Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Penyebab Tulang Kering Sakit Saat Lari, Plus Faktor Risikonya

    Penyebab Tulang Kering Sakit Saat Lari, Plus Faktor Risikonya

    Banyak orang menyukai olahraga lari karena mudah dilakukan tanpa perlu peralatan khusus. Namun, tidak jarang juga mengeluhkan tulang kering sakit saat lari. Masalah ini bisa disebabkan oleh cedera otot hingga penyakit tulang serius. Simak penjelasan selengkapnya.

    Kenapa tulang kering sakit saat lari?

    Lari adalah olahraga yang menyenangkan. Sayangnya, rasa nyeri pada tulang kering sering menjadi hambatan untuk melakukan aktivitas fisik ini.

    Rasa nyeri dapat muncul selama berlari atau sesudahnya, atau ketika melakukan olahraga yang menempatkan tumpuan pada kaki dalam waktu lama.

    Berikut ini adalah berbagai penyebab sakit pada tulang kering saat lari yang perlu Anda ketahui.

    1. Shin splint (cedera tulang kering)

    kesalahan setelah olahraga

    Munculnya rasa sakit pada tulang kering saat lari jadi ciri khas dari cedera tulang kering (shin splint).

    Cedera ini sering terjadi pada pelari pemula, pelari yang baru meningkatkan intensitas larinya, atau pelari yang mengganti rutinitas larinya.

    Kondisi di atas bisa memicu otot, tendon, dan jaringan tulang sekitar tulang kering bekerja terlalu keras sehingga menimbulkan nyeri.

    Shin splints atau cedera tulang kering ini juga disebut sebagai medial tibial stress syndrome.

    Rasa nyeri cedera olahraga ini digambarkan dengan sensasi tulang kering yang tertekan, disertai dengan pembengkakan ringan di kaki bagian bawah.

    Pada awalnya, rasa sakit mungkin berhenti ketika Anda berhenti berolahraga.

    Namun, pada akhirnya, rasa sakit dapat berlanjut dan mungkin berkembang menjadi reaksi stres atau fraktur stres.

    2. Patah tulang tibialis

    Sakit pada tulang kering saat lari bisa disebabkan oleh patah tulang pada batang tibialis.

    Awalnya, Anda mungkin hampir tidak menyadari rasa sakitnya, tetapi akan semakin memburuk seiring waktu.

    Area tulang kering bisa membengkak dan sensitif jika disentuh. Biasanya patah tulang ini terjadi ketika kaki mengalami benturan keras atau tertimpa beban yang berat.

    Tabrakan kendaraan bermotor, misalnya, adalah penyebab umum patah tulang tibialis.

    Jika Anda tidak menyadari kondisi ini dan tetap berolahraga lari seperti biasa, rasa nyeri parah dapat muncul.

    3. Chronic exertional compartment syndrome

    Munculnya rasa sakit pada tulang kering saat olahraga bisa disebabkan oleh chronic exertional compartment syndrome, yakni masalah otot atau saraf yang dipicu oleh olahraga.

    Sindrom ini menimbulkan rasa sakit, pembengkakan, dan terkadang disabilitas pada otot kaki yang terkena.

    Rasa nyerinya digambarkan dengan sensasi terbakar atau ditusuk-tusuk jarum pada kaki, termasuk area tulang kering.

    Pada beberapa kasus, kondisi ini sering dikira sebagai shin splint karena menimbulkan gejala yang serupa.

    Rasa nyeri semakin memburuk saat olahraga dan akan membaik jika olahraga berhenti dalam waktu 15 menit.

    4. Tumor pada tulang

    Tumor tulang berkembang ketika sel-sel di dalam tulang membelah tak terkendali, membentuk benjolan atau massa jaringan abnormal.

    Sebagian besar tumor tulang bersifat jinak alias bukan kanker, dan dalam banyak kasus tidak akan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

    Selain terbentuknya benjolan, rasa nyeri yang memburuk di malam hari atau ketika melakukan aktivitas, seperti olahraga.

    Pada beberapa orang, penyakit ini menyebabkan demam dan tubuh berkeringat di malam hari.

    Faktor risiko tulang kering sakit saat lari

    sepatu untuk olahraga

    Nyeri pada tulang kering saat berlari bisa terjadi pada siapa saja.

    Akan tetapi, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risikonya seperti berikut ini.

    • Memakai sepatu lari yang tidak pas.
    • Memiliki telapak kaki datar atau kaki lengkung (malformasi kaki).
    • Melakukan olahraga lari secara berlebihan atau menjalani latihan militer.
    • Tidak melakukan latihan pemanasan atau latihan pendinginan dengan benar.

    Berdasarkan faktor risiko di atas, atlet adalah kelompok orang yang paling mungkin mengalami kondisi ini.


    Cari tahu olahraga yang cocok untukmu!

    Ayo tanya dokter atau berbagi tips bersama di Komunitas Olahraga Hello Sehat!


    Cara mengatasi tulang kering sakit saat lari

    Nyeri pada tulang kering yang ringan dapat membaik dengan sendiri. Gejalanya bisa diredakan dengan perawatan sederhana di rumah sebagai berikut.

    • Mengistirahat diri dari aktivitas yang menambah tekanan atau stres pada otot maupun tulang kaki.
    • Tempelkan kompres dingin selama 10 – 15 menit per sesinya, dan bisa diulangi sebanyak 4 – 8 kali.
    • Minum obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen yang dijual di toko obat atau apotek.
    • Melakukan olahraga dengan cara yang benar dan tepat, seperti aturan pemanasan, pendinginan, pilihan sepatu, jenis latihan, dan durasinya.

    Jika cara meringankan tulang kering sakit saat lari di atas tidak efektif, baiknya Anda periksa ke dokter.

    Anda mungkin perlu menjalani serangkaian tes untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.

    Setelah diketahui, dokter dapat menentukan pengobatan yang meliputi terapi fisik atau pembedahan.

    Kesimpulan

    Bila Anda mengalami rasa nyeri pada tulang kering saat lari, ambil jeda untuk istirahat dan jangan memaksakan. Anda mungkin perlu mengistirahatkan kaki. Kembali berolahraga jika kondisinya membaik. Jika tidak juga membaik, segera periksa ke dokter.

    health-tool-icon

    Kalkulator Kebutuhan Kalori

    Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Tibia (shinbone) shaft fractures – orthoinfo – aaos. OrthoInfo. (n.d.). Retrieved June 22, 2022, from https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/tibia-shinbone-shaft-fractures/

    Mayo Foundation for Medical Education and Research. (2021, October 16). Shin Splints. Mayo Clinic. Retrieved June 22, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shin-splints/symptoms-causes/syc-20354105

    Shin splints – orthoinfo – Aaos. OrthoInfo. (n.d.). Retrieved June 22, 2022, from https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/shin-splints/

    Mayo Foundation for Medical Education and Research. (2021, May 20). Stress fractures. Mayo Clinic. Retrieved June 22, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stress-fractures/symptoms-causes/syc-20354057

    Bone tumor – types and treatments – orthoinfo – aaos. OrthoInfo. (n.d.). Retrieved June 22, 2022, from https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/bone-tumor/

    Mayo Foundation for Medical Education and Research. (2021, February 11). Chronic exertional compartment syndrome. Mayo Clinic. Retrieved June 22, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-exertional-compartment-syndrome/symptoms-causes/syc-20350830

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 3 weeks ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro