Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

10 Keunggulan Berenang yang Tak Bisa Didapat dari Olahraga Lain

10 Keunggulan Berenang yang Tak Bisa Didapat dari Olahraga Lain

Banyak anak-anak dan orang dewasa yang suka berenang. Bahkan, renang menjadi ajang rekreasi yang paling banyak dipilih untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga. Lebih dari itu, ternyata ada banyak manfaat berenang yang membuatnya lebih unggul dibandingkan jenis olahraga lainnya. Apa saja?

Manfaat berenang dibandingkan jenis olahraga lain

Basil Strasburg, seorang ahli terapi fisik dari Cleveland Clinic Rehabilitation and Sports Therapy, mengungkapkan bahwa manfaat renang sudah tidak perlu diragukan lagi.

Manfaat olahraga renang bahkan bisa dibilang lebih unggul dari olahraga lainnya karena dapat memberikan kebaikan berikut.

1. Bisa dilakukan siapa saja

anak berenang

Renang termasuk olahraga yang universal alias bisa dilakukan oleh semua orang, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Menariknya lagi, orang dengan kebutuhan khusus pun bisa melakukannya.

Robert A. Robergs, seorang ahli fisiologi olahraga di The University of New Mexico, menyebutkan berenang juga punya manfaat untuk orang-orang yang mengalami rematik, gangguan otot dan tulang, hingga masalah berat badan.

2. Baik untuk orang dengan gangguan muskuloskeletal

Berenang juga membawa manfaat bagi orang-orang dengan gangguan muskuloskeletal yang harus membatasi aktivitas fisik.

Daya apung air selama berenang akan mengurangi beban dari bobot tubuh sebesar 25–50 persen. Jadi, meski Anda mengalami gangguan pada otot dan tulang, Anda tidak perlu khawatir akan kesakitan.

Daya apung air dapat membantu meningkatkan kebugaran Anda tanpa menimbulkan nyeri seperti halnya berlari atau latihan CrossFit.

3. Melatih seluruh otot tubuh

Apakah Anda mencari jenis olahraga yang bisa menggerakkan seluruh tubuh, tapi bisa dilakukan dengan sederhana dan menyenangkan?

Berenang bisa menjadi pilihan yang tepat, sebab olahraga ini melibatkan otot-otot bagian atas hingga bawah. Selama berenang, tangan dan kaki Anda otomatis akan melawan arus air supaya bisa bergerak maju.

Sementara itu, otot-otot pinggul, punggung, dan perut bertugas untuk menstabilkan kepala, badan, dan tulang belakang.

4. Menguatkan jantung dan paru-paru

peralatan berenang

Meski gerakannya tidak terlihat intens seperti berlari atau senam aerobik, renang justru punya manfaat yang sama seperti olahraga kardio.

Olahraga ini mampu melancarkan aliran darah dan oksigen sehingga baik untuk jantung dan paru-paru.

Hal ini pernah dibuktikan oleh penelitian yang dimuat dalam jurnal Revista Portuguesa de Pneumologia tahun 2016. Peneliti menemukan bahwa perenang cenderung memiliki paru-paru yang lebih kuat daripada atlet lainnya.

5. Membakar banyak kalori

Berenang adalah salah satu olahraga pembakar kalori yang sangat ampuh sehingga sangat cocok untuk menurunkan berat badan.

Sebagai gambaran, orang dengan berat badan 80 kg yang berenang dengan tempo rendah hingga sedang selama satu jam dapat membakar sekitar 423 kkal.

Jika dibandingkan dengan olahraga kardio misalnya, orang dengan berat badan yang sama hanya akan membakar 314 kkal setelah berjalan cepat selama satu jam.

6. Risiko cedera lebih kecil

bakar lemak, berenang, lari

Dibandingkan jenis olahraga low impact lainnya, berenang memiliki risiko cedera yang paling kecil. Lagi-lagi ini berkaitan dengan daya apung air yang membantu mengurangi beban tubuh.

Pada olahraga lari misalnya, sendi-sendi kaki berisiko mengalami cedera karena berat badan Anda ditopang sepenuhnya oleh kaki.

Sementara saat berenang, persendian justru terlindungi dari tekanan karena dorongan air bukanlah suatu benturan keras.

Namun, lain halnya dengan atlet renang profesional. Mereka justru berisiko mengalami cedera bahu dan lutut akibat gerakan tangan dan kaki yang berulang.

Supaya lebih aman, selalu ikuti instruksi dari pelatih agar risiko cedera olahraga bisa dihindari.

7. Cocok untuk pengidap asma

Olahraga yang melatih pernapasan seperti berenang memiliki banyak manfaat untuk pengidap asma.

Dengan berenang, pengidap asma bisa meningkatkan kapasitas paru-paru dan berlatih mengatur kontrol pernapasannya.

Meski begitu, beberapa studi pernah menyebutkan bahwa kaporit dalam kolam renang mungkin bisa memicu asma.

Oleh sebab itu, sebaiknya Anda tidak berlama-lama jika sedang berenang dalam kolam yang mengandung kaporit.

8. Baik untuk pengidap multiple sclerosis

Multiple sclerosis (MS) terjadi ketika sistem imun menggerogoti lapisan pelindung saraf.

Guna mencegah kekambuhan, orang-orang dengan MS harus menghindari olahraga yang menyebabkan kepanasan, kelelahan berlebih, dan kejang otot.

Berenang merupakan olahraga yang memiliki banyak manfaat untuk orang dengan MS. Pasalnya, air akan mengurangi beban tubuh serta memberikan dorongan yang lembut sehingga otot-otot tidak bekerja terlalu keras.

9. Membuat tidur jadi lebih nyenyak

Olahraga aerobik seperti renang tidak hanya menjadikan tubuh lebih bugar, tetapi juga membantu Anda tidur lebih nyenyak.

Hal ini terbukti dalam sebuah penelitian lama yang melibatkan orang dewasa pengidap insomnia pada 2010.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kualitas tidur peserta meningkat setelah rutin melakukan olahraga aerobik. Tak hanya itu, kualitas hidup mereka secara keseluruhan juga bertambah baik.

10. Membantu mengontrol stres

renang gaya punggung

Manfaat olahraga renang tidak terbatas hanya pada kebugaran fisik, tapi juga mental. Berenang setidaknya telah terbukti dapat meningkatkan mood, membantu mengurangi stres, dan menurunkan risiko depresi.

Olahraga air yang satu ini juga mampu memperlambat demensia dan penurunan fungsi berpikir.

Bagi pengidap depresi dan gangguan kecemasan, berenang secara rutin juga dapat mengurangi gejala dan membuat pikiran lebih tenang.

Jika Anda mencari olahraga yang menyegarkan, menyenangkan, dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, cobalah berenang.

Berenang dapat memberikan segudang kebaikan bagi jiwa dan raga, baik untuk anak-anak, orang dewasa, hingga lansia.

Begitu Anda mampu melakukan macam-macam gaya renang, cobalah berenang selama 20–40 menit dengan tempo yang nyaman.

Jangan lupa, beristirahatlah setiap beberapa menit dan penuhi kebutuhan air saat melakukan olahraga ini.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why Swimming is Great Exercise for All Fitness Levels. (2017). Retrieved 9 February 2022, from https://commonhealth.virginia.gov/documents/wellnotes/WhySwimmingisGreatExercise.pdf

Multiple Sclerosis and Exercise: Why MS Patients Should Stay Active. (2022). Retrieved 9 February 2022, from https://www.pennmedicine.org/updates/blogs/neuroscience-blog/2017/may/multiple-sclerosis-and-exercise

Swimming improves mental health | How swimming eases the mind. (2019). Retrieved 9 February 2022, from https://www.swimming.org/justswim/swimming-improves-mental-health/

Sable, M., Vaidya, S., and Sable, S. (2012). Comparative study of lung functions in swimmers and runners. Indian Journal Of Physiology And Pharmacology, 56(1). Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23029972/

Lazovic-Popovic, B., Zlatkovic-Svenda, M., Durmic, T., Djelic, M., Djordjevic Saranovic, S., & Zugic, V. (2016). Superior lung capacity in swimmers: Some questions, more answers!. Revista Portuguesa De Pneumologia (English Edition), 22(3), 151-156. https://doi.org/10.1016/j.rppnen.2015.11.003

Castro-Sánchez, A., Matarán-Peñarrocha, G., Lara-Palomo, I., Saavedra-Hernández, M., Arroyo-Morales, M., & Moreno-Lorenzo, C. (2012). Hydrotherapy for the Treatment of Pain in People with Multiple Sclerosis: A Randomized Controlled Trial. Evidence-Based Complementary And Alternative Medicine, 2012, 1-8. https://doi.org/10.1155/2012/473963

Piacentini, G. (2011). Pro: Swimming in Chlorinated Pools and Risk of Asthma | We Can Now Carry On Sending Our Children to Swimming Pools!. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, 183(5). https://doi.org/10.1164/rccm.201008-1277ED

Reid, K., Baron, K., Lu, B., Naylor, E., Wolfe, L., & Zee, P. (2010). Aerobic exercise improves self-reported sleep and quality of life in older adults with insomnia. Sleep Medicine, 11(9), 934-940. https://doi.org/10.1016/j.sleep.2010.04.014

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui Feb 23
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro