Kupas Tuntas Anovulasi, Ketika Sel Telur Wanita Tak Lepas

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Siklus menstruasi melibatkan perubahan hormon di tubuh wanita. Kadar hormon harus naik dan turun pada waktu-waktu tertentu untuk mencapai ovulasi atau pelepasan sel telur. Namun, dalam beberapa kondisi wanita tidak akan mengalami ovulasi atau bisa disebut sebagai anovulasi. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa itu anovulasi?

anovulasi

Ketika sedang merencanakan kehamilan, Anda perlu mengetahui siklus masa subur juga ovulasi. Hal ini karena ovulasi merupakan saat pelepasan sel telur dari indung telur (ovarium).

Namun, bukan tidak mungkin bisa terjadi kondisi masalah kesuburan wanita seperti anovulasi. Dikutip dari University of  Florida Health, anovulasi kronis atau gangguan ovulasi merupakan penyebab paling umum infertilitas pada wanita.

Kondisi ini terjadi ketika seorang wanita tidak mengalami ovulasi atau pelepasan sel telur sehingga tidak berada di rahim. Jika ovulasinya tidak teratur tetapi tidak sepenuhnya hilang, ini disebut oligo-ovulasi.

Anda mungkin pernah mengalaminya sekali atau dua kali tapi tidak menyadarinya. Itu karena ketika Anda mengalami anovulasi, Anda mungkin masih terlihat menstruasi dengan normal.

Ketika anovulasi terjadi, wanita tentu tidak bisa hamil karena tak ada sel telur untuk dibuahi sperma. Namun, bagi wanita yang telah menopause, ini adalah hal yang normal.

Sementara pada wanita yang masih dalam usia subur tetapi mengalami anovulasi, biasanya ada suatu kondisi yang mengganggu kadar hormon pada tubuh atau merusak ovarium.

Apa gejala dan tanda-tanda anovulasi?

gangguan ovulasi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, anovulasi atau oligo-ovulasi adalah jenis gangguan ovulasi (disfungsi ovulasi). Biasanya wanita dengan kondisi ini akan mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur.

Bisa dikatakan, gejala awal dari anovulasi adalah jadwal menstruasi yang kurang atau tidak teratur. Namun, hal ini tidak selalu terjadi karena setiap orang mempunyai kondisi berbeda.

Dalam kondisi yang lebih parah, seorang wanita mungkin tidak mengalami menstruasi sama sekali. Jika siklus menstruasi lebih pendek dari 21 hari atau lebih dari 36 hari, Anda mungkin mengalami disfungsi ovulasi.

Apabila siklus menstruasi dalam kisaran waktu normal antara 21-36 hari, tapi lamanya siklus berbeda-beda setiap bulan, ini mungkin juga gejala dari disfungsi ovulasi.

Penyebab anovulasi

penyebab anovulasi

Terkesan menjadi proses dalam tubuh yang mudah, nyatanya ovulasi merupakan proses yang kompleks. Hal ini karena melibatkan banyak kelenjar, zat kimiawi, serta organ yang dilepaskan secaa berurutan.

Saat tidak berjalan dengan semestinya, maka terjadilah gangguan ovulasi pada wanita atau anovulasi.

Sel telur Anda mungkin tidak lepas karena sejumlah faktor, seperti obat atau kondisi tertentu serta faktor eksternal yang memengaruhi kadar hormon.

Maka dari itu, ada beberapa hal atau faktor yang bisa menjadi penyebab anovulasi, di antaranya adalah:

1. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

PCOS merupakan kondisi ketika hormon androgen di dalam tubuh wanita berlebih sehingga terjadi resistensi insulin. Hal ini juga membuat adanya kista kecil di indung telur. Menjadi salah satu penyebab anovulasi karena adanya ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh.

2. Obesitas

Kelebihan berat badan bisa memberikan efek pada siklus ovulasi sehingga terjadi anovulasi. Faktanya, penyebab ini dialami oleh 6 persen wanita yang belum pernah mengalami kehamilan. Sel lemak dapat memengaruhi fungsi ovarium serta reproduksi lainnya.

3. Berat badan rendah

Tidak hanya obesitas, penyebab anovulasi lainnya adalah saat berat badan Anda terlalu rendah. Hindari olahraga yang terlalu intens agar tidak terjadi dampak pada kelenjar pituitari wanita.

Hal ini mengakibatkan menurunnya produksi hormon LH dan FSH. Anda bisa mencari tahu indeks massa tubuh yang ideal pada Kalkulator BMI ini.

4. Stres

Lakukan hal-hal yang bisa membuat Anda senang dan nyaman agar terhindar dari stres. Stresa atau kecemasan berlebihan dapat menyebabkan hormon GnRH, LH, serta FSH menjadi tidak seimbang sehingga memengaruhi kesuburan. Maka dari itu, bisa terjadi anovulasi.

Tidak hanya itu saja, penyebab potensial anovulasi atau gangguan ovulasi termasuk:

  • Hiperprolaktinemia.
  • Kegagalan ovarium prematur.
  • Perimenopause, atau cadangan ovarium rendah..
  • Disfungsi tiroid (hipertiroidisme).

Bagaimana anovulasi menyebabkan masalah kesuburan?

dideteksi lewat pap smear

Pada pasangan yang tidak mempunyai masalah kesuburan, kemungkinan pembuahan terjadi sekitar 25 persen setiap bulan. Bahkan ketika ovulasi terjadi secara normal, masih ada kemungkinan tidak terjadinya kehamilan.

Sementara ketika wanita mengalami anovulasi atau gangguan ovulasi, ia tidak dapat hamil karena tidak ada sel telur yang dibuahi.

Jika Anda mengalami ovulasi yang tidak teratur, Anda memiliki lebih sedikit kesempatan untuk hamil, karena lebih jarang mengalami ovulasi.

Selain itu, ovulasi yang terlambat tidak menghasilkan telur berkualitas terbaik. Ini juga membuat peluang terjadinya pembuahan lebih sedikit. Tidak hanya itu saja, ovulasi yang tidak teratur berarti hormon dalam tubuh wanita tidak seimbang.

Ketidakseimbangan hormonal ini kadang-kadang dapat menyebabkan masalah lainnya, termasuk:

  • Kurangnya lendir serviks.
  • Penipisan atau penebalan berlebihan dari endometrium (dinding rahim).
  • Tingkat progesteron yang sangat rendah.
  • Fase luteal yang lebih pendek.

Apakah anovulasi bisa diobati?

Karena ada banyak faktor yang memengaruhi hormon wanita dan siklus menstruasi, sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan anovulasi.

Namun, dalam banyak kasus, penyebab utama sel telur tidak lepas atau masalah yang memengaruhi kadar hormon dapat didiagnosis oleh dokter dan diobati.

Maka dari itu, masih ada kemungkinan Anda yang mengalami kondisi anovulasi bisa hamil walaupun kesempatannya kecil.

Jika kondisi ini terkait dengan pengaruh luar seperti asupan nutrisi atau gaya hidup, memperbaiki pola makan dan aktivitas fisik mungkin bisa membantu.

Anda juga perlu mengendalikan berat badan seperti menambah atau menurunkan berat badan seperti yang dianjurkan oleh dokter.

Kadang hormon yang tidak seimbang adalah penyebab seorang wanita tidak mengalami ovulasi. Dalam hal ini, dokter Anda mungkin meresepkan obat penyubur kandungan.

Obat-obatan ini dirancang untuk memerangi masalah kesuburan seorang wanita. Ada obat yang dirancang untuk mematangkan folikel, meningkatkan estrogen, dan membantu ovarium melepaskan telur.

Apabila diperlukan, ada kemungkinan dilakukan laparoskopi untuk mengobati masalah kesuburan seperti anovulasi. Dokter akan menentukan yang paling tepat untuk kondisi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengatasi Nyeri Ovulasi (Mittelschmerz) Berdasarkan Gejalanya

Nyeri ovulasi biasa terjadi kira-kira 2 minggu atau 14 hari sebelum hari pertama menstruasi Anda. Lantas, bagaimana cara mengatasi nyeri ovulasi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 6 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit

Ingin Segera Hamil? Coba Berhubungan Seks Saat Liburan

Sudah coba berbagai cara tapi belum hamil juga? Yuk, kemas koper dan cari tiket untuk liburan! Seks saat liburan rupanya bisa tingkatkan peluang hamil, lho.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan 17 April 2019 . Waktu baca 4 menit

Serba-serbi Nyeri Ovulasi (Mittelschmerz) yang Penting Diketahui Wanita

Tak seperti haid, ovulasi umumnya tak menyebabkan nyeri. Namun, sebagian wanita mengalaminya. Kondisi ini disebut mittelschmerz. Berikut berbagai faktanya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 31 Maret 2019 . Waktu baca 3 menit

3 Cara Menghitung Masa Subur Setelah Keguguran

Sedang merencakan kehamilan kembali usai keguguran? Sebaiknya, pahami dulu bagaimana cara menghitung masa subur setelah keguguran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesuburan, Kehamilan 16 Januari 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Tanda tanda masa subur

Ini Tanda-tanda Wanita & Pria Sedang Dalam Masa Subur

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 8 April 2020 . Waktu baca 7 menit
fibroid rahim dan pcos

Apa Bedanya Fibroid Rahim dan Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 8 April 2020 . Waktu baca 4 menit
tes kesuburan wanita

Mengenal Beragam Tes Kesuburan dan Pemeriksaan Organ Reproduksi Pada Wanita

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2019 . Waktu baca 4 menit
fase menstruasi

4 Fase Dalam Siklus Menstruasi yang Harus Wanita Kenali Tiap Bulan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Agustus 2019 . Waktu baca 7 menit