backup og meta

7 Tips Lari untuk Pemula agar Tubuh Tidak Cepat Lelah

Olahraga lari seringkali jadi pilihan bagi para pemula untuk beraktivitas fisik. Meski terdengar mudah, olahraga lari untuk pemula memerlukan lebih dari sekedar niat, terutama jika Anda tidak terbiasa berolahraga. Nah, simak tips lari untuk pemula agar tidak cepat lelah di sini.

7 Tips Lari untuk Pemula agar Tubuh Tidak Cepat Lelah

Berbagai tips memulai lari untuk pemula

Ada berbagai alasan kenapa seseorang mulai berolahraga, entah itu karena ajakan teman atau karena manfaatnya, seperti menurunkan berat badan hingga mengurangi risiko penyakit jantung.

Nah, salah satu aktivitas olahraga yang terbilang mudah dan murah untuk dilakukan adalah lari. Selain bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, berlari merupakan olahraga yang cukup efektif untuk membakar lemak.

Meskipun tidak memerlukan banyak perlengkapan khusus, Anda perlu memerhatikan beberapa tips lari untuk pemula berikut ini.

1. Cek kondisi tubuh sebelum mulai lari

pemeriksaan kesehatan tahunan medical check up

Jika Anda baru mulai lari dari nol dan sebelumnya jarang berolahraga, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu sebelum mulai lari untuk mengecek kondisi tubuh Anda.

Hal ini penting terutama bagi Anda yang berusia di atas 40 tahun, mengalami obesitas, memiliki penyakit kronis, sedang dalam masa pemulihan dari cedera atau penyakit, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Apabila dokter sudah memberikan izin, Anda ini bisa melakukan aktivitas untuk meningkatkan kebugaran jasmani ini secara bertahap dan hati-hati.

Lakukan secara perlahan dengan intensitas rendah sambil memperhatikan kondisi tubuh Anda. Healthdirect menyarankan pemula untuk meningkatkan jarak dan kecepatan secara bertahap.

2. Gunakan sepatu lari yang nyaman

Sepatu merupakan salah satu perlengkapan penting bagi pelari, termasuk untuk pemula yang baru mulai lari. Pilih sepatu yang terasa nyaman, sesuai ukuran kaki, dan memang dirancang untuk berlari.

Setiap orang memiliki bentuk kaki dan pola gerakan yang berbeda. Pronasi, misalnya, merupakan gerakan alami kaki saat menerima beban ketika berjalan atau berlari. Gerakan ini bisa berbeda-beda pada tiap orang.

Penggunaan sepatu lari yang keliru dan teknik lari yang tergesa-gesa sering kali menjadi penyebab cedera. Karena itu, pastikan Anda memilih sepatu yang tepat. Jangan pula hanya memilih sepatu berdasarkan klaim bahwa jenis tertentu pasti dapat mencegah cedera.

Jika masih bingung memilih, Anda dapat mencoba beberapa model dan mempertimbangkan kenyamanan serta kecocokannya dengan kaki dan aktivitas yang dilakukan.

Artikel terkait

3. Pilih rute lari yang aman

Olahraga lari biasanya dilakukan di luar ruangan atau outdoor. Pelari pemula sebaiknya memilih rute yang aman, memiliki permukaan relatif baik, dan minim risiko lalu lintas. Taman, lintasan lari, atau area perumahan yang aman dapat menjadi pilihan.

Jika cuaca tidak mendukung atau Anda lebih nyaman berolahraga di dalam ruangan, treadmill juga bisa digunakan. Pastikan lingkungan sekitar tetap aman dan Anda dapat mengatur intensitas latihan sesuai kemampuan.

Jika berlari pada pagi buta atau malam hari, pilih area yang terang dan gunakan pakaian atau aksesori yang mudah terlihat oleh pengguna jalan lain.

4. Mulai dengan kombinasi jalan dan lari

Kondisi tubuh Anda saat ini mungkin belum terbiasa dan mudah mengalami cedera saat berlari. Salah satu cara jogging untuk pemula yang mudah diterapkan adalah menggunakan metode run-walk, yaitu menyelingi lari dengan berjalan.

Jika Anda mulai lari dari nol, cobalah berjalan selama 20–30 menit untuk membiasakan tubuh bergerak. Setelah terasa nyaman, coba pola lari ringan selama 1 menit, kemudian berjalan selama 2 menit. Ulangi beberapa kali sesuai kemampuan.

Meskipun santai, ingat bahwa Anda sedang berjalan kaki dengan cepat mengikuti tempo. Saat tubuh terasa siap untuk aktivitas dengan intensitas lebih tinggi, ini artinya Anda sudah bisa mulai berlari.

Mayo Clinic memiliki contoh program latihan lari untuk pemula selama tujuh minggu yang mengombinasikan lari, jalan, dan hari istirahat. Pada minggu pertama, misalnya, pola yang digunakan adalah lari selama 15 detik dan berjalan selama 45 detik.

5. Jangan terburu-buru menambah jarak dan kecepatan

Salah satu tips lari untuk pemula yang paling penting adalah tidak memaksakan peningkatan latihan. Langsung lari jarak jauh justru menyebabkan cedera lari berkepanjangan, padahal tujuan lari adalah untuk membuat Anda menjadi lebih sehat.

Jangan terburu-buru ingin cepat sampai garis finis hanya karena Anda merasa sanggup berlari lebih cepat. Justru tingkatkan jarak tempuh dan durasi berlari secara bertahap agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi.

Lalu, lari untuk pemula berapa km? Tidak ada jarak yang wajib untuk semua orang. Kondisi fisik dan pengalaman olahraga setiap orang berbeda.

Kemenkes RI menyebut 3 km sebagai salah satu target awal yang umum bagi pemula, tetapi juga menekankan bahwa jarak yang sesuai tetap bergantung pada kondisi fisik masing-masing.

6. Buat program latihan yang realistis

lari interval

Tips lari untuk pemula yang selanjutnya adalah merancang strategi atau rencana latihan. Tidak semua orang merencanakan program lari. Padahal, memiliki rencana terperinci sangat bermanfaat.

Program latihan lari untuk pemula tidak harus rumit. Anda dapat mencatat hari latihan, durasi, jarak, dan bagaimana kondisi tubuh setelah berlari. Dengan begitu, Anda bisa meningkatkan waktu latihan secara bertahap untuk membangun kekuatan tubuh. 

Sebagai gambaran, Anda bisa memulai dengan 2–3 sesi per minggu yang diselingi hari istirahat. Beberapa sesi dapat berupa jalan atau run-walk, sementara durasi lari ditingkatkan secara perlahan setelah tubuh mulai terbiasa.

Rencana latihan memberikan rasa pencapaian yang akan meningkatkan rasa percaya diri Anda. Tak hanya jarak tempuh dan durasi, tetapi juga merencanakan waktu, frekuensi, serta asupan makanan sebelum dan setelah olahraga.

7. Fokus pada konsistensi, bukan kecepatan

Pemula sering kali terlalu fokus pada satu tujuan, misalnya menurunkan berat badan atau meningkatkan pace lari. Sayangnya, mereka kadang tidak sabar dan mengharapkan perubahan yang signifikan dalam waktu singkat.

Tubuh Anda juga perlu waktu untuk mengondisikan otot, sendi, dan tulang sebelum bisa membakar kalori dan menurunkan berat badan. Lari secara konsisten, misalnya dua kali seminggu, membuat tubuh Anda cepat beradaptasi.

Cara lari yang benar untuk pemula juga bukan berarti harus langsung menguasai teknik yang rumit. Mulailah dengan postur yang nyaman, gerakan yang rileks, dan intensitas yang sesuai kemampuan.

Jika muncul nyeri yang berat atau menetap, hentikan latihan dan cari bantuan tenaga kesehatan. Hal ini akan membantu Anda mencapai tujuan dalam berolahraga dengan aman.

Berapa lama lari bagi pemula?

Bagi pemula, mulailah berlari dengan durasi 2030 menit sebanyak 2 – 4 kali dalam seminggu. Jika terasa sulit, Anda bisa menguranginya menjadi 15 menit dan tambah durasi sekitar 510 menit pada jadwal lari selanjutnya.

Cara membuat lari jadi lebih menyenangkan

teknik pernapasan saat lari

Selain mengetahui tips lari untuk pemula, Anda juga perlu menemukan cara agar aktivitas ini mudah dipertahankan dalam jangka panjang. Berikut sejumlah cara yang membantu meningkatkan motivasi Anda saat berlari

  • Tetapkan tantangan tertentu yang berguna agar Anda semakin termotivasi untuk berlari, misalnya lari untuk perlombaan atau untuk kegiatan amal.
  • Berlari dengan teman atau pasangan dengan tingkat kemampuan lari yang sama.
  • Buatlah catatan harian mengenai latihan lari Anda, seperti rute, jarak, waktu, kondisi cuaca, dan perasaan Anda.
  • Lakukan variasi lari agar tidak membosankan, seperti mengganti rute atau menambahkan aktivitas fisik lainnya.
  • Bergabung dengan komunitas lari supaya Anda memiliki komitmen untuk berlari rutin.

Memulai lari tidak berarti harus langsung mampu berlari jauh atau cepat. Untuk lari untuk pemula, yang lebih penting adalah memberi tubuh waktu untuk beradaptasi.

Mulailah dari kemampuan saat ini, gunakan kombinasi jalan dan lari jika diperlukan, lalu tingkatkan durasi dan jarak secara bertahap.

Dengan menerapkan tips lari untuk pemula secara konsisten, Anda dapat membangun kebiasaan olahraga tanpa harus menjadikan setiap sesi sebagai ajang mengejar rekor pribadi.

Kalkulator Kebutuhan Kalori

health-tool-icon

tahun

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Cleveland Clinic. (2024, August 28). How to start a running program. https://health.clevelandclinic.org/when-and-how-to-start-a-running-program

Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023, November 17). Memulai berlari bagi pemula. https://ayosehat.kemkes.go.id/memulai-berlari-bagi-pemula

Healthdirect Australia. (n.d.). Running tips for beginners. https://www.healthdirect.gov.au/running-tips

Mayo Clinic Staff. (2024, January 12). 5K run: 7-week training schedule for beginners. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/in-depth/5k-run/art-20050962

Napier, C. (2020). Science of running: Analyze your technique, prevent injury, revolutionize your training. Dorling Kindersley.

Versi Terbaru

09/09/2026

Ditulis oleh Satria Aji Purwoko

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.

Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari


Artikel Terkait

5 Penyebab dan Cara Mengatasi Perut Sakit Saat Lari

Penyebab Tulang Kering Sakit Saat Lari, Plus Faktor Risikonya


Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.

Magister Kesehatan · None


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 6 hari lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan