Mempersiapkan Anjing Peliharaan Sebelum Bayi Anda Lahir

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/05/2020
Bagikan sekarang

Anjing memang hewan peliharaan yang setia yang mungkin sudah Anda anggap sebagai “anak” sendiri. Namun bagaimanakah jika Anda sedang dalam program memiliki anak? Anda tidak perlu khawatir, karena anjing dapat menjadi teman yang baik untuk buah hati Anda. Anda bisa mengajari buah hati Anda menyayangi makhluk hidup melalui binatang peliharaan. Tidak ada salahnya untuk tetap memelihara binatang peliharaan ketika Anda berencana memiliki anak.

Kebanyakan pasangan yang sudah memiliki binatang peliharaan menjadi kebingungan saat buah hati akan lahir. Beberapa pasangan ingin menyiapkan binatang peliharaan untuk teman buah hati, namun Anda mempertimbangkan banyak hal mulai dari penyakit yang dapat disebarkan oleh binatang peliharaan Anda hingga kekhawatiran hewan peliharaan Anda akan menyakiti bayi Anda. Pun ketika Anda sedang hamil, Anda menjadi khawatir tertular penyakit dari binatang peliharaan Anda.

Apakah perlu khawatir memelihara anjing ketika hamil?

Yang menjadi kekhawatiran perempuan ketika memelihara binatang peliharaan seperti anjing dan kucing adalah terjangkit toxoplasmosis. Toxoplasmosis sendiri di Indonesia selama ini lebih dikenal disebarkan oleh kucing, namun faktanya anjing juga mampu terjangkit toxoplasmosis. Toxoplasmosis merupakan parasit yang biasanya ditemukan pada feses kucing atau anjing, hal ini terjadi karena kucing atau anjing memakan daging sembarang, atau daging yang tidak dimasak.

Anda tidak perlu khawatir. Toxoplasmosis pada hewan peliharaan Anda bisa diobati. Yang paling penting adalah selalu menjaga kebersihan hewan peliharaan Anda, terutama selalu memastikan makanan yang dimakan oleh hewan peliharaan Anda matang. Jika anjing peliharaan Anda memakan makanan kemasan yang dijual di toko hewan, kemungkinannya kecil untuk anjing peliharaan Anda terkena toxoplasmosis. Mintalah bantuan orang lain atau pasangan Anda untuk selalu menjaga kebersihan kandang anjing peliharaan Anda.

Apa saja persiapan untuk anjing peliharaan sebelum bayi Anda lahir?

Anda yang sudah memiliki anjing mungkin perlu melakukan adaptasi terhadap anjing peliharaan Anda. Kemungkinan ketika si kecil lahir, perhatian Anda akan tercurah pada si kecil, dan anjing peliharaan Anda mungkin akan merasakan kecemburuan. Apalagi ketika Anda melarang anjing peliharaan Anda bermain dengan bayi Anda, sehingga ia mungkin akan merasa terabaikan. Ada persiapan yang bisa Anda lakukan.

1. Pastikan anjing Anda sudah bisa mematuhi beberapa perintah ini

Hal ini dibutuhkan untuk interaksi yang aman dengan keluarga Anda. Anda bisa meminta bantuan ahlinya, jika Anda tidak tahu bagaimana mengajarkan mengajarkan anjing Anda untuk lebih penurut. Anda bisa mengajarkan dari yang paling dasar seperti “duduk”, namun Anda juga harus melatih anjing Anda dengan perintah meninggalkan sesuatu atau diam di tempat. Perintah meninggalkan sesuatu perlu dilakukan agar anjing Anda bisa diperintah untuk tidak menyentuh bayi Anda. Ajarkan juga cara menyapa seseorang dengan ramah, ramah di sini adalah dengan tidak melakukan gerakan melompat berlebihan. Ketika anjing Anda melakukan gerakan melompat berlebihan, ini akan berbahaya bagi Anda ketika nanti Anda dalam keadaan sedang mengendong bayi Anda.

2. Biasakan anjing untuk nyaman di kandangnya

Akan menjadi adaptasi yang sulit, jika Anda selama ini membiarkan anjing peliharaan Anda selalu di luar kandangnya. Maka, cobalah perlahan untuk membuat anjing Anda dapat bersantai di kandangnya ketika Anda harus sibuk mengurus si kecil. Anda juga perlu mengajarkannya untuk menghampiri Anda ketika Anda memanggilnya. Selain itu, ajarkan juga anjing Anda untuk menjauh ketika diperintahkan.

3. Ajari ia menyentuh dengan hidung

Anda juga bisa mengajarkan anjing Anda menyentuh sesuatu dengan hidungnya, seperti mengendus sesuatu. Gunakan tangan Anda sebagai target, biarkan hidungnya menyentuh tangan Anda. Ketika anjing Anda sudah mulai terbiasa, maka ketika si kecil sudah lahir, dia bisa menyentuh perlahan si kecil dengan hidungnya.

4. Ajari ia mengambil barang

Anda juga bisa mengajarinya cara mengambil suatu barang, sehingga di kemudian hari, anjing Anda dapat berinteraksi dan bermain dengan si kecil. Sangat menyenangkan ketika Anda bisa melihat binatang peliharaan Anda bisa akrab dengan buah hati Anda.

5. Adaptasi dengan jadwal baru setelah si kecil lahir

Selain melakukan adaptasi dengan beberapa skill, Anda juga harus mengajarkan anjing Anda untuk beradaptasi dengan gaya hidup baru. Anda harus membuat jadwal kapan Anda harus beristirahat, mengurus bayi, dan mengajak anjing Anda bermain. Lakukan dengan perlahan. Misalnya jika Anda terbiasa bermain dengan anjing Anda sesering mungkin, lalu masa kehamilan Anda sudah mendekati masa melahirkan, ada baiknya Anda menahan memberikan perhatian lebih untuk anjing Anda dari beberapa hari sebelumnya, karena ini akan mempengaruhi kecemasan anjing Anda. Ia akan merasa cemas dan kecewa ketika Anda tiba-tiba mengabaikannya.

Mengurangi intensitas perhatian sedikit demi sedikit pada anjing Anda juga perlu dilakukan. Hal ini ditujukan agar anjing Anda tidak merasa diabaikan. Anda bisa memulainya dengan mengatur jadwal kapan harus memanjakan anjing Anda dengan pelukan, dan kapan Anda harus melatihnya terbiasa tanpa Anda.

Membuat aturan baru penting untuk dilakukan. Misalnya Anda terbiasa tidur bersama dengan anjing Anda, kali ini Anda harus membuatnya terbiasa untuk tidur terpisah, caranya dengan menyediakan kasur tambahan untuknya. Anda bisa menaruhnya bersebelahan dengan kasur Anda, atau menaruhnya di ruang terpisah. Pupuklah kebiasaan ini dengan baik dari sekarang.

6. Biarkan ia bersosialisasi dengan anjing lain

Jika anjing Anda senang bermain dengan anjing lainnya, mungkin Anda bisa membawanya ke doggie daycare satu atau dua kali seminggu agar anjing Anda dapat terbiasa dengan rutinitas baru. Alternatif lainnya adalah membawa anjing Anda berkunjung ke rumah teman atau kerabat Anda yang memiliki anjing juga. Sehingga, Anda juga bisa ikut bersantai bersama teman Anda.

7. Minta bantuan untuk membawa anjing jalan-jalan

Jika Anda terbiasa membawa anjing Anda berjalan-jalan, mulailah mempertimbangkan untuk meminta bantuan orang lain untuk membawa anjing jalan-jalan. Hal ini akan membuat anjing Anda terbiasa juga melakukan aktivitas ke luar tanpa ditemani oleh Anda. Anda tidak perlu merasa terbebani. Anda pasti bisa melakukannya pelan-pelan agar ketika si kecil lahir, anjing Anda sudah mulai beradaptasi.

8. Selalu awasi saat anjing Anda berinteraksi dengan bayi

Selain itu, yang perlu Anda ingat adalah meskipun anjing Anda jinak dan menyukai bayi Anda, tetap ada kemungkinan Anda anjing Anda mencakarnya. Jadi, selalu perhatikan setiap si kecil dan anjing peliharaan Anda sedang berdekatan. Anda juga bisa membelikannya sabuk pengaman khusus anjing, untuk menghindari anjing Anda mencakar bayi Anda ketika berada di dalam mobil.

BACA JUGA:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

Apakah Anda khawatir puasa pengaruhi kesuburan Anda dan suami? Sebelum Anda menebak-nebak, baca dulu artikel ini jika Anda sedang mengusahakan kehamilan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 29/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
gangguan makan ibu hamil

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020