Berbagai Cara Penanganan Infertilitas yang Bisa Anda Lakukan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Infertilitas atau masalah kesuburan biasa dialami oleh siapa saja baik pria maupun wanita. Kondisi ini terjadi ketika Anda belum juga mengalami kehamilan setelah satu tahun atau lebih. Padahal, Anda dan pasangan melakukan hubungan seksual tanpa alat pengaman. Maka dari itu, dibutuhkan penanganan sesuai dengan kondisi. Simak berbagai cara pengobatan atau penanganan infertilitas yang bisa Anda lakukan.

Penanganan dan pengobatan infertilitas

penanganan dan pengobatan infertilitas

Masalah kesuburan atau gangguan sistem reproduksi bisa dialami baik pada pria maupun wanita. Sebelum ditangani oleh dokter, Anda akan melakukan tes kesuburan terlebih dahulu.

Dikutip dari Mayo Clinic, dokter perlu memahami kebiasaan seksual Anda dan pasangan. Hal ini diperlukan agar ia bisa memberikan rekomendasi yang sesuai untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.

Secara umum, penanganan atau pengobatan infertilitas mencakup obat-obatan, pembedahan, hingga teknologi reproduksi tertentu.

Seringkali, penanganan infertilitas atau terapi kesuburan menggabungkan beberapa prosedur.

Misalnya, dengan minum obat yang sudah dianjurkan sekaligus perawatan khusus lainnya. Dokter akan merekomendasikan penanganan atau perawatan khusus untuk infertilitas berdasarkan:

  • Durasi Anda dan pasangan mengalami masalah kesuburan
  • Usia perempuan
  • Preferensi pengobatan yang diingankan Anda dan pasangan setelah berkonsultasi

Hal yang perlu diingat bahwa infertilitas dan mandul merupakan hal yang berbeda. Maka dari itu, cara mengatasi infertilitas dan mandul juga membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Penanganan infertilitas pada pria

cara mengatasi infertilitas pria

Ada kalanya, penyebab infertilitas sulit untuk diidentifikasi. Namun, tidak menutup kemungkinan apabila wanita susah hamil karena adanya masalah kesuburan pada pria.

Hal yang cukup memengaruhi adalah rendahnya tingkat produksi sperma atau sperma terlihat abnormal.

Apabila sudah melakukan tes, dokter akan merekomendasikan perawatan atau prosedur tertentu.

Berikut penanganan serta cara mengatasi infertilitas pada pria:

1. Operasi

Tindakan pembedahan diperlukan sebagai salah satu cara mengatasi infertilitas pada pria.

Hal ini diperlukan sebagai penanganan tidak adanya sperma ketika ejakulasi (azoospermia), ejakulasi terbalik, hingga adanya pembengakakan pembuluh darah pada buah zakar (varikokel).

2. Mengobati infeksi

Pada pria, ada kemungkinan Anda atau pasangan mengalami infeksi pada saluran reproduksi.

Maka dari itu cara mengatasinya adalah dengan perawatan antibiotik yang sudah diresepkan oleh dokter.

Namun, penanganan ini tidak secara langsung dapat menyembuhkan infertilitas.

3. Perawatan hormon

Terapi hormon juga dapat dijadikan sebagai penanganan atau pengobatan infertilitas pada pria.

Cara mengatasi infertilitas ini dilakukan apabila pria mempunyai masalah pada tingkat hormon yang terlalu rendah atau tinggi.

4. Konseling

Ini merupakan penanganan yang juga dapat dilakukan pada kondisi infertilitas pria.

Konseling yang dibarengi dengan pengobatan dapat membantu meningkatkan kesuburan pada pria yang mempunyai masalah seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi dini.

5. Teknologi reproduksi berbantuan

Prosedur ini dalam istilah medis dikenal sebagai Assisted Reproductive Technology (ART) yang kebanyakan ditujukan untuk wanita.

Pada pria, penanganan serta cara mengatasi infertilitas ini dilakukan untuk mengambil sperma melalui ejakulasi normal, pembedahan, atau donor.

Lalu, sperma dimasukkan ke dalam tubuh wanita agar terjadi pembuahan.

6. Terapi sel punca

Stem cell atau sel punca merupakan sel induk yang berpotensi untuk dijadikan sel tertentu.

Sel ini dapat diambil dari salah satu bagian sistem reproduksi pria bernama tubulus seminiferus.

Kemudian, akan dikembangkan di lab hingga menjadi kumpulan sel dengan fungsi khusus, yaitu sel sperma.

Sel induk kini telah menjadi sel sperma matang akan dimasukkan kembali ke dalam testis pria.

Pada binatang, sperma hasil pembiakkan dari sel punca terbukti mampu membuahi sel telur dan menghasilkan keturunan.

Penanganan infertilitas pada wanita

penanganan infertilitas wanita

Hampir sama dengan penanganan pada pria, cara mengatasi infertilitas pada wanita juga melihat kembali faktor-faktor lainnya.

Seperti apa penyebab utama, usia Anda, sudah berapa lama mengalami masalah kesuburan, hingga keinginan melakukan pengobatan tertentu.

Ada kemungkinan, Anda perlu beberapa jenis penanganan atau pengobatan untuk infertilitas. Berikut beberapa cara mengatasi infertilitas pada wanita:

1. Pemulihan kesuburan dengan obat

Berbeda dengan obat mandul, pengobatan infertilitas pada wanita ini dapat membantu Anda yang mempunyai kondisi gangguan ovulasi.

Beberapa pilihan obat di bawah ini dapat dijadikan alternatif untuk merangsang ovulasi karena umumnya bekerja seperti hormon alami.

Tidak hanya itu saja, ada kemungkinan salah satu terapi kesuburan ini juga bermanfaat untuk merangsang agar kualitas sel telur lebih baik.

Berikut obat kesuburan yang yang umumnya digunakan:

2. Operasi

Berbeda dengan cara mengatasi mandul, terdapat beberapa pilihan untuk melakukan perawatan kesuburan.

Beberapa prosedur pembedahan atau operasi tertentu dapat dijadikan alternatif sebagai penanganan infertilitas serta terapi kesuburan pada wanita.

Laparoskopi

Merupakan prosedur yang menggunakan laparoskop untuk melihat organ reproduksi wanita.

Melalui perut, laparoskopi bisa mengetahui kondisi endometriosis, penyumbatan tuba falopi, serta masalah kesuburan lainnya.

Histeroskopi

Merupakan prosedur untuk melihat bagian dalam rahim. Maka dari itu, histeroskopi dilakukan melalui vagina.

Penanganan ini untuk mengetahui infertilitas seperti fibroid, perdarahan, dan lain-lainnya.

Operasi tuba

Prosedur ini dilakukan ketika Anda mengalami kondisi tuba falopi tersumbat atau berisi cairan.

Ketika penyumbatan diatasi, makan kemungkinan akan meningkatkan peluang Anda untuk hamil.

3. Inseminasi buatan

Pengobatan infertilitas atau terapi kesuburan yang satu ini menjadi salah satu alternatif program hamil.

Inseminasi buatan atau intrauterine insemination (IUI) merupakan prosedur dengan memasukkan sperma ke dalam rahim melalui leher rahim.

Penanganan infertilitas dengan teknologi reproduksi

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, penanganan inferilitas berbeda dengan cara mengobati kemandulan. Ini karena ada beberapa alternatif terapi kesuburan yang bisa dilakukan.

Salah satunya adalah dengan mencoba teknologi reproduksi berbantu (ART). Prosedur ini merupakan penggabungan sperma dengan sel telur di luar rahim hingga menjadi embrio.

Berikut dua jenis teknologi reproduksi berbantu:

1. Pembuahan in vitro (IVF)

Prosedur IVF atau bayi tabung merupakan salah satu penanganan infertilitas yang paling efektif. Ini dilakukan ketika saluran tuba wanita tersumbat.

Prosesnya adalah dengan menggabungkan sel telur dan sperma di luar tubuh. Kemudian, pembuahan yang terjadi akan dipindahkan ke dalam rahim.

2. Intra Cystoplasmic Sperm Injection (ICSI)

Prosedur ini dilakukan ketika pria mempunyai masalah dengan jumlah sperma yang sedikit atau tidak bisa ejakulasi.

Maka dari itu, perlu bantuan teknologi medis untuk menggabungkan sperma dengan sel telur.

Secara umum, keberhasilan terjadinya pembuahan ICSI lebih tinggi dibandingkan dengan IVF.

3. Gamete intrafallopian transfer (GIFT)

Salah satu penanganan infertilitas ini melakukan prosedur dengan mentransfer sel telur dan sperma melalui tuba falopi. Maka dari itu, pembuahan langsung terjadi di dalam tubuh wanita.

Efek dan risiko dari penanganan infertilitas

Terapi kesuburan yang dilakukan sebagai penanganan serta cara mengatasi infertilitas mempunyai risiko tersendiri.

Walaupun, cara ini juga bermanfaat untuk mengatasi masalah kesuburan pada wanita serta menambah peluang terjadi kehamilan.

Berikut beberapa risiko yang mungkin terjadi:

  • Mengandung bayi kembar. Semakin banyak janin, maka semakin tingggi risiko persalinan.
  • Kelahiran peramatur. Bayi yang lahir prematur mempunyai risiko terhadap kesehatan juga perkembangan.
  • Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS). Obat kesuburan dapat membuat ovarium menjadi bengkak.
  • Perdarahan atau infeksi karena prosedur invasif.

Kapan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter?

Dikutip dari CDC, kebanyakan ahli menyarankan setidaknya Anda dan pasangan berkonsultasi ke dokter untuk penanganan infertilitas apabila dalam satu tahun belum terjadi kehamilan.

Kondisi ini berlaku apabila usia wanita di bawah 35 tahun.

Apabila sudah di usia 35 tahun, setidaknya Anda menemui dokter setelah 6 bulan percobaan. Hal ini karena peluang kehamilan pada wanita menurun setelah usia 30 tahun.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Cepat Turun Berat Badan

Tahukah Anda berjemur di bawah sinar matahari bisa bikin badan lebih ramping? Yuk, pelajari cara lain agar cepat turun berat badan di pagi hari berikut ini.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi, Hidup Sehat 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Seberapa Banyak Harusnya Porsi Makan Nasi Saat Sarapan?

Apa benar menghindari makan nasi atau karbohidrat lain saat sarapan dapat menurunkan berat badan? Ketahui jawabannya di artikel berikut.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi, Hidup Sehat 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

Selain mencukur, waxing, dan laser, ada juga krim untuk menghilangkan bulu yang mudah dan murah. Apa krim perontok bulu aman untuk tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Pengukuran tekanan darah banyak dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari. Apakah akan ada perbedaan tekanan darah, jika dilakukan di lain waktu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pasca operasi usus buntu

Semua Hal yang Perlu Anda Perhatikan Setelah Jalani Operasi Usus Buntu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 4 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
veneer gigi

Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
tidur larut malam rusak kualitas sperma

Awas! Kebiasaan Tidur Larut Malam Bisa Membuat Kualitas Sperma Menurun

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
hamil di usia 20-an

Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit