Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Naik Motor saat Hamil, Ini 7 Tipsnya agar Tetap Aman

Naik Motor saat Hamil, Ini 7 Tipsnya agar Tetap Aman

Naik motor saat hamil sering kali menjadi hal yang dikhawatirkan, apalagi di masa awal kehamilan. Sebenarnya, bolehkah ibu hamil naik motor? Ketahui risikonya dan cara agar tetap aman jika terpaksa harus berkendara saat hamil.

Bolehkah ibu hamil naik motor?

Sebenarnya belum ada penelitian yang menjelaskan antara hubungan naik motor dengan risiko kesehatan ibu hamil dan janin secara langsung.

Namun, umumnya para dokter menganjurkan untuk tidak naik motor saat hamil karena risiko kecelakaan yang tinggi.

Melansir Bedford Commons Ob-gyn, sepeda motor merupakan alat transportasi yang lebih berbahaya daripada jenis transportasi lainnya, terutama pada ibu hamil.

Sepeda motor merupakan jenis kendaraan yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan lalu lintas.

Menurut data Korlantas Polri 2019, sekitar 7 dari 10 kecelakaan di jalanan melibatkan sepeda motor.

Mengendarai motor saat hamil sangat berbahaya, apalagi tubuh ibu hamil mengalami perubahan hormon sehingga mudah merasa mual dan pusing.

Hal ini dapat menyebabkan Anda tidak fokus saat berkendara di jalan sehingga memperbesar risiko kecelakaan.

Tips aman jika ingin naik motor saat hamil

naik motor saat hamil

Meskipun naik motor lebih berisiko, tetapi terkadang ibu terpaksa harus mengendarai motor untuk pergi kerja, mengantar anak, atau berbelanja.

Untuk mengantisipasinya bahaya yang mungkin terjadi, ibu bisa mengikuti tips-tips berikut.

1. Pastikan kehamilan Anda sehat

Sebelum naik motor saat hamil, pastikan lebih dulu bahwa kehamilan Anda sehat dan tidak sedang mengalami komplikasi kehamilan.

Sebaiknya Anda tidak mengendarai motor jika mengalami kondisi-kondisi berikut ini.

  • Mual dan muntah yang berlebihan saat hamil.
  • Plasenta previa yaitu plasenta yang menutupi jalan lahir.
  • Memiliki riwayat pendarahan saat hamil.
  • Tubuh lemas dan anemia.
  • Kandungan lemah.
  • Memiliki riwayat keguguran.
  • Berisiko melahirkan bayi prematur.

Untuk memastikan kesehatan kehamilan Anda, sebaiknya berkonsultasilah ke dokter. Tanyakan pula apakah Anda boleh naik motor atau tidak.

2. Naik motor saat hamil trimester kedua

Apabila terpaksa harus naik motor, pilihlah waktu di trimester kedua. Ini karena masa itu cenderung lebih aman daripada trimester pertama ataupun ketiga.

Pada trimester pertama, kandungan ibu berada dalam kondisi yang rentan.

Melansir University of California San Francisco, kebanyakan kasus keguguran dan bayi lahir cacat terjadi karena adanya gangguan pada kehamilan di trimester pertama.

Oleh karena itu, tidak dianjurkan ibu hamil muda naik motor.

Lantas, bagaimana dengan ibu hamil tua atau trimester ketiga?

Pada trimester ketiga, ukuran kandungan yang semakin membesar dapat menyulitkan Anda bergerak dan mengendalikan stang motor karena terhalangi oleh perut.

Selain itu, perubahan pusat gravitasi tubuh ibu hamil juga dapat mengganggu keseimbangan.

Ibu hamil tua lebih berisiko terjatuh atau kecelakaan saat naik motor. Oleh karena itu, sebisa mungkin Anda menghindarinya ya!

3. Mematuhi aturan keselamatan

Bukan hanya saat hamil, tetapi dalam kondisi apapun sebaiknya Anda patuh terhadap aturan keselamatan selama berkendara.

Jika naik motor, pastikan Anda memakai helm, memiliki surat izin mengemudi (SIM), dan dalam keadaan sehat sehingga fokus mengendarai motor.

Berkendaralah dengan tertib, jaga kecepatan kendaraan, dan patuhi rambu-rambu lalu lintas.

Hindari menyalip kendaraan yang ada di depan Anda untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Tetaplah fokus ke jalanan dan hindari mengobrol, apalagi menggunakan handphone.

4. Tidak pergi ke tempat yang terlalu jauh

Meskipun Anda merasa cukup aman naik motor saat hamil, tetapi sebaiknya Anda mengendarainya untuk pergi ke tujuan yang dekat.

Bepergian terlalu jauh menggunakan motor dapat menguras stamina.

Karena perlu sangat berhati-hati, ibu hamil pun membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengendarai motor maka berisiko kehilangan fokus di tengah jalan.

Perlu Anda ketahui bahwa saat hamil tubuh lebih cepat lelah.

Jadi, meskipun jarak tersebut sudah biasa Anda lalui, belum tentu aman jika Anda melaluinya saat hamil.

5. Berhenti jika ada masalah

Segeralah menepikan kendaraan lalu berhenti jika Anda merasa ada masalah.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Ibu hamil bisa tiba-tiba pusing, sakit kepala, mual, atau penglihatan terganggu. Jangan melanjutkan perjalanan jika ini terjadi.

Sebaiknya hubungi keluarga atau teman untuk menjemput Anda pulang ke rumah. Anda juga bisa memanggil orang di sekitar untuk meminta bantuan.

Untuk sementara, tinggalkanlah urusan yang ingin Anda kerjakan sebab keselamatan Anda tentu jauh lebih penting.

6. Pastikan cuaca sedang baik

Jika cuaca sedang panas, naik motor berisiko membuat Anda dehidrasi saat hamil. Kondisi ini dapat menyebabkan Anda dan janin kekurangan cairan.

Selain itu suhu basal tubuh akan meningkat. Melansir jurnal Birth Defect, suhu tubuh yang terlalu tinggi dapat menghambat proses pertumbuhan janin.

Jika kondisi ini sering terjadi dapat meningkatkan risiko cacat pada bayi.

Sementara jika sedang hujan, jalanan akan licin dan berisiko menyebabkan kecelakaan akibat tergelincir.

7. Tidak memaksakan diri untuk naik motor saat hamil

Hal penting lainnya yang perlu Anda ingat adalah tidak memaksakan diri, terlebih jika mengendarai motor saat hamil muda atau hamil tua.

Lebih baik Anda memilih moda transportasi lain seperti mobil, bus, atau komuter, jika memungkinkan.

Hindari pula mengendarai motor sendiri. Mintalah bantuan suami atau orang lain untuk mengantar Anda.

Namun, tetaplah fokus dan pastikan kondisi kehamilan Anda aman walaupun diantar orang lain.

Jika urusan tersebut tidak terlalu penting sebaiknya tundalah naik motor, terutama jika Anda mengalami gangguan kesehatan saat hamil.

Carilah waktu lain saat kondisi Anda sedang fit atau beberapa bulan setelah melahirkan.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Travel During Pregnancy. (2020). Retrieved 23 June 2021, from https://www.acog.org/womens-health/faqs/travel-during-pregnancy

Bleeding During Pregnancy | American Pregnancy Association. (2017). Retrieved 23 June 2021, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-complications/bleeding-during-pregnancy-815/

Frequently Asked Questions – Obstetrics – Bedford Commons. Retrieved 23 June 2021, from https://www.bcog.com/patient-resources/faq-obstetrics/

Pregnancy Symptoms. Retrieved 23 June 2021, from https://www.ucsfhealth.org/conditions/pregnancy/trimesters

Media, K. (2019). Angka Kecelakaan Tahun 2019, Truk dan Sepeda Motor Sering Terlibat. Retrieved 23 June 2021, from https://otomotif.kompas.com/read/2019/09/09/160200815/angka-kecelakaan-tahun-2019-truk-dan-sepeda-motor-sering-terlibat

Placenta previa – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 23 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/placenta-previa/symptoms-causes/syc-20352768

Avagliano, L., Massa, V., George, T., Qureshy, S., Bulfamante, G., & Finnell, R. (2018). Overview on neural tube defects: From development to physical characteristics. Birth Defects Research, 111(19), 1455-1467. doi: 10.1002/bdr2.1380

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita