5 Ragam Makanan Penguat Kandungan Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Asupan makanan ibu yang cukup membantu menyediakan nutrisi yang dibutuhkan janin selama tumbuh dan berkembang di dalam kandungan. Tak hanya sebatas itu, peran makanan juga dapat membantu sebagai penguat kandungan guna menjaga kesehatan calon buah hati ibu.

Apa saja ragam kandungan nutrisi di dalam makanan sebagai penguat kandungan untuk ibu hamil? Berikut daftarnya.

Makanan penguat kandungan untuk ibu hamil

Menurut American Pregnancy Association, kandungan ibu hamil rentan mengalami keguguran selama trimester pertama kehamilan.

Itulah mengapa nutrisi ibu hamil perlu tersedia dengan baik karena bukan hanya berguna untuk ibu, tetapi juga mendukung pertumbuhan dan perkembangan janinnya.

Terlebih lagi menyesuaikan perubahan pada tubuh ibu di masa awal kehamilan alias trimester pertama tidaklah mudah.

Adanya morning sickness seperti mual dan muntah yang merupakan salah satu tanda-tanda hamil kadang membuat ibu malas makan.

Kondisi ini bisa diatasi dengan makan makanan penghilang mual saat hamil agar nafsu makan Anda tetap terjaga.

Ibu hamil juga kerap mengalami ngidam makan makanan tertentu, terutama di masa awal kehamilan.

Meski begitu, makanan untuk ibu hamil tetap harus diperhatikan karena sangat berpengaruh terhadap perkembangan janin nantinya.

Tidak ada salahnya menuruti keinginan saat ngidam, tapi Anda juga harus menyeimbangi asupan nutrisi dengan lebih banyak konsumsi berbagai makanan sehat.

Dalam beberapa kasus, kondisi kandungan yang lemah membuat ibu lebih memilih untuk minum obat penguat kandungan.

Padahal, masih ada berbagai macam sumber makanan penguat kandungan yang baik untuk ibu hamil.

Nah, sebagai solusi sumber makanan sehat sekaligus untuk menguatkan kandungan bagi para ibu hamil, berikut pilihan yang disarankan:

1. Makanan dengan kandungan kalsium

yogurt memperkuat kandungan

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, untuk memperkuat pembentukkan tulang dan gigi janin dalam kandungan, Anda tentunya membutuhkan asupan makanan dan minuman yang mengandung kalsium.

Makanan dan minuman sumber kalsium yang bisa Anda konsumsi meliputi susu, yoghurt, telur, keju, tofu, ikan salmon, kacang almond, hingga bayam.

Mengingat begitu pentingnya memenuhi kebutuhan kalsium selama kehamilan, ada suplemen kalsium ibu hamil yang biasa diminum atas saran dokter.

2. Makanan dengan kandungan protein

daging untuk anak

Makanan penguat kandungan selanjutnya yang bisa rutin ibu makan sejak trimester pertama yakni makanan sumber protein.

Melansir dari Mayo Clinic, protein sangat dibutuhkan di masa kehamilan karena mendukung pertumbuhan janin di dalam kandungan.

Pertumbuhan janin yang dimaksud ini mencakup seluruh tubuh, termasuk perkembangan otak. Itu sebabnya, ketika asupan protein semasa hamil tidak memadai, perkembangan bayi juga tidak akan optimal.

Makan makanan berprotein tinggi seperti daging rendah lemak dapat membantu memperkuat perkembangan janin dalam kandungan dengan mendukung otot-otot tubuhnya terbentuk dengan baik.

Selain daging rendah lemak, makanan sumber protein lainnya yang tak kalah bagus untuk menguatkan kandungan yakni telur, ikan, daging ayam, tahu, tempe, serta kacang-kacangan.

3. Makanan dengan kandungan folat

bayam hijau memperkuat kandungan

Terpenuhinya asupan folat selama kehamilan dari makanan bisa membantu menjadi penguat kandungan ibu hamil bagi janin yang sedang berkembang sejak trimester pertama.

Folat adalah vitamin B yang bertugas untuk mencegah bayi mengalami cacat tabung saraf saat lahir. Cacat tabung saraf merupakan kelainan serius pada otak dan sumsum tulang belakang.

Atas dasar itulah kandungan folat di dalam makanan dapat mencegah bayi mengalami spina bifida yaitu sebuah kondisi lahir cacat akibat pembentukan tabung saraf bayi yang terganggu.

Folat yang ada di dalam makanan maupun suplemen biasanya sudah dalam bentuk sintetis yang dikenal dengan nama asam folat.

Kandungan nutrisi asam folat dalam makanan dapat menjadi penguat kandungan karena membantu menurunkan risiko bayi lahir prematur.

Bayi lahir prematur merupakan kondisi saat kelahiran bayi yang lebih cepat daripada hari kelahiran seharusnya.

Sayuran berdaun hijau seperti sawi, bayam, kangkung, dan selada, memiliki kandungan asam folat yang tinggi sehingga baik sebagai makanan penguat kandungan untuk ibu hamil.

4. Makanan dengan kandungan vitamin C

khasiat jeruk

Kandungan vitamin C bisa menjadi sumber makanan penguat kandungan lainnya untuk ibu selama kehamilan.

Ini karena sayur dan buah untuk ibu hamil yang kaya vitamin C dapat membantu mendukung perkembangan tulang bayi, gigi bayi, dan proses metabolisme.

Sumber vitamin C dari buah penguat kandungan contohnya buah lemon, jeruk, stroberi, mangga, tomat, kiwi, melon, hingga cabai.

Ya, cabai termasuk kelompok buah-buahan karena memiliki biji di dalamnya.

Bukan hanya dari buah, sumber vitamin C sebagai penguat kandungan dari sayur-sayuran meliputi brokoli, kubis, kembang kol, dan lainnya.

Selain sebagai penguat kandungan, semua makanan sumber vitamin C tersebut juga bisa membantu mengoptimalkan perkembangan tabung saraf bayi.

Vitamin C yang terkandung di dalam makanan penguat kandungan dapat mencegah kemungkinan cacat lahir yang bisa terbentuk sejak awal kehamilan.

Menariknya, vitamin CI juga berperan sebagai antioksidan yang akan melawan radikal bebas penyebab penyakit serta membantu penyerapan zat besi.

5. Makanan sumber zat besi

dada ayam

Kandungan lain yang tak kalah penting di dalam makanan penguat kandungan adalah zat besi. Selama kehamilan, jumlah darah di dalam tubuh ibu mengalami peningkatan.

Meningkatnya jumlah darah di dalam tubuh ibu otomatis membuat kebutuhan zat besi ikut meningkat dua kali lipat ketimbang saat ibu sedang tidak hamil.

Asupan zat besi dari makanan tersebut kemudian digunakan untuk memproduksi hemoglobin yakni protein di dalam sel darah merah yang akan membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Peningkatan kebutuhan zat besi inilah yang membantu membawa lebih banyak oksigen untuk bayi.

Ketika simpanan zat besi di dalam tubuh Anda saat hamil tidak mencukupi, Anda berisiko mengalami anemia defisiensi zat besi.

Selain membuat ibu mudah lelah, kekurangan zat besi yang parah selama kehamilan juga meningkatkan risiko bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), dan depresi postpartum pada ibu.

Intinya, persediaan darah yang cukup sangat dibutuhkan dalam menjaga janin tetap hidup dan tumbuh sehat.

Selain memperkuat kandungan, makanan dengan zat besi dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan hayi.

Makanan penguat kandungan sumber zat besi bagi ibu hamil bisa diperoleh dari daging merah tanpa lemak, daging ayam, ikan, hingga sayur-sayuran.

Di sisi lain, makan makanan dengan kandungan kacang-kacangan ternyata juga dapat bantu sebagai penguat kandungan. Salah satunya kacang polong yang dikenal kaya oleh kandungan seng.

Seng dianggap sebagai salah satu zat mineral yang sangat penting untuk dikonsumsi oleh ibu hamil karena dapat mengurangi risiko bayi lahir prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah.

Kacang-kacangan juga mengandung protein, zat besi, asam folat, serat, dan kalsium. Bukan hanya itu, kacang-kacangan bisa menjadi sumber lemak baik yang menyehatkan tubuh.

Meski sehat dan baik untuk kandungan, mungkin ada sebagian dari Anda yang alergi terhadap jenis makanan tertentu.

Oleh sebab itu, konsultasikan kembali pada dokter untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi aman baik untuk Anda dan janin di dalam kandungan.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kupas Tuntas 4 Manfaat Buah Tomat Bagi Ibu Hamil

Kerap digunakan sebagai bahan masker untuk mempercantik kulit, ternyata khasiat bukan itu saja. Kenali berbagai manfaat tomat untuk ibu hamil, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Februari 2019 . Waktu baca 3 menit

Beragam Manfaat Vitamin B Kompleks bagi Ibu Hamil, Plus Sumber Terbaiknya

Vitamin B kompleks adalah salah satu jenis vitamin yang penting bagi kesehatan ibu hamil. Apa saja manfaat vitamin B kompleks dan sumber terbaiknya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 5 Desember 2018 . Waktu baca 7 menit

Bolehkah Ibu Hamil Makan Makanan Berlemak?

Ibu hamil wajib mengatur pola makannnya untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Lantas, bolehkah makan makanan berlemak saat hamil? Harus berapa banyak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 9 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit

Bolehkah Melakukan Diet Keto Saat Hamil? Apa Dampaknya?

Diet keto, salah satu diet populer yang bisa menurunkan berat badan ini banyak diikuti. Lalu bagaimana jika melakukan diet keto saat hamil? Apa boleh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara agar hamil anak laki-laki

7 Cara yang Bisa Dicoba Agar Hamil Anak Laki-laki

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
makanan sehat untuk ibu hamil

Makanan Sehat untuk Ibu Hamil, Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit
manfaat kismis untuk ibu hamil

5 Manfaat Kismis Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
makan pepaya saat hamil

Makan Pepaya Saat Hamil Bisa Sebabkan Keguguran, Mitos Atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16 April 2019 . Waktu baca 3 menit