Kupas Tuntas Anovulasi, Ketika Sel Telur Wanita Tak Lepas

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Siklus menstruasi melibatkan perubahan hormon di tubuh wanita. Kadar hormon harus naik dan turun pada waktu-waktu tertentu untuk mencapai ovulasi. Ovulasi adalah pelepasan sel telur dari indung telur (ovarium). Namun, dalam beberapa siklus menstruasi, sel telur bisa jadi tidak matang dan wanita tidak akan mengalami ovulasi. Kondisi ini disebut dengan anovulasi.

Apa itu anovulasi?

berhubungan seks setelah pap smear

Anovulasi terjadi ketika seorang wanita tidak mengalami ovulasi. Ovulasi adalah lepasnya sel telur dari indung telur untuk proses pembuahan. Jika ovulasinya tidak teratur tetapi tidak sepenuhnya hilang, ini disebut oligo-ovulasi.

Anda mungkin pernah mengalaminya sekali atau dua kali tapi tidak menyadarinya. Itu karena ketika Anda mengalami anovulasi, Anda mungkin masih terlihat menstruasi dengan normal.

Ketika anovulasi terjadi, wanita tentu tidak bisa hamil karena tak ada sel telur untuk dibuahi sperma. Namun, bagi wanita yang telah menopause, ini adalah hal yang normal. Sementara wanita dalam usia subur biasanya tidak mengalami anovulasi kecuali ada suatu kondisi yang mengganggu kadar hormon tubuh atau merusak ovarium.

Apa gejala dan tanda-tanda anovulasi?

haid tidak teratur

Anovulasi atau oligo-ovulasi adalah jenis gangguan ovulasi (disfungsi ovulasi). Biasanya wanita dengan kondisi ini akan mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur.

Dalam kondisi yang lebih parah, seorang wanita mungkin tidak mengalami menstruasi sama sekali. Jika menstruasi Anda lebih pendek dari 21 hari atau lebih dari 36 hari, Anda mungkin mengalami disfungsi ovulasi.

Namun, jika menstruasi Anda dalam kisaran waktu normal antara 21-36 hari, tapi lamanya siklus Anda berbeda-beda setiap bulan, ini mungkin juga gejala dari disfungsi ovulasi.

Bagaimana anovulasi menyebabkan masalah kesuburan?

dideteksi lewat pap smear

Pada pasangan tanpa infertilitas, kemungkinan pembuahan terjadi sekitar 25 persen setiap bulan. Bahkan ketika ovulasi terjadi secara normal, masih ada kemungkinan tidak terjadinya kehamilan.

Sementara ketika wanita mengalami anovulasi, ia tidak dapat hamil karena tidak ada sel telur yang dibuahi. Jika Anda mengalami ovulasi yang tidak teratur, Anda memiliki lebih sedikit kesempatan untuk hamil, karena lebih jarang mengalami ovulasi.

Selain itu, ovulasi yang terlambat tidak menghasilkan telur berkualitas terbaik. Ini juga membuat peluang terjadinya pembuahan lebih sedikit. Juga, ovulasi yang tidak teratur berarti hormon dalam tubuh wanita tidak seimbang.

Keseimbangan hormonal ini kadang-kadang dapat menyebabkan masalah lain, termasuk:

  • Kurangnya lendir serviks yang subur
  • Penipisan atau penebalan berlebihan dari endometrium (dinding rahim)
  • Tingkat progesteron yang sangat rendah
  • Fase luteal yang lebih pendek

Penyebab anovulasi

penyebab depresi pada wanita

Sel telur Anda mungkin tidak lepas karena sejumlah faktor, seperti obat atau kondisi tertentu serta faktor eksternal yang memengaruhi kadar hormon.

Penyebab tidak mengalami ovulasi yang paling umum adalah sindrom ovarium polikistik (PCOS). Penyebab potensial lainnya gangguan ovulasi termasuk:

  • Obesitas
  • Berat badan terlalu rendah
  • Olahraga terlalu berat
  • Hiperprolaktinemia
  • Kegagalan ovarium prematur
  • Perimenopause, atau cadangan ovarium rendah
  • Disfungsi tiroid (hipertiroidisme)
  • Stres parah

Apakah anovulasi bisa diobati?

Karena ada banyak faktor yang memengaruhi hormon wanita dan siklus menstruasi, sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan anovulasi.

Namun, dalam banyak kasus, penyebab utama sel telur tidak lepas atau masalah yang memengaruhi kadar hormon dapat didiagnosis oleh dokter dan diobati.

Jika kondisi ini terkait dengan pengaruh luar seperti asupan nutrisi atau gaya hidup, memperbaiki pola makan dan aktivitas fisik mungkin bisa membantu. Anda juga perlu mengendalikan berat badan Anda (menambah atau menurunkan berat badan seperti yang diarahkan oleh dokter).

Kadang hormon yang tidak seimbang adalah penyebab seorang wanita tidak mengalami ovulasi. Dalam hal ini, dokter Anda mungkin meresepkan obat kesuburan. Obat-obatan ini dirancang untuk memerangi masalah kesuburan seorang wanita. Ada obat yang dirancang untuk mematangkan folikel, meningkatkan estrogen, dan membantu ovarium melepaskan telur. Dokter akan menentukan yang paling tepat untuk kondisi Anda.

Baca Juga:

Sumber