebabkan rasa sakit, meski Anda mungkin akan merasa sedikit kram selama menjalani proses tersebut. Rasa kram yang Anda rasakan mungkin mirip dengan kram yang timbul saat Anda menjalani pap smear. 

Dokter mungkin akan menyarankan Anda agar tetap berbaring untuk beberapa saat setelah proses inseminasi buatan selesai, atau Anda mungkin juga bisa segera bangun. Anda tidak perlu khawatir sperma akan bocor keluar saat Anda berdiri, karena sperma sudah dialihkan langsung ke rahim Anda, dan Anda tinggal menunggu hasilnya.

Mengingat Anda akan berbaring sejenak selama prosesnya, akan lebih baik jika Anda didampingi. Dengan adanya dukungan dari orang terdekat, Anda mungkin bisa lebih tenang selama menjalani inseminasi buatan ini.

Risiko yang mungkin terjadi setelah menjalani inseminasi buatan

Sebenarnya, prosedur inseminasi buatan ini tergolong minim risiko. Meski demikian, bukan berarti tidak ada risiko yang mungkin terjadi setelah menjalani prosedur inseminasi buatan. Berikut ini adalah beberapa kemungkinan risiko yang mungkin terjadi:

1. Infeksi

Saat menjalani prosedur inseminasi buatan, ada kemungkinan Anda mengalami infeksi. Namun, kemungkinan terjadi infeksi sangatlah kecil, bahkan hampir tidak mungkin.

2. Timbul bercak darah

Risiko lain yang mungkin terjadi adalah timbulnya bercak darah. Bercak darah bisa terjadi di tengah menjalani prosedur inseminasi buatan. Kondisi ini bisa terjadi saat dokter memasukkan kateter ke dalam rahim, sehingga menyebabkan perdarahan ringan di area vagina.

Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir jika kondisi ini terjadi pada Anda setelah menjalani prosedur inseminasi buatan. Hal ini disebabkan kondisi tersebut tidak memiliki dampak tertentu terhadap kesempatan Anda untuk mengalami kehamilan.

3. Hamil anak kembar

Kondisi lain yang mungkin terjadi setelah Anda menjalani inseminasi buatan adalah hamil anak kembar. Artinya, jika Anda berhasil hamil melalui metode ini, Anda mungkin akan hamil anak kembar; bisa kembar dua, tiga, atau bahkan lebih.

Terlebih, sebelum proses inseminasi, Anda juga akan mengonsumsi obat penyubur kandungan yang juga memicu pelepasan sel telur lebih dari satu. Namun, perlu Anda ketahui bahwa dokter juga akan berusaha untuk mengontrol dosis obat yang diberikan untuk Anda demi mencegah pelepasan sel telur yang berlebihan dalam satu waktu.

Apakah bisa langsung hamil setelah inseminasi buatan?

Setelah menjalani prosedur inseminasi buatan ini, Anda akan membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu untuk menunggu hasilnya. Selama menunggu hasil dari prosedur inseminasi buatan, lakukanlah kegiatan sehari-hari Anda seperti biasanya.

Jangan terlalu memikirkan hasil karena Anda bisa stres dan tertekan. Yakini bahwa setelah menjalani prosedur inseminasi buatan, Anda telah melakukan yang terbaik.

Setelah lewat dua minggu menyelesaikan prosedur inseminasi buatan, Anda boleh melakukan tes kehamilan. Jangan melakukan tes sebelum dua minggu prosedur inseminasi selesai dilakukan, karena hasil yang Anda dapatkan mungkin tidak sesuai.

Tes kehamilan yang dilakukan sebelum 14 hari, kemungkinan Anda akan mendapatkan hasil seperti berikut.

Salah-negatif

Hasil ini mungkin Anda dapatkan jika hormon kehamilan belum pada tingkat yang terukur. Hasil yang muncul bisa saja negatif, tetapi hasil dari inseminasi buatan tersebut belum tentu benar. Artinya, hasil yang seharusnya Anda dapatkan adalah positif hamil. Namun, saat itu, tubuh Anda justru menunjukkan hasil yang berbeda.

Salah-positif

Hasil dari inseminasi buatan ini berarti Anda mendapatkan hasil positif, padahal sebenarnya Anda negatif hamil. Hasil ini bisa Anda dapatkan karena efek dari obat penghasil ovulasi seperti HCG masih beredar di dalam tubuh. Oleh karena itu, tubuh Anda mengindikasikan kehamilan. Padahal, saat itu, Anda tidak sedang hamil.

Setelah melakukan pemeriksaan kehamilan secara mandiri, dokter mungkin akan meminta Anda untuk kembali menemuinya sekitar dua minggu setelah Anda mendapatkan hasil alat tes kehamilan di rumah. Anda akan diminta untuk melakukan tes darah, yaitu tes yang lebih sensitif dalam mendeteksi hormon kehamilan setelah pembuahan.

Jika Anda tidak hamil, Anda tidak perlu berkecil hati. Pasalnya, Anda masih bisa mencoba inseminasi buatan sebanyak satu kali lagi. Baru setelah itu, jika Anda benar-benar tidak mendapatkan hasil sesuai harapan, Anda boleh beralih ke perawatan kesuburan lainnya. Sering kali, terapi yang sama digunakan selama tiga sampai enam bulan untuk memaksimalkan kemungkinan hamil pada pasien.

Kondisi yang memerlukan inseminasi buatan

Berikut beberapa kondisi yang memerlukan inseminasi buatan untuk memperoleh kehamilan:

1. Pasien dengan donor sperma

Ada beberapa wanita yang ingin memiliki anak dari rahimnya sendiri, meski tidak melakukan hubungan seksual. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah inseminasi buatan. Biasanya, wanita ini akan menggunakan bantuan donor sperma.

Dengan begitu, wanita yang ingin memiliki anak meski tidak memiliki pasangan bisa menggunakan donor sperma yang didapatkan dari laboratorium terpercaya.

2. Infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya

Tidak semua masalah kesuburan bisa diketahui penyebabnya. Ada pula yang mengalami kemandulan tanpa alasan yang jelas. Tetapi, kondisi ini bukan berarti Anda tidak bisa hamil. Anda mungkin bisa melakukan prosedur inseminasi buatan untuk memiliki anak dari rahim Anda sendiri.

Prosedur ini sering kali digunakan sebagai salah satu jenis perawatan bagi orang yang mengalami kemandulan tanpa alasan. Biasanya pelaksanaan prosedur didampingi dengan penggunaan obat-obatan untuk merangsang ovulasi.

3. Riwayat endometriosis

Biasanya, wanita yang pernah mengalami endometriosis cenderung berpotensi untuk susah hamil. Namun, prrosedur inseminasi buatan bisa Anda lakukan dengan menggunakan obat-obatan yang bisa merangsang produksi sel telur yang berkualitas.

4. Infertilitas pada pria

Tidak semua masalah sulit hamil berasal dari wanita. Kondisi ini mungkin juga disebabkan karena pasangan Anda mengalami kemandulan. Jika hasil analisis sperma yang dijalani oleh pasangan Anda ternyata menunjukkan kondisi yang kurang baik, Anda bisa menjalani prosedur inseminasi buatan.

Kondisi yang kurang baik ini bisa berupa motilitas sperma yang lemah, atau bentuk sperma yang abnormal. Langkah persiapan prosedur ini akan  membantu memilah-milah sperma yang berkualitas bagus dan yang kurang berkualitas.

5. Masalah serviks atau leher rahim

Serviks atau leher rahim Anda yang berada pada bagian bawah uterus adalah penghubung antara vagina dan uterus. Lendir yang diproduksi oleh serviks atau leher rahim pada saat proses ovulasi terjadi membantu sperma untuk lebih mudah masuk dari vagina menuju tuba falopi.

Akan tetapi, jika lendir serviks Anda terlalu kental, justru lendir tersebut akan menghalangi perjalanan sperma menuju tuba falopi. Bahkan, leher rahim Anda mungkin akan menghalangi sel sperma untuk bertemu dengan sel telur. Sehingga, tidak terjadi pembuahan.

Biasanya, mengentalnya lendir serviks terjadi karena terjadi luka akibat prosedur kesehatan seperti biopsi dan prosedur lainnya. Sementara itu, prosedur inseminasi buatan tidak perlu melalui leher rahim dan bisa langsung mengirimkan sperma ke uterus.

Dengan begitu, jumlah sperma yang bisa ‘bertemu dengan sel telur akan lebih banyak. Tentu kondisi ini meningkatkan kesempatan Anda untuk hamil.

6. Masalah ovulasi

Penyebab wanita susah hamil lainnya adalah masalah ovulasi. Biasanya, masalah ini terjadi karena produksi sel telur berkurang drastis. Namun, prosedur inseminasi buatan dapat mengatasi kondisi tersebut.

7. Alergi air mani

Meskipun ini adalah kondisi yang amat jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan bahwa seorang wanita mengalami alergi terhadap air mani. Bahkan, menurut sebuah artikel yang dimuat pada Mayo Clinic, proses ejakulasi ke dalam vagina menyebabkan tanda kemerahan, sensasi terbakar, hingga pembengkakan. Khususnya, saat air mani mengenai kulit wanita.

Sebenarnya, masalah ini bisa diatasi dengan menggunakan kondom. Sayangnya, penggunaan kondom juga akan menghalangi Anda mengalami kehamilan. Jika Anda ingin hamil, tentu kondom bukan solusi yang tepat.

Oleh karenanya, jika Anda ingin hamil sementara Anda memiliki alergi terhadap air mani, Anda bisa melakukan prosedur inseminasi buatan. Prosedur ini cukup efektif karena sebelum sel sperma dimasukkan ke dalam uterus, air mani akan disingkirkan terlebih dahulu.

Di samping berbagai kondisi di atas, ada beberapa kondisi lain yang bisa menjadi alasan mengapa Anda perlu melakukan prosedur inseminasi buatan, di antaranya:

  • Pasien tidak bisa melakukan hubungan seks melalui vagina karena kondisi kesehatan yang dimilikinya.
  • Kondisi pasien tidak memungkinkan untuk hamil, contohnya Anda mengidap HIV dan terlalu berbahaya bagi Anda dan pasangan jika melakukan hubungan seks tanpa bantuan alat kontrasepsi.
  • Pasangan Anda tidak bisa berejakulasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit