Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Mencegah Anemia pada Ibu Hamil

Cara Mencegah Anemia pada Ibu Hamil

Salah satu penyakit yang sering terjadi di kalangan ibu hamil adalah anemia. Tingkat keparahan anemia juga bervariasi hingga mampu memengaruhi kondisi janin dan ibunya. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan anemia pada ibu hamil agar ibu dan janin tetap sehat.

Mengapa anemia sering terjadi pada ibu hamil?

Menurut sebuah jurnal berjudul Anemia in Pregnancy, anemia merupakan sebuah kondisi ketika sel darah merah Anda kekurangan hemoglobin. Hemoglobin sendiri diketahui sebagai protein pembawa oksigen dalam darah.

Kurangnya hemoglobin dalam sel darah merah berakibat pada kurangnya oksigen pada tubuh. Anda pun jadi lemah, sakit kepala, hingga sesak napas.

Anemia sering terjadi pada ibu hamil karena adanya perubahan fisiologis yang bisa memengaruhi kadar hemoglobin.

Selain itu, asupan nutrisi dan vitamin ibu hamil yang cenderung tidak seimbang dapat mengakibatkan tubuh kekurangan zat besi sehingga anemia akhirnya terjadi.

Selain kekurangan zat besi, beberapa penyebab anemia pada ibu hamil lainnya, antara lain:

  • Kekurangan folat karena pola makan yang tidak seimbang
  • Kekurangan vitamin B12 akibat tidak cukup mengonsumsi produk susu, daging, dan telur yang menyebabkan sel darah merah tidak sehat.

Anemia pada ibu hamil tentu membawa beberapa risiko yang berpotensi membahayakan ibu dan bayi. Beberapa yang mungkin dialami jika mengalami anemia saat hamil, yaitu:

  • Perdarahan post-partum atau perdarahan yang berlebihan setelah melahirkan
  • Plasenta previa atau tali plasenta berada di bagian bawah rahim
  • Kelahiran prematur
  • Berat badan lahir yang rendah
  • Kematian janin

Oleh karena berbagai komplikasi akibat anemia saat hamil itulah Anda tentu harus waspada dan benar-benar memerhatikan asupan makanan.

Melakukan tindakan pencegahan anemia pada ibu hamil dengan menerapkan pola makan seimbang bisa membantu Anda terhindar dari berbagai komplikasi tersebut.

Pencegahan anemia pada ibu hamil

anemia pada ibu hamil perlu transfusi darah

Seperti yang dilansir dari Maternal and Child Health Integrated Program, salah satu cara efektif mencegah anemia pada ibu hamil adalah mengonsumsi suplemen zat besi.

Selain itu, pencegahan anemia pada ibu hamil dapat mulai dilakukan dengan mengatur pola makan menjadi lebih baik, seperti:

  • Mengonsumsi suplemen asam folat dan zat besi. Dosisnya berdasarkan instruksi dari dokter, tetapi umumnya dianjurkan 60 mg zat besi dan 400 mcg asam folat.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi, seperti daging, ayam, ikan, telur, dan gandum.
  • Memakan makanan yang kaya akan asam folat, seperti kacang kering, gandum, jus jeruk, dan sayuran hijau.
  • Mengonsumsi suplemen dan makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah dan sayur yang segar.

Tidak jarang para ibu hamil kesulitan untuk mendapatkan asupan zat besi yang cukup, sehingga mereka membutuhkan suplemen zat besi.

Jika suplemen zat besi membuat perut Anda tidak nyaman, usahakan untuk mengonsumsinya bersamaan dengan beberapa suap makanan.

Upaya pencegahan anemia pada ibu hamil adalah salah satu langkah memiliki kehamilan yang sehat. Akan tetapi, jika Anda masih khawatir sekalipun telah menjalankan pola makan yang sehat dan mengonsumsi suplemen, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.

Dokter Anda akan memberikan solusi yang tepat untuk membantu menjawab kekhawatiran Anda.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

SIFAKIS, S., and G. PHARMAKIDES. “Anemia In Pregnancy”. Annals Of The New York Academy Of Sciences, vol 900, no. 1, 2006, pp. 125-136. Wiley, doi:10.1111/j.1749-6632.2000.tb06223.x. Accessed 11 July 2019.

Anemia and Pregnancy https://www.ucsfhealth.org/education/anemia_and_pregnancy/ accessed July 11, 2019. 

Prevention of Maternal Anemia https://www.mchip.net/interventions/maternal-health/prevention-maternal-anemia/ accessed July 11, 2019. 

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 16/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x