Ini Tes Kesuburan untuk Wanita & Pria yang Penting Dilakukan

    Ini Tes Kesuburan untuk Wanita & Pria yang Penting Dilakukan

    Tes kesuburan perlu dilakukan jika kehamilan tidak segera terwujud dalam jangka waktu tertentu. Itu sebabnya, sebagian pasangan ada yang melakukan tes kesuburan sebelum menikah, agar mengetahui kondisi kesuburan masing-masing. Apa saja alat serta jenis tes kesuburan untuk wanita dan juga pria? Ini penjelasannya!

    Tes kesuburan untuk wanita

    Sebelum melakukan perencanaan kehamilan, hal yang biasanya dilakukan pasangan yang sudah menikah adalah tes kesuburan.

    Dikutip dari American Pregnancy Association, tes kesuburan dianjurkan dilakukan saat pasangan suami istri sudah masuk ke kriteria tidak subur.

    Tanda adanya masalah kesuburan adalah jika selama satu tahun sudah aktif berhubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi tapi tidak kunjung hamil.

    Sebelum menjalani tes kesuburan, pasangan suami istri dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat terlebih dahulu.

    Sebagai contoh makan makanan yang bergizi, olahraga secara teratur, dan mencapai berat badan ideal.

    Berikut beberapa cara tes kesuburan yang bisa dilakukan oleh wanita, seperti:

    1. Pemeriksaan ovulasi

    Rangkaian tes kesuburan juga meliputi pemeriksaan ovulasi dan hormon. Biasanya, salah satu cara agar cepat hamil yang bisa dilakukan adalah mengetahui masa subur atau ovulasi.

    Hal ini membantu Anda untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk berhubungan seksual.

    Pemeriksaan ovulasi pun dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

    Tes ovulasi

    Tujuan tes ovulasi adalah untuk memastikan ovulasi benar-benar terjadi. Prosedur tes dilakukan melalui tes darah, USG, alat prediksi ovulasi, dan grafik suhu tubuh.

    Tes fungsi ovarium

    Tes kesuburan ini berfungsi untuk mengetahui fungsi hormon yang memengaruhi ovulasi.

    Rangkaian tes meliputi pemeriksaan fungsi FSH (follicle-stimulating hormone), estradiol (estrogen), serta tes darah untuk mengetahui jumlah hormon inhibin B yang menghambat ovulasi.

    Tes fase luteal

    Fungsinya adalah untuk mengetahui jumlah progesteron, sebab progesteron akan meningkat setelah ovulasi.

    2. Histerosalpingografi (HSG)

    Histerosalpingografi (HSG) memanfaatkan teknologi sinar-x real time untuk mengetahui kondisi rahim dan tuba falopi.

    Tes kesuburan ini juga bisa melihat risiko keguguran terkait kelainan pada rahim. Jika terdapat sumbatan pada tuba falopi, dokter juga dapat membukanya melalui pemeriksaan ini.

    Ini merupakan pemeriksaan yang perlu dilakukan wanita sebelum menjalani tes lainya.

    Pasalnya, hasil yang Anda peroleh merupakan dasar untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Terutama bila terdapat gangguan pada organ reproduksi.

    3. USG transvaginal

    USG transvaginal bertujuan untuk mengetahui kondisi rahim, leher rahim, tuba falopi, ovarium, dan vagina.

    Tes kesuburan ini juga disarankan untuk kasus kelainan seperti nyeri panggul, kista, perdarahan vagina, serta untuk memeriksa posisi alat kontrasepsi dalam rahim.

    Saat melakukan tes USG transvaginal, dokter akan memasukkan alat pemancar gelombang suara berfrekuensi tinggi ke dalam vagina.

    Gelombang suara akan memantul pada organ reproduksi. Pantulan ini lantas menghasilkan gambar pada layar.

    4. Histeroskopi

    Tes histeroskopi bermanfaat untuk mendiagnosis masalah kesuburan wanita terkait kondisi rahim.

    Selain itu, histeroskopi juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah polip, fibroid, perdarahan abnormal, serta memastikan hasil pemeriksaan HSG.

    Prosedur histeroskopi dilakukan dengan memasukkan tabung histeroskop ke dalam vagina. Setelah melewati vagina, histeroskop terus dimasukkan ke leher rahim sebelum akhirnya mencapai rahim.

    5. Laparoskopi

    Laparoskopi dilakukan untuk mendiagnosis serta mengatasi penyakit terkait gangguan pada area perut dan panggul.

    Prosedur ini biasanya dilakukan pada wanita yang bermasalah dengan endometriosis, tumor fibroid, kista, nyeri panggul, dan kesuburan.

    Saat melakukan tes kesuburan ini, dokter akan membius pasien, lalu memasukkan kateter untuk mengeluarkan urin dan jarum kecil untuk mengisi rongga perut dengan gas karbondioksida.

    Setelah itu, dokter membuat sayatan kecil untuk memasukkan tabung laparoskop yang akan mengirimkan gambar ke layar.

    Tes kesuburan untuk pria

    Perlu diketahui, tidak semua kasus penyebab susah hamil disebabkan oleh wanita. Hal ini karena masalah kesuburan atau infertilitas juga bisa terjadi pada pria.

    Biasanya, dalam tes kesuburan pria ini, dokter akan memeriksa kesehatan fisik dan sejarah kesehatan secara keseluruhan.

    Dokter akan mencari tahu segala kondisi yang berpotensi mengganggu kesuburan Anda.

    Hal ini bisa berupa cacat pada sistem reproduksi, rendahnya hormon, penyakit, atau kecelakaan yang pernah Anda alami

    Berikut beberapa jenis tes kesuburan yang bisa dilakukan oleh pria, seperti:

    1. Analisis sperma

    Analisis sperma dilakukan untuk mengetahui apakah ada gangguan pada sperma yang menyebabkannya sulit punya anak.

    Bahkan, dalam setiap tes yang dilakukan untuk mengetahui kesuburan pria ini, analisis sperma adalah salah satu prosedur yang harus dilakukan.

    Jika pada tes ini ditemukan ada satu saja kelainan sperma (bentuk, jumlah, maupun kecepatan geraknya), maka pria lebih berisiko untuk sulit punya anak atau bahkan mandul.

    2. Tes hormon

    Meskipun tergolong jarang terjadi, salah satu kemungkinan terjadinya infertilitas pada pria bisa disebabkan karena terjadi masalah pada salah satu hormon dalam tubuh.

    Hormon yang diproduksi dalam kelenjar pituitari merupakan hormon yang berperan penting untuk menstimulasi produksi sperma, yaitu follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH).

    Kedua hormon ini saling berkaitan pada sistem reproduksi. Maka, jika salah satu hormon berkurang, maka hormon lainnya juga akan mengalami hal yang sama.

    3. Tes genetik

    Selain tes kesuburan pria yang telah disebutkan sebelumnya, tes lainnya yang bisa dilakukan adalah tes genetik.

    Tes ini bisa dilakukan oleh pria saat mengalami beberapa kondisi berikut ini:

    • Jumlah sperma yang diproduksi sangat sedikit, bahkan mungkin tidak ditemukan sperma di dalam air mani.
    • Kondisi fisik yang mungkin disebabkan oleh faktor genetik, misalnya ukuran testis yang kecil.

    Berikut ini adalah beberapa jenis tes genetik yang bisa Anda pilih untuk mengetahui fertilitas pria.

    Karyotype

    Tes karyotype memeriksa jumlah dan tipe kromosom yang terdapat di dalam tubuh Anda.

    Selain itu, tes ini bisa mendeteksi apabila seseorang kehilangan atau justru kelebihan jumlah kromosom.

    Tes mikrodelesi kromosom Y

    Tes mikrodelesi berfungsi untuk memeriksa informasi genetik yang hilang dari kromosom Y yang dibutuhkan untuk produksi sperma.

    Tes genetik untuk cystic fibrosis

    Cystic fibrosis adalah kondisi yang biasanya terjadi karena faktor genetik. Kondisi ini sebenarnya menyerang paru-paru, akan tetapi juga diduga dapat menyebabkan infertilitas pada pria.

    Tes ini dilakukan untuk mencari mutasi genetik yang salah yang dapat menyebabkan infertilitas pada pria.

    Bagaimana cara menggunakan alat tes kesuburan?

    Bagi wanita, hal yang paling mudah dilakukan untuk mengetahui kesuburan adalah menggunakan alat tes kesuburan.

    Penggunaan alat ini dengan menggunakan urine, sama dengan test pack yang digunakan untuk mengecek kehamilan.

    Bedanya, alat ini digunakan untuk mendeteksi ovulasi. Alat tes kesuburan ini bekerja dengan cara mendeteksi luteinizing hormone (LH).

    Ini merupakan hormon reproduksi yang memicu wanita untuk berovulasi dan melepaskan sel telur. Saat seorang wanita memasuki masa ovulasi,

    Cara penggunaan alat tes kesuburan:

    1. Masukkan urine Anda ke dalam sebuah wadah kecil khusus untuk urine.

    2. Selain itu, Anda juga bisa memegang alat ini dan posisikan di bawah vagina, sehingga bisa langsung terkena oleh urine Anda saat sedang buang air kecil.

    3. Apabila berhasil, akan muncul garis berwarna-warni pada alat tersebut yang menunjukkan ada atau tidaknya peningkatan pada hormon luteinizing hormone (LH).

    4. Jika menggunakan alat tes kesuburan yang tersedia dalam versi digital, masa subur akan ditandai dengan munculnya simbol orang tersenyum.

    5. Hasil dari alat ini baru akan muncul setelah 10 menit. Jika mendapatkan hasil positif, hasil tersebut tidak akan hilang.

    6. Jika mendapatkan hasil negatif, warna yang terdapat pada stik akan berubah-ubah.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 23/08/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan