4 Gerakan Olahraga Terbaik untuk Membuat Perut Rata

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Olahraga perut merupakan salah satu dari banyak gerakan yang dicari demi mewujudkan perut langsing, rata, dan bahkan six pack. Banyak olahraga untuk perut yang digeluti, seperti tari perut, pilates, yoga dan bahkan hingga olahraga sederhana, seperti sit up dan back up. Tapi adakah gerakan dari olahraga yang paling baik untuk kesehatan dan estetika perut? Tentu ada. Mari simak 4 olahraga untuk perut yang bisa Anda lakukan di rumah maupun dengan pengawasan ahli.

Gerakan olahraga perut yang bisa dicoba

1. Gerakan crunch

Gerakan dari bagian olahraga  perut ini adalah salah satu gerakan sederhana yang hanya membutuhkan alas matras sebagai alat bantu nya:

  • Baringkan punggung Anda di lantai, gunakan alas dan pastikan alas tidak punya terlalu banyak bantalan. Tekuk lutut Anda, kaki Anda dapat menapak ke lantai, atau Anda dapat menahannya menggantung di udara.
  • Silangkan lengan Anda di depan dada. Anda juga dapat menaruh tangan Anda di belakang leher atau kepala Anda, tetapi kebanyakan orang cenderung untuk menarik kepala atau leher mereka ketika latihan, yang mana dapat memberi regangan lebih pada tulang belakang. Kepala dan leher posisikan membebani tangan Anda.
  • Angkat bahu Anda menuju langit-langit menggunakan otot perut Anda dan berhenti setelah sampai agak ke atas. Sangat penting untuk tidak mengangkat seluruh punggung Anda dari lantai, karena ini bisa mengakibatkan punggung tertarik dan kemungkin cedera punggung terjadi. Lalu atur gerakan tambahan ketika bahu Anda terangkat dari lantai, berhenti dan tahan posisi itu untuk selama 2 detik dan ulangi.

2. Mengayuh sepeda

Gerakan ini merupakan gerakan sederhana yang menggunakan kekuatan kayuhan palsu pada kaki Anda. Pada gerakan ini, kayuhan kaki akan berimbas kepada otot bawah perut:

  • Anda bisa berbaring di lantai, dan tangan Anda tetap berada di sisi atau di belakang kepala Anda seperti yang Anda lakukan pada gerakan crunch.
  • Setelah itu, angkat kedua kaki Anda dari tanah dan tekut bersamaan ke arah lutut. Bawa lutut kanan dekat dengan dada Anda, lakukan bergantian dengan bagian kiri tangan dan lutut Anda.
  • Terakhir, posisikan kaki kanan Anda saling bergantian dengan kaki kiri, tetap mengarah ke dada. Terus lakukan hal ini seperti gerakan mengayuh sepeda

3. Gerakan menahan otok perut dari sisi ke sisi

Gerakan olahraga perut yang satu ini, sangat mudah dilakukan dan Anda hanya perlu berdiri tanpa berbaring:

  • Yang perlu Anda lakukan hanyalah berdiri tegak dengan kedua kaki , lalu Anda taruh kedua tangan Anda di samping masing-masing kuping, menjulur ke atas.
  • Jaga kaki Anda tetap menapak kuat pada tanah, tekuk tubuh Anda ke kanan sebanyak mungkin sampai Anda merasa ketegangan pada pinggang sebelah kiri Anda. Ketika Anda melakukannya, pastikan tangan kanan Anda di pinggul kanan, dan tangan kiri diangkat ke atas. Tinggal di posisi selama 15 detik. Kembali ke posisi semula. Sekarang tekuk ke kiri, dan mempertahankan posisi selama 15 detik

4. Plank

Gerakan olahraga perut yang satu ini, merupakan gerakan yang paling menguras tenaga serta energi, walaupun posisinya hanya berbaring tengkurap dan menahan berat topangan tubuh pada  kedua kaki dan tangan Anda.

  • Posisikan diri Anda di lantai dengan lutut dan siku berada di lantai atau matras.
  • Atur leher Anda tetap selaras dengan tulang belakang Anda, fokuskan pandangan mata ke depan
  • Angkat lutut dan topang kaki Anda pada jari-jari kaki. Usahakan lutut tetap tegak dan tetap bernapas normal. Lakukan posisi ini selama 30 detik.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Perawatan Setelah Sunat Agar Cepat Sembuh

Anda perlu memberikan perawatan yang tepat untuk mencegah infeksi atau timbulnya komplikasi setelah sunat. Perhatikan panduannya berikut ini, ya.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sering Dijadikan Wedang, Jangan Lewatkan 4 Manfaat Hebat Kayu Secang

Kayu secang sering diolah menjadi minuman wedang secang oleh orang-orang Jawa. Penasaran apa manfaat kayu secang untuk kesehatan? Klik di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Pasangan Anda belum cukup luwes dan percaya diri saat berhubungan intim? Tenang, ini dia berbagai cara merangsang istri yang ampuh dan penuh kehangatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Tidak hanya bermanfaat bagi orang yang sehat, olahraga juga harus dilakukan oleh mantan penderita kanker. Apa saja manfaatnya? Olahraga apa yang dianjurkan?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kebugaran 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

arti desahan wanita

Mengapa Wanita Lebih Sering Mendesah di Ranjang Dibanding Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

7 Olahraga untuk Membantu Menambah Tinggi Badan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
lemon dan madu

5 Manfaat Minum Campuran Lemon dan Madu untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu kalori adalah

Mengenal Kalori: Pengertian, Sumber, Kebutuhan Harian, dan Jenis-Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Brigitta Maharani
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit