6 Cedera Saat Berlari yang Paling Sering Terjadi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Berlari adalah salah satu olahraga yang mudah dilakukan, namun ia juga merupakan salah satu olahraga yang paling sering menyebabkan cedera pada kaki. Baik pelari yang sudah berpengalaman maupun pemula, cedera tetap dapat terjadi pada kaki. Cedera dapat terjadi di berbagai bagian kaki, yang pada umumnya disebabkan karena adanya tekanan berlebih saat berlari.

1. Cedera lutut

Dikenal juga sebagai runner’s knee, merupakan cedera akibat pergeseran tulang pada bagian sekitar tulang lutut akibat jaringan tulang muda (cartilage) lutut yang kehilangan kekuatannya. Beberapa gerakan saat berlari yang melibatkan lutut menyebabkan pergeseran sehingga terjadi nyeri.

Jika Anda mengalami nyeri di sekitar lutut setelah berlari, segera tangani cedera dengan lakukan peregangan dan kompres dengan es menggunakan handuk dalam beberapa kali sehari. Hindari aktivitas berlari selama Anda mengalami nyeri di sekitar lutut. Apabila tidak kunjung membaik atau bahkan memburuk dalam waktu lebih dari satu minggu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Plantar fasciitis

Merupakan nyeri pada telapak kaki yang diakibatkan inflamasi. Cedera ini terjadi karena sering berlari pada permukaan yang tidak rata. Permukaan kaki mengalami tekanan dari permukaan akibat sepatu tidak dapat menyerap tekanan juga menyebabkan inflamasi pada telapak kaki. Untuk mengurangi rasa sakit, pijatlah kaki dengan menginjak dan menggulirkan bola tenis dalam posisi duduk.  Mengistirahatkan kaki hingga pulih juga diperlukan agar cedera tidak datang kembali.

3. Achilles tendinitis

Merupakan cedera pada otot penghubung pada kaki bagian belakang (tendon). Cedera ini biasanya disertai dengan inflamasi yang menyebabkan rasa nyeri dan tendon menjadi kaku. Gerakan penarikan yang berulang seperti pada saat berlari dengan jarak jauh dapat menyebabkan luka pada tendon. Penanganan yang paling tepat adalah dengan cara mengistirahatkan kaki dan hindari tekanan atau penarikan berlebih pada tendon. Lakukan relaksasi dengan cara memijat perlahan bagian yang cedera dan kompres dengan menggunakan es. Jika tiba-tiba terjadi peningkatan rasa nyeri disertai pembengkakkan yang lebih parah, segera konsultasikan ke dokter anda karena kemungkinan hal itu pertanda inflamasi pada tendon bertambah parah.

4. Iliotibial band syndrome (ITBS)

Jenis cedera ini dapat diartikan sebagai rasa nyeri pada tendon yang menghubungkan tulang paha (ilium) dan tulang dibawah lutut (tibia). Sama dengan yang cedera pada tendon lainnya, hal ini disebabkan inflamasi karena kaki bergerak terlalu kencang, berlari terlalu sering atau tulang dan otot paha yang terlalu lemah.

Relaksasi berbagai tendon di sepanjang tulang paha dan tulang kering diperlukan untuk mengurangi tekanan. Gunakan es agar tendon lebih cepat mengalami relaksasi. Penguatan otot dan lakukan pemanasan sebelum berlari akan berguna untuk menghindari rasa nyeri datang kembali.

5. Shin splint (cedera tulang kering)

Berupa cedera pada tulang kering (tibia) yang ditandai dengan nyeri dan pembengkakan di bawah lutut pada bagian depan maupun belakang kaki. Rasa nyeri dapat bervariasi karena disebabkan cedera pada bagian tulang atau otot atau keduanya. Namun sebagian besar cedera ini berhubungan dengan tulang yang menerima tekanan terlalu banyak. Cedera disebabkan berlari terlalu lama atau berlari dengan jarak yang terlalu jauh.

Shin split cenderung sulit disembuhkan dan membutuhkan waktu yang lama untuk kembali pulih sepenuhnya, bahkan rasa nyeri dapat datang kembali. Untuk langkah awal penyembuhan, cobalah mengistirahatkan kaki Anda jika mengalami cedera. Jika sudah membaik, kurangi intensitas berlari dan tingkatkan kembali secara bertahap. Masalah ini mungkin juga terjadi karena salah memilih sepatu untuk lari. Jika anda tetap merasa sakit,setelah istirahat atau rasa nyeri datang kembali segera konsultasikan ke dokter anda.

6. Blister (lenting)

Di samping cedera pada otot dan tulang, permukaan kulit kaki juga dapat mengalami luka yang ditandai dengan gelembung pada kulit berisi cairan atau yang dikenal dengan istilah blister. Hal ini diakibatkan pergesekan permukaan dalam sepatu dengan kulit. Meskipun cenderung ringan, hindari untuk memecahkan gelembung karena kulit yang mengelupaskan akan menyebabkan luka, cukup diamkan dan dalam beberapa hari blister akan menghilang. Hindari pemakaian sepatu tanpa kaos kaki dan sepatu yang terlalu sempit.

Pada umumnya, cedera pada kaki berkaitan dengan kemampuan kaki yang belum terlalu kuat dan aktivitas otot yang berulang saat berlari. Relaksasi dan pemakaian es untuk mengompres kaki adalah hal utama dalam menangani cedera. Untuk menghindari cedera datang kembali, perhatikan intensitas berlari, pastikan berlari secara bertahap baik dari segi waktu maupun jarak. Selain itu, pilihlah sepatu yang paling sesuai dengan bentuk kaki Anda, yang dapat meredam tekanan, dan dapat menjaga kaki tetap stabil saat berlari.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Alternatif Sehat Pengganti Kopi di Pagi Hari

Tahukah Anda bahwa minum kopi sebaiknya tidak dilakukan di pagi hari? Lalu apa yang bisa jadi alternatifnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Tips Makan Sehat, Nutrisi 5 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Pseudogout

Pseudogout adalah semacam arthritis yang ditandai dengan sakit tiba-tiba, pembengkakan pada sendi yang menimbulkan rasa sakit. Simak Info selengkapnya hanya di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Sit Up Tidak Bisa Menghilangkan Lemak Perut?

Sudah rajin sit up tapi perut masih buncit? Wajar saja, karena kita tidak bisa hanya menghilangkan lemak di bagian tertentu saja. Jadi harus bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Latihan Kekuatan Otot, Kebugaran 24 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Kejang Parsial

Kejang parsial bisa terjadi pada siapa saja. Seberapa umumkah kondisi ini? Bisakah dicegah dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Otak dan Saraf, Epilepsi 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
senam jantung sehat

Yuk, Ketahui Manfaat dan Gerakan Senam Jantung Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
tips olahraga hiv

Olahraga Pagi atau Olahraga Malam, Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga kardio dan angkat berat untuk menurunkan berat badan

Olahraga Kardio vs Angkat Beban: Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit