Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

1

ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Waspadai Penyebab Kandungan Lemah yang Rentan Alami Keguguran

Waspadai Penyebab Kandungan Lemah yang Rentan Alami Keguguran

Kandungan lemah dapat terjadi karena berbagai alasan. Biasanya, kondisi ini dapat diketahui sejak awal kehamilan. Tak jarang, kandungan yang tidak kuat membuat ibu hamil panik karena dapat meningkatkan potensi mengalami keguguran. Lantas, seperti apa penyebab dan ciri-ciri kandungan lemah? Simak pembahasan selengkapnnya di bawah ini.

Apa yang dimaksud dengan kandungan lemah?

inkompetensi serviks adalah rahim lemah

Kandungan lemah terjadi ketika Anda mengalami inkompetensi serviks (rahim lemah). Kondisi ini merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berakibat serius.

Pasalnya, ketika rahim Anda lemah, maka risiko mengalami persalinan prematur, bayi lahir mati, atau keguguran di trimester kedua akan meningkat

Menurut American Pregnancy Association, kondisi rahim lemah atau inkompetensi serviks ini terjadi pada sekitar 1—2% kehamilan.

Terdapat sekitar hampir 25% bayi keguguran pada trimester kedua disebabkan oleh serviks yang tidak kompeten.

Kendati begitu, Anda tidak perlu khawatir karena ada sejumlah pengobatan atau cara perawatan terhadap penyebab dan faktor risiko kandungan lemah yang mungkin Anda miliki.

Apa penyebab kandungan lemah?

Kandungan yang tidak kuat sering kali terjadi karena disebabkan oleh beberapa kondisi.

Jadi, Anda tidak perlu bersedih dan merasa bersalah karena kondisi ini ada faktor risiko yang dapat mendasari, di antaranya sebagai berikut.

1. Trauma serviks

Trauma sebelumnya pada serviks, seperti pelebaran dan kuretase akibat keguguran berulang, bisa menjadi penyebab kandungan lemah.

Dalam hal ini, pelebaran mengacu pada pembukaan serviks dan kuretase mengacu pada pengangkatan isi rahim.

Saat melakukannya dinding rahim secara tak langsung akan terkikis sehingga saat Anda mencoba hamil lagi ada kemungkinan mengalami masalah pada kehamilan.

2. Minum obat diethylstilbestrol

Obat DES (Diethylstilbestrol) merupakan terapi hormon sintetis saat hamil. Obat ini biasanya diresepkan untuk mencegah keguguran.

Meski begitu, penelitian menunjukkan bahwa obat ini tidak efektif dan justru dapat membahayakan kehamilan karena saluran resproduksi pada bayi yang sedang berkembang akan terganggu.

3. Kelainan bentuk rahim

Kelainan bentuk rahim dan kelainan genetik yang memengaruhi produksi kolagen dapat menyebabkan jaringan serviks menjadi melemah.

Selain membuat kehamilan jadi lemah, kelainan bentuk rahim juga dapat meningkatkan potensi keguguran dan kelahiran prematur.

Pada beberapa kasus, banyak wanita yang tidak menyadari memiliki kelainan bentuk rahim dan baru mengetahui ada masalah di rahimnya saat diperiksa oleh dokter.

4. Mengalami gangguan kromosom

Penyebab lain dari kandungan yang tidak kuat yakni adanya gangguan kromosom pada wanita hamil.

Pada kondisi yang lebih serius, kelainan kromosom rentan berisiko menyebabkan bayi cacat lahir.

Apa saja ciri-ciri kandungan lemah?

Jika Anda mengalami kandungan yang lemah mungkin tidak akan menemukan ciri-ciri atau gejala selama masa awal kehamilan.

Namun, pada beberapa wanita yang memasuki usia kehamilan ke-14 dan 20 minggu mungkin akan merasakan tidak nyaman dan diikuti dengan kondisi-kondisi seperti di bawah ini.

1. Perubahan pada keputihan

Meskipun keputihan umum terjadi pada wanita hamil dan tidak hamil, tetap ada baiknya untuk mengawasi berbagai perubahan yang terjadi.

Perubahan pada keputihan dapat menjadi ciri-ciri kandungan Anda sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja atau lemah.

Biasanya, tanda-tanda tersebut meliputi peningkatan kuantitas, perubahan warna, atau tekstur yang aneh dari keputihan.

Bahkan, beberapa wanita melaporkan keluar cairan hangat pada vagina sebagai tanda ada masalah dengan kehamilannya.

2. Bercak darah pada vagina

Bercak darah ringan bisa menjadi tanda adanya masalah dengan kehamilan Anda.

Oleh karena itu, selalu konsultasikan dengan dokter Anda jika muncul bercak darah pada vagina selama kehamilan.

3. Mengalami kram atau kontraksi ringan

Kram atau kontraksi ringan yang terjadi pada awal kehamilan mungkin bisa menjadi ciri-ciri kandungan lemah.

Apabila Anda mendapati sesuatu yang tidak biasa tentang kram atau sakit perut, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter.

4. Nyeri punggung bawah

Walaupun nyeri punggung cukup sering dialami oleh sebagian besar ibu hamil, tapi biasanya kondisi ini jarang muncul di awal kehamilan.

Nyeri punggung bawah yang menjalar ke perut dapat menjadi pertan kandungan Anda tidak kuat. Untuk memastikannya, segera konsultasikan dengan dokter.

5. Peningkatan tekanan panggul

Anda mungkin merasakan adanya peningkatan tekanan pada panggul. Kondisi ini sering kali terjadi ketika kehamilan menginjak usia antara 14 dan 20 minggu.

Namun, tekanan atau nyeri panggul dapat terjadi kapan saja jika memang kandungan Anda diketahui lemah.

Bagaimana cara mengetahui kandungan lemah?

usg saat hamil 4 bulan

Biasanya, tidak ada pemeriksaan rutin untuk kondisi kandungan lemah selama kehamilan hingga Anda mendapati tanda-tanda keguguran yang mungkin terjadi pada trimester kedua atau ketiga.

Namun, Anda dapat melakukan pemeriksaan sebelum berencana hamil atau pada awal kehamilan.

Caranya, dengan melihat langsung hasil USG untuk mengetahui apakah Anda memiliki salah satu faktor yang berpotensi menyebabkan kandungan lemah atau tidak.

Dokter biasanya akan melakukan diagnosis melalui pemeriksaan panggul atau dengan USG.

Hal ini berguna untuk mengukur pembukaan atau panjang serviks dan menghindari risiko janin tidak berkembang dengan baik di dalam kandungan.

Bagaimana cara mengatasi kandungan lemah?

Setelah mengetahui penyebab dan ciri-ciri kandungan lemah, Anda perlu tahu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini, di antaranya yakni.

1. Suplementasi progesteron

Jika Anda memiliki riwayat penyebab kandungan yang tidak kuat, dokter mungkin akan menyarankan suntikan mingguan dalam bentuk hormon progesteron atau yang disebut hidroksiprogesteron kaproat.

Suntikan ini biasanya dilakukan selama kehamilan saat memasuki trimester kedua dan trimester ketiga.

Namun, penelitian lebih lanjut terkait penggunaan progesteron untuk mengatasi masalah kandungan lemah masih diperlukan.

2. Melakukan USG berulang

Cara lain mungkin bisa dilakukan untuk mengatasi kandungan lemah yakni menerapkan USG berulang.

Maksudnya, dokter mungkin akan mulai memantau dengan cermat panjang serviks Anda dengan melakukan USG setiap 2 minggu mulai dari minggu ke-16 hingga minggu ke-24 kehamilan.

Apabila leher rahim menjadi lebih pendek dan mulai terbuka, maka dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur cervical cerclage.

3. Prosedur ikat leher rahim (cervical cerclage)

Ketika Anda memiliki riwayat keguguran berulang disertai USG menunjukkan bahwa serviks Anda terbuka, maka prosedur bedah yang dikenal sebagai cervical cerclage dapat membantu mengatasi kandungan lemah.

Selama prosedur ini, serviks Anda akan dijahit dengan jahitan yang kuat. Jahitan tersebut akan dilepas saat bulan terakhir kehamilan atau selama persalinan.

Idealnya, prosedur ini dilakukan di antara minggu ke-12 hingga ke-14 kehamilan. Namun, prosedur ikat leher rahim juga dapat dilakukan hingga minggu ke-24 kehamilan.

Meski begitu, tidak semua ibu hamil yang memiliki risiko kandungan yang tidak kuat dapat melakukan cervical cerclage.

Prosedur ikat leher rahim ini tidak direkomendasikan untuk wanita yang mengandung anak kembar atau lebih.

Pastikan untuk berbicara dengan dokter Anda tentang risiko dan manfaat dari cervical cerclage sebelum melakukannya.


Punya pertanyaan atau cerita kehamilan?

Yuk, gabung komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan dapatkan info menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Incompetent cervix: Weakened cervix. (2022, April 20). American Pregnancy Association. Retrieved 12 September 2022, from https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/incompetent-cervix/

Miscarriage – Causes. (2017, December 7). nhs.uk. Retrieved 12 September 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/miscarriage/causes/

Cervical insufficiency (incompetent cervix). (2015, November 1). BabyCenter. Retrieved 12 September 2022, from https://www.babycenter.com/pregnancy/health-and-safety/cervical-insufficiency-incompetent-cervix_1425796

Weakness in pregnancy – expect the unexpected. (n.d.). PubMed Central (PMC). Retrieved 12 September 2022, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4989714/

Incompetent cervix – Symptoms and causes. (2021, June 16). Mayo Clinic. Retrieved 12 September 2022, from  https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/incompetent-cervix/symptoms-causes/syc-20373836

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adhenda Madarina Diperbarui 7 days ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Next article: