backup og meta
Kategori

2

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Mengenal Ragam Alat Tes Kesuburan pada Pria dan Wanita

Ditinjau secara medis oleh dr. Aryando Pradana, Msc (HumanRepro), SpOG · Kebidanan dan Kandungan · Morula IVF Jakarta


Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 24/07/2023

Mengenal Ragam Alat Tes Kesuburan pada Pria dan Wanita

Sebelum melakukan perencanaan kehamilan, hal yang biasanya dilakukan pasangan suami-istri adalah menjalani tes kesuburan, baik dengan alat mandiri maupun melalu pemeriksaan dengan dokter.

Dikutip dari American Pregnancy Association, tes kesuburan dianjurkan jika pasangan sudah aktif berhubungan seksual secara teratur selama setahun tanpa kontrasepsi, tapi tidak kunjung hamil.

Simak uraian berikut ini untuk mengetahui apa saja alat serta jenis tes kesuburan yang bisa dilakukan oleh wanita dan pria.

Tes kesuburan untuk wanita

dokter kandungan surabaya

Pemeriksaan kesuburan pada wanita dapat memberikan gambaran mengenai fungsi organ-organ reproduksi wanita dan siklus ovulasi.

1. Pemeriksaan ovulasi

Salah satu cara yang bisa dilakukan agar cepat hamil adalah mengetahui masa subur atau ovulasi. Jadi, Anda dapat menentukan kapan waktu yang tepat untuk berhubungan intim.

Berikut adalah rangkaian tes yang biasanya dilakukan dalam pemeriksaan ovulasi.

  • Tes ovulasi untuk memastikan bahwa ovulasi benar-benar terjadi. Prosedur tes dilakukan melalui tes darah, USG, alat prediksi ovulasi, dan grafik suhu tubuh.
  • Tes fungsi ovarium untuk mengetahui fungsi hormon yang memengaruhi ovulasi. Rangkaiannya meliputi pemeriksaan fungsi follicle-stimulating hormone (FSH), estradiol (estrogen), serta tes darah untuk mengetahui jumlah hormon inhibin B yang menghambat ovulasi.
  • Tes fase luteal untuk mengetahui jumlah hormon progesteron, sebab progesteron akan meningkat setelah ovulasi.

2. Histerosalpingografi (HSG)

Histerosalpingografi (HSG) memanfaatkan teknologi rontgen untuk memperlihatkan kondisi rahim dan tuba falopi secara langsung (real-time).

Alat tes kesuburan ini juga bisa membantu dokter memperkirakan risiko keguguran terkait kelainan pada rahim. Jika terdapat sumbatan pada tuba falopi, dokter juga dapat membukanya melalui HSG.

Ini adalah pemeriksaan yang perlu dilakukan wanita sebelum menjalani tes lainnya. Pasalnya, hasil yang Anda peroleh menjadi dasar untuk dilakukannya pemeriksaan lanjutan.

3. USG transvaginal

USG transvaginal dapat menunjukkan kondisi rahim, leher rahim, tuba falopi, ovarium, dan vagina.

Alat tes kesuburan ini juga disarankan pada kasus kelainan seperti nyeri panggul, kista, perdarahan vagina, serta untuk memeriksa posisi alat kontrasepsi dalam rahim.

Saat melakukan tes USG transvaginal, dokter akan memasukkan alat pemancar gelombang suara berfrekuensi tinggi ke dalam vagina.

Gelombang suara akan memantul pada organ reproduksi. Pantulan ini lantas diolah menjadi gambar pada layar.

4. Histeroskopi

Tes histeroskopi bermanfaat untuk mendiagnosis masalah kesuburan wanita terkait kelainan pada rahim.

Selain itu, histeroskopi juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah polip, fibroid, dan perdarahan abnormal, serta memastikan hasil pemeriksaan HSG.

Prosedur histeroskopi dilakukan dengan memasukkan tabung histeroskop ke dalam vagina. Setelah melewati vagina, histeroskop terus dimasukkan ke leher rahim sebelum akhirnya mencapai rahim.

5. Laparoskopi

Laparoskopi dilakukan untuk mendiagnosis serta mengatasi penyakit terkait gangguan pada area perut dan panggul.

Prosedur ini biasanya dilakukan pada wanita yang mengalami endometriosis, tumor fibroid, kista, nyeri panggul, dan masalah kesuburan.

Saat melakukan tes kesuburan ini, dokter akan membius pasien, lalu memasukkan kateter untuk mengeluarkan urine dan jarum kecil untuk mengisi rongga perut dengan gas karbondioksida.

Setelah itu, dokter membuat sayatan kecil untuk memasukkan tabung laparoskop yang akan mengirimkan gambar ke layar.

Tes kesuburan untuk pria

analisis sperma

Perlu diketahui, tidak semua kasus penyebab susah hamil berasal dari wanita. Masalah kesuburan atau infertilitas pun bisa terjadi pada pria.

Biasanya, dalam tes kesuburan pria ini, dokter akan memeriksa kesehatan fisik dan riwayat kesehatan suami secara keseluruhan.

Berikut beberapa jenis tes kesuburan yang bisa dilakukan oleh pria.

1. Analisis sperma

Analisis sperma dilakukan untuk mengetahui apakah ada gangguan pada sperma yang menyebabkannya sulit punya anak.

Bahkan, dalam setiap tes yang dilakukan untuk mengetahui kesuburan pria ini, analisis sperma menjadi salah satu prosedur yang harus dilakukan.

Jika pada tes ini ditemukan ada satu saja kelainan sperma (bentuk, jumlah, maupun kecepatan geraknya), pria lebih berisiko untuk sulit punya anak atau bahkan mandul.

2. Tes hormon

Meskipun terbilang jarang terjadi, salah satu penyebab infertilitas pada pria adalah masalah pada hormon tertentu di dalam tubuhnya.

Follicle-stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) merupakan dua hormon dari kelenjar pituitari yang berperan penting untuk merangsang produksi sperma.

FSH dan LH saling berkaitan dalam sistem reproduksi. Maka, jika produksi atau fungsi salah satu hormon terganggu, hormon lainnya juga akan mengalami hal yang sama.

3. Tes genetik

Selain tes kesuburan pria yang telah disebutkan sebelumnya, tes lainnya yang bisa dilakukan adalah tes genetik.

Berikut ini adalah beberapa jenis tes genetik yang bisa Anda pilih untuk mengetahui fertilitas pria.

  • Tes kariotipe untuk memeriksa jumlah dan tipe kromosom yang terdapat di dalam tubuh Anda. Tes ini juga bisa mendeteksi apabila seseorang kehilangan atau justru kelebihan jumlah kromosom.
  • Tes mikrodelesi kromosom Y untuk memeriksa informasi genetik yang hilang dari kromosom Y yang dibutuhkan untuk produksi sperma.
  • Tes genetik untuk fibrosis kistik. Meskipun pada dasarnya menyerang paru-paru, penyakit fibrosis kistik juga diduga dapat menyebabkan infertilitas pada pria.

Pemeriksaan dengan alat tes kesuburan mandiri

hasil tes ovulasi positif

Bagi wanita, cara paling mudah untuk mengetahui kondisi kesuburannya adalah menggunakan alat tes kesuburan.

Alat ini menggunakan sampel urine, sama seperti test pack yang digunakan untuk mengecek kehamilan. Bedanya, yang dideteksi adalah luteinizing hormone (LH).

LH merupakan hormon reproduksi yang memicu terjadinya pelepasan sel telur alias ovulasi. Berikut langkah-langkah untuk menggunakan alat tes kesuburan sendiri.

  1. Masukkan urine Anda ke dalam sebuah wadah kecil khusus untuk urine.
  2. Anda juga bisa memegang alat ini dan memposisikannya di bawah vagina. Jadi, alat tes bisa langsung terkena urine saat Anda buang air kecil.
  3. Apabila berhasil, akan muncul garis berwarna-warni pada alat tersebut yang menunjukkan ada atau tidaknya peningkatan LH.
  4. Jika Anda menggunakan alat tes kesuburan digital, masa subur akan ditandai dengan munculnya simbol orang tersenyum.

Hasil tes baru akan muncul setelah 10 menit. Jika Anda mendapatkan hasil positif, hasil tersebut tidak akan hilang. Jika Anda mendapatkan hasil negatif, warna yang terdapat pada stik akan berubah-ubah.

Kesimpulan

  • Tes kesuburan dianjurkan jika pasangan sudah aktif berhubungan seksual secara teratur selama setahun tanpa kontrasepsi, tapi tidak kunjung hamil.
  • Pemeriksaan kesuburan pada wanita terdiri dari tes ovulasi, histerosalpingografi, USG transvaginal, histeroskopi, dan laparoskopi.
  • Pemeriksaan kesuburan pada wanita terdiri dari analisis sperma, tes hormon, dan tes genetik.
  • Anda juga bisa melakukan pemeriksaan kesuburan dengan alat tes kesuburan mandiri di rumah.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Aryando Pradana, Msc (HumanRepro), SpOG

Kebidanan dan Kandungan · Morula IVF Jakarta


Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 24/07/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan