Berlari merupakan salah satu olahraga yang paling mudah untuk dilakukan. Namun, terkadang muncul hal yang tidak menyenangkan saat berlari, seperti perut sakit saat lari. Apa yang menyebabkan kondisi ini dan bagaimana cara mengatasinya?
Berlari merupakan salah satu olahraga yang paling mudah untuk dilakukan. Namun, terkadang muncul hal yang tidak menyenangkan saat berlari, seperti perut sakit saat lari. Apa yang menyebabkan kondisi ini dan bagaimana cara mengatasinya?

Banyak orang yang merasakan dan bertanya-tanya kenapa saat lari perut bagian kiri sakit?
Kondisi ini dikenal sebagai kalikiben yang terjadi karena perut Anda terguncang-guncang karena berlari atau aktivitas lainnya.
Di bawah ini beberapa hal umum yang bisa menyebabkan nyeri perut saat lari.

Cara bernapas dapat memengaruhi performa berlari Anda secara keseluruhan.
Jika Anda melakukan teknik pernapasan yang salah, tubuh akan berusaha memperingatkan melalui rasa nyeri dan kram pada salah satu sisi perut.
Umumnya kondisi ini terjadi saat Anda hanya bernapas dangkal, dan tidak melakukan teknik napas yang benar saat berlari.
Berkurangnya asupan oksigen ke jaringan otot sekitar perut inilah yang menyebabkan perut kram saat Anda berlari.
Asupan cairan sebelum berolahraga memang perlu Anda batasi, tapi bukan berarti tidak boleh sama sekali.
Saat berolahraga, tubuh mengalihkan aliran darah dari perut menuju otot untuk mensuplai lebih banyak oksigen.
Volume darah menuju sistem pencernaan berkurang dan bertambah buruk saat Anda dehidrasi. Jika Andakekurangan cairan ketika berlari, hal ini dapat menyebabkan kalikiben, muntah, bahkan diare usai berolahraga.
Kram perut saat lari terjadi pada pelari yang menempuh jarak jauh, seperti pelari maraton atau ketika Anda olahraga berlebihan.
Pasalnya, saat berlari tubuh tidak hanya mengandalkan otot kaki dan paha, melainkan otot perut dan tubuh bagian atas juga ikut bekerja.
Otot perut akan memberikan stabilitas, menjaga pergerakan, dan tubuh tetap tegak. Saat mengalami kelelahan, terutama pada otot abdominal atau perut, hal ini bisa menimbulkan kalikiben, nyeri, bahkan sensasi terbakar.
Bila Anda baru saja makan sebelum lari, hal ini bisa menyebabkan kram dan nyeri pada perut.
Saat Anda mulai berlari atau melakukan aktivitas fisik lainnya, aliran darah lebih difokuskan ke otot, bukan ke sistem pencernaan.
Ini dapat menyebabkan kram, mual, atau bahkan muntah jika makanan belum tercerna dengan baik.
Oleh karena itu, American Council on Exercise merekomendasikan untuk mengonsumsi karbohidrat yang mudah dicerna, seperti sereal, oatmeal, atau buah 30 menit sebelum latihan.

Kondisi perut tertekan juga bisa menimbulkan perut sakit saat lari atau kalikiben karena gerakan berlari dapat membuat isi perut terdesak.
Perut juga bisa berbenturan dengan organ-organ lain yang kemudian membuat jaringan ikat perut meregang hingga menimbulkan rasa sakit.
Pada kasus yang parah, hal ini juga bisa memicu hernia. Hernia adalah kondisi ketiga organ dalam tubuh menonjol melalui dinding otot atau jaringan di sekitarnya.
Jangan panik dan tetap tenang adalah salah satu cara menyembuhkan kram perut yang perlu Anda perhatikan.
Jika Anda mengalami kalikiben saat berlari, coba lakukan teknik pernapasan diafragma berikut ini.
Memang, tidak ada pengobatan khusus untuk mengatasi kram perut saat berolahraga.
Namun, Anda bisa mencegah gangguan ini datang kembali dengan beberapa tips berikut ini.
Perut sakit saat lari merupakan kondisi yang bisa terjadi karena kesalahan teknik napas saat lari, makan terlalu banyak, ataupun otot perut yang lelah.
Anda bisa menghindarinya dengan mengikuti aturan olahraga lari yang benar. Aspek yang perlu diperhatikan mulai dari pemanasan, pengaturan napas, asupan, hingga hidrasi tubuh.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Bachus, A. U. R. G. C. T. (n.d.). Meal Timing: What and When to Eat for Performance and Recovery. Retrieved 2 May 2024, from https://www.acefitness.org/resources/pros/expert-articles/6390/meal-timing-what-and-when-to-eat-for-performance-and-recovery/
Upset Stomach. (n.d.). Retrieved 2 May 2024, from https://www.uhs.wisc.edu/medical/upset-stomach/
Lee, D. C., Pate, R. R., Lavie, C. J., Sui, X., Church, T. S., & Blair, S. N. (2014). Leisure-time running reduces all-cause and cardiovascular mortality risk. Journal of the American College of Cardiology, 64(5), 472-481.
Morton, D., & Callister, R. (2015). Exercise-related transient abdominal pain (ETAP). Sports medicine (Auckland, N.Z.), 45(1), 23–35. https://doi.org/10.1007/s40279-014-0245-z
de Oliveira, E. P., Burini, R. C., & Jeukendrup, A. (2014). Gastrointestinal complaints during exercise: prevalence, etiology, and nutritional recommendations. Sports medicine (Auckland, N.Z.), 44 Suppl 1(Suppl 1), S79–S85. https://doi.org/10.1007/s40279-014-0153-2
Wilson P. B. (2019). ‘I think I’m gonna hurl’: A Narrative Review of the Causes of Nausea and Vomiting in Sport. Sports (Basel, Switzerland), 7(7), 162. https://doi.org/10.3390/sports7070162
Wilson, P. B. (2017). Frequency of chronic gastrointestinal distress in runners: Validity and reliability of a retrospective questionnaire. International journal of sport nutrition and exercise metabolism, 27(4), 370-376.
Versi Terbaru
07/05/2024
Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)