home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Terapi Hormon untuk Pria

Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Terapi Hormon untuk Pria

Sama seperti wanita, pria pun akan mengalami masa penurunan hormon testosteron seiring dengan bertambahnya usia. Menurunnya hormon ini tentu bisa memengaruhi Anda sebagai laki-laki, di antaranya menurunnya gairah seksual. Namun, terapi hormon untuk pria disebut bisa menunda efek penurunan ini. Terapi ini disebut juga terapi hormon testosteron. Benarkah?

Apa itu terapi hormon testosteron untuk pria?

hormon testosteron penyebab kanker prostat

Terapi hormon untuk pria biasanya dilakukan dengan memberikan hormon testosteron. Testosteron merupakan hormon yang berfungsi dalam mengembangkan alat kelamin pria dan menciptakan ciri-ciri khas para pria, seperti rambut dan otot.

Terapi yang satu ini biasanya digunakan untuk mengatasi gejala hipogonadisme pada pria, yaitu sebuah kondisi ketika seorang pria hanya memiliki sedikit testosteron. Tujuannya, tentu mengembalikan kadar hormon menjadi lebih banyak.

Meski bertujuan untuk mengembalikan kadar hormon testosteron, belum ada penelitian yang menjelaskan apakah terapi hormon ini bermanfaat untuk pria sehat yang jumlah testosteronnya menurun karena usia.

Ciri-ciri pria yang membutuhkan terapi hormon

penyebab impoten

Umumnya, para pria yang mengalami hipogonadisme-lah yang membutuhkan terapi hormon agar bisa memproduksi testosteron yang normal. Beberapa pria memang ada yang terlahir dengan kondisi ini, namun tidak sedikit pula yang mungkin mengalami kondisi ini saat mereka dewasa.

Secara umum, hormon testosteron akan menurun seiring dengan bertambahnya usia, yaitu setelah usia 40 tahun.

Seperti yang dilansir dari Harvard Health, ada beberapa gejala bisa jadi penanda bahwa telah terjadi penurunan testosteron dalam tubuh, seperti:

  • Menurunnya gairah dan aktivitas seksual secara drastis
  • Ereksi spontan berkurang
  • Testis menyusut dan menjadi sangat kecil
  • Berkurangnya rambut di wajah dan tubuh Anda
  • Osteoporosis
  • Dada atau payudara membesar
  • Sering berkeringat dan merasakan sensasi panas pada malam hari
  • Tidak subur alias infertilitas

Apabila Anda mengalami beberapa kondisi di atas, cobalah untuk berkonsultasi ke dokter, terlebih jika Anda masih berada di usia produktif. Normalnya, Anda akan diminta untuk melakukan tes darah sebelum memutuskan apakah terapi hormon untuk pria ini dapat dilakukan.

Jenis terapi hormon testosteron untuk pria

vaksin suntik

Jika dokter sudah yakin bahwa terapi hormon testosteron cocok untuk mengatasi masalah Anda, ada beberapa pilihan dari terapi ini, yaitu:

  • Suntikan testosteron melalui otot di daerah bokong yang akan dilakukan setiap dua sampai tiga minggu sekali.
  • Testosteron dalam bentuk koyo yang dapat ditempelkan di punggung, lengan, bokong, atau perut Anda. Pastikan untuk tidak menempelnya di satu area saja.
  • Mengoleskan gel testosteron setiap hari pada bahu, lengan, dan perut .

Risiko dari terapi hormon untuk pria

cyclobenzaprine adalah

Walaupun terapi hormon berguna untuk menambah hormon testosteron untuk pria, ada beberapa risiko di balik pengobatan ini.

Kelebihan hormon testosteron bisa bisa berdampak buruk terhadap kesehatan pria, antara lain:

  • Meningkatkan tekanan darah
  • Mengganggu fungsi hati
  • Meningkatkan produksi sel darah merah
  • Nyeri dada dan otot
  • Menambah risiko gangguan prostat

Meski begitu, seorang dosen fisiologi dan biofisika dari University of Mississippi Medical Center, Jane F. Reckelhoff, PhD., menyatakan bahwa masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui lebih lanjut mengenai risiko yang muncul dari terapi hormon untuk pria.

Terapi hormon untuk para pria mungkin dapat menjadi jawaban atas masalah penurunan gairah seksual dan mengatasi gejala hipogonadisme mereka. Akan tetapi, karena terapi ini juga berisiko, konsultasikanlah kepada dokter apakah Anda benar-benar membutuhkannya atau tidak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dartmouth-Hitchcock. Male Hormone Replacement Therapy. Accessed Sep 30 2019. 

Harvard Health Publishing. (2011). Testosterone Replacement: A Cautionary Tale. Accessed Sep 30 2019. 

Healthline. (2016). Hormone Replacement Therapy for Men. accessed Sep 30 2019. 

WebMD. (2008). Hormone Replacement Therapy for Men: Pros and Cons. accessed Sep 30 2019. 

Foto Penulis
Ditulis oleh Nabila Azmi pada 01/01/2021
x