13 Hal yang Harus Ibu Lakukan Selama Trimester 3 Kehamilan

    13 Hal yang Harus Ibu Lakukan Selama Trimester 3 Kehamilan

    Menjelang persalinan segala sesuatunya bisa sangat mewalahkan. Nah, supaya hitung mundur kedatangan bayi Anda berjalan lancar, tentu tidak ada salahnya membaca dan menerapkan beberapa tips untuk ibu hamil tua seperti di bawahini.

    Beragam tips ibu hamil tua agar persalinan lancar

    Kehamilan tua atau saat memasuki trimester 3 jadi waktu-waktu yang paling menantang, baik secara fisik maupun emosional untuk ibu hamil.

    Ukuran bayi yang kian besar bisa membuat Anda kewalahan saat beraktivitas. Belum lagi, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan menjelang persalinan.

    Penting untuk mengetahui beberapa tips hamil tua seperti berikut ini. Anda bisa mencatat dan mencentang setiap poin dalam daftar ini, lalu menggunakannya sebagai panduan.

    1. Hitung tendangan bayi

    tendangan bayi pertama kali

    Makin besar dan kuat bayi, Anda mungkin akan merasakan tendangan tajam pada bagian rusuk bawah. Anda bisa merasakan bayi terus bergerak menjelang dan selama persalinan.

    Setiap bayi punya pola bangun dan tidur yang berbeda. Lama-kelamaan, Anda tentu bisa mulai memahami manakah yang normal bagi bayi Anda.

    Namun, bila Anda merasa adanya perubahan pola, segera bicarakan dengan bidan atau dokter.

    Bayi yang kurang bergerak dalam kandungan mungkin menandakan masalah tertentu. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi bayi Anda.

    2. Rutin konsultasi dengan dokter

    Dokter Anda mungkin akan menjadwalkan check-up rutin setiap dua minggu sekali pada 28–36 minggu kehamilan. Lalu, ini akan beralih jadi seminggu sekali sampai waktu melahirkan tiba.

    Selama hamil trimester 3, dokter atau bidan akan memberikan informasi, termasuk bagaimana mengenali tanda-tanda persalinan dan cara mengatasi nyeri persalinan.

    Besar perut akan diukur setiap konsultasi untuk memeriksa pertumbuhan bayi. Jika bayi Anda butuh pemeriksaan tambahan, dokter atau bidan akan menjadwalkan ultrasound (USG).

    3. Waspadai komplikasi kehamilan

    Preeklampsia ialah suatu kondisi tekanan darah tinggi pada ibu hamil. Hal ini dapat terjadi dari usia 20 minggu kehamilan, tetapi paling mungkin timbul pada trimester ketiga Anda.

    Bidan akan memeriksa tanda-tanda preeklampsia, mulai dari tekanan darah tinggi dan protein dalam urine, saat Anda menjalani pemeriksaan antenatal rutin.

    Meski pemeriksaan rutin ialah cara yang efektif untuk mencari tahu risiko preeklampsia, tetapi penting untuk Anda menyadari gejala komplikasi kehamilan ini sedini mungkin.

    Waspadai sakit kepala parah, penglihatan kabur, hingga tangan dan kaki yang membengkak. Hubungi dokter atau bidan segera bila Anda memiliki gejala-gejala tersebut.

    4. Rancang rencana kelahiran

    Rencana kelahiran merupakan tips ibu hamil tua untuk menyampaikan keinginan dengan bidan dan dokter yang merawat diri Anda selama persalinan.

    Hal ini memberi tahu mereka mengenai metode melahirkan seperti apa yang Anda inginkan dan hal apa yang Anda hendak lakukan dan hindari.

    Anda juga dapat menuliskan preferensi untuk teknik manajemen nyeri, siapa yang boleh hadir saat melahirkan, dan apakah bayi Anda akan sekamar dengan Anda setelah lahir.

    Banyak hal di luar kendali yang dapat terjadi tidak sesuai rencana Anda. Namun, merancang gambaran besarnya tentu membantu Anda untuk membuat keputusan selama persalinan.

    5. Pastikan tubuh cukup asupan zat besi

    manfaat kacang panjang untuk ibu hamil

    Menu dan pola makan yang sehat penting untuk kesehatan Anda dan bayi. Coba untuk makan makanan kaya zat besi yang membantu tubuh Anda memproduksi sel-sel darah merah.

    Bayi dalam kandungan tentu akan mengambil cadangan zat besi dari tubuh Anda, sehingga ia tidak kekurangan. Namun, ibu hamil berisiko mengalami anemia sebagai akibatnya.

    Oleh sebab itu, penting untuk meningkatkan asupan zat besi Anda dengan mengonsumsi jenis makanan, seperti daging tanpa lemak, sayuran hijau, dan sereal fortifikasi zat besi.

    Dampingi juga makanan Anda dengan segelas jus jeruk. Sebuah studi dalam JAMA Network Open (2020) menyebutkan vitamin C membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.

    6. Persiapkan rumah untuk kedatangan si bayi

    Jika Anda sudah hamil tua, mulai lakukan “bersih-bersih rumah” sebelum segala sesuatu terlalu merepotkan. Mintalah suami atau anggota keluarga lain melakukannya bagi Anda.

    Mulailah untuk merakit tempat tidur bayi, kursi mobil bayi, dan kereta bayi dari sekarang. Tidak lupa juga segera mempersiapkan semua keperluan untuk Anda dan bayi.

    Tentu rasanya melegakan untuk kembali ke rumah yang sudah dalam kondisi bersih serta rapi.

    Hal ini dikarenakan Anda pasti tidak akan memiliki cukup waktu atau energi untuk langsung membersihkan, sedangkan harus mengurus bayi yang baru lahir.

    7. Kenali kontraksi dan pelajari tahapan persalinan

    Kenali dan pahami kontraksi Anda. Perhatikan bagaimana setiap kontraksi terasa dan seberapa sering kontraksi tersebut terjadi.

    Tips bagi ibu hamil tua ini membantu membedakan kontraksi nyata dari tanda-tanda persalinan.

    Mendekati tanggal persalinan, tidak ada yang dapat memberi tahu Anda seperti apa persisnya pengalaman melahirkan atau seberapa lama prosesnya akan berlangsung.

    Namun, mempelajari tahapan persalinan sendiri atau bersama dengan pendamping persalinan (doula) akan membantu Anda merasa lebih memegang kendali saat waktunya tiba.

    8. Kemas tas untuk keperluan rumah sakit

    Bahkan, bila belum berencana untuk melahirkan di rumah sakit, Anda mungkin perlu kunjungan dengan dokter atau bidan yang tidak terduga sebelumnya.

    Hal ini menjadikan mengemas tas Anda dengan baik sedini mungkin sangat penting dilakukan, meski sebelum mendekati hari perkiraan lahir (HPL).

    Periksa apa yang rumah sakit sediakan dan apa yang bisa Anda bawa sendiri dari rumah. Anda bisa mengemas dua tas, yakni satu untuk masa persalinan dan periode segera setelah bayi lahir serta satu lagi untuk Anda simpan di kamar perawatan.

    Jangan salah, Ayah baru perlu tas juga, lho! Pandu pasangan Anda untuk mengepak tas rumah sakit untuk keperluan untuk pasangan dan dirinya sendiri.

    9. Perbanyak dan tingkatkan kualitas tidur

    meningkatkan kualitas tidur saat hamil

    Salah satu tips yang perlu diperhatikan ibu hamil tua ialah kualitas tidur. Pasalnya, banyak ibu yang mengeluhkan sulit tidur karena ukuran perut mereka yang makin besar.

    Jika Anda merasa sulit untuk tertidur pada malam hari, coba berinvestasi pada beberapa bantal berkualitas baik yang membantu meningkatkan kualitas Anda.

    Selipkan satu bantal di antara lutut dan beberapa di bawah perut sebelum Anda pergi tidur. Hal ini akan membantu Anda untuk tidur lebih nyaman.

    Selain itu, coba cek panduan Hello Sehat untuk mendapatkan tidur nyenyak bagi bumil di sini.

    10. Persiapan menyusui

    Makin banyak Anda tahu memgenai cara kerja dan manfaat menyusui untuk ibu serta jabang bayi, maka makin besar kemungkinan Anda untuk berhasil dalam melakukannya.

    Pasalnya, ibu yang baru pertama kali memiliki bayi mungkin akan merasakan tantangan saat menyusui, seperti rasa sakit pada puting atau produksi ASI tidak lancar.

    Oleh sebab itu, coba untuk menghadiri kelas menyusui atau sesi persiapan untuk menyusui beberapa kali selama kehamilan Anda.

    Kelas-kelas ini biasanya ditawarkan oleh banyak rumah sakit dan kelas nonformal sebagai bagian dari kelas antenatal.

    11. Lakukan peregangan

    Kondisi ibu yang sedah hamil tua merupakan waktu yang tepat untuk belajar peregangan. Hal inilah yang akan mempersiapkan tubuh menjelang kelahiran bayi Anda.

    Menurut American Preganancy Association, senam Kegel atau latihan pada otot panggul akan membantu mengontrol otot pada bagian ini sehingga persalinan jadi lebih mudah.

    Akan tetapi, cobalah untuk tidak khawatir bila Anda merasa kesulitan untuk mempelajari latihan peregangan baru selama trimester ketiga ini.

    Bahkan peregangan sesekali dan menggoyang-goyangkan tangan-kaki dapat membantu Anda menghindari isu remeh-temeh, seperti kram kaki saat hamil.

    12. Pelajari perawatan bayi baru lahir

    perawatan bayi baru lahir

    Sebagai orangtua baru, melakukan perawatan pada bayi baru lahir tentu menjadi sesuatu yang mendebarkan. Ini terjadi karena Anda takut melakukan kesalahan yang berisiko bagi si kecil.

    Apabila Anda belum mempelajarinya, trimester ketiga merupakan waktu yang tepat untuk mulai beralih fokus dari perawatan bumil dan janin menjadi perawatan bayi baru lahir.

    Anda tidak akan memiliki banyak waktu untuk membaca setelah bayi Anda lahir. Pelajarilah hal yang penting, seperti cara memahami tangisan dan memandikan bayi.

    13. Lakukan tur rumah sakit

    Maki akrab dengan lingkungan sekitar Anda, maka proses persalinan dan kelahiran akan terasa kurang mengintimidasi dan menakutkan bagi ibu melahirkan.

    Ketika melakukan tur rumah sakit, Anda akan mengunjungi kamar persalinan, pemulihan, serta ruangan bayi. Anda juga akan dijelaskan tentang kebijakan rumah sakit seputar persalinan.

    Cari tahu apakah unit bersalin di rumah sakit Anda menawarkan tur daring atau online. Apabila tidak, tanyakan apakah Anda bisa melakukan pendaftaran lebih awal.

    Selain itu, tanyakan juga dokter atau perawatan Anda bila ingin tahu mengenai bagaimana bayi Anda akan dipantau dalam dan setelah persalinan.

    Kesimpulan

    • Kondisi hamil tua atau memasuki trimester 3 adalah masa yang paling mendebarkan sekaligus merepotkan.
    • Banyaknya hal yang harus dipersiapkan membuat Anda perlu membuat to-do-list dan tips untuk ibu hamil tua seperti di atas.
    • Jangan lupa meminta bantuan pasangan atau keluarga Anda untuk mempersiapkan keperluan selama kehamilan hingga persalinan.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    3rd trimester pregnancy: What to expect. (2022). Mayo Clinic. Retrieved November 24, 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy/art-20046767?pg=1

    Third trimester. (2022). Pregnancy Birth and Baby. Retrieved November 24, 2022, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/third-trimester

    Whiting, F., & Lewsley, J. (2012). Third trimester: Your essential pregnancy to-do list. BabyCentre UK. Retrieved November 24, 2022, from https://www.babycentre.co.uk/a1051129/third-trimester-your-essential-pregnancy-to-do-list

    Blanding, T., & Axelrod, C. (2015). Third trimester weeks, symptoms, and pregnancy checklist. BabyCenter. Retrieved November 24, 2022, from https://www.babycenter.com/pregnancy/your-body/the-ultimate-pregnancy-to-do-list-third-trimester_10341209?showAll=true

    Kegel exercises. (2021). American Pregnancy Association. Retrieved November 24, 2022, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/labor-and-birth/kegel-exercises/

    Doula: Do you need a doula? (2021). Mayo Clinic. Retrieved November 24, 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/expert-answers/doula/faq-20057910

    Li, N., Zhao, G., Wu, W., Zhang, M., Liu, W., Chen, Q., & Wang, X. (2020). The Efficacy and Safety of Vitamin C for Iron Supplementation in Adult Patients With Iron Deficiency Anemia: A Randomized Clinical Trial. JAMA network open, 3(11), e2023644. https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2020.23644

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 6 hours ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.