Info Lengkap Seputar Kehamilan: Bagaimana Prosesnya, Tanda-tandanya, Hingga Pembagian Trimesternya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kehamilan mungkin adalah salah satu momen yang paling indah dan ditunggu-tunggu dalam hidup seorang wanita. Sedang berencana punya momongan? Eits, calon ibu hamil perlu baca artikel ini dulu supaya paham bahwa ada beberapa hal khusus yang harus diperhatikan.

Apa itu kehamilan?

Kehamilan adalah proses perkembangan janin dalam rahim wanita untuk mendapatkan dan mempertahankan keturunan. Janin di dalam perut ibu hamil akan hidup dan berkembang sampai waktunya lahir menjadi bayi.

Kehamilan biasanya berlangsung dalam rentang waktu kurang lebih 40 minggu atau 9 bulan.

Bagaimana proses terjadinya kehamilan?

perkembangan janin minggu 1 kehamilan

Kehamilan dimulai dari pertemuan antara sperma dan sel telur ketika pria dan wanita berhubungan intim. Berikut tahap demi tahapannya yang lebih jelas:

1. Hubungan seks

Pada saat berhubungan intim, pria yang ejakulasi akan mengeluarkan air mani mengandung sperma di dalam vagina. Setelah masuk, sperma mulai berenang menyusuri leher rahim wanita sampai ke dalam rahim untuk mencari sel telur yang siap dibuahi.

Sel telur wanita dihasilkan oleh indung telur alias ovarium. Ketika usianya sudah cukup matang, sel telur akan keluar dari ovarium dan berjalan turun ke rahim melewati saluran tuba falopi. Ini adalah bagian dari proses ovulasi.

Jika sperma berhasil bertemu sel telur di tengah perjalanannya, maka pembuahan bisa terjadi. Namun, pertemuan keduanya tidak semudah yang dibayangkan. Dari jutaan sperma yang terkandung dalam air mani, hanya sperma tercepat dan paling lincahlah yang dapat melewati lingkungan dalam vagina.

2. Pembuahan

Sperma yang mampu berenang sangat cepat dapat bertemu dengan sel telur dalam waktu 45 menit hingga 12 jam. Namun, pada tahap ini belum bisa dibilang bahwa kehamilan sudah terjadi.

Satu sel telur bisa saja didekati oleh ratus hingga ribuan sperma sekaligus, tapi hanya sperma yang paling kuatlah yang bisa menembus dinding terluar sel telur. Jika sperma sudah berhasil masuk sampai inti sel telur, selanjutnya sel telur akan membuat benteng untuk mencegah sperma lain masuk.

Sementara itu, sperma “pemenang” dan sel telur kemudian bergabung menjadi satu. Proses ini dinamakan sebagai pembuahan atau konsepsi. Pembuahan juga akan menggabungkan warisan genetik dari pria dan dari wanita.

Hasil penggabungannya nanti akan menentukan jenis kelamin calon bayi Anda. Apabila sperma membawa kromosom Y, maka bayi berjenis kelamin laki-laki. Jika sperma membawa kromosom X, jenis kelamin bayi adalah perempuan.

3. Implantasi

Setelah sperma dan sel telur bersatu, materi ini akan bergerak dari tuba falopi menuju rahim sembari membelah diri menjadi banyak. Selama perjalanannya, materi tersebut akan membentuk sebuah bola kecil bernama blastokista yang berisi kurang lebih 100 sel berbeda.

Blastokista umumnya akan sampai ke rahim sekitar 3-4 hari setelah pembuahan. Namun, blastokista juga bisa mengapung dulu di rahim selama 2-3 hari sebelum akhirnya menemukan dinding rahim untuk ditempel.

Ketika blastokista sudah menempel di dinding rahim, proses ini dinamakan sebagai implantasi. Di sinilah proses kehamilan secara resmi dimulai. Namun, Anda belum bisa resmi dikatakan sebagai ibu hamil pada tahap ini.

4. Pembentukan embrio

Setelah mantap menempel di rahim, blastokista akan mulai berkembang menjadi embrio dan plasenta. Embrio adalah bakal janin. Sementara plasenta alias ari-ari adalah organ berbentuk kantong yang akan menjadi “rumah” bagi embrio untuk bertumbuh kembang selama 9 bulan ke depan.

Pada tahap ini, Anda sudah bisa dinyatakan sebagai ibu hamil meski tanda-tandanya belum jelas terlihat.

Apa saja tanda-tanda kehamilan?

ciri hamil selain telat haid

Waktu kemunculan gejala hamil bisa berbeda-beda antar calon ibu hamil. Gejala kehamilan bisa segera dirasakan atau mungkin muncul dalam beberapa minggu setelah berhubungan seks terakhir kali.

Setiap wanita pun bisa saja mengalami ciri-ciri hamil yang berbeda dengan lainnya. Namun umumnya, ciri-ciri kehamilan yang umum terjadi setelah berhubungan intim adalah:

1. Telat haid

Menstruasi terjadi ketika sel telur yang matang tidak mengalami pembuahan di rahim. Sel telur tersebut kemudian akan luruh terbuang bersama darah yang keluar dari vagina.

Namun ketika ada sperma yang berhasil membuahi, otomatis ovum tidak akan luruh karena justru berkembang menjadi bakal janin. Ini kenapa calon ibu hamil tidak akan menstruasi seterusnya sampai setelah melahirkan.

Ada banyak alasan kenapa haid bisa datang terlambat. Namun, Anda dikatakan telat haid karena hamil apabila setelah 5 hari atau lebih tidak mens sejak tanggal seharusnya.

2. Mual dan muntah

Mual dan muntah di pagi hari alias morning sickness adalah salah satu tanda kehamilan yang paling khas. Apa penyebab morning sickness belum diketahui pasti, tapi diduga terjadi akibat perubahan hormon tubuh.

Hampir kebanyakan ibu hamil akan mengalami ini di awal trimester pertama. Biasanya dimulai sejak sebulan setelah pembuahan sampai sebelum minggu ke-9 kehamilan. Nah meski namanya “morning sickness”, mual dan muntah karena hamil juga bisa terjadi pada siang, sore, atau malam hari.

3. Payudara nyeri dan puting menggelap

Tanda kehamilan muda juga biasanya ditandai dengan keluhan payudara nyeri selama 1-2 minggu setelah pembuahan. Selain itu, puting payudara juga terlihat berwarna kemerahan gelap.

Perubahan payudara tanda hamil bahkan bisa terus terasa sepanjang masa kehamilan, dan baru berhenti setelah melahirkan.

4. Kram perut

Selain telat haid, ibu hamil muda juga umum mengalami kram perut. Kram perut tanda hamil disebabkan oleh proses implantasi embrio.

Untuk membedakan kram perut tanda hamil dan tanda mau mens, perhatikan lokasi sakitnya. Kram akibat implantasi embrio cenderung terpusat pada satu titik lokasi saja, dan rasanya seperti dicubit. Misalnya jika embrio menempelnya di sisi kanan rahim, kram akan lebih terasa pada sisi kanan perut bukan di sebelah kiri.

Kram perut tanda hamil juga cenderung cepat datang dan perginya. Kram bisa mulai terasa segera setelah ovulasi, tapi akan mereda dalam hitungan jam.

5. Kembung

Perut kembung juga cukup umum dialami oleh ibu hamil di awal masa kehamilan. Perut kembung tanda hamil disebabkan oleh perubahan hormon tubuh.

Tanda hamil ini bisa terjadi meskipun Anda tidak makan makanan pedas, berminyak, atau makanan lain yang bisa bikin kembung.

6. Lebih baper dan emosional

Kehamilan bisa membuat mood ibu hamil gampang terombang-ambing. Anda mungkin jadi lebih sensitif, seperti mudah tersinggung, kesal, marah, hingga sering menangis karena masalah sepele. Sekejap kemudian Anda bisa merasa sangat senang dan gembira.

Perubahan mood ini dipicu oleh kadar hormon progesteron dan estrogen yang naik turun untuk menyesuaikan dengan perubahan tubuh. Perubahan mood saat hamil dapat bertahan lebih lama, bahkan mungkin baru kembali stabil setelah melahirkan.

7. Ngidam

Salah satu tanda lainnya yang bisa dirasakan oleh calon ibu akibat perubahan hormon kehamilan adalah perubahan selera makan.

Tidak hanya merasakan nafsu makan yang lebih tinggi dari biasanya, selera makan juga jadi berubah. Ada yang tadinya suka makanan tertentu, tapi jadi sangat membenci makanan itu saat hamil atau sebaliknya. Ibu hamil juga cenderung mengalami ‘ngidam’.

Ngidam adalah tanda tubuh ibu hamil sedang membutuhkan zat gizi atau nutrisi tertentu. Misalnya, ibu hamil ngidam makanan manis seperti coklat, tandanya tubuh ibu mungkin butuh kalori atau gula tambahan untuk beraktivitas. Ngidam makanan asin berarti mungkin tubuh Anda sedang kekurangan elektrolit natrium.

8. Keluar bercak darah dari vagina

Kehamilan usia awal bisa ditandai dengan keluarnya flek yang disebut perdarahan implantasi. Flek ini muncul sebagai efek penempelan sel telur yang telah dibuahi sperma pada dinding rahim.

Menempelnya sel telur ini bisa membuat dinding rahim terkikis sehingga mengakibatkan keluarnya flek darah. Namun, jangan disalahpahami dengan flek menstruasi di hari-hari pertama.

Flek implantasi umumnya muncul hanya 1-2 tetes berwarna merah muda kekuningan. Flek bisa muncul kapan saja dalam 10-14 hari setelah pembuahan, dan berlangsung selama 1-2 hari. Perdarahan implantasi tidak akan berlangsung lebih dari 5 atau 7 hari.

9. Merasa cepat lelah

Apabila Anda merasa jadi cepat lelah padahal tidak beraktivitas terlalu banyak, ini bisa menjadi tanda kehamilan muda. Penyebabnya adalah karena hormon progesteron yang mengubah metabolisme tubuh ibu hamil.

Kelelahan karena tanda-tanda hamil bisa berlangsung cukup lama. Bahkan bisa terus terjadi di sepanjang masa kehamilan sampai akhirnya melahirkan.

10. Sering buang air kecil

Sering kencing menjadi tanda kehamilan yang paling konsisten muncul di sepanjang usia kehamilan.

Ini diakibatkan oleh perkembangan rahim dari trimester pertama sampai ketiga yang akan menekan kandung kemih. Itu kenapa ibu hamil sering terlihat bolak-balik ke kamar mandi meski baru saja pipis atau baru sedikit minum.

Kapan harus tes kehamilan?

Ada banyak tanda-tanda yang bisa Anda jadikan patokan usia kehamilan, tapi mengira-ngira dari situ saja tidak cukup. Terlebih tidak semua ibu hamil akan mengalami gejala yang seragam. Ada pula yang tidak pernah mengalami gejala apa pun sehingga tidak menyadari dirinya hamil. Maka jika Anda mencurigai diri sendiri hamil, ada baiknya segera tes kehamilan.

Kehamilan baru dapat terdeteksi secara akurat oleh alat setidaknya 10 hari setelah telat haid. Ini karena selama rentang waktu tersebut, tubuh Anda sudah mulai melepaskan hormon human chorionic gonadotropin (HCG)

Hormon hCG adalah hormon khusus dalam urin atau darah yang hanya ada ketika hamil. Sebab HCG hanya diproduksi setelah sel telur yang sudah dibuahi tertanam pada dinding rahim. Seterusnya, jumlah HCG akan meningkat setiap hari sepanjang masa kehamilan.

Ada dua cara melakukan tes hamil, pakai test pack di rumah dan dengan cek darah ke dokter.

1. Test pack

Test pack sebaiknya dilakukan pertama kali setelah bangun pagi. Caranya adalah dengan menampung urin dalam wadah steril, kemudian celupkan alat itu. Bisa juga dengan cara langsung mengaliri alat dengan urin saat kencing. Tunggu sebentar.

Alat ini mendeteksi kehadiran hormon HCG dalam kencing calon ibu hamil. Hasilnya akan keluar ketika alat mengalami perubahan warna atau memunculkan garis. Garis satu biasanya berarti tidak hamil, sementara garus 2 artinya positif hamil. 

Biasanya test pack memiliki akurasi 97-99 persen.

2. Tes darah di dokter

Tes darah untuk cek kehamilan biasanya dilakukan di puskemas, klinik, atau di rumah sakit. Tes darah berfungsi untuk melihat adanya hormon hCG pada darah ibu hamil.

Pada umumnya, hasil positif akan keluar dalam waktu 3-4 hari setelah sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim atau 9-10 hari setelah Anda berhubungan seks.

Selain cek darah, biasanya dokter  akan melakukan USG (ultrasonografi) untuk memastikan kehamilan.

Bagaimana cara mengetahui usia kehamilan?

usia janin

Setelah cek dan dokter memastikan bahwa positif hamil, kini saatnya mengetahui berapa usia kehamilan Anda. Ibu hamil perlu tahu usia kandungannya untuk menentukan hari perkiraan lahir (HPL) dan persiapan menuju hari-H.

Usia kandungan sudah bisa dihitung dari kapan hari pertama haid terakhir (HPHT) Anda sampai hari kelahiran. Pembuahan itu sendiri terjadi kira-kira dua minggu atau pada hari ke 11-21 setelah hari pertama menstruasi terakhir Anda. Maka jika hari pertama haid terakhir Anda jatuh pada tanggal 1 Januari, Anda bisa dikatakan sudah hamil 1 bulan sekitar tanggal 1 Februari.

Mengapa sudah terhitung 1 bulan, padahal teknisnya menstruasi Anda baru selesai pada sekitar tanggal 8 Januari? Ini karena sebenarnya setiap kali menstruasi, tubuh Anda sedang mempersiapkan kehamilan. Dunia medis menganggap bahwa ketika tubuh baru mempersiapkan kehamilan saja, itu sudah masuk ke dalam usia 1 bulan atau 4 minggu usia kandungan.

Untuk memudahkan menghitung usia kandungan, sederhananya anggaplah hari pertama Anda hamil adalah hari pertama haid terakhir Anda. Jadi, apabila hari pertama mens terakhir Anda jatuh pada tanggal 5 Maret, Anda terhitung sudah 1 bulan hamil kurang lebih sekitar tanggal 5 April. 

Seperti apa perkembangan usia kehamilan?

hamil di usia 35 tahun

Kehamilan umumnya berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari atau 9 bulan sampai Anda melahirkan. Perkembangan 40 minggu usia kehamilan ini kemudian dibagi dalam 3 trimester:

1. Trimester pertama (1-3 bulan)

Pada bulan-bulan pertama kehamilan, ibu hamil sudah mulai bisa menunjukkan tanda-tanda umum seperti morning sickness, kelelahan, dan kenaikan berat badan. Namun, perut belum terlihat begitu membesar pada trimester awal ini. Sebab, di waktu ini masih baru ada zigot hasil pembuahan di dalam rahim ibu hamil.

Zigot akan berubah menjadi embrio yang akan menempel ke dinding rahim dan berkembang menjadi janin. Dalam 3 bulan pertama kehamilan, janin akan mulai mengembangkan otak, sumsum tulang belakang, dan organ tubuh lainnya seperti kepala, mata, mulut, hidung, jari tangan dan kaki, serta alat kelamin. Jantung bayi juga sudah mulai berdetak sejak awal trimester pertama.

Menurut Women’s Health, panjang janin idealnya akan mencapai 7,5 cm dengan berat sekitar 30 gram Pada akhir trimester pertama (minggu ke-12 kehamilan).

2. Trimester kedua (3-6 bulan)

Pada trimester kedua ibu hamil, gejala morning sickness sudah mulai mereda. Namun, ada beberapa gejala kehamilan baru yang menggantikannya, seperti:

  • Perut mulai kelihatan membesar
  • Pusing akibat tekanan darah rendah
  • Mulai merasakan bayi bergerak
  • Badan pegal-pegal
  • Nafsu makan meningkat
  • Mulai muncul stretch mark pada perut, payudara, paha, atau bokong
  • Beberapa bagian kulit menggelap, seperti di puting

Sementara bagi janin, hampir semua organ penting tubuhnya sudah berkembang penuh. Janin juga sudah dapat mulai mendengar dan menelan nutrisi dari makanan yang ibu hamil makan.

Menurut American Pregnancy Association, pada akhir trimester kedua berat janin idealnya sudah mencapau 1 kilogram lebih dan panjangnya sekitar 35 cm.

3. Trimester ketiga (7-9 bulan)

Di trimester ketiga, khususnya di minggu 32 usia kehamilan, tulang pada janin sudah terbentuk sempurna. Janin pun bisa membuka dan menutup mata serta merasakan adanya cahaya dari luar perut ibu. Di usia kehamilan ini, berat bayi sudah sekitar 3-4 kilogram dan panjangnya bisa mencapai 50 cm.

Sedangkan di usia 36 minggu kehamilan, umumnya posisi kepala janin sudah menghadap ke bawah untuk siap lahir. Jika belum menghadap ke bawah sampai 37 minggu lebih, dokter akan menyarankan ibu melahirkan dengan operasi caesar.

Pada trimester akhir ini, ibu hamil pastinya banyak mengalami rasa sakit, bengkak di beberapa bagian tubuh (kaki contohnya), dan bahkan mulai merasa cemas mengenai persalinan yang akan datang.

Beberapa hal lain yang dapat terjadi selama trimester terakhir kehamilan adalah:

  • Janin mulai banyak bergerak di dalam perut
  • Mengalami beberapa kali kontraksi palsu
  • Merasa mulas
  • Payudara bocor air susu
  • Sulit tidur

Bagaimana menghitung hari perkiraan lahir lewat HPHT?

demam tanda hamil

Sementara mengamati perkembangan bayi dalam kandungan, ibu hamil juga harus tahu kapan hari perkiraan lahir (HPL) si bayi. 

Untuk menghitung sendiri HPL bayi,  Anda bisa mengikuti rumus mudah berikut:

Tanggal hari pertama menstruasi terakhir + 7 hari – 3 bulan + 1 tahun.

Contohnya jika HPHT Anda adalah 10 Maret 2019 dan ditambahkan 7 hari ke depan berarti 17 Maret 2019. Nah, 17 Maret 2019 adalah minggu pertama usia kehamilan Anda.

Setelahnya kurangi 3 bulan dari bulan haid terakhir tersebut. Tiga bulan ke belakang dari Maret adalah Desember, tepatnya yaitu 17 Desember 2018. Terakhir, tambahkan satu tahun dari 2018. Dari perhitungan ini, perkiraan hari persalinan Anda adalah 17 Desember 2019 .

Akan tetapi HPL suka berubah-ubah, tidak selalu tepat jadwal. Faktanya, hanya 5% ibu hamil di dunia yang HPL nya tepat di tanggal yang diperkirakan. Karena ada beberapa faktor seperti lupa tanggal HPHT, posisi bayi berubah, atau karena kondisi ibu dan bayi yang bikin hari perkiraan lahir berubah.

Apabila bayi lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu, ini dinamakan lahir prematur. Sedangkan bayi yang lahir lebih dari usia kehamilan 42 minggu, ini dinamakan postmature.

Apa saja komplikasi kehamilan yang perlu diwaspadai?

risiko komplikasi kehamilan pada survivor kanker

Semua perempuan tentu menginginkan kehamilan mereka berjalan mulus sampai waktunya kelahiran. Namun, berbagai perubahan tubuh selama hamil juga dapat meningkatkan risiko ibu hamil mengalami komplikasi. Ada beberapa komplikasi kehamilan yang umum terjadi harus Anda waspadai.

1. Diabetes gestasional

Diabetes gestasional adalah kondisi saat hamil yang terjadi saat kadar gula darah ibu hamil melewati batas normal. Biasanya komplikasi ini tidak menunjukkan gejala.

Apabila tidak diobati, diabetes gestasional bisa menyebabkan preeklampsia, masalah pernapasan, dan bayi lahir kuning.  Selalu cek kondisi kesehatan ibu dan janin secara rutin ke dokter.

2. Preeklampsia

Preeklampsia ditandai dengan gejala tekanan darah tinggi dan tingginya kadar protein di dalam urin ibu hamil. Hipertensi saat hamil ini berisiko, lahir prematur,  keguguran dan aliran darah sulit mencapai plasenta. Alhasil, janin bisa kekurangan nutrisi dan oksigen yang dibawa oleh darah ibu.

3. Keguguran

Keguguran adalah kondisi di mana bayi tidak berkembang dan meninggal di dalam kandungan. Kondisi ini bisa disebut keguguran apabila terjadi sebelum bayi berusisa 20 minggu.

Gejala keguguran pada ibu hamil bisa bisa berupa bercak atau pendarahan vagina, kram, atau keluar cairan dari vagina. Namun, perdarahan dari vagina tidak berarti keguguran akan terjadi atau sedang terjadi.

Nutrisi apa saja yang dibutuhkan ibu hamil?

makanan sahur untuk ibu hamil

1. Zat besi

Ibu hamil butuh makan makanan yang mengandung zat besi untuk mencegah anemia. Saat hamil, kebutuhan darah ibu akan meningkat banyak sebanyak 2 kali lipat. Zat besi berfungsi untuk menghasilkan sel darah merah di tubuh. Ibu bisa makan makanan seperti daging merah tanpa lemak, ikan, kacang merah, dan juga bayam yang mengandung banyak zat besi. 

2. Asam folat

Asam folat merupakan nutrisi yang dibutuhkan ibu saat mempersiapkan kehamilan. Fungsi asam folat adalah mencegah bayi cacat lahir, keguguran, dan juga anemia saat hamil. Ibu hamil bisa mengonsumsi makanan kaya asam folat seperti sayuran hijau seperti bayam, buah asam seperti jeruk dan lemon, nasi, pasta, atau bahkan roti.

3. Vitamin D

Ibu yang sedang mengandung wajib makan makanan yang mengandung vitamin D seperti susu yang dipasteurisasi, telur, dan juga ikan. Ibu juga bisa mendapatkan vitamin D dari sinar matahari pagi. Fungsi vitamin D adalah untuk membantu pertumbuhan tulang janin.

4.Vitamin C

Buah jeruk, buah tomat, dan kentang adalah beberapa makanan yang mengandung vitamin C. Ibu yang sedang hamil wajib konsumsi makanan kaya vitamin C untuk membantu tubuh menyerap zat besi maksimal, meningkatkan kekebalan tubuh waktu hamil, dan menjaga kesehatan pembuluh darah ibu.

5. Yodium

Secara umum, yodium membantu tubuh manusia untuk menjaga kesehatan kelenjar tiroid. Yodium juga sangat diperlukan sewaktu hamil untuk perkembangan dan pertumbuhan janin. Contoh, yodium berfungsi mencegah bayi mengalami cacat, bayi pendek, dan mencegah gangguan pendengaran. Konsumsi susu, garam beryodium, ikan, dan rumput laut.

Apa makanan yang wajib dihindari saat ibu hamil?

ngidam makanan manis

  • Ikan yang mengandung tinggi merkuri (ikan makarel dan ikan tuna)
  • Makanan yang mentah (seperti sushi dan sashimi)
  • Daging yang dimasak kuran matang
  • Telur mentah atau yang dimasak tidak matang
  • Buah atau sayuran mentah yang tidak dicuci bersih
  • Kafein dan alkohol
  • Makanan cepat saji dan makanan kemasan
  • Daging jeroan

Tips agar ibu hamil tetap sehat

sarapan untuk ibu hamil

1. Makan makanan sehat dan minum vitamin hamil

Ibu yang sedang mengandung wajib makan makanan sehat sejak mengetahui bahwa Anda hamil. Makanan sehat berfungsi untuk membantu tubuh dan janin tetap sehat. Makan cukup minimal 3 kali dalam minum air putih yang cukup setiap hari.

Jangan lupa juga untuk minum vitamin hamil yang diresepkan oleh dokter kandungan Anda. Pasalnya, saraf, otak, dan sumsum tulang belakang bayi berkembang di trimester pertama kehamilan.

Jadi, penting bagi ibu hamil untuk mendapatkan nutrisi yang cukup dari makanan dan bantu dilengkapi dengan vitamin atau suplemen hamil.

2.  Olahraga secukupnya

Ibu hamil juga butuh olahraga. Olahraga berfungsi untuk mengendalikan berat badan, bikin tidur lebih nyenyak, dan mencegah stres saat hamil. Ibu bisa melakukan yoga, berenang, atau pilates. Lakukan 30 menit saja dalam sehari. Jangan berlebihan olahraganya, dengar dan ikuti kemampuan tubuh Anda untuk beraktivitas.

3. Berhubungan seks

Saat sedang mengandung, ibu tidak harus benar-benar berhenti berhubungan seks non-stop selama 9 bulan lamanya. Berhubungan seks masih boleh dilakukan, kok, janin Anda juga aman saat penetrasi dilakukan.

Terlebih, berhubungan seks saat hamil dapat memberikan manfaat seperti menurunkan tekanan darah, melepas stres, meningkatkan kemesraan dengan pasangan sebelum si bayi lahir, dan juga dapat merangsang kontraksi sehat. Dianjurkan berhubungan seks di saat usia kehamilan sudah di trimester kedua atau di akhir, ya.

4. Perkuat hubungan antara ibu dan janin

Mempererat ikatan antara ibu dan anak bisa dimulai sejak dari dalam kandungan. Fungsi mempererat ikatan antar ibu dan bayi ini adalah untuk membantu pertumbuhan dan emosional janin berkembang.  Untuk mengencangkan ikatan batin antara orangtua dan bayi, lakukan beberapa hal berikut:

  • Elus, gosok, sentuh, dan usap perut ibu dengan lembut
  • Ajak bayi bicara dan berinteraksi meski masih di dalam kandungan
  • Apabila ada tendangan dan gerakan dari dalam perut, respon dengan lembut
  • Biarkan bayi mendengarkan musik. Musik punya efek menenangkan untuk bayi dan ibu.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca